dongeng cerita rakyat
106 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tenun Songket
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Tenun Songket Palembang (Sumatera Selatan) Sejarah Penenunan songket secara sejarah dikaitkan dengan kawasan permukiman dan budaya Melayu , dan menurut sementara orang teknik ini diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab.  Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket. Kain songket ditenun pada alat tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Tidak diketahui secara pasti dari manakah songket berasal, menurut tradisi Kelantan teknik tenun seperti ini berasal dari utara, yakni kawasan Kamboja dan Siam yang kemudian berkembang ke selatan di Pattani, dan akhirnya mencapai Kelantan dan Terengganu sekitar tahun 1500-an. Industri kecil rumahan tenun songket kini masih bertahan d...

avatar
Alvipian
Gambar Entri
Perahu Bidar
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Selatan

Tak bisa dipungkiri Sungai Musi merupakan nadi kota Palembang. Banyak aktivitas masyarakat wong kito dilakukan di sungai  terpanjang di Sumatera Selatan ini. Deretan gedung tinggi, pabrik dan kapal-kapal besar biasa berlalu lalang di sungai sepanjang 460 kilometer ini. Sungai Musi membelah Sumatera Selatan dari timur ke  barat dan bercabang-cabang dengan delapan anak sungai besar antara lain Sungai Komering, Sungai Ogan, Sungai Lamatang, Sungai Kelingi,  Sungai Lakitan, Sungai Semangus, Sungai Rawas dan Sungai Batanghari Leko.   Dahulu perahu bidar dinamakan pancalang (pancal&...

avatar
Meilly
Gambar Entri
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

            Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan pemimpin kesultanan  Palembang-Darussalam  selama dua periode (1803 -1813, 1818- 1821) , setelah masa pemerintahan ayahnya,  Sultan Muhammad Bahauddin (1776-1803). Nama aslinya sebelum menjadi Sultan adalah Raden Hasan Pangeran Ratu. Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan  Inggris  dan  Belanda,  di antaranya yang disebut  Perang Menteng.  Pada tangga 14 Juli 1821, ketika Belanda berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga ditangkap dan diasingkan ke Ternate. Penggunaan nama Sultan Mahmmud Ba...

avatar
Meilly
Gambar Entri
Bukit Siguntang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Bukit Siguntang  di Palembang mungkin tidak sepopuler  Jembatan Ampera  yang membelah sungai Musi. Bukit ini merupakan tempat sakral yang menyimpan cerita dan kisah dari Kerajaan Sriwijaya. Rasanya belum lengkap jika berwisata ke kota ini, tanpa singgah ke  Bukit Siguntang . Terlebih bagi Anda pecinta sejarah, akan banyak edukasi yang Anda dapatkan dengan melihat langsung berbagai bukti sejarah peninggalan Sriwijaya. Di bukit yang terletak di kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang ini dahulunya dipercaya sebagai tempat ibadah keluarga kerajaan serta tempat pertapaan untuk menenangkan pikiran. Hingga saat ini, Bukit dengan ketinggian ketinggian 29-30 meter dari permukaan laut ini, masih tetap dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Biasanya pengunjung yang datang akan melakukan ritual ziarah ke makam-makam para bangsawan Palembang zaman dahulu, dan dianggap sebagai orang penting pendiri  Kota Palembang . Objek wisata Jalan s...

avatar
Sisvia Putri
Gambar Entri
Permainan Maggalenceng (Sulawesi Selatan)
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Selatan

Maggalenceng adalah salah satu permainan yang ada di kalangan orang Bugis. Permainan ini dahulu dianggap sakral karena hanya dimainkan pada saat ada kematian. Dengan perkataan lain, permainan ini tidak boleh dilakukan di sembarang waktu karena dapat mendatangkan kematian bagi anggota keluarga si pemain. Oleh karena itu, para orang tua melarang siapa saja yang memainkan permainan ini pada saat yang tidak tepat (bukan saat-saat ada kematian).   Penyelenggara permainan ini adalah pihak keluarga yang berkabung. Lama dan singkatnya penyelenggaraan permainan ini bergantung pada status sosial orang keluarga yang meninggal. Dalam konteks ini jika orang yang meninggalkan adalah orang kebanyakan, maka penyelenggaraan permainan hanya dilakukan dalam waktu 7 hari (berturut-turut dan dilakukan pada malam sampai menjelang pagi hari). Namun, jika orang yang meninggal mempunyai status sosial yang tinggi di dalam masyarakatnya (kaum bangsawan), maka permainan biasanya akan diselenggarak...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
Permainan Gallak-gallak
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Selatan

Pada masyarakat Bugis-Makassar yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, ada sebuah permainan yang disebut sebagai gallak-gallak. Dari mana dan kapan permainan ini bermula sulit diketahui secara pasti, karena permainan tersebut telah dikenal oleh orang Bugis-Makassar secara turun-temurun. Gallak-gallak yang merupakan bahasa Makassar berasal dari kata gallak yang berarti “nama gelar tertentu” yang menunjukkan status sosial seseorang dalam masyarakatnya. Stratifikasi sosial masyarakat Bugis-Makassar pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yakni golongan bangsawan (karaeng), golongan orang biasa (tusamara) dan hamba atau budak (ata). Orang-orang yang secara genealogis masih keturunan raja-raja Bugis-Makassar menempati lapisan atas yang disebut sebagai bangsawan (karaeng). Kemudian, orang-orang yang secara genealogis bukan keturunan raja-raja disebut sebagai orang biasa (tusamara). Sedangkan, orang-orang yang menjadi tawanan karena kalah peran...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
Permainan Massaung Manuk
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Selatan

Asal Usul Massaung manuk adalah penamaan orang Bugis untuk sebuah permainan yang dalam bahasa Indonesia berarti “sabung ayam”. Massaung manuk dahulu hanya dilakukan para raja dan bangsawan Bugis pada pagi atau sore hari untuk memeriahkan pesta-pesta adat seperti: pelantikan raja, perkawinan, dan panen raya. Konon, permainan ini bermula dari kegemaran para raja yang sering mempertarungkan pemuda-pemuda di seluruh wilayah kerajaannya untuk mencari tubarani-tubarani (pahlawan) kerajaan yang akan dibawa ke medan pertempuran. Jadi, pada waktu itu yang disabung bukanlah ayam melainkan manusia. Namun, lama-kelamaan, mungkin karena semakin jarangnya terjadi peperangan antarkerajaan, pertarungan antarmanusia itu berubah menjadi pertarungan antarayam yang dinamakan massaung manuk.   Pada waktu itu permainan tidak hanya dilakukan di dalam sebuah kerajaan, tetapi juga antarkerajaan yang tujuannya tidak hanya untuk bersenang-senang tetapi juga sebagai ajang adu pre...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
Cerita Rakyat Pulau Kemaro
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Suatu ketika, rombongan saudagar dari Cina yang dipimpin oleh Tam Bun An, datang ke kerajaan Sriwijaya (Sumatera Selatan). Tam Bun An mendengar kabar dari masyarakat sekitar mengenai kecantikan Siti Fatimah, seorang putri raja Sriwijaya. Atas nasihat nahkoda kapal, Tam Bun An kemudian pergi menuju istana untuk menemui Siti Fatimah. Mereka kemudian datang ke istana membawa arak-arakan alat musik berikut barongsai. Melihat kehebohan di depan istana, putri raja segera keluar untuk melihat. Siti Fatimah sangat terkesan dengan pertunjukan barongsai. Tam Bun An akhirnya bisa bertemu dengan Siti Fatimah. Mereka kemudian saling berkenalan. Semenjak saat itu mereka berdua sering mengadakan pertemuan. Lama-kelamaan timbul benih cinta di antara keduanya. Raja Sriwijaya mengetahui hubungan anaknya dengan Tam Bun An, lalu memanggil Tam Bun An. Di depan Raja, Tam Bun An mengutarakan niatnya untuk melamar Siti Fatimah. Namun Raja berkeberatan karena perbedaan adat istiadat. &...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Es Barnebon
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Es Barnebon adalah minuman khas dari Sumatera Selatan. Es ini terbuat dari kacang merah sebagai campuran utama pembuatan es campur. Minuman ini seringkali di hidangkan pada acara-acara rakyat dan hajatan. Bahan-bahan: 200 gram kacang merah segar 1 liter air 1 batang kayu manis 2 lembar daun pandan Simpel sirup : 250 gram gula pasir 300 ml air 1/4 sdt garam Pelengkap sajian : Susu kental manis cokelat Es batu Cara Membuat: 1. Simpel sirup : Didihkan air lalu masukkan gula dan garam, rebus hingga gula larut dan mendidih, angkat dan sisihkan. 2. Rebus kacang merah bersama air, kayu manis dan daun pandan hingga lunak, saring dan rendam ke dalam simpel sirop. 3. Masukkan kacang merah dan simpel sirop ke dalam gelas saji, tambahkan es batu dan susu kental manis cokelat, sajikan dingin. ( http://resepmasakanpedia.com/es-barnebon-kuliner-khas-sumatera-selatan/)

avatar
Dhika