Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Tengah Sragen
Pangeran Samodra
- 14 Juli 2018

Legenda Gunung Kemukus atau legenda Pangeran Samodra berasal dari Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kira-kira 26 kilometer dari kota Surakarta ke selatan. di Gunung Kemukus tersebut terdapat makam kramat Pangeran Samodra yang sekarang menjadi tempat objek wisata di Kabupaten Sragen. Setiap malam Jumat pon, makam kramat tersebut didatangi oleh banyak orang dari mana-mana untuk, biasanya mereka ingin mencari pesugihan.

Sebenarnya yang dimaksud Gunung Kemukus itu berbeda dengan gunung-gunung yang lain seperti Gunung Merapi, Merbabu dan gunung api yang lain. Gunung Kemukus itu tingginya hanya 300meter dari permukaan laut. Jadi sebenarnya Gunung Kemukus itu hanya gunung anakan. Nama Kemukus itu sebenarnya berasal dari nama pohon kemukus, bentuknya seperti pohon beringin tetapi tidak mempunyai akar gantung. daunnya bisa digunakan untuk obat. namun, sumber lain mengatakan bahwa nama kemukus itu berasal dari kata kukus karena dari gunung tersebut sering keluar asap yang berasal dari pembakaran menyan yang menjadi syarat untuk orang yang mencari berkah di makam kramat Pangeran Samodra.

Menurut cerita dari masyarakat, Pangeran Samodra adalah putra dari Pangeran Kadilangu atau Sunan Kalijaga yang gagah, bagus rupawan, dan baik tutur katanya. akan tetapi, jika ditelusuri lewat sejarah putra Sunan Kalijaga itu bernama Sunan Muria. Maka dari itu, legenda ini masih membingungkan.

Saat itu, Kerajaan Majapahit terpecah akibat dari adanya pemberontakan Girindrawardana.Para bangsawan dan punggawa-punggawa pergi menyelamatkan dirinya sendiri-sendiri. Ada yang pergi ke Gunung tengger, adapula yang menyeberang ke Pulau Bali. Pangeran Samodra bingung antara ikut melarikan diri atau tetap tinggal.

"Jangan mengikuti para bangsawan dan para punggawa yang memilih untuk pergi dari sini, Pangeran Samodra. Ikutlah denganku saja! Aku akan pergi ke Demak kemudian mendirikan pemerintahan di sana." Kata Raden Patah.

"Baiklah, saya akan menurut" jawab Pangeran Samodra.

Akhirnya, Pangeran Samodra dan ibu tirinya, Dewi Ontrowulan ikut dengan Raden Patah ke Demak.

Sesampainya di Demak, Raden Patah dan rombongannya mempersiapkan pemerintah guna untuk melawan Girindrawardana yang sekarang menguasai Kerajaan Majapahit. Raden Patah kemudian memanggil Pangeran Samodra untuk menghadapnya.

"Ada perlu apa Raden?"

"Pangeran Samodra, sekarang aku sedang mempersiapkan pemerintahan yang kuat untuk melawan Girindrawardana, maka dari itu untuk berjaga-jaga dan supaya pemerintahan menjadi kuat, aku berkeinginan untuk mengumpulkan para bangsawan dan punggawa yang pergi entah kemana. Aku mengutusmu untuk mencari dan mengumpulkan para bangsawan dan punggawa-punggawa itu. Supaya pemerintahan Demak lebih kuat melawan Girindrawardana."

"Saya akan melaksanakan perintah"

Tanpa banyak berpikir  Pangeran Samodra langsung menyetujui. Setelah pergi mencari, Pangeran Samodra merasa sedikit kesulitan untuk mencari para punggawa dan bangsawan karena dia tidak mengetahui dimana keberadaan orang-orang itu dan ada beberapa yang sengaja bersembunyi karena mereka tahu jika sedang dicari oleh Pangeran Samodra.

Setelah lama Pangeran Samodra mencari, akhirnya di lereng Gunung Lawu, Pangeran Samodra bertemu dengan Raden Gugur. Kemudian ia bertemu dengan Raden Bethara Katong yang biasanya dikenal orang dengan nama Adipati Ponorogo, Adipati Madiun, dan masih banyak lagi yang akhirnya mau mendukung kembali Raden Patah.

Di Demak, Dewi Ontrowulan merasakan rindu dengan anak tirinya, Pangeran Samodra.

"Pangeran Samodra, kapan kamu akan kembali ke Demak? Sudah lama kamu pergi melaksanakan tugas, akan tetapi karena apa dirimu sampai sekarang tidak kembali jua?" Kata Dewi Ontrowulan saat dirinya melamun di kamar.

Pangeran Samodra mulai sakit-sakitan karena kelelahan.

"Pangeran Samodra, karena dirimu sedang sakit, bukankah lebih baik jika Anda pulang saja ke Demak?" ujar prajurit kepada Pangeran Samodra.

Setelah rombongan sampai di Barong, Pangeran Samodra sakit lagi.
"Sudah begini saja, karena ragaku sedang sakit, sepertinya ragaku sudah tidak kuat, lebi baik aku di sini saja. kalian semua pulanglah ke Demak, laporlah kepada Raden Patah. Sekalian sampaikan maafku kepada Ibu, Dewi Ontrowulan." Ujar Pangeran Samodra kepada kedua prajuritnya.


Ketika kedua prajurit berangkat menuju Demak, sakit Pangeran Samodra semakin parah. Pangeran Samodra sudah merasa kalo ajalnya sudah dekat. Pangeran Samodra memberi perintah kepada salah satu prajurit yang masih menemaninya.

"Aku sudah benar-benar tidak kuat lagi. Sepertinya sebentar lagi aku akan dipanggil Tuhan. Jika nanti perkataanku benar, tolong semayamkan aku di gunung Kemukus yang tempatnya ada di barat kampung Barong ini." Titah Pangeran Samodra.

"Jangan berkata seperti itu, Pamgeran."

Ketika kedua prajurit tadi sampai di Kerajaan Demak, Dewi Ontrowulan sedih mendengar kabar jika anaknya sakit. Kemudian Dewi Ontrowulan meminta izin kepada Raden Patah untuk menyusul Pangeran Samodra ke Kampung Barong.

"Raden Patah. saya pamit, saya akan menyusul Pangeran Samodra ke Kampung Barong. Saya rindu dengannya Raden."
"Ya Dewi Ontrowulan, cepat pergilah."

Dewi Ontrowulan cepat-cepat pergi menyusul Pangeran Samodra ke Kampung Barong. hati Dewi Ontrowulan hancur berkeping-keping ketika sampai tempat yang dituju. Pangeran Samodra sudah meninggal dan sedang akan dikuburkan di Gunung anakan Kemukus. Dewi Ontrowulan menyusul rombongan orang yang membawa jenazah Pangeran Samodra sambil menangis sesenggukan. Dewi Ontrowulan merasa dirinya perlu mandi sebelum mendekati jenazah Pangeran Samodra. Akhirnya Dewi Ontrowulan mandi di danau bekas untuk memandikan jenazah Pangeran Samodra. Setelah sudah bersih, Dewi Ontrowulan menyusul rombongan tepat ketika jenazah Pangeran Samodra akan dimasukkan ke liang kubur.

Menurut orang-orang yang berada di sana, Dewi Ontrowulan yang sedang menyaksikan jenazah Pangeran Ontrowulan dimasukkan ke liang lahat tiba-tiba tidak sadar, meninggal, dan ikut terjatuh masuk ke liang kubur menjadi satu dengan Pangeran Samodra. Akhirnya, Pangeran Samodra dan Dewi Ontrowulan dikubur bersama di satu liang kubur.

Sumber: http://gelapitusaya.blogspot.com/2012/10/cerita-rakyat-pangeran-samodra.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum