7.617 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Sundel Bolong
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita ini bermula pada waktu penjajahan jepang di Indonesia, tersebutlah seorang wanita yang berasal dari keluarga petani miskin namun bernorma. Awalnya dia adalah gadis baik2 dann menikah dengan petani baik2 pula, tak ada hal istimewa dari kehidupan mereka selain diselimuti kelaparan dan ketakutan akibat penjajahan seperti halnya penduduk yang lain, hingga wanita itu mengandung anak pertamanya dan tanpa sepengetahuan siapapun dia sembunyikan oleh suaminya ke dalam hutan belantara demi keselamatan istri dan calon anaknya. Di dalam hutan sang istri dibuatkanlah rumah kecil berdinding gedhek(anyaman bambu), dan disana sang istri hanya dibekali sebuah tikar, 4 potong ubi mentah dan sepotong bambu berisi air minum, maka tinggallah dia sendirian sedangkan suaminya kembali ke desa agar tak dicurigai oleh pihak penjajah. Ketika ditanya para penjajah petani itu hanya mengaku istrinya minggat(kabur) kekota, sehingga penduduk menganggapnya sebagai wanita nakal/sundel (bahasa k...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Gendowor
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Dikisahkan: Ki Gede Sebayu yang pada saat itu membabat alas Tegal dan membangun bendungan untuk pengairan; mempunyai dua orang putra, yaitu Raden Ayu Rara Giyanti Subalaksana dan Raden Mas Honggowono. Setelah Ki Gede Sebayu mangkat, Raden Hongowono kemudian menggantikannya sebagai Juru Demung atau Tumenggung ing tlatah Tegal. Raden Honggowono mempunyai seorang anak bernama Nyai Ronggeh dan menikah dengan Pangeran Nalajaya, seorang ksatria dari Palembang. Mengingat Raden Honggowono tidak mempunyai putra mahkota sebagai penggantinya, maka diangkatlah Martoloyo sebagai Bupati Tegal. Martoloyo mempunyai seorang adik bernama Martopuro. Berbeda dengan kakaknya yang nasionalis dan pro rakyat, Martopuro justru pro Belanda dan menjadi penghasut rakyat. Pada saat itu, Adipati Anom memerintahkan Martoloyo untuk bersiap-siap perang. Akan tetapi, keputusan politik Adipati Anom meminta bantuan Belanda untuk berperang menyerang Trunojoyo terasa sangat menusuk hatinya. Sehingga Bupati Martoloyo...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Berdasarkan sejarah yang bersumber dari sesepuh Desa Semedo, sejak zaman kewalian wilayah Desa Semedo termasuk dalam wilayah Kabupaten Tegal dan merupakan daerah pedesaan yang dikelilingi hutan yang subur serta tumbuhan yang hijau di atas tanah yang berbukit dan lebat, tak heran Desa Semedo menjadi desa untuk berjuang pada zaman pelahiran antara zaman kewalian ke zaman kemerdekaan. Pada tahun 1569 M datanglah seseorang dari Kerajaan Panjang (Pajang?) yang bernama Kanjeng Pangeran Surohadikusumo (Mbah Semedo) dan beliaulah yang pertamakali menempati dan berdiam di bukit, sampai wafat pada tahun 1679 M. Semenjak wafatnya beliau, tempat tesebut digunakan untuk bersemedi. Karena tempat tersebut untuk bersemedi, oleh masyarakat sekitar, daerah terebut diberi nama Semedi. Oleh karena perkembangan zaman dirubah menjadi Semedo. Setelah wafatnya K.P Sukohadikusumo (Mbah Semedo) kemudian pada tahun 1819 Desa Semedo kedatangan jenazah yaitu seorang Bupati Kaloran yang bernama Raden Mas Pan...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Mula Nama Kampung Kramat Tegal Ratu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Alkisah, pada jaman dahulu ada seorang pemuda yang bernama Mansyur. Ia menjadi santri yang mondok di pesantren untuk belajar ilmu agama. Pada suatu malam, setelah Mansyur lulus belajar di pesantren, ia berkemas membungkus barang-barangnya dengan kain. Ia berniat kembali pulang ke kampungnya. Di tengah perjalanan pulang di malam hari itu, tiba-tiba ia dihadang seorang garong/rampok bersenjata golok besar (bedog). Garong itu menghunus senjatanya. Ia mengancam dan memaksa Mansyur untuk menyerahkan bungkusan barang bawaannya. Di luar dugaan, garong itu tak menyangka Mansyur berontak dan melawan. Khawatir tindakannya diketahui penduduk sekitar, garong itu nekat menebas kepala Mansyur hingga terpisah dari badannya. Akhirnya garong itu berhasil membawa bungkusan barang hasil rampokannya. Sesampainya di rumah, garong itu membuka bungkusan kain hasil rampokannya. Alangkah terkejutnya ia. Ternyata bungkusan kain itu hanya berisi kitab suci, pakaian dan kain sarung. Tak ada...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Mbah Panggung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

bah Panggung dikenal sebagai sosok ulama karismatik yang menyebarkan Islam di wilayah Kota Tegal, jauh sebelum Kota Tegal ada. Cerita perjalanan hidupnya pun memiliki sejumlah versi.  Berdasarkan salah satu versi yang dituturkan dari mulut ke mulut melalui juru kunci, Mbah Panggung hidup pada kurun waktu abad ke-4 hingga 6. Nama aslinya adalah Syekh Abdurrahman. Seperti kebanyakan ulama yang datang ke Pulau Jawa untuk berdakwah, Mbah Panggung berasal dari Jazirah Arab. Ia pertama kali menginjakkan kaki di sebuah pulau tak berpenghuni yang saat ini menjadi Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.  Di pulau itu, Mbah Panggung tinggal untuk berdakwah, hingga wafat. Makamnya kemudian didatangi ribuan peziarah tiap Bulan Syakban saat digelar haul dan pengajian untuk memperingati wafatnya.  Juru kunci makam Mbah Panggung, Hasan Mutamimi, mengatakan, nama Mbah Panggung merujuk pada tempat tinggal semasa hidup yang berupa pulau karang yang menju...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Telaga Menjer Wonosobo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Selain  Telaga Warna  di Dieng, terdapat Telaga Menjer yang merupakan Merupakan telaga alami terluas di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.300 mdpl dengan luas 70 hektar dan kedalaman air mencapai 45 meter. Telaga Menjer terletak di desa Maron kec. Garung 12 Km sebelah utara kota Wonosobo. Sisi utara telaga ini berupa pegunungan yang ditumbuhi tanaman hijau termasuk kebun teh yang sangat indah. Dibalik keindahan Telaga Menjer, terdapat sebuah legenda yang masih diceritakan secara turun-temurun oleh penduduk setempat inilah Legenda Telaga Menjer. Legenda Telaga Menjer, Wonosobo Diceritakan dahulu kala ada dua orang gadis sedang mengumpulkan sayuran di lading. Tiba-tiba datanglah seekor kepiting raksasa mendekatinya. Mereka sangat takjub melihat betapa besar dan tingginya binatang itu. Lupa akan pesan orang tuanya yang mengatakan bahwa apabila sedang berada di lading kemudian melihat atau menemui sesuatu yang asing atau...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Sawah Sikidang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Di sejumlah desa di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, banyak anak asli Dieng yang memiliki rambut gembel atau gimbal. Oleh karena itu, anak-anak tersebut biasa dipanggil sebagai anak gembel. Rambut gimbal itu terjadi ketika mereka berumur 40 hari sampai sekitar enam tahun yang diawali dengan gejala demam yang sangat tinggi dan suka mengigau saat tidur. Uniknya, rambut gimbal itu baru boleh dipotong setelah adanya permintaan dari anak itu sendiri. Ada beberapa versi mengenai asal mula anak gembel ini, salah satu di antaranya adalah versi cerita rakyat yang dikenal dengan Legenda Kawah Sikidang. Berikut kisahnya. Ratusan tahun yang silam, di Dataran Tinggi Dieng ada seorang putri cantik jelita nan rupawan bernama Shinta Dewi. Ia tinggal di sebuah istana megah yang dikelilingi taman bunga yang indah. Kecantikan Shinta Dewi mengundang decak kagum bagi setiap pangeran yang melihatnya. Banyak pangeran yang sudah melamarnya, namun tidak ada satu orang pun...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda penjaga Dieng, Kiai Kolodete di-Islamkan Sunan Kalijaga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Salah satu legenda yang terkenal di Dieng adalah mengenai Kiai Kolodete. Namun, cerita mengenai Kiai Kolodete memiliki banyak versi. Salah satu versinya diperoleh wartawan  merdeka.com , Mardani, dari tokoh pemuda dan budaya Dieng, Alif Fauzi (38). Menurutnya, Kiai Kolodete adalah seorang resi Hindu penguasa Dieng yang akhirnya memilih masuk Islam. Kiai Kolodete adalah salah satu penjaga Dieng. Dia menjaga wilayah tengah Dieng. Selain Kiai Kolodete, ada empat orang lainnya yang ditugaskan oleh para walisongo untuk menjaga ke-Islaman masyarakat Dieng saat itu. Empat orang itu adalah; Kiai Karim yang bertugas menjaga Dieng wilayah selatan, Kiai Ageng Selo Manik yang bertugas menjaga Dieng wilayah timur, Kiai Ageng Mangku Yudho yang bertugas menjaga Dieng wilayah barat, dan Kiai Walik yang bertugas menjaga Dieng wilayah utara. "Makam mereka ada beberapa di sekitar sini. Di barat Desa Karang Tengah ada makamnya Ki Ageng Mangku Yudho, dan Kiai Walik ma...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ritual Pendem Wedus Kendit
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Bulan Syura merupakan bulan yang penting bagi warga adat di Dataran Tinggi Dieng. Pada bulan ini di dataran Tinggi Dieng digelar sejumlah tradisi yang diantaranya adalah ritual menanam kepala dan kaki kambing hingga kirab keliling kampung selama tujuh hari tiap malam jum’at. Bagaimana dan seperti apa prosesi tersebut berlangsung, itulah yang akan Arsip Budaya Nusantara paparkan dalam postingan kali ini. Selamat menyimak… Diawali dengan mencari kambing dengan ciri-ciri tertentu, warga adat di Dataran Tinggi Dieng bersiap untuk menggelar prosesi upacara yang rutin dilaksanakan di bulan Syura yakni ritual pendem kepala dan kaki kambing. Kambing yang digunakan untuk ritual ini memang harus kambing khusus yaitu kambing yang memiliki warna bulu hitam dengan bulu bergaris putih melintang di tubuhnya yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai wedus kendit. Setelah ciri-ciri kambing seperti di atas ditemukan maka, barulah kemudian hari di mana ritual tersebut ditentuk...

avatar
Arum Tunjung