Anak
5.721 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kain Non Tenun Sumatera Barat : Sulaman Suji | #OSKMITB2018
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Ketika  marak pulai  (pengantin laki-laki) diantar ke rumah  anak daro  (pengantin perempuan), jadilah sebuah pesta perkawinan adat Minangkabau yang dinamakan  baralek gadang  (pesta besar). Perempuan-perempuan muda yang belum lama menikah biasanya ikut dalam iringan arak-arakan. Mereka dinamakan  pasumandan,  artinya pengiring dari lingkungan yang baik-baik. Pasumandan pada saat itu memakai pakaian adat yang terbagus dan terbaru, baju yang dipakai mereka biasanya berwarna merah bercorak sulaman. Bagi orang awak , sulaman ini dinamakan suji .Ini kalau memakai satu warna benang. Jika memakai warna-warna benang yang berbeda dinamakan suji cair . Cair artinya memecah atau merambat, maksudnya warna tertentu merambat pada warna yang lain, dengan kata lain bernuansa. Umumnya ragam-ragam hias suji berupa corak-corak flora, seperti rangkaian bunga dan dedaunan. Penempatan warna benang sangat terkontrol dan terpilih antara ujung. Tengah, dan...

avatar
OSKM18_16418277_[Muhammad] Iqbal Rahmadhani
Gambar Entri
Ucing Sandal, Permainan yang Hampir Habis Ditelan Waktu
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Di Bandung, terdapat berbagai macam permainan yang sangat seru dan asyik dimainkan bersama teman- teman . Salah satu permainan yang sudah jarang dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang adalah ucing sandal. Padahal, cara bermainnya cukup mudah dan dapat dilakukan hanya dengan tiga orang atau lebih. Barang yang diperlukan juga sedikit dan sangat mudah ditemukan, yaitu hanya empat buah (dua pasang) sandal yang memiliki ukuran cukup sama. Tiga buah sandal digunakan untuk membentuk objek permainan dan satu buah sisanya digunakan untuk dilemparkan "kucing" kepada para pemain. Cara bermain ucing sandal: 1. Ambil dua buah sandal kemudian pertemukan kedua ujungnya menghadap menjauhi alas bermain ( seperti ini kira-kira /\ ). Ambil satu buah sandal lagi kemudian letakkan di antara kedua sandal tadi, tetapi jangan sampai runtuh. Bentuk ketiga sandal tadi harus stabil (diam di tempat). 2. Lakukan hompimpa untuk menentukan satu orang yang akan menjadi "kucing". Posisi "kucing" berada kir...

avatar
OSKM18_16218039_Fairuz Aisya Alzura
Gambar Entri
Pengantin Tebu
Ritual Ritual
Jawa Barat

Penganten tebu merupakan suatu kebiasaan masyarakat desa babakan ketika pabrik gula akan beroperasi. Kebiasaan ini telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat desa babakan, penganten tebu ini bisa dikatakan sebagai permohonan keselamatan kerja bagi karyawannya dan diberi hasil panen tebu yang banyak kepada yang maha kuasa atau dalam bahasa jawa disebut selametan. Penganten tebu sendiri itu adalah sebuah dua pohon tebu yang dipilih dari kebun tebu yang siap panen dan diambil dari kebun tebu yang berbeda lokasinya, dan kemudian dua batang pohon tebu tersebut diarak seperti halnya seorang pengantin lengkap dengan orang-orang yang memakai baju tradisional seperti pengaman kerajaan disekitar area lingkungan pabrik gula. Pada prosesi pengarakan pengantin tebu biasanya acara ini ramai dengan masyarakat yang berantusias demi sekedar melihat dan berbelanja. Sebelum acara pengantin tebu ini mulai biasanya terdapat pasar tumpah seperti penjual makanan, pakaian, mainan anak-anak ataupun...

avatar
Oskm18_16818282_muhamad
Gambar Entri
Upacara Mendirikan Rumah Melayu Riau
Ritual Ritual
Riau

Bagi masyarakat Melayu rumah bukan saja sebagai tempat tinggal di mana kegiatan kehidupan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tetapi juga menjadi lambang kesempurnaan hidup. Beberapa ungkapan tradisional Melayu menyebutkan rumah sebagai “Cahaya Hidup di Bumi, Tempat Beradat Berketurunan, Tempat Berlabuh Kaum Kerabat, Tempat Singgah Dagang Lalu, Hutang Orang tua kepada Anaknya”. Langkah pertama yang dilakukan sebelum mendirikan rumah adalah melakukan musyawarah, baik antarkeluarga maupun dengan melibatkan anggota masyarakat lain. Biasanya dalam musyawarah, dijelaskan tentang segala pantangan dan larangan, serta adat dan kebiasaan yang harus dilakukan dengan tertib. Pengerjaannya ditekankan pada asas kegotong-royongan yang disebut batobo , besolang, bepiari , atau betayan . Seseorang yang mendirikan suatu bangunan tanpa mengadakan musyawarah dapat dianggap sebagai orang yang “kurang adab” atau “tak tahu adat”. Bangunan yang didirikan tanpa musya...

avatar
OSKM18_16518147_Shofura Salma
Gambar Entri
Naga Erau dan Puteri Karang Melenu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Timur

Berbicara tentang mitologi, pernahkah anda mendengar tentang kisah ‘Naga Erau’ dan ‘Puteri Karang Melenu’?  Cerita tersebut tentu terdengar asing di telinga-telinga masyarakat modern. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika saya ingin menceritakannya kembali bukan? Baiklah mari kita mulai dari awal… Dahulu kala, di Pulau Kalimantan, khusunya bagian timur dan di kampung terpencil yang bernama Melanti, daerah Hulu Dusun. Terdapat sepasang suami istri. Sang suami adalah petingginya, sedangkan sang istri bernama Babu Jaruma. Usia mereka sudah tergolong tua dan semenjak mereka menikah, sampai saat ini mereka belum juga dikaruniai keturunan. Maka dari hal tersebut, mereka selalu memohon kepada Dewata—dewa dengan kedudukan yang lebih rendah daripada dewa-dewa utama—agar dikaruniai seorang anak sebagai penerusnya. Suatu hari, keadaan alam menjadi buruk. Hujan turun deras selama tujuh hari dan tujuh malam. Petir menyambar silih bergant...

avatar
OSKM18_16718329_kevinyusdava KevinYusdava
Gambar Entri
Kakawihan Budak:Bang Kalima Gobang
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

KAKAWIHAN BARUDAK: Gobang Kalima Gobang Gobang Kalima Gobang merupakan kakawihan (bhs sunda, lelaguan) yang sering di nyanyikan oleh anak – anak ketika bermain. Lagu ini terdiri dari 24 baris, dan poin utamanya adalah rima akhir dari setiap baris dapat disambung dengan baris selanjutnya. Berikut liriknya: (Lirik Asli/Basa Sunda) Bang kalima lima gobang, bang Bangkong ditengah sawah, wah Wahai tukang bajigur, gur Guru sakola desa, sa Saban poe diajar, jar Jarum paranti ngaput, put Putri nu gareulis, lis Lisung kadua halu, lu Luhur kapal udara, ra Ragrag di Jakarta, ta Taun tujuh hiji, ji Haji rek ka Mekah, kah Kahar tujuh rebu, bu Buah meunang ngala, la Lauk meunang nyobek, bek Beker meunang muter, ter Terus ka Ci Kampek, pek Pek na gagang kalam, lam Lampu eujeung damar, mar Mari kueh hoho, ho Hotel pamandangan, ngan Ngantos kanjeng dalem, lem Lempa lempi lempong Ngadu...

avatar
OSKM18_19818067_Nabilla
Gambar Entri
Upacara Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tabuik  adalah perayaan memperingati Hari Asyura (10 Muharam) yaitu mengenang  kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad Saw  yaitu Saidina Hassan bin Ali yang wafat diracun serta Saidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Iraq tanggal 10 Muharam 61 Hijrah (681 Masehi). Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tubuh Imam Husain yang sudah wafat dirusak dengan tidak wajar. Kepala Imam Husein dipenggal oleh tentara Muawiyah. Kematian Imam Husein diratapi oleh kaum Muslim terutama Muslim Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam...

avatar
Alamsrizanf
Gambar Entri
Batik Tapak Kebo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Tegal tak luput dari daerah penyebaran batik di tanah Jawa. Batik pertama kali dikenalkan yaitu pada akhir abad ke-19. Asal usul batik Tegal tidak bisa lepas dari pengaruh Mataram, yaitu sejak munculnya berpakaian budaya batik oleh Raja Amangkurat I ketika dalam pelarian ke Tegal Arum. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang diantaranya perajin batik. Perkembangan batik tulis Tegal kemudian lebih berkembang di tangan R.A. Kardinah sebagai istri Bupati Tegal, R.M. Sajitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936. Yang pada akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan meluas ke masyarakat. Batik yang dibuat motifnya masih meniru motif-motif khas keraton yaitu didominasi warna hijau dan kecokelatan. Sejak dahulu, para perajin batik di Tegal telah menggeluti batik secara turun-temurun. Awalnya, bahan pewarna yang dipakai waktu itu berasal dari pewarna alam yang bisa didapat dari lingkungan sekitar, misal pace/mengkudu, nila, soga kayu dan bahan...

avatar
Oskm_16318094_alfianfani
Gambar Entri
Eket Pun Pisang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bengkulu

Eket Pun Pisang Eket Pun Pisang merupakan permainan tradisional anak-anak suku Rejang. “Eket Pun Pisang” dapat diartikan juga menjadi “rakit pohon pisang”. Permainan ini dimainkan di sungai kecil yang berada di sekitar tempat tinggal anak-anak suku tersebut. Cara bermain permainan ini adalah dengan berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama mencapai garis finish atau tujuan yang telah di tentukan . Eket Pun Pisang terbuat dari batang pohon pisang yang telah dipotong sehingga memiliki panjang yang sama, lalu batang-batang tersebut dapat diikat menggunakan tali atau dengan cara ditusuk dengan kayu maupun bambu agar batang tersebut menyatu. Setelah batang pohon pisang tersebut sudah terikat / disatukan maka anak anak dapat memainkan permainan tersebut. 1 buah Eket Pun Pisang dapat di naiki 1 sampai 4 orang anak.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16818222_Rafli Muhammad