Salah satu peninggalan sejarah yang cukup menarik di Gorontalo adalah benteng Oranye ( Fort Orange ). Benteng ini terletak di Bukit Arang yang masuk wilayah administratif Lingkungan I, Desa Dambalo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Lokasi ini berada sekitar 61 kilometer dari Kota Gorontalo, atau 2 kilometer dari pusat Kota Kwandang, ibukota Kabupaten Gorontalo. Menurut sejarahnya, yang pertama kali datang mendiami pesisir pantai Kwandang, yaitu suku Buol, kemudian suku Gorontalo yang berasal dari Kerajaan Limboto. Masusknya suku Gorontalo dari Limboto ini, didorong oleh kekhawatiran mereka bahwa Tomilito (Kwandang) akan dikuasai oleh Kerajaan Buol. Pada saat itu, perairan pantai Kwandang berkecamuk perang melawan Mangindano, komplotan bajak laut yang berasal dari Philipina (Mindanawo). Pada pertengahan abad 15-16, datang bangsa Barat ke Indonesia, terus menuju ke Timur yaitu bangsa Portugis yang menduduki Ternate...
Kantor Gubernur dan DPRD Gorontalo, selain berfungsi sebagai wadah berpolitik masyarakat Gorontalo, juga berfungsi sebagai objek wisata alam bagi masyarakat pada umumnya. Bahkan, dua kantor ini sudah menjadi ikon pariwisata Gorontalo yang mengedepankan pesona alam berupa perbukitan dan juga gaya arsitektur unik yang dapat mengalokasikan masyarakat urban Kota Gorontalo dalam mengatasi kepenatan kota sehari-hari. Dimulai dari aksesibilitas tinggi, yang mana dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Kabupaten Bone Bolango dan 20 menit dari Kota Gorontalo, tempat ini juga menawarkan amenitas yang dibilang cukup baik mulai dari fasilitas berupa rumah makan dan tempat bercengkrama yang terletak menghadap ke arah kaki Bukit Botu, sehingga para wisatawan dapat menikmati pemandangan panoramik Kota Gorontalo sembari bercengkrama bersama dan menikmati hari. Kantor gubernur dan DPRD ini terletak di Jalan Sapta Marga, Botu, Kabupaten Bone Bolango, atau biasa dikenal oleh penduduk sekitar dengan s...
Tradisi Mohibadaa yang berasal dari daerah Gorontalo ini yaitu tradisi masyarakat khususnya perempuan untuk menjaga dan mempercantik kulit dengan cara membalurkan masker yang terbuat dari tepung beras dan rempah-rempah lainnya ke wajah dan atau anggota tubuh lainnya. Ramuan masker tersebut yaitu tepung beras, humopoto (kencur), bungale (bangle), dan alawahu (kunyit). Cara menggunakannya yaitu, pertama rendam terlebih dahulu beras (disarankan beras pulo / ketan), lalu rendaman beras ini ditumbuk bersama aneka rempah hingga tercampur dan menjadi tepung. Setelah menjadi tepung yang halus masker tersebut dapat dioleskan ke wajah. Perawatan kecantikan kulit wajah secara tradisional ini sebetulnya dapat dilakukan kapan pun, namun di Gorontalo tradisi Mohibadaa ini menjadi lebih ramai saat bulan puasa / bulan Ramadhan. Karena biasanya pada saat puasa kulit akan cenderung lebih kering dan kusam. Dengan pemakaian masker mohibadaa ini dapat membuat kulit lebih segar, tidak kering, dan seh...
Bagi masyarakat modern, pernikahan adalah sebuah institusi yang sakral. Ada beberapa batasan yang harus dihormati, salah satunya pernikahan sedarah atau antar saudara sendiri. Namun hal tersebut bukan sesuatu yang aneh bagi Suku Polahi, yang mendiami pedalaman hutan Humohulo di Gorontalo. Bagi suku ini, perkawinan sedarah sudah menjadi sesuatu yang lazim. Bahkan keturunan yang dihasilkan dari tradisi aneh ini tidak mengalami kecacatan seperti yang diyakini kebanyakan ahli. Kebiasaan itu konon dilakukan untuk mencegah suku Polahi dari kepunahan. Jadi pernikahan antara ayah dan anak maupun kakak dengan adik bukan sesuatu yang luar biasa bagi mereka. Sumber : https://travelingyuk.com/tradisi-aneh-suku-indonesia/86951/
" Mengenang Ujung K yang Tak Dipandang " Suku Polahi merupakan salah satu suku di Indonesia yang berada tepat di ujung utara Pulau Sulawesi tepatnya di pedalaman hutan Pegunungan Boliyuhoto, Gorontalo. Suku atau kelompok ini merupakan kelompok mayoritas di Gorontalo dan Gorontalo utara. Suku Polahi memiliki budaya yang sangat beragam, dapat dilihat dari segi pakaian, adat istiadat dan bahkan tradisi, kebiasaan serta aturan perkawinan di dalam Suku Polahi berbeda dengan perkawinan yang pada umumnya. Perkawinan Suku Polahi yang menerapkan perkawinan sedarah atau incest menjadi perbincangan para ahli budaya. Pola pernikahan yang seperti itu memberikan kebebasan kepada setiap anggota keluarga untuk menikah dengan sesama anggota keluarga dan atau masih memiliki hubungan darah. Pada mulanya adanya Suku Polahi ataupun mengenai tradisi perkawinan sedarah tersebut diawali pada abad ke-19, masih pada masa penjajahan kolonial Belanda. Saat itu, diberlakukannya pemungutan pajak paksa yan...
" Mengenang Ujung K yang Tak Dipandang " Suku Polahi merupakan salah satu suku di Indonesia yang berada tepat di ujung utara Pulau Sulawesi tepatnya di pedalaman hutan Pegunungan Boliyuhoto, Gorontalo. Suku atau kelompok ini merupakan kelompok mayoritas di Gorontalo dan Gorontalo utara. Suku Polahi memiliki budaya yang sangat beragam, dapat dilihat dari segi pakaian, adat istiadat dan bahkan tradisi, kebiasaan serta aturan perkawinan di dalam Suku Polahi berbeda dengan perkawinan yang pada umumnya. Perkawinan Suku Polahi yang menerapkan perkawinan sedarah atau incest menjadi perbincangan para ahli budaya. Pola pernikahan yang seperti itu memberikan kebebasan kepada setiap anggota keluarga untuk menikah dengan sesama anggota keluarga dan atau masih memiliki hubungan darah. Pada mulanya adanya Suku Polahi ataupun mengenai tradisi perkawinan sedarah tersebut diawali pada abad ke-19, masih pada masa penjajahan kolonial Belanda. Saat itu, diberlakukannya pemungutan pajak paksa yan...
Pantai Botubarani Gorontalo Habitat Hiu Paus Indonesia merupakan sebuah negara yang dimana dua per tiga wilayah Indonesia adalah sebuah perairan. Selain hal tersebut Indonesia juga mempunyai ribuan pulau yang sangat indah. Oleh karena itu, Indonesia juga disebut dengan Negara kepulauan. Pantai Botubarani merupakan salah satu pantai di Indonesia yang terletak di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Pantai Botubarani berlokasi di Teluk Tomini. Teluk Tomini merupakan teluk terbesar yang berada d garis khatulistiwa, dengan luas sekitar 59.500 km². Teluk ini merupakan jantung segitiga karang dunia (coral triangle) yang memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity)yang tinggi, serta karakteristik ekosistem yang unik dan indah. Pantai Botubarani mempunyai segudang keindahan, seperti airnya yang biru jernih, beragamnya spesies ikan dan karang, dan lain-lain. Pantai Botubarani memiliki lokasi diving yang indah dengan pemandangan alam bawah l...
Permainan Neka Apakah kalian tahu permainan neka? Permainan neka adalah salah satu permainan tradisional khas Sulawesi Utara dan Gorontalo. Lalu, apa itu neka sendiri? Neka adalah bola pejal kecil seukuran dengan bola pingpong . Permainan neka ini biasa dimainkan oleh anak-anak bila musimnya telah tiba. Kapan musim bermain neka? Musim bermain bila sudah banyak anak-anak yang keluar membeli neka dan bermain neka. Harga neka itu sendiri berkisar 5-10 ribu rupiah. Permainan ini dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Permainan ini bisa dimainkan oleh semua kalangan, dari anak kecil hingga orang dewasa. Cara bermain neka adalah pertama-tama membuat 3 lubang sejajar. Untuk menentukan siapa yang pertama, maka semua pemain melemparkan nekanya menuju lubang yang ke tiga. Yang paling dekat dengan lubang tersebut maka dialah yang pertama memulai permainan. Begitu pula pada orang yang nekanya dekat kedua maka dia pemain kedua dan seterusnya. Dalam permainan ini,...
Gorontalo adalah salah satu provinsi di Indonesia yang merdeka pada tahun 1942, tiga tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Provinsi ini terletak di bangian utara dari Pulau Sulawesi. Gorontalo memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang unik, orisil dan masih terjaga ketradisionalannya. Pada umumnya masyarakat Gorontalo sudah diperkenalkan kebudayaan dan adat istiadatnya sejak kecil bahkan sejak masih dalam kandungan seorang ibu sehingga adat istiadat tersebut sangat ditaati oleh masyarakat Gorontalo. Seperti adat yang dijalani oleh seorang wanita yang sedang hamil, seorang anak perempuan batita yang menjelang usia dua tahun, seorang remaja perempuan yang sudah mengalami menstruasi, adat pernikahan Gorontalo, hingga adat yang dilakukan oleh sebuah keluarga untuk memperingati kematian salah satu anggota keluarganya yang dilakukan pada hari ke tujuh setelah hari kematiannya. Kebiasaan ini membuktikan bahwa adat istiadat tidak mudah dipisahkan dengan masyarakat Goront...