Makanan adalah hal yang setiap orang pasti butuhkan untuk keperluan hidupnya. Makanan menjadi hal yang sangat penting tentunya untuk kehidupan manusia. Makanan juga menjadi daya tarik tersendiri dari daerahnya masing-masing, mulai dari yang goreng, berkuah, maupun diasap. Selera setiap orang pun berbeda-beda. Oleh karena itu, makanan di dunia ini sangat beragam terutama di wilayah Indonesia, Provinsi Jawa Barat, Cirebon. Di Cirebon terdapat banyak makanan yang nikmat dan sangat legendaris, seperti nasi jamblang, empal gentong, tahu gejrot, dan masih banyak lainnya. Setiap makanan tersebut memiliki sejarah dan ceritanya tersendiri hingga membuat semuanya semakin menarik. untuk diketahui lebih lanjut. Tahu Gejrot adalah makanan yang sangat digemari warga Cirebon. Tahu gejrot berbahan dasar utama tahu dan pastinya ada kuah yang bercampur rasa manis, asin, dan gurih. Kenikmatan Tahu Gejrot juga paling nikmat membeli di Ibu-Ibu penjual Tahu Gejrot keliling karena masih mempertaha...
Bebentengan adalah salah satu permainan tradisional dari Jawa Barat yang biasa dimainkan di lapangan atau halaman yang luas, saat kecil saya sering bermain ini dengan teman yang lain. Manfaat dari bebentengan ini yakni melatih kerjasama tim, melatih kelincahan juga memikirkan taktik agar bisa memenangkan permainan juga tubuh bisa menjadi lebih sehat karena permainan ini mengharuskan setiap pemainnya lari dan bergerak lincah. Permainan ini terdiri dari 2 grup yang sama banyak jumlah pemainnya biasanya satu grup terdiri dari 4 orang, kemudian daerah lapangan diberi batas untuk setiap grup , dan masing-masing grup memiliki batu yang digunakan sebagai” benteng”. Tujuan permainan ini adalah saling menyerang untuk bisa menyentuh benteng lawan. Cara bermain bebentengan yaitu semua pemain dalam satu grup harus bisa menyentuh/menginjak benteng lawan. Namun jika pemain grup itu di sentuh atau tertangkap maka ia akan menjadi tawanan grup lawannya . Lalu teman segrupnya haru...
Ini adalah makanan khas daerah Sunda yang biasa dikenal dengan "tutut" atau di Bandung juga dikenal "tutut serudut". Tutut adalah makanan yang berbahan dasar keong sawah atau keong gadong. Tutut adalah hewan yang hidup di daerah perairan dangkal dan bersih, biasanya hidup di daerah sekitar rawa, sungai, dan danau. Tutut biasa disajikan dalam kuah bumbu kuning pedas, tetapi juga memiliki beragam variasi yang dikembangkan seperti bumbu saos lada hitam, saos tiram, rica rica, dll. Tutut sawah adalah sejenis keong yang menjadi salah satu hama perusak batang tanaman padi yang sangat merugikan para petani. Tapi, ternyata apabila diolah dan direbus bisa menjadi makanan yang lezat dan menyehatkan karena mengandung protein yang sangat tinggi. Berikut bagaimana cara memasak tutut bumbu kuning pedas. BAHAN PERSIAPAN : Rendam tutut semalam, diganti 2-3 kali air rendamannya Gosok-gosok supaya lumut yang menempel di cangkang tutut bersih, cuci beberapa kali sampai bersih...
Gepuk adalah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari daging sapi yang rasanya sedikit manis dan gurih. Biasanya gepuk dibuat dengan daging sapi yang diiris searah dengan serat daging dan direbus setengah matang, kemudian di pukul-pukul hingga agak empuk. Daging yang sudah empuk direndam ke dalam bumbu yang dicampur dengan santan. Lalu, direbus kembali hingga air santan menyusut. Jika hendak disajikan, gorenglah gepuk dengan sedikit minyak hingga kecokelatan. Gepuk akan lebih enak di santap dengan nasi hangat dan sambal. Resep membuat gepuk Bahan-bahan Daging sapi 500 gr, tanpa lemak Daun salam 2 lembar, bersihkan Serai 1 tangkai , pipihkan Daun jeruk 3 lembar, bersihkan Lengkuas 1 cm, pipihkan Air asam1 sdm Santan kelapa 1 liter Gula merah 50 gr Garam halus secukupnya Minyak goreng secukupnya Bumbu Halus Bawang merah 8 siung, ulek halus Bawang putih 2 siung, ulek ha...
Kabupaten Karawang sangat terkenal dengan sebutan kota lumbung padi. Dulu, di Karawang sawah-sawah terbentang amat luas. Banyak penduduk disana yang berprofesi sebagai petani. Namun saat ini sudah mulai bermunculan pabrik-pabrik Industri dan mulai di kenal dengan kota Industri. Walaupun demikian, masih banyak juga warga yang mempertahankan profesinya sebagai petani dan mempertahankan areal persawahannya. Menurut para petani, panen merupakan suatu rezeki dari yang Maha Kuasa. Sebagai tanda syukur tersebut, warga sekitar sawah di Karawang membuat suatu acara sebelum panen yang sudah menjadi kebiasaan yang disebut Adat Nyalin. Upacara adat nyalin tersebut merupakan tradisi yang telah dilakukan sejak budaya orang tua dulu. Upacara Nyalin merupakan suatu warisan budaya leluhur yang bermaksud untuk berhubungan timbal balik antara alam dengan manusia. Dan juga sebagai wujud rasa syukur atas pemberian rezeki dari Tuhan. Upacara Nyalin diawali dengan tari-tarian, disusul d...
Monumen bersejarah yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan ini merupakan salah satu cagar budaya yang diresmikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat. Tempat ini menjadi ruang publik yang dapat digunakan untuk menilik kembali masa perjuangan kurang lebih 88 tahun silam. Di tempat ini 'Putra Sang Fajar' dengan berani menggugat Pemerintah Belanda yang dianggap tidak adil. Dimulai pada tahun 1929, Ir. Soekarno bersama ketiga sahabatnya : Gatot Mangkoepradja, Soepradinata, dan Maskoen aktif menyuarakan ketidakadilan yang mereka alami kepada pihak Belanda. Aksi tersebut tentu saja mendapat kecaman karena mengganggu pihak Belanda untuk menjalankan sistem kolonialisme dan imperialisme di negeri ini. Pada 1930, mereka ditangkap dan disidang di Landraad ( kini bernama gedung indonesia menggugat ), disaat itu pula Ir.Soekarno berani membacakan pledoi Indonesia Menggugat ( Indonesie Klaagt Aan ) yang membutuhkan waktu sekitar dua hari. Singkat cerita, pasca kejadian...
Mula-mula terjadinya nama Karangsembung, menurut cerita orang tua yaitu pada waktu itu keadaan di sekitar daerah Desa Karangsembung masih hutan lebat, banyak pohon-pohon kayu besar dan bermacam-macam tumbuhan lainnya. Ketika salah seorang yang sedang berkelana tiba di daerah Karangsembung, kemudian ia berhasrat untuk menetap di sekitar daerah itu, orang itu menamakan dirinya “BUYUT KIJANG ”. Karena Ki Buyut Kijang berhasrat untuk membentuk suatu daerah maka ia menebang kayu dan pohon-pohonan yang berada pada sekitar daerah hutan itu, maksudnya untuk berladang dan kayunya untuk keperluan ia sehari-harinya. Ketika ia sedang menebang pepohonan, ia menemukan salah satu pohon yang akan ia tebang, pohon itu sangat lucu dan indah sekali bunganya, apalagi karena ia baru pertama kali menemukan pohon bunga tersebut, kemudian ia memperhatikannya dengan teliti sekali pohon bunga itu, pohonnya kecil tapi bunganya besar dan berwarna merah sangat indah, akhirnya bunga itu diberi...
Indonesia terkenal dengan sebutan negara agraris, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini mengakibatkan besarnya produksi tanaman yang dihasilkan oleh Negara Indonesia, salah satunya adalah beras. Namun, menurut data yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik, angka impor beras memiliki nilai yang cukup besar dari tahun ke tahun. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat bergantung pada salah satu produk makanan pokok yang satu ini. Tetapi, terdapat satu daerah di Indonesia dimana masyarakatnya tidak bergantung pada beras sama sekali, yaitu Kampung Adat Cireundeu. Sebuah desa yang masih memegang teguh adat tradisi secara turun temurun untuk tidak mengkonsumsi nasi. Sehari-hari mereka menjadikan rasi sebagai makanan pokok sekaligus bahan pengganti beras. Rasi merupakan ampas dari pengolahan singkong yang dikeringkan . Rasi ini dibuat menyerupai nasi tetapi bentuknya tidak beraturan. Untuk cara pengolahannya, pembuatan rasi dia...
Setu (waduk) Sedong merupakan waduk buatan di wilayah kec. Sedong Kab. Cirebon Jawa Barat. Setu ini berfungsi menampung air hujan dan sungai sebagai pengairan daerah pertanian sekitar kec. Sedong. Manfaat yang di peroleh dari setu ini begitu besar. Selain sebagai pengairan dan irigasi, Setu Sedong juga menyimpan kelebihan air pada musim hujan. Dengan kedalaman 5-10 meter, dengan luas hampir 150 hektare, jelaslah bahwa penampungan air untuk kebutuhan irigasi tercukupi, dengan syarat tidak terjadi kekeringan berkepanjangan di daerah ini. Setu Pengasinan atau yang sekarang lebih terkenal dengan setu Sedong, memiliki sejarah yang cukup panjang bagi masyarakat disekitarnya. Dibangun pada zaman Kolonial Belanda yang selesai pada tahun 1918 dan mulai di airi pada tahun 1921 awal mulanya digunakan sebagai pengairan bagi perkebunan tebu pabrik Gula Sindanglaut. Seiring perubahan jaman Setu Pengasinan yang masuk dalam 3 wilayah desa yaitu Desa Karangwuni, Desa Sedonglor dan Desa...