Anak
688 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Calung
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Sekilas alat musik Sunda ini sama dengan angklung. Ya, calung memang bisa dibilang merupakan saudara kembar dari angklung. Sama-sama terbuat dari bambu dan membunyikan suara-suara yang merdu. Apa Itu Calung? Calung dapat diartikan sebagai sebuah alat musik yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul sambil dijinjing. Pengertian lain dari calung adalah sebuah seni pertunjukan. Meski merupakan saudara kembar dari angklung, keduanya terbilang unik dalam hal cara memainkannya. Seperti diketahui, angklung dibunyikan dengan cara digoyang sedangkan calung dibunyikan dengan cara dipukul. Tangga nada yang ada pada calung ini adalah da-mi-na-ti-la. Jenis-Jenis Calung Calung Sunda ini terdiri atas dua jenis, yaitu; 1.    Calung Jinjing Calung jinjing terdiri dari 4 hingga 5 buah bambu. Dimainkan dengan cara dijinjing lalu dipukul. Caranya adalah menjinjingnya dengan tangan kanan dan memukulnya dengan tangan kiri. Cara memukulnya pun tida...

avatar
OSKM_16318145_Adi Prabowo
Gambar Entri
Singa Depok
Ritual Ritual
Jawa Barat

        Singa Depok merupakan kesenian daerah Subang, Jawa Barat. Kesenian singa depok ini menjadi hiburan bagi keluarga yang mengkhitan anaknya. Biasanya anak yang dikhitan naik ke atas punggung singa lalu berkeliling sekitaran rumahnya.         Untuk meramaikan suasana, biasanya singa depok diiringi gamelan khas Jawa Barat. Gerakan yang disajikan menghibur, sehingga menarik untuk ditonton. Biasanya, anak yang dikhitan mengenakan pakaian khas lengkap mengenakan sarung batik, keris, dan bendo di kepala. Sisingaan digotong oleh orang dewasa sebanyak empat orang.         Dengan iringan gamelan, sisingaan mulai menari-nari, bergerak ke segala arah. Tak hanya sisingaan saja yang dibopong, gamelan tradisional pun turut di bopong dan ditabuh harmonis.         Alat musik tradisional yang biasa dipakai, antara lain; Bonang (Ketuk),  Kendang Indung,  Kliningan,   Tarompet (Ter...

avatar
OSKM18_16718337_muhamad Farhan Afiff
Gambar Entri
Kitab Waruga Jagat
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Kitab Waruga Jagat merupakan sebagian kecil dari isi naskah yang tersimpan di Museum Yayasan Pangerang Sumedang (YPS) di Sumedang. Bagian yang lainnya dari naskah tersebut merupakan semacam perimbon, yang isinya terdiri dari bermacam-macam hal, sebagai catatan yang berhubungan dengan ilmu kebatinan.   Naskah tersebut tidak berasal dari kertas biasa, melainkan dari bahan yang dikenal dengan nama “kulit sach”, sejenis daluang yang terbuat dari kulit kayu. Hingga kini pembuatan daluang dari kulit sach itu masih diproduksi orang di daerah Wanaraja, kabupaten Garut, dipergunakan sebagai alat pembungkus. Naskah itu berukuran kwarto, yang tidak mengenai KWJ tertulis dalam huruf ‘pegon’ (Arab Jawa) dengan bahasa Jawa-Sunda, tebalnya hanya terdiri dari atas 12 lembar.   Kecuali sebuah naskah yang tersebut diatas, pada YPS, tersimpan pula dua buah naskah yang lain, sebuah di antaranya ialah Silsilah Keturuna...

avatar
OSKM18_16418203_Muhamad Luthfi Luthansyah
Gambar Entri
Empal Gentong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Empal gentong merupakan salah satu makanan khas dari daerah Cirebon . Makanan ini sudah menjadi makanan yang ikonik bagi cirebon .  Empal gentong berasal dari desa  Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Empal memiliki arti sebagai gulai dicirebon .Bentuk empal gentong menyerupai gulai dengan potongan potongan daging sapi , babat , dan usus . Empal gentong ini dinamai seperti ini karena gulai yang dimasak dalam gentong atau kuali yang biasa terbuat dari tanah liat . Bahan bakarnya pun masih menggunakan kayu bakar . Empal gentong biasa dimakan bersama dengan lontong ataupun nasi .  Lontong menurut orang cirebon adalah beras yang dimasukkan kedalam daun pisang yang sudah dibentuk menjadi silinder .Cabai yang digunakan untuk empal gentong merupakan cabai kering yang dibuat menjadi seperti bubuk . Selain itu empal gentong juga biasa disantap dengan kerupuk rambak . Kerupuk rambak adalah kerupuk kulit biasa dibuat dari sapi . Sekarang ini sudah banyak tempat...

avatar
OSKM_16518170_Marcolino Wijaya
Gambar Entri
Gedung Perundingan Linggarjati
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Linggarjati   Gedung linggarjati merupakan salah satu peninggalan sosial budaya karena di gedung linggarjati ini telah terjadi perundingan antara pihak Belanda dan pihak Indonesia untuk usaha mempertahankan kemerdekaan RI yang dikenal sebagai perundingan Linggarjati. Pada awalnya gedung ini berbentuk gubuk yang dimilki oleh seorang janda yang bernama Jasitem pada tahun 1918. Lalu Ia menikah dengan seorang pria Belanda yang memiliki pabrik gula di Cirebon bernama Garsana, kemudian mereka pindah ke Belanda. Gubuk ini pun dijual kepada bangsa Belanda bernama Tersana dan dibangun menjadi semi permanen (setengah bata dan setengah bilik) pada tahun 1921. Lalu tahun 1930  dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Mr Jacobus (Koos) Johannes Van Os. Tahun 1935 dikontrak oleh Theo Huitker dan dijadikan hotel bernama “Rustoord”.  Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942 dan kemudian Hotel ini diganti namanya menjadi Hotel &l...

avatar
OSKM18_16718054_Diva Andara Rahayu
Gambar Entri
Dongeng Tangkuban Perahu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Pada jaman dahulu kala, di sebuah kerajaan di Jawa Barat, hiduplah seorang putri raja yang sangat cantik jelita bernama Dayang Sumbi. la sangat gemar menenun. Suatu hari, ketika sedang menenun, benang tenunnya menggelinding keluar rumah. Gadis itu berucap, "Ah, benangku jauh sekali jatuhnya. Siapa pun yang menggambilkan batang tenunku, kalau ia perempuan akan kuangkat sebagai saudara. Kalau laki-laki, ia akan menjadi suamiku." Tiba-tiba, datanglah seekor anjing membawakan benang miliknya. Anjing tersebut bernama si Tumang. Dayang Sumbi pun terpaksa memenuhi janjinya. Mereka pun menikah. Ternyata, si Tumang adalah titisan dewa yang dikutuk menjadi binatang dan dibuang ke Bumi. Waktu berlalu, Dayang Sumbi pun hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan yang diberi nama Sangkuriang. Suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk berburu mencari hati kijang. Sangkuriang pun berangkat ke hutan ditemani si Tumang.   Setelah berburu sepanjang...

avatar
OSKM18_16418203_Muhamad Luthfi Luthansyah
Gambar Entri
Tradisi Ngayun Bayi
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi ngayun berhubungan dengan kehidupan awal manusia di dunia. Upacara kegiatan Ngayun rutin dilaksanakan setelah tujuh hari kelahiran bayi. Terkadang Tradisi Ngayun dilaksanakan berbarengan dengan putusnya tali ari-ari si jabang bayi. Yang dimaksud dengan ngayun yaitu proses pemberian nama kepada si jabang bayi. Tradisi Ngayun di tempat lain disebut juga Tradisi Turun Bumi. Tradisi Ngayun dilaksanakan setelah 7 hari kelahiran bayi. Tradisi Ngayun bertujuan untuk memberikan nama kepada anak yang baru lahir. selain memberi nama, Tradisi Ngayun memiliki tujuan untuk menyampaikan rasa syukur terhadap Tuhan YME atasa kelahiran si jabang bayi dan keselamatan si jabang bayi beserta ibunya. Pelaksanaan Tradisi Ngayun sama sekali tidak ada hubungannya dengan putusnya tali ari-ari si jabang bayi. Berikutnya dikemukakan struktur Tradisi Ngayun di kecamatan Rawamerta. Struktur Tradisi Ngayun di Kecamatan Rawamerta terdiri atas:   Menyiapkan untaian dan memasangkan samp...

avatar
OSKM18_16118042_Dinda
Gambar Entri
Teman Masa Kecil, Permen Gulali Gula Pasir
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Zaman kini sudah menjadi zaman yang modern . Makanan yang ada di zaman dahulu kini sudah jarang sekali kita temukan. Kali ini saya akan membahas tentang makanan yang pernah 'ada' di zamannya, yaitu permen gulali gula pasir. Teman teman mungkin tahu tentang permen yang bisa dibentuk menjadi apapun, seperti permen berbentuk pesawat, bunga, dan sebagainya. Tapi jika dilihat sekarang, apakah kalian pernah melihat pedagang yang berjualan permen gulali gula pasir? Sudah jarang bukan? Ya, sulit sekali untuk menemukan pedagang yang berjualan permen ini. Tapi saya menemukannya di daerah Tamansari. Pedagang ini sudah tidak muda lagi, tetapi masih punya berkeinginan untuk menjual permen yang sudah tidak zamannya lagi. Saat saya mengobrol asik bersama sang pedagang ini, beliau pun berkata bahwa pedagang permen gulali ini hanya tersisa 3 orang saja termasuk beliau. Sungguh saya pun tidak bisa berkata apa apa. Yang dahulunya sangat populer sekali pada zaman 2000-an kini pun harus musnah...

avatar
OSKM18_16018265_Dearly Aprilia
Gambar Entri
Kampung Naga
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Kampung Naga              Kampung Naga merupakan kampung adat yang  terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Salawu,  merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, yaitu adat Sunda. Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Mereka menolak campur tangan dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut.                     Untuk bisa ke Kampung Naga, orang harus melewati sekitar 439 anak tangga. Terbuat dari batu yang dilapis semen, ini setelah direnopasi pada tahun 2009 oleh bapak Anton yang sekarang menjadi kapolda jabar. Sebelum direnopasi, anak tangganya berjumalh 360 yang terbuat dari kayu atau bambu.  tangga itu menuruni bukit yang terjal ,dari muara tangga terbentang jalan batu di antara sawa...

avatar
OSKM_16418026_iqbal fauzi