Dongeng Cerita Rakyat
449 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
TEMBANG MIJIL
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

TEMBANG MIJIL   Tembang mijil termasuk kedalam salah satu dari 11 tembang macapat yang ada. Tembang macapat merupakan tembang yang berisi tentang nasehat dan petuah hidup kepada manusia bagaimana kita seharusnya menjadi manusia yang beakhlak mulia, isi dari ke 11 tembang macapat ini menceritakan kehidupan manusia dari mulai awal dilahirkan hingga akhirnya meninggal dunia. Salah satu tembang tersebut adalah tembang mijil, tembang mijil ini terdiri dari 6 guru gatra(baris), dan juga memiliki guru wilangan dan guru lagu 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6a. Tembang mijil harus selalu mengikuti aturan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu tersebut. Mijil memiliki arti yaitu lahirnya manusia ke dunia   Lirik tembang mijil:   Poma kaki podo dipun eling ( tingkah laku harus diperhatikan)   Ing pitutur ingong ( di perkataan dan perbuatan )   Sira uga satriya arane ( bertindak yang adil )   Kudu anteng ja...

avatar
OSKM18_19818140_BIHARUL BIHARUL ANWAR
Gambar Entri
Tari Cepetan
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Pada artikel kali ini, saya ingin membahas mengenai salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tarian ini bernama Tari Cepetan. Kata “ cepetan” berasal dari bahasa Jawa yaitu “ cepet” yang berarti setan atau makhluk halus yang dipercaya berkeliaran saat petang. Mengapa tarian ini bisa diberi nama Tari Cepetan? Hal ini tidak bisa dilepaskan dari latar belakang atau asal usul tarian ini tercipta. Tarian ini awalnya berkembang di Kecamatan Karanggayam tepatnya mulai abad ke XIX. Pada zaman penjajahan Belanda, lahan-lahan di daerah ini banyak yang berubah menjadi onderneming — perkebunan luas yang dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Melihat tanah mereka direbut oleh pihak asing, warga sekitar tidak bisa tinggal diam. Akhirnya lahirlah tarian ini sebagai bentuk perlawanan non-fisik kepada penjajah. Warga bermaksud untuk menakut-nakuti pemilik onderneming sehingga tidak kerasan dan memilih unt...

avatar
OSKM18_16018090_Finka Lidya Wati
Gambar Entri
Asal Usul Kethek Ogleng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Kethek Ogleng merupakan sebuah tari yang gerakannya menirukan tingkah laku kethek (kera). Tarian ini biasa ditarikan oleh masyarakat Desa Tokawi Kabupaten Wonogiri bertahun-tahun lamanya. Biasanya tarian ini dipentaskan pada waktu hajatan masyarakat setempat. Tarian Kethek Ogleng ini berasal dari sebuah cerita Kerajaan Jenggala dan Kediri. Raja Jenggala mempunyai seorang putri bernama Dewi Sekartaji dan Kerajaan Kediri mempunyai seorang putra bernama Raden Panji Asmorobangun. Kedua insan ini saling mencintai dan bercita-cita ingin membangun kehidupan yang harmonis dalam sebuah keluarga. Hal ini membuat keduanya tidak dapat dipisahkan. Namun, raja Jenggala, ayahanda Dewi Sekartaji, mempunyai keinginan untuk menikahkan Dewi Sekartaji dengan pria pilihannya. Ketika Dewi Sekartaji tahu akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan ayahandanya-yang tentunya tidak dia cintai, dia diam-diam meninggalkan Kerajaan Jenggala tanpa sepengetahuan sang ayahanda dan seluruh orang di kerajaan. M...

avatar
OSKM_19918124_Nabila ITB_2018
Gambar Entri
Batik Tapak Kebo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Tegal tak luput dari daerah penyebaran batik di tanah Jawa. Batik pertama kali dikenalkan yaitu pada akhir abad ke-19. Asal usul batik Tegal tidak bisa lepas dari pengaruh Mataram, yaitu sejak munculnya berpakaian budaya batik oleh Raja Amangkurat I ketika dalam pelarian ke Tegal Arum. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang diantaranya perajin batik. Perkembangan batik tulis Tegal kemudian lebih berkembang di tangan R.A. Kardinah sebagai istri Bupati Tegal, R.M. Sajitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936. Yang pada akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan meluas ke masyarakat. Batik yang dibuat motifnya masih meniru motif-motif khas keraton yaitu didominasi warna hijau dan kecokelatan. Sejak dahulu, para perajin batik di Tegal telah menggeluti batik secara turun-temurun. Awalnya, bahan pewarna yang dipakai waktu itu berasal dari pewarna alam yang bisa didapat dari lingkungan sekitar, misal pace/mengkudu, nila, soga kayu dan bahan...

avatar
Oskm_16318094_alfianfani
Gambar Entri
Pertemuan Werkudara dan Dewa Ruci
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita tentang Ajaran Dewa Ruci kepada Werkudara/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta), terdapat pada kakawin (tembang) oleh pujangga Surakarta, Yasadipura I.   Alkisah, seorang kesatria yang mulia, jujur, bahkan cenderung lugu yaitu Arya Bimasena alias Prabu Werkudara diutus oleh sang Guru Resi Durna untuk mencari "Tirta Prawitasari" yaitu air kehidupan. Air kehidupan ini berkhasiat untuk menyucikan batin guna mencapai kesempurnaan hidup.   Kemudian Bima menghadap Ibundanya yaitu Dewi Kunthi untuk pergi ke Hutan Tibaksara tepatnya di pegunungan Reksamuka. Dikatakan bahwa letak air itu tersimpan di bawah Kayu Gung Susuhing Angin (Pohon besar tempat bersarangnya angin). Namun Ibunya, Dewi Kunthi serta sanak saudaranya hendak melarangnya dan mengingatkan bahwa mungkin itu hanya jebakan dan dapat membahayakan keselamatannya.    Tekad yang kuat  mengantarkan Bima sampai...

avatar
OSKM_19918228_NIna
Gambar Entri
Monumen Juang Pekalongan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Monumen Juang Pekalongan terletak di Bendan, Pekalongan. Monumen ini dibangun bertujuan untuk memperingati peristiwa berdarah yang terjadi pada 3 Oktober 1945. Peristiwa ini diawali dengan berita kekalahan jepang oleh sekutu pada perang dunia kedua. Indonesia setelah itu memproklamasikan kemerdekaannya. di Jakarta, PPKI membentuk KNIP yang kemudian di Pekalongan tepatnya di Karesidenan Pekalongan dibentuklah KNID yang diketuai dr.Sumbardji. Usaha pertama yang dilakukan KNID setelah didirikan adalah membentuk pertemuan rakyat dari Batang, Buaran, Comal, dan Pekalongan untuk mengambil kekuasaan dari tangan jepang. Pertemuan ini diadakan di Lapangan Kebon Rojo (Sekarang Menjadi Monumen) sejak pukul 08.00. Pukul 10.00 perundingan di mulai, pada saat perundingan selesai kemudian dr.Sumbardji serta Mr.Besar membacakan hasil perundingan dan Harizumi menerjemahkan penyataan dari dr.Sumbardji, seketika ada sekelompok orang yang tiba-tiba menaiki pagar pemisah. Seketika itu tentara jepang...

avatar
OSKM18_19718122_Savina Dinda Ramadhanty
Gambar Entri
Sebaran Apem, Pengging, Boyolali
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sebaran Apem adalah ritual yang dilakukan dengan penyebaran kue apem keong mas. Ritual ini diadakan karena dipercaya membawa berkah. Sebaran Apem masih rutin dilakukan oleh masyarakat Pengging, terletak sebelah timur pusat Kota Boyolali. Ritual ini juga disebut dengan istilah "Saparan", karena dilakukan di bulan saparan dalam kalender jawa. Asal mula ritual ini karena wabah hama tanaman dahulu kala yang merugukan panen padi rakyat sekitar. Namun sang Raden Ngabei Yosdodipuro melakukan ritual dengan melepas keong mas di persawahan. Akibatnya, wabah tanaman dapat diatasi dan rakyat dapat kebali memanen padi. Sebaran Apem dilakukan rutin untuk tanda kemakuran rakyat sekitar. Sebelum memulai ritual, didahulukan dengan pembacaan doa kepada Allah SWT, kemudian dilanjutkan dengan kirab dari halaman Kantor Kecamatan Banyudono menuju halaman Masjid Ciptomulyo. Kirab adalah perjalanan bersama-sama yang unik dengan ritual ini adalah diiringi kerbau yang merupakan keturunan kerbau bule...

avatar
OSKM2018_16918330_Muhammad Syukriy Rizqallah
Gambar Entri
kue moaci khas Semarang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

KUE MOACI Indonesia adalah Negara dengan diversitas terbesar di dunia. Indonesia memiliki berbagai suku dengan segudang budaya nya sendiri. Mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan seperti ukiran, motif kain khas daerah, alat musik, cerita legenda , hingga adat istiadat dalam upacara keagamaan maupun pernikahan. Kali ini saya akan memperkenalkan salah satu makanan khas salah satu daerah di Indonesia. Yaitu kue “moaci”. Kue ini mungkin sudah akrab di sebagian telinga masyarakat Indonesia. Kue ini lebih dikenal masyarakat dengan nama kue mochi. Sebenarnya kue ini tidak hanya ada di semarang saja. Namun jika anda berbelanja di toko oleh-oleh khas semarang, anda pastiakan menemukan kue moaci ini. Kue moaci berbentuk bulat dan bertekstur kenyal serta lembut. Dalam penyajian nya kue moaci adayang berbalut tepung dan ada pula yang berbalut wijen. Isi nya pun berbeda-beda. Ada yang berisi kacang tanah yang di haluskan da nada pula yang berisi kacang merah yang...

avatar
Oskm_19918110_labitta qonitah
Gambar Entri
Sejarah Purwodadi berawal dari pemberontakan Tumenggung Sukowati
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sejarah asal usul kota Purwodadi berawal dari Tumenggung Sukowati yang berniat memberontak Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Raja Amangkurat Agung. Ini disebabkan oleh pemikiran Tumenggung Sukowati yang menyatakan bahwa wilayah Sukowaten (Surakarta) adalah milik Kerajaan Pajang bukan Kerajaan Mataram. Niat pemberontakan ini terdengar sampai telinga Raja Amangkurat. Namun beliau tidak terburu-buru untuk bertindak dengan hal tersebut karena tidak ingin memerangi rakyat sendiri. Daripada itu, beliau mengadang sebuah rapat agung dengan mengundang para senopati dan penasehat negara untuk mendapatkan pendapat yang kuat untuk menangani hal ini.  Pada akhir rapat, mereka menyimpulkan untuk menyelidiki terlebih dahulu keadaan sebelum memulai perang fisik atau pertumpahan darah pada rakyat yang tidak berdosa. Menyelidiki kasus ini dengan mata-mata dari kerjaan yang cerdas dan mempunyai ilmu untuk mencari kebenaran. Dan ini adalah seorang Kastria dari putra selir bangsawan Mataram y...

avatar
Lala