Telur asin dan Kabupaten Brebes adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Siapa yang tidak tahu bahwa Telur asin adalah makanan khas dari Brebes? Hampir semua orang pasti tahu bahwa Telur asin layaknya "DNA" dari Kabupaten yang berasal dari Jawa Tengah tersebut, yaitu sesuatu yang sudah menjadi identitas. Terkenalnya Telur asin tidak terlepas dari peran warga Brebes itu sendiri. Masyarakat Brebes selalu berusaha melestarikan kebudayaan yang berbentuk makanan tersebut. Selain dijadikan makanan oleh masyarakat Brebes, mereka juga banyak yang mendirikan industri Telur asin untuk dijual sebagai oleh-oleh khas Brebes. Oleh karena itu, masyarakat yang berasal dari luar kota banyak yang mengetahui bahwa telur asin berasal dari Brebes. Telur asin, sesuai namanya adalah telur yang telah melewati proses pengasinan. Adapun telur yang digunakan sebagai Telur asin adalah telur bebek. Untuk mengetahui tentang Telur asin ini lebih lanjut, penulis mencoba menanyakan beberapa hal kepada temanny...
Apa itu intip ? Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan makanan khas Kota Solo yang satu ini. Ya, Intip atau yang dalam bahasa jawa berarti kerak nasi ini merupakan kerupuk dengan ukuran yang cukup besar dan cocok untuk dijadikan cemilan yang akan menemani hari-harimu, meskipun dahulu makanan ini hanya disajikan ketika lebaran tiba. Berbeda dengan rengginang, intip mempunyai ukuran yang lebih besar. Selain itu, proses pembuatan rengginang dan intip pun juga berbeda. Dapat kita bandingkan proses pembuatan intip bisa dibilang lebih rumit ketimbang pembuatan rengginang. Dalam pembuatan rengginang, cukup menggunakan bahan dari nasi sisa yang tidak termakan, kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari selama beberapa hari untuk dikeringkan dan setelah itu goreng menggunakan minyak. Sedangkan dalam pembuatan intip, kerak nasi yang diperlukan sebagai bahan pembuatan intip tersebut berasal dari panci tebal alias kendil saat menanak nasi. Umumnya cara menanak nasi...
Ketika saya berlibur ke kampung halaman ibu saya, yakni Kebumen, Jawa Tengah, sangat mudah untuk menemukan warung-warung atau rumah makan yang menjual hidangan khas Kebumen, sate ambal. Sate Ambal adalah makanan khas dari daging ayam yang berasal dari daerah Ambal, sebuah kecamatan di pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Lalu apa yang membedakan Sate Ambal dengan sate ayam pada umumnya? Bumbu dari Sate Ambal ini bukan menggunakan bumbu kacang, melainkan dibuat dari tempe rebus yang dihancurkan hingga halus, sehingga teksturnya lebih encer. Cita rasa manis-pedas-gurih dengan aroma keharuman rempah sungguh menggugah selera dengan rasa dan aroma tempenya yang tidak terasa lagi. Selain itu, yang membuat Sate Ambal lebih unik adalah penyajiannya tidak menggunakan lontong melainkan ketupat. Ketupat dipercaya memberikan rasa yang berbeda ketika menyantap Sate Ambal. Potongan daging ayam dalam setiap tusuknya pun cukup besar dan tanpa lemak. Warung Sate Ambal Pak Kasman Asli...
Kata Warak Ngendog terdiri dari dua kata yang berasal dari dua bahasa. Kata pertama, Warak merupakan turunan dari kata Wara’I yang dalam bahasa Arab berarti suci. Kata kedua, Ngendog berasal dari bahasa Jawa yang berarti bertelur. Sehingga, Warak Ngendog memiliki arti menelurkan (melahirkan) kebaikan / kesucian. Warak Ngendog adalah salah satu tradisi khas Kota Semarang yang bisa berupa mainan ataupun berupa pajangan (pameran). Tradisi khas Kota Semarang ini haya muncul sekali, yaitu saat perayaan tradisi Dugderan. Warak Ngendog biasa dibuat dalam bentuk boneka dengan ukuran yang bervariasi dan biasanya di bawah boneka tersebut diletakan telur ayam yang sudah direbus sehingga orang – orang yang menginginkannya bisa membeli dan bisa langsung disantap. Warak Ngendog yang berukuran kecil biasa dijadikan mainan anak – anak sedangkan Warak Ngendog yang berukuran besar dijadikan pajangan / pameran saat bulan Ramadhan datang dan acara Dugderan tiba dengan meriahnya....
Kata Warak Ngendog terdiri dari dua kata yang berasal dari dua bahasa. Kata pertama, Warak merupakan turunan dari kata Wara’I yang dalam bahasa Arab berarti suci. Kata kedua, Ngendog berasal dari bahasa Jawa yang berarti bertelur. Sehingga, Warak Ngendog memiliki arti menelurkan (melahirkan) kebaikan / kesucian. Warak Ngendog adalah salah satu tradisi khas Kota Semarang yang bisa berupa mainan ataupun berupa pajangan (pameran). Tradisi khas Kota Semarang ini haya muncul sekali, yaitu saat perayaan tradisi Dugderan. Warak Ngendog biasa dibuat dalam bentuk boneka dengan ukuran yang bervariasi dan biasanya di bawah boneka tersebut diletakan telur ayam yang sudah direbus sehingga orang – orang yang menginginkannya bisa membeli dan bisa langsung disantap. Warak Ngendog yang berukuran kecil biasa dijadikan mainan anak – anak sedangkan Warak Ngendog yang berukuran besar dijadikan pajangan / pameran saat bulan Ramadhan datang dan acara Dugderan tiba dengan meriahnya....
Kata Warak Ngendog terdiri dari dua kata yang berasal dari dua bahasa. Kata pertama, Warak merupakan turunan dari kata Wara’I yang dalam bahasa Arab berarti suci. Kata kedua, Ngendog berasal dari bahasa Jawa yang berarti bertelur. Sehingga, Warak Ngendog memiliki arti menelurkan (melahirkan) kebaikan / kesucian. Warak Ngendog adalah salah satu tradisi khas Kota Semarang yang bisa berupa mainan ataupun berupa pajangan (pameran). Tradisi khas Kota Semarang ini haya muncul sekali, yaitu saat perayaan tradisi Dugderan. Warak Ngendog biasa dibuat dalam bentuk boneka dengan ukuran yang bervariasi dan biasanya di bawah boneka tersebut diletakan telur ayam yang sudah direbus sehingga orang – orang yang menginginkannya bisa membeli dan bisa langsung disantap. Warak Ngendog yang berukuran kecil biasa dijadikan mainan anak – anak sedangkan Warak Ngendog yang berukuran besar dijadikan pajangan / pameran saat bulan Ramadhan datang dan acara Dugderan tiba dengan meriahnya....
Selat solo adalah salah satu makanan tradisional khas Solo, Jawa Tengah. Makanan ini dinamakan 'selat' karena penyajiannya mirip dengan salad , bedanya terdapat potongan daging has luar yang menambah kenikmatannya. Banyak orang yang belum mengetahui keberadaan selat solo karena belum banyak terlihat penjual atau pedagang selat solo di luar daerah aslinya, padahal bahan-bahan yang digunakan untuk membuat selat solo relatif mudah ditemui. Penyajian sepiring selat solo terdiri dari daging yang direbus, selada, potongan timun, tomat, kentang, dan wortel. Kemudian disiram dengan kuah manis yang memiliki ciri khas berasa bawang putih, kecap manis, dan pala. Terakhir, diberi saus mustard yang dicampur dengan mayones dan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis. Menurut legenda, selat solo merupakan menu para ningrat dan orang Belanda yang datang dan menetap di Keraton Surakarta. Ini yang menyebabkan adanya gabungan budaya Belanda dan Jawa. Penggunaan mustard melambang...
Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok (kretek) terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai kota santri. Sebagai kota yang terkenal dengan kretek, Kudus memiliki museum kretek yang bisa terbilang lengkap dengan koleksi-koleksi kreteknya. Museum Kretek Kudus diresmikan tahun 1986 dan terletak di Jalan Getas Pejaten No 155, Kecamatan Jati–Kudus, Jawa Tengah. Lokasinya tak jauh dari perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak. Di dalam museum yang memiliki luas sekitar dua hektar ini, terdapat koleksi yang dapat dilihat-lihat beragam koleksi alat-alat untuk memproduksi rokok kretek. Contohnya seperti miniatur yang di dalamnya menggambarkan proses produksi rokok, kemudian display beragam jenis rokok kretek, alat giling cengkeh, mesin giling tembakau, alat perajang tembakau, dan lain sebagainya. Di dalam museum terpampang display foto-foto dari tokoh-tokoh wiraswasta yang mengembangkan rokok kretek. Pengunjung juga bisa menonton film dokumenter...
Wedang Ronde tentu tidak asing di telinga kita, masyarakat Indonesia, terutama bagi masayarakat di Pulau Jawa. Banyak restoran dan tempat makan yang menyajikan jenis cemilan sekaligus minuman penghangat tubuh ini di Jakarta dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Wedang Ronde merupakan makanan sekaligus minuman yang hangat terdiri dari adonan tepung ketan berisi kacang tumbuk yang manis dikuahi air gula jahe. Selain rasa manis yang hangat ketika disantap, wedang ronde juga menyehatkan tubuh. Saya sendiri merupakan penggemar wedang ronde. Akan tetapi, apakah benar bahwa Wedang Ronde makanan minuman khas Jawa? Setelah ditelusuri dari beberapa sumber terpercaya saya, para narasumber tidak mengetahui dengan pasti asal usul Wedang Ronde. Banyak orang mengetahui cara membuat dan khasiatnya, tetapi tidak dengan asal usulnya. Meskipun Wedang Ronde merupakan makanan minuman khas daerah Jawa Tengah dan dikenal sebagai santapan yang menghangatkan tubuh, memang sulit menelusuri darimana Wedang Ro...