Anak
467 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ritual Mengembalikan Anak Hilang - Jawa Tengah
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Saat eyang (nenek) buyut saya masih kecil, ada ritual yang dilakukan di desanya, di daerah Jawa Tengah.   Setiap ada anak penduduk desa tersebut yang menghilang, setiap orang dewasa dalam desa tersebut akan mengitari desa tersebut telanjang sambil memukul-mukulkan alat memasak, dan membuat keributan. Ritual ini dipercaya dapat menakuti Wewe Gombel, mahluk gaib yang telah menculik anak tersebut. Sehingga Wewe Gombel akan mengembalikan anak yang hilang.   Menurut saya, walaupun tidak memiliki logika yang masuk akal dengan jaman sekarang, 'ritual' tersebut mungkin memang dapat membantu menemukan anak yang hilang. Jika anak tersebut hilang karena tersesat, (seperti kehilangan jalan dalam hutan yang gelap) anak tersebut dapat mendengar keriuhan penduduk desa yang sedang melakukan ritual, dan berjalan mengikuti arah sumber suara. Sampai akhirnya ditemukan penduduk dan dikembalikan pada keluarga nya. Apalagi penduduk desa akan membuat keributan sampai ke p...

avatar
OSKM18_16818206_Karen Yunika
Gambar Entri
Makna dan Filosofi Tembang Macapat
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Tembang Macapat merupakan salah satu kelompok tembang yang sampai saat ini masih diuri-uri (dilestarikan) oleh orang Jawa. Ada sebelas tembang dalam macapat, masing-masing memiliki karakter dan ciri yang berbeda, memiliki wataknya sendiri, dan memiliki aturan-aturan penulisan khusus dalam membuatnya. Aturan khusus tersebut biasa disebut sebagai wewaton (guru/patokan). Dalam macapat terdapat 3 guru yakni guru gatra (banyaknya jumlah baris dalam satu bait), guru wilangan (banyaknya suku kata dalam setiap baris) dan guru lagu (jatuhnya suara vokal dalam setiap baris/ dhong-dhing ). Dalam perkembangannya tembang macapat mengalami perbedaan tafsir. Meski terdapat banyak perbedaan tafsir macapat, namun pada aturan-aturan baku tetap sama. Guru gatra, guru wilangan dan guru lagu semua tetap menggunakan patokan yang sama. Tembang macapat diyakini sebagian besar orang jawa sebagai kelompok tembang yang memiliki makna proses hidup manusia, proses dimana Tuhan memberikan r...

avatar
OSKM18_16418324_Widy Hanifianto
Gambar Entri
KESENIAN JANENGAN | #OSKMITB2018
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Agama Islam seringkali menjadi salah satu penyebab dari terbentuknya tradisi maupun kesenian baru di Indonesia. Salah satu peninggalan kesenian yang bercampur dengan agama islam yaitu Kesenian Janengan. Kesenian Janengan merupakan seni tradisi yang memadukan musik jawa dengan syi’iran. Janengan ini diakui sebagai kesenian khas Kebumen. Hal itu disebabkan karena kesenian ini tidak berkembang di wilayah lain di sekitar Kebumen seperti Purworejo, Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga. Sebaliknya hampir di seluruh desa di Kebumen terdapat kelompok Janengan ini. Menurut pemain kesenian ini, Janengan diciptakan oleh Kyai Zamzani yang pada saat itu menggunakan kesenian ini untuk berdakwah dengan memadukan syair-syair yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan musik Jawa ciptaan Ibrahim al-Samarqandi (Brahim Samarkandi). Tokoh ini diperkirakan hidup pada abad ke-15-16, masa dimana Islam berkembang pesat di Tanah Jawa. Menurut sumber lain, pergerakan masuknya Janengan...

avatar
OSKM18_19918089_Atika
Gambar Entri
Serat Tripama
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Serat adalah karya sastra dari jawa yang berisi tentang ajaran-ajaran dari leluhur untuk sebuah kebaikan. Banyak sekali serat dalam budaya jawa, salah satu diantaranya adalah Serat Tripama.  Serat tripama muncul pertama kali pada zaman Mangkunegaran, yaitu diciptakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (KGPAA Mangkunegara IV) dalam bentuk Tembang Macapat Dhandanggula sebanyak tujuh  pada  (bait), di Surakarta. Serat tripama ini diterbitkan pertama kali dalam kumpulan ciptaan Mangkunegara IV, jilid III (tahun 1927). Ketujuh bait Serat Tripama mengisahkan tiga tokoh wayang yang memiliki keteladanan. Bait pertama dan kedua mengisahkan keteladanan Patih Suwanda (Bambang Sumantri), Patih dari Raja Harjunasasrabahu dari negara Maespati pada era sebelum kisah Ramayana. Bait ketiga dan keempat mengisahkan keteladanan Kumbakarna, adik dari Prabu Dasamuka raja Ngalengkadiraja (Alengka) pada era kisah Ramayana. Bait kelima dan keenam mengisahkan Suryapu...

avatar
OSKM_16918210_Fuad
Gambar Entri
Umbul Brintik
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Umbul Brintik             Klaten, sebuah kota yang terletak diprovinsi Jawa Tengah ini memiliki daya tarik tersendiri mengenai ragam budaya dan wisata alamnya. Dalam satu tahun terakhir banyak obyek wisata baru yang telah dibuka untuk umum salah satunya ialah Umbul Brintik. Umbul ini  terletak di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. Lokasinya dekat dengan Umbul Pluneng dan berjarak sekitar 5 km dari pabrik gula Gondang. Sejarah tentang asal usul nama brintik pada umbul ini belum diketahui secara pasti. Namun, menurut masyarakat sekitar konon umbul ini memiliki banyak gelembung udara yang berasal dari dasar umbul. Gelembung udara ini akan terlihat ketika air dalam kondisi tenang, maka umbul ini disebut Brintik yang berarti bergelembung atau bentol-bentol.           Ada beberapa fasilitas yang tersedia ketika berkunjung ke umbul ini, seperti lahan parkir, warung makan, mushola, penyewaan p...

avatar
OSKM18_16418304_Irawati
Gambar Entri
Upacara Padha Weton
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Padha Weton adalah upacara yang dilakukan ketika hari kelahiran dan  pasaran  dari bayi yang lahir tersebut sama dengan hari kelahiran dan pasaran orang tuanya, bisa Bapak atau Ibu. Sebagai contoh si bayi lahir di hari Kamis dengan pasaran Legi, begitu pula dengan bapaknya. Upacara ini berasal dari Pulau Jawa, terutama daerah Jawa Tengah dan disebut demikian karena padha  berarti ‘sama’ dalam Bahasa Jawa sedangkan weton  ialah kombinasi dari hari dan pasaran  Jawa ( Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing .) Akan tetapi, upacara ini kini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Menurut kepercayaan orang Jawa apabila terjadi padha weton, hal ini akan membawa nasib buruk karena diyakini bayi tersebut bila sudah tumbuh dewasa akan menjadi orang yang kasar, galak, dan durhaka kepada orang tuanya. Upacara ini dilaksanakan ketika si anak masih bayi dan diawali dengan melakukan Upacara Mbucal Bayi (membuang bayi) kemudian dil...

avatar
OSKM18_16518162_Pradipta Wasundari
Gambar Entri
Sejarah Purwodadi berawal dari pemberontakan Tumenggung Sukowati
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sejarah asal usul kota Purwodadi berawal dari Tumenggung Sukowati yang berniat memberontak Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Raja Amangkurat Agung. Ini disebabkan oleh pemikiran Tumenggung Sukowati yang menyatakan bahwa wilayah Sukowaten (Surakarta) adalah milik Kerajaan Pajang bukan Kerajaan Mataram. Niat pemberontakan ini terdengar sampai telinga Raja Amangkurat. Namun beliau tidak terburu-buru untuk bertindak dengan hal tersebut karena tidak ingin memerangi rakyat sendiri. Daripada itu, beliau mengadang sebuah rapat agung dengan mengundang para senopati dan penasehat negara untuk mendapatkan pendapat yang kuat untuk menangani hal ini.  Pada akhir rapat, mereka menyimpulkan untuk menyelidiki terlebih dahulu keadaan sebelum memulai perang fisik atau pertumpahan darah pada rakyat yang tidak berdosa. Menyelidiki kasus ini dengan mata-mata dari kerjaan yang cerdas dan mempunyai ilmu untuk mencari kebenaran. Dan ini adalah seorang Kastria dari putra selir bangsawan Mataram y...

avatar
Lala
Gambar Entri
Tari Retno Tanjung
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Retno Tanjung merupakan tarian putri tunggal asal Kota Tegal yang dapat ditarikan berkelompok maupun individu. Pada tari ini, penari-penari menggambarkan remaja putri yang selalu bersyukur atas rezeki  berupa kekayaan alam laut yang melimpah yang diberikan Tuhan. Tarian ini diciptakan pada tahun 2007 oleh seorang guru seni budaya di SMA Negeri 1 Tegal bernama Endang Supadmi. Makna dari kata Retno Tanjung yaitu Retno yang berarti permata dan Tanjung yang berarti daerah lautan, maka disimpulkan Tari Retno Tanjung adalah tarian putri yang berasal dari daerah lautan. Tari Retno Tanjung ini juga mencerminkan kondisi masyarakat Kota Tegal yang menggambarkan betapa pentingnya kebersamaan dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan yang serta untuk dinikmati dan selalu menjaga kelestariannya. Endang Supadmi menciptakan Tari Retno Tanjung dengan kreativitas yang memiliki unsur dasar gerak tari Tegalan, Solo dan Jawa Barat, yang kemudian dikembangkan dan d...

avatar
OSKM18_16018296_Arya Pratama Putra
Gambar Entri
Lagu Dolanan "Sluku Sluku Bathok"
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Sluku Sluku Bathok adalah lagu yang berasal dari Jawa Tengah. Lagu ini sangat dikenal dan sering dinyanyikan oleh anak-anak jaman dahulu. Pada saat awal lagu ini diciptakan, lagu ini digunakan Wali Songo sebagai metode berdakwah menyebarkan agama Islam. Lagu ini menggunakan Bahasa Jawa yang diangkat dari Bahasa Arab, agar mudah masuk ke masyarakat awam yang kental budayanya. Berikut adalah lirik lagu Sluku Sluku Bathok beserta filosofi dan artinya. Sluku-sluku bathok/Usluku suluka bathnaka Artinya: Hidup tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja, waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi yang seimbang, bathok atau kepala kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuanya. Bathoke ela-elo/Bathnaka La ilaha illallahu Artinya: Dengan berdzikir (ela elo laa ilaaha ilalloh) mengingat allah, syaraf neuron di otak akan mengendur, ingatlah Allah, dengan mengingat-Nya hati menjadi tentram. Si Rama menyang Solo/Siiruu ma'aa ma...

avatar
OSKM18_19718267_Yursalayya