Anak
5.725 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Onger ketan (bangkerok)
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

            ONGÉR KETAN atau yang sering biasa kita sebut BANGKEROK adalah makanan khas dari suku sunda. Bangkerok adalah makanan yang hampir mirip dengan uli yang mana bahannya sama sama dari beras ketan. Bedanya, Uli dibuat dari beras ketan yang di haluskan lalu di jemur terlebih dahulu sebelum digoreng ataupun dibakar.Sedangkan bangkerok dibuat dari nasi ketan yang sudah dicampur dengan bumbu lalu di diamkan di dalam wajan sampai hangus. Biasanya sering ditambahkan sambal kacang ataupun sambal oncom.         Karena semakin majunya peradaban modern,makanan makanan tradisional seperti bangkerok pun sudah terlupakan oleh beberapa orang. Maka dari itu mari kita lestarikan kembali makanan makanan tradisional agar bisa dikenal oleh anak anak penerus bangsa.         Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya :   Bahan : - 50...

avatar
OSKM_19918063_Dinda Sri Rachma
Gambar Entri
Kesultanan Sambaliung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Utara

Pada tahun 1810-an, Kesultanan Berau terpecah menjadi dua kesultanan, yang salah satunya adalah Kesultanan Sambaliung. Perpecahan ini terjadi karena pada generasi ke-9, Aji Dilayas sebagai raja Berau memiliki dua anak penerus berbeda ibu. Setelah wafatnya Aji Dilayas, Kerajaan Berau secara bergantian dipimpin oleh keturuan kedua penerus tersebut. Karena konflik dan perbedaan antara kedua pihak inilah Kerajaan Berau terpecah.   Kesultanan ini pertama kali dipimpin oleh seorang keturunan dari raja pertama Kerajaan Berau, bernama Sultan Alimuddin. Sultan ini sendiri memiliki julukan Raja Alam. Kesultanan ini awalnya terletak di daerah yang bernama Tanjung Redeb. Namun daerah kesultanan ini musnah setelah Sultan Alimuddin ditangkap dan daerah Tanjung Redeb dibakar oleh Belanda. Setelah Sultan Alimuddin yang diasingkan ke Makassar kembali ke Berau dan mendirikan Kesultanannya di daerah Kampung Tembunan.

avatar
OSKM18_16918327 Pradantya wahyu Wibisana
Gambar Entri
Manjapuik Marapulai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam adat Minangkabau, acara japuik-majapuik dilakukan setelah ijab-kabul atau akad nikah dilaksanakan. Ijab-kabul biasanya dilakukan di masjid, dipimpin oleh engku khadi atau penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA). Setelah akad nikah di depan engku kadhi dengan dihadiri saksi-saksi, maka telah sah status kedua mempelai sebagai suami istri. Namun, laki-laki atau marapulai, baru dapat mendatangi rumah istrinya setelah ia dijemput sesuai ketentuan adat Minangkabau. Adat manjapuik marapulai ialah sebagai berikut. Petugas Manjapuik Marapulai. Oleh karena marapulai akan bersumando (pindah) ke rumah yang bermamak (beradat), maka adalah haknya menurut adat untuk dijemput oleh pihak mamak rumah dari keluarga istrinya. Dalam pelaksanaannya, bukanlah mamak itu sendiri yang menjemput marapulai, tetapi utusannya yaitu yang sama-sama orang sumando dalam rumah nan bermamak itu. Marapulai dijemput dengan membawa bingkisan dan datang ditunggu dengan carano. Hal ini melambangkan, meskipun...

avatar
Oskm18_16218125_nada
Gambar Entri
Ritual Hari Nelayan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Hari Nelayan merupakan ritual tahunan yang diadakan di pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) — atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Dermaga. Acara tahunan ini rutin diselenggarakan setiap tanggal 6 April tiap tahunnya, pada tahun 2018 tradisi sudah genap berusia 58 tahun. Ritual ini dimulai dengan pemilihan putri dan putra nelayan yang dilakukan melalui beberapa tahap seleksi. Putri Nelayan disini mewakili Nyi Roro Kidul yang mana adalah Ratu pantai Selatan. Ritual ini bertujuan untuk memberi ucapan syukur kepada Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai Selatan. Setelah terpilih putra dan putri nelayan, lalu mereka akan diarak menggunakan delman untuk berkeliling daerah Palabuhanratu. Selain itu, biasanya murid-murid TK, SD, SMP, bahkan SMA turut serta bersama rombongan putra dan putri nelayan, mereka ikut berjalan kaki menyusuri jalanan raya Palabuhanratu yang kegiatannya biasa disebut sebagai pawai. Sementara pu...

avatar
OSKM18_16718153_Sofhia Ribka Aritonang
Gambar Entri
Sejarah bangunan Kesultanan Deli
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Kesultanan Deli adalah salah satu dari empat Kesultanan besar yg ada di Sumatera Utara. Nama Deli sendiri diambil dari Raja Deli I yaitu Tuanku Gotjah Pahlawan yg merupakan keturunan Raja Delhi Akbar. ( Hindustan, India ). Kerajaan Deli sdh ada sejak abad ke 17 hingga pertengahan abad ke 20M hingga ketika memutuskan bergabung dgn NKRI. Sampai saat ini Kesultanan Deli masih eksis sbg sebuah Kesultanan dimana Sultan bertindak sbg kepala adat dan adat istiadat msh tetap dilaksanakan sbg cermin budaya bangsa yg luhur. Sultan Deli sekarang yaitu Sultan Deli  ke XIV yaitu Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam. Peninggalan Kesultanan Deli yg msh eksis hingga saat ini dan menjadi cagar budaya yg dilindungi pemerintah yaitu : Istana Maimoon dan Mesjid Raya. Kedua bangunan ini terletak tdk jauh satu sama yg lain.      Istana Maimoon yang terletak di jalan Brigjend Katamso Medan dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Ma’ moen Al Rasyid Perkasa  Alamshah (Ra...

avatar
OSKM18_16918166_jack ITB 2018
Gambar Entri
Asal Mula Situ Gede Tasikmalaya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Situ Gede adalah kawasan danau seluas 47 hektar yang terletak di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dan dapat diakses sekitar 30 menit dari pusat kota. Di bagian tengah situ ini terdapat satu pulau seluas satu hektar, dan di dalamnya terdapat makam Eyang Prabudilaya, seorang tokoh agama Islam. Kisah yang berkembang di masyarakat tentang asal mula terbentuknya situ ini pun berkaitan erat dengan perjalanan hidup Eyang Prabudilaya. Eyang Prabudilaya, atau Prabu Adilaya, adalah seorang Raja Muda Sumedang. Dikisahkan setelah ia menyelesaikan ilmu kanuragan di Sumedang, Ia berangkat ke Mataram untuk menuntut ilmu agama bersama istrinya, Nyai Raden Dewi Kondang Hapa, beserta dua pelayannya atas permintaan sang ibu. Sesampainya di Mataram, Prabu Adilaya berguru ke Kyai Jiwa Raga dan menyelesaikan pembelajarannya dengan sangat cepat dan membuat sang guru kagum. Menjadi murid Kyai Jiwa Raga terbaik, ia dinikahkan oleh sang guru dengan putrinya yang cantik jelita, Dewi Cahya Karembong, sebagai i...

avatar
OSKM18_19918147_Osama Jarnauzy
Gambar Entri
Turi-Turian
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

TURI-TURIAN   Suku Batak adalah salah satu suku yang ada di Indonesia. Suku batak terkenal dengan ketegasannya dan suaranya yang keras dan besar, sehingga tak jarang ketika orang batak berbicara banyak orang (yang bukan suku batak) menganggap bahwa mereka sedang marah-marah atau bertengkar. Tetapi sebenarnya tidak, karna begitulah intonasi, logat ,dan gaya bicara kami. Walaupun suku batak berbicara dengan nada kuat dan tegas , kami memiliki hati yang lembut dan tidak pendendam.  Suku Batak mempunyai budaya yang unik, beragam, dan menarik. Mula dari tor-tor batak, opera batak ,lagu batak (memiliki makna yang sangat dalam), andung-andung, umpasa batak (sejenis pantun yang mempunyai makna yang mendalam, sering dilontarkan pada acara-acara adat misalnya acara pernikahan)  turi-turian dan lain-lain. Pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit tentang turi-turian. “Turi-turian” atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan cerita masa lampau/ d...

avatar
Miranda_sitompul
Gambar Entri
Silek Pauah
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Silek Pauah     Siapa yang tak kenal dengan seni bela diri asli Indomesia? Yap silat. Silat sendiri memunyai banyak aliran dan perguruan. Silat yang sangat terkenal berasal dari wilayah dengan ciri khas rumah gadang. Di sana terdapat 10 aliran utama silat atau yang biasa disebut silek dalam bahasa minang kabau. Tapi tahukah kamu bahwasannya ada silek termuda dari Sumatera Barat?    Silek tersebut berasal dari Kota Padang pada zaman pra kemerdekaan. Dahulunya, daerah Pauh V dan Pauh IX yang terletak di pinggiran Kota Padang (sebelum perluasan) adalah tempat berkumpul para pejuang yang menekan posisi penjajah Belanda. Pada zaman penjajahan, Belanda tidak terlalu mau mengurus wilayah Pauh ini karena mereka anggap daerah rawan. Di Pauh itu sendiri terdapat banyak aliran silek seperti sitaralak, kumango, lintau, dan silek tuo. Akibat pertemuan banhak aliran silek tersebut, akhirnya terjadilah pengembangan dan terbentuk Silek Pauah. Pauah sendiri me...

avatar
OSKM18_16718274_Dhafira Ramadhani
Gambar Entri
Adu Buah Para
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Adu Buah Para adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari Riau. Arti Buah Para sendiri adalah buah karet. Jadi permainan ini berarti mengadu buah karet. Permainan ini umumnya dimainkan oleh rakyat dari daerah pedalaman Riau yang rata-rata penduduknya bekerja sebagai petani karet atau petani ojol. Pohon karet sangat banyak di daerah Riau Kepri, sehingga anak buah karet banyak dimanfaatkan oleh anak-anak petani itu sebagai bahan permainan, adu buah para. Cara bermain Adu Buah Para ini cukup mudah. Pertama setiap pemain harus memiliki buah para yang akan dipertandingkan. Kemudian para pemain harus sud atau suit terlebih dahulu untuk menentukan siapa pemain yang akan menumbuk buah para terlebih dahulu. Setiap pemain yang kalah harus meletakkan buah paranya dibawah buah para pemain yang menang. Kemudian pemain yang menang akan menumbuk kedua buah para itu dengan tangannya, hingga salah satu diantara keduanya ada yang pecah. Setiap pemain hanya diberikan satu kali kesemp...

avatar
Deborah Kendal