Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Tengah Tegal
Asal Mula Nama Kampung Kramat Tegal Ratu
- 14 Juli 2018

Alkisah, pada jaman dahulu ada seorang pemuda yang bernama Mansyur. Ia menjadi santri yang mondok di pesantren untuk belajar ilmu agama.

Pada suatu malam, setelah Mansyur lulus belajar di pesantren, ia berkemas membungkus barang-barangnya dengan kain. Ia berniat kembali pulang ke kampungnya.

Di tengah perjalanan pulang di malam hari itu, tiba-tiba ia dihadang seorang garong/rampok bersenjata golok besar (bedog).

Garong itu menghunus senjatanya. Ia mengancam dan memaksa Mansyur untuk menyerahkan bungkusan barang bawaannya.

Di luar dugaan, garong itu tak menyangka Mansyur berontak dan melawan. Khawatir tindakannya diketahui penduduk sekitar, garong itu nekat menebas kepala Mansyur hingga terpisah dari badannya. Akhirnya garong itu berhasil membawa bungkusan barang hasil rampokannya.

Sesampainya di rumah, garong itu membuka bungkusan kain hasil rampokannya. Alangkah terkejutnya ia. Ternyata bungkusan kain itu hanya berisi kitab suci, pakaian dan kain sarung. Tak ada benda berharga yang diharapkan.

Lebih terkejut lagi istri garong itu setelah melihat kain sarung yang didapat suaminya dari hasil merampok. Ia ingat benar jika kain sarung itu milik satu-satunya putera mereka yang sedang mondok di pesantren.

Singkat cerita, kemudian penduduk setempat menguburkan jasad tanpa kepala tersebut di ujung utara kampung. Sementara bagian kepalanya lenyap tak ditemukan lagi. Makam santri Mansyur itu kemudian menjadi makam keramat. Sejak saat itu, kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Kramat. Terletak di Kelurahan Tegal Ratu, Ciwandan.

Hingga kini, terutama setelah lebaran Idul Fitri, tak hanya warga setempat, tapi juga banyak dari luar kampung atau desa yang datang untuk berziarah ke makam keramat yang terkenal dengan nama Makam Buyut Mansyur.

(Kang Mumul, diolah dari berbagai sumber)

Sumber: https://beritacilegon.wordpress.com/2014/09/07/asal-mula-nama-kampung-kramat-tegal-ratu/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker