Motif Kain
Motif Kain
Motif Kain Sumatera Barat Sumatera Barat
Kain Non Tenun Sumatera Barat : Sulaman Suji | #OSKMITB2018

Ketika marak pulai (pengantin laki-laki) diantar ke rumah anak daro (pengantin perempuan), jadilah sebuah pesta perkawinan adat Minangkabau yang dinamakan baralek gadang (pesta besar). Perempuan-perempuan muda yang belum lama menikah biasanya ikut dalam iringan arak-arakan. Mereka dinamakan pasumandan, artinya pengiring dari lingkungan yang baik-baik. Pasumandan pada saat itu memakai pakaian adat yang terbagus dan terbaru, baju yang dipakai mereka biasanya berwarna merah bercorak sulaman. Bagi orang awak, sulaman ini dinamakan suji.Ini kalau memakai satu warna benang. Jika memakai warna-warna benang yang berbeda dinamakan suji cair. Cair artinya memecah atau merambat, maksudnya warna tertentu merambat pada warna yang lain, dengan kata lain bernuansa.

Umumnya ragam-ragam hias suji berupa corak-corak flora, seperti rangkaian bunga dan dedaunan. Penempatan warna benang sangat terkontrol dan terpilih antara ujung. Tengah, dan tangkai bunga, sehingga menimbulkan efek nuansa warna seperti bunga mekar. Begitu juga teknik penyulaman corak-corak daun, sehingga menimbulkan efek mengkilat. Corak Suji Cair bukan hanya penghias baju kurung dan selendang, tetapi sering juga ditata pada permukaan kelambu buat pengantin baru. Kiri-kanan kelambu bagian depan dihiasi dengan kembang-kembang besar, warna dan coraknya diserasikan pula dengan sarung bantal dan sprei. Biasanya warna corak yang dipakai sebagai dasar adalah merah muda atau warna lembut, sedangkan warna-warna corak biasanya yang berdekatan, seperti jingga, kuning, dan merah.

Sampai saat ini, suji cair mempunyai peranan penting dalam ragam hias perlengkapan pakaian adat tradisional Minangkabau, terutama perlengkapan-perlengkapan upacara perkawinan.

Bahan-bahan dasar pembuatnya terdiri atas kain dasar dan benang sulam. Kain dasar, dalam istilah daerah dikenal dengan nama kain tisu, terbuat dari serat sintetis. Sutera, crepe de chine, digunakan atas dasar peranan khusus, sedangkan untuk benang sulam digunakan rayon atau katun halus.

Suji cair juga mengalami diversifikasi produk yang berkembang pada pembuatan taplak meja, sprei, hiasan dinding, saputangan, bahkan sampai pada hiasan sendal, tas, dan sebagainya. Secata sepintas, suji cair tampak seperti border, tetapi kalau ditilik dengan cermat, sulaman ini mempunyai kehalusan tersendiri, akibat dikerjakan dengan tangan. Suji cair dikerjakan di atas kain yang diregangkan pada pamidangan. Kalau bidang yang digarap relative besar, bisa memakan waktu pengerjaan sekitar 1,5 sampai 3 bulan per helai kain. Kegiatan pembuatan suji cair terutama berlangsung di Koto Gadang, dekat Bukittinggi. Selain itu, suji cair juga dibuat di Bukittinggi, Empat Angkat Candung, Sianok dan Balingka

Ketika marak pulai (pengantin laki-laki) diantar ke rumah anak daro (pengantin perempuan), jadilah sebuah pesta perkawinan adat Minangkabau yang dinamakan baralek gadang (pesta besar). Perempuan-perempuan muda yang belum lama menikah biasanya ikut dalam iringan arak-arakan. Mereka dinamakan pasumandan, artinya pengiring dari lingkungan yang baik-baik. Pasumandan pada saat itu memakai pakaian adat yang terbagus dan terbaru, baju yang dipakai mereka biasanya berwarna merah bercorak sulaman. Bagi orang awak, sulaman ini dinamakan suji.Ini kalau memakai satu warna benang. Jika memakai warna-warna benang yang berbeda dinamakan suji cair. Cair artinya memecah atau merambat, maksudnya warna tertentu merambat pada warna yang lain, dengan kata lain bernuansa.

Umumnya ragam-ragam hias suji berupa corak-corak flora, seperti rangkaian bunga dan dedaunan. Penempatan warna benang sangat terkontrol dan terpilih antara ujung. Tengah, dan tangkai bunga, sehingga menimbulkan efek nuansa warna seperti bunga mekar. Begitu juga teknik penyulaman corak-corak daun, sehingga menimbulkan efek mengkilat. Corak Suji Cair bukan hanya penghias baju kurung dan selendang, tetapi sering juga ditata pada permukaan kelambu buat pengantin baru. Kiri-kanan kelambu bagian depan dihiasi dengan kembang-kembang besar, warna dan coraknya diserasikan pula dengan sarung bantal dan sprei. Biasanya warna corak yang dipakai sebagai dasar adalah merah muda atau warna lembut, sedangkan warna-warna corak biasanya yang berdekatan, seperti jingga, kuning, dan merah.

Sampai saat ini, suji cair mempunyai peranan penting dalam ragam hias perlengkapan pakaian adat tradisional Minangkabau, terutama perlengkapan-perlengkapan upacara perkawinan.

Bahan-bahan dasar pembuatnya terdiri atas kain dasar dan benang sulam. Kain dasar, dalam istilah daerah dikenal dengan nama kain tisu, terbuat dari serat sintetis. Sutera, crepe de chine, digunakan atas dasar peranan khusus, sedangkan untuk benang sulam digunakan rayon atau katun halus.

Suji cair juga mengalami diversifikasi produk yang berkembang pada pembuatan taplak meja, sprei, hiasan dinding, saputangan, bahkan sampai pada hiasan sendal, tas, dan sebagainya. Secata sepintas, suji cair tampak seperti border, tetapi kalau ditilik dengan cermat, sulaman ini mempunyai kehalusan tersendiri, akibat dikerjakan dengan tangan. Suji cair dikerjakan di atas kain yang diregangkan pada pamidangan. Kalau bidang yang digarap relative besar, bisa memakan waktu pengerjaan sekitar 1,5 sampai 3 bulan per helai kain. Kegiatan pembuatan suji cair terutama berlangsung di Koto Gadang, dekat Bukittinggi. Selain itu, suji cair juga dibuat di Bukittinggi, Empat Angkat Candung, Sianok dan Balingka

#OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker