CING PO LING
Purworejo, sebuah kota seluas 1.834 km² di provinsi jawa tengah, memiliki banyak kebudayaan daerah sebagai kearifan lokal. Salah satunya adalah Cing Po Ling yang berasal dari desa Kesawen, Kecamatan Pituruh. Kesenian Cing Poo Ling menggambarkan prajurit yang sedang latihan perang.
Menurut beberapa sumber, kesenian Cing Po Ling ini diperkirakan mulai dikenal pada abad XVII. Awal mula kesenian Cing Po Ling ini berangkat dari kegiatan pisowanan ke kraton yang dilakukan oleh Ki Demang. Seraya menunggu acara pisowanan dimulai, ki Demang bersama 3 (tiga) prajuritnya yang bernama Krincing, Dipomenggolo dan Keling melakukan gerakan keprajuritan di lapangan Kadipaten. Ternyata kegiatan tersebut diketahui oleh Adipati Karangduwur, dan beliau tidak berkenan kegiatan tersebut dilakukan oleh ki Demang dan Prajuritnya. Kemudian Adipati memperingatkan kepada ki Demang dan prajuritnya agar tidak mengulangi kegiatan serupa.
Walaupun telah ditegur, ki Demang tidak jera. Pada pisowanan yang akan datang dia berkeinginan untuk kembali melakukan kegiatan keprajuritan di Alun - alun kawedanan. Untuk itu dia mengajak musyawarah dua orang kepercayaannya yaitu Jagabaya dan Komprang. Kemudian Komprang membuat kegiatan tersebut menjadi sebuah tarian dengan diiringi tetabuhan / musik.
Pada waktu pisowanan, gerak bela diri yang disamarkan dalam bentuk tarian dan musik tidak menimbulkan kecurigaan dan kemarahan Adipati Karangdwur. Mereka dianggap sebagai sebuah kelompok kesenian biasa. Semenjak itulah setiap pisowanan ke Kadipaten Karangduwur, Demang Kesawen selalu membawa “Kelompok Kesenian”-nya. Setiap kelompok kesenian ini tampil di acara pisowanan, banyak petinggi Kadipaten yang ikut menontonnya. Adipati Karangdwur meminta kepada Demang Kesawen untuk melestarikan kesenian tersebut.
Jagabaya menamai kesenian ini Cingpoling. Diambil dari nama 3 (tiga) orang pengawal Demang, yaitu :
Dari nama Krincing diambil suku kata terakhir “CING”
Dari nama Dipomenggolo diambil suku kata terakhir “PO”
Dari nama Keling diambil suku kata terakhir “LING”
Sepulang dari Kadipaten, Demang Kesawen mengadakan syukuran yang meriah untuk merayakan diterimanya Kesenian Cingpoling oleh Adipati.
Penyelenggaraan Cing Po Ling ini di ruang terbuka, misalnya lapangan, halaman depan rumah. Walaupun pada awalnya hanya di lingkungan kadipaten tempat pisowanan berlangsung. Penonton dan penari dalam jarak yang dekat. Diurasi waktu pementasan sekitar 1 – 2 jam. Namun karena pertimbangan dan perkembangan, bisa dipadatkan menjadi ½ jam.
Pada masa lalu, kesenian ini dipergunakan sebagai pengantar Demang Kesawen dalam melakukan pisowanan. Namun karena terjadi pergantian struktur pemerintahan yang dilakukan oleh penjajah Belanda dan Jepang membuat kegiatan pisowanan tidak lagi dilaksanakan. Kesenian ini kemudian menjadi sajian pada kegiatan-kegiatan seperti menyambut tamu, pernikahan, khitanan dan lain-lain, hingga saat ini.
Cingpoling sebagai sebuah kesenian asli dari Kabupaten Purworejo yang semakin lama semakin sedikit peminatnya, memberikan kepada kita sebuah pesan bahwa kesenian akan lestari jika kita mau dan mampu untuk menjaganya. Kesenian asli Indonesia sebagai warisan bangsa ini wajib kita lestarikan supaya tidak tertelan peradaban.
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...