7.616 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sejarah dan Tradisi Kaliyetno (Ternadi)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pada zaman dulu ada seorang berandal atau perampok yang bernama Loka Jaya. Pada suatu hari ia bertemu dengan Sunan Bonang dan ia berkeinginan untuk merampok beliau, tetapi Loka Jaya tidak bisa merampoknya. Sunan Bonang menunjuk ke pohon jati dengan jari telunjuknya lalu jadilah pohon tersebut menjadi emas. Dari kejadian itu Loka Jaya diberi nasehat oleh Sunan Bonang lalu Loka Jaya menyerah dan dia ingin menjadi murid Sunan Bonang. Sunan Bonang menyuruh Loka jaya untuk bertapa sambil menjaga tongkat, yang menurut cerita masyarakat sekitar kejadian itu terjadi di daerah Tuban. Ia disuruh Sunan Bonang untuk bertapa didaerah itu selama satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, Loka Jaya didatangi oleh Sunan Bonang dan disuruh untuk  melanjutkan perjalananya. Lalu berjalanlah dia menuju daerah ternadi dan disitulah ia disuruh untuk menjaga tongkat sunan bonang lagi selama 3 tahun. Ia bertapa didaerah tersebut. Setelah itu ia disuruh melanjutkan perjalanannya ke Demak. Sesampainya dis...

avatar
Oskm18_16618115_luthfi
Gambar Entri
Braen
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Menurut Bapak Tri Atmo, seorang pemerhati sejarah di Purbalingga, dahulu kala Rajawana bersahabat erat dengan Kerajaan Pajajaran. Namun setelah Pakuan Pajajaran berkoalisi dengan Portugis untuk menyerang Sunda Kelapa, hubungan antara Rajawana dan Pajajaran melemah. Setelah itu, Sultan Demak yaitu Sultan Trenggono mengutus Fatahillah untuk merebut kembali Sunda Kelapa. Usaha Fatahillah membuahkan hasil, yakni berhasil merebut kembali Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 yang sampai saat ini masih diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta.   Lalu prajurit-prajurit yang masih bersimpati kepada Pajajaran dikirim menuju Rajawana untuk menangkap pimpinan Rajawana, Syekh Machdum Kusen. Syech Machdum Kusen adalah salah satu penyebar agama Islam di Purbalingga. Beliau mempunyai pondok pesantren yang bernama Pondok Pesantren Cahyana. Beliau memerintahkan para santri wanita pondok pesantrennya untuk menabuh terbang/rebana. Bersamaan dengan bunyi rebana, datanglah Tawon Gung yang selanj...

avatar
OSKM18_16418116_Ozan Bagas Suseno
Gambar Entri
Dengkil Sapi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Dengkil sapi merupakan makanan khas Tegal. Makanan ini adalah potongan-potongan daging yang jarang di makan karena dagingnya sedikit dan bertulang, biasanya dari bagian kepala dan kaki. Dengkil biasanya bisa beli di pasar pas sore karena jarang ada di restoran, kalaupun ada dengkil di restoran, itu biasanya di sop, sedangkan kalau di pasar itu dibakar. Di toko pasar mejanya akan dialasin pake daun pisang dan dari situ kita bisa pilih bagian-bagian yang di inginkan dari kepala dan kaki sapinya. Bagian-bagian dari kepala dan kaki seperti tulang kaki, pipi, mulut, serta lain-lain ditaruh di atas daun pisang dalam keadaan terpisah-pisah dan sudah setengah matang setelah dibakar. Dari situ kita pilih bagian yang kita mau dan mau berapa banyak, nanti dihitung bukan dengan ditimbang tapi dihitung per pieces. Bagian termahal itu di bagian tulang atas kepala karena besar dan dagingnya juga lumayan banyak dan bisa sekitar 65rb per piece sedangkan bagian lain sekitar 15rb-45rb per piece. B...

avatar
OSKM18_16618158_Zaki Fauzan Azzaino
Gambar Entri
Karawitan Banyumasan
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Wait kuna mengkuna wis ana gendhing, Pacul Gowang Banyumasan, Dualulu u u u u u u u wing, Senggake melung-melung, Randha rindhi randha,  Pacule Gowang   Begitu bunyi lirik salah satu gendhing karawitan Banyumas yang berjudul 'Pacul Gowang'. Lagu tersebut dinyanyikan oleh para sinden dan gerong dengan alunan gendhing khas Banyumas.    Berbicara tentang karawitan sendiri, karawitan berasal dari kata  rawit yang berarti kecil, halus, dan rumit. Unsur dari karawitan adalah adanya penggunaan laras pelog/slendro secara instrumental, vokal, maupun gabungan keduanya.   Seperti jenis kesenian lain di Indonesia, Karawitan memiliki banyak jenis atau aliran. Diantaranya adalah karawitan Surakarta dan karawitan Banyumas. Karawitan Banyumas sendiri masih dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Banyumas Asli, Banyumas Wetanan, serta Banyumas Sunda.   Karawitan Banyumas disebut sebagai&...

avatar
OSKM_19918057_Faidah Kurnia Mukrianisa
Gambar Entri
Gobak Sodor
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

      Gobak sodor merupakan permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Gobak sodor berasal dari dari bahasa inggris yaitu  go-back-through-the-door.  Inti permainan gobak sodor adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Permainan ini biasa dilakukan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran kira-kira 9 x 4 m yang dibagi menjadi enam bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur.        Setiap tim dalam permainan gobak sodor beranggotakan tiga sampai lima orang. Tim yang mendapat giliran berjaga harus mempersiapkan anggotanya untuk menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota tim yang mendapatkan tuga...

avatar
Oskm18_16518116_Jason
Gambar Entri
Tarian Keprajuritan Legendaris Pituruh
Tarian Tarian
Jawa Tengah

CING PO LING Purworejo, sebuah kota  seluas  1.834 km² di provinsi jawa tengah, memiliki banyak kebudayaan daerah sebagai kearifan lokal. Salah satunya adalah Cing Po Ling yang berasal dari desa Kesawen, Kecamatan Pituruh. Kesenian Cing Poo Ling menggambarkan prajurit yang sedang latihan perang. Menurut beberapa sumber, kesenian Cing Po Ling ini diperkirakan mulai dikenal pada abad XVII.  Awal mula kesenian Cing Po Ling ini berangkat dari kegiatan pisowanan ke kraton yang dilakukan oleh Ki Demang. Seraya menunggu acara pisowanan dimulai, ki Demang bersama 3 (tiga) prajuritnya yang bernama Krincing, Dipomenggolo dan Keling melakukan gerakan keprajuritan di lapangan Kadipaten. Ternyata kegiatan tersebut diketahui oleh Adipati Karangduwur, dan beliau  tidak berkenan kegiatan tersebut dilakukan oleh ki Demang dan Prajuritnya. Kemudian Adipati memperingatkan kepada ki Demang dan prajuritnya agar tidak mengulangi kegiatan serupa. Walaupun telah di...

avatar
OSKM18_16718070_Tri Mayang Yunitha Ayu Pratiwi
Gambar Entri
Candi Selogriyo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Candi Selogriyo               Setiap daerah pasti memiliki kebudayaannya sendiri – sendiri. Salah satu daerah yang saya jadikan contoh adalah Windusari. Windusari adalah salah satu daerah yang terletak di daerah kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Salah satu kebudayaan yang harus kita lestarikan yang berasal dari Windsari adalah Candi Selogriyo. Candi ini terletak di lokasi terpencil dari pemukiman penduduk, dan tersembunyi diantara bukit Giyanti , Condong dan Malang. Candi Selogriyo terletak di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 M, pada masa Kerajaan Mataram Kuno.             Lokasi candi Selogriyo memang terpencil. Medannya pun masih sulit. Untuk sampai ke lokasi ini hanya ada dua alternatif, jalan kaki atau naik kendaraan beroda dua sejauh 2 km. Ol...

avatar
OSKM_16418038_Salsabila snw
Gambar Entri
Jonjang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Jonjang adalah suatu permainan tradisional yang biasa dimainkan anak-anak kecil di daerah Purbalingga. Permainan ini bisa dilakukan oleh dua orang anak atau lebih. Cara mainnya mudah yaitu dengan duduk melingkar dan kedua telapak tangan membuka. Salah satu tangan anak yang kebagian jaga(cara menentukan anak yang kebagian jaga biasanya dengan hompimpah terlebih dahulu) harus menguncup dan menyentuh telapak tangan teman lainnya secara berurutan sambil menyanyi sebuah lagu, lagunya seperti ini "Jonjang tik kening, godong gedang mati kuning. Kuning rowak-rawek, bocah cilik pating cembewek" Ketika lagu berakhir, telapak tangan yang terakhir disentuh harus menjadi penjaga. Begitu seterusnya. Untuk lagunya sendiri sebenernya tidak mempunyai arti khusus, cuma sekedar tembang parikan/tembang dolanan yang biasanya diajarkan pada anak sejak kecil. Namun, sekarang permainan tradisional ini sudah jarang dimainkan dan sudah tidak banyak yang tahu. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16218087_novi
Gambar Entri
kesenian Tari Cing Po Ling
Tarian Tarian
Jawa Tengah

              Kesenian Cing Po Ling merupakan salah satu kesenian tari asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah lebih tepatnya di desa Kesawen, Kecamatan Pituruh. Kesenian ini sudah ada semenjak kurang lebih abad ke XVII masehi (seperti yang dikutip dari https://pdkpurworejo.wordpress.com/2010/05/04/kesenian-cing-poo-ling , http://den-bagoez-sigit-pamuji.blogspot.com/2015/01/kesenian-cing-po-ling-tunggal-wulung-kesawen-pituruh-purworejo.html , dan http://reviens.media/2016/12/30/jejak-cing-po-ling-dari-kesawen ). Kesenian ini merupakan kesenian tradisional sejenis atau reogan yang mengalami perkembangan sebagai tari perang dan bertemakan kepahlawanan. Kesenian ini bercirikan tentang keprajuritan sebagai pengawal.               kesenian ini bermula ketika Demang mengikuti Pisowanan (tradisi dalam kerajaan-kerajaan Jawa, di mana bawahan-bawahan raja / sultan datang ke istana untuk melaporkan perkembangan daerah...

avatar
OSKM_16518237_Figo Agil Alunjati