Kerupuk banjur adalah salah satu makanan khas dari daerah Jawa Barat. Makanan ini sangat digemari oleh masyarakat terutama pada saat momen berbuka puasa di bulan Ramadhan. Kerupuk banjur sendiri merupakan kerupuk yang disiram dengan kuah yang telah diberi bumbu. Bahan-bahan untuk membuat kerupuk banjur cukup mudah didapat di sekitar kita, diantaranya : 1. Kerupuk mie 2. Bawang daun 3. Bawang merah 4. Bawang putih 5. Cabai 6. Kencur 7. Tempe oncom 8. Gula merah 9. Micin 10. Garam Cara membuat : 1. Siapkan bahan yang dibutuhkan. 2. Haluskan cabai, bawang merah, dan bawang putih kemudian masukkan gula merah, garam, micin, dan tempe oncom secukupnya. 3. Tumis semua bahan yang sudah dihaluskan sampai tercium aroma wangi lalu tambahkan air. 4. Masukkan bawang daun yang telah dipotong. 5. Setelah kuah mendidih dan matang, siramkan kuah tersebut ke atas kerupuk mie yang sudah berada di dalam piring. ...
Kupat adalah makanan yang berasal dari beras dibungkus menggunakan anyaman daun kelapa muda (janur) kemudian dikukus sampai matang. Akan tetapi, ternyata kupat ini mpunyai makna filosofis yang sangat tinggi sesuai dengan yang penulis peroleh dari seorang kiai yang bernama K.H. Ibnu Hajar Sholeh Pernolo dari Yogyakarta. Kupat sudah ada sejak zaman dahulu dan dipopulerkan serta digunakan oleh Sunan Kalijogo sebagai sarana dakwah Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijogo mendakwahkan ajaran Islam dengan menggunakan “KUPAT” nama yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat” atau “kula lepat”. Sunan Kalijogo mengajarkan masyarakat untuk membuat kupat pada bulan syawal setelah Bulan Ramadhan dengan ajaran bahwa kita harus minta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain atau biasa disebut dengan “Halal bi Halal”. Sebenarnya, dahulu Sunan Kalijogo mengajarkan membuat kupat ketika hari ke delapan bulan syawal s...
Pada era modern ini, tidak dapat kita pungkiri bahwa kesenian tradisional mulai dilupakan. Mari kita ulas sedikit mengenai kesenian tradisional yang ada di tatar Sunda ini, salah satunya adalah kesenian tradisional gulat Benjang. Apa itu Benjang? Tentu, banyak dari kalian bertanya-tanya apa itu Benjang. Benjang adalah seni tradisional gulat yang langka dan hampir punah yang ada di daerah Ujungberung, Bandung. Benjang ini sudah ada pada awal abad ke-20, namun awal kemunculannya sampai sekarang belum diketahui. Akan tetapi karena minimnya sosialisasi mengenai kesenian ini dan kurangnya komunitas yang menyukai Benjang. Bisa jadi penyebabnya karena masuknya seni bela diri yang dirasa lebih modern dan lebih trendy seperti taekwondo, karate, wushu,dll atau pun konon jika Benjang ini melakukan atraksi, akan selalu ada keributan yang terjadi (biasanya salah satu penontonnya kerasukan). Hal ini karena Benjang sendiri merupakan pertunjukan yang pemainnya diperc...
Desa Gunungpring di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang mempunyai makanan khas yang hanya ada pada saat bulan Ramadhan, yaitu jemunak. Jemunak adalah makanan semacam kue yang terbuat dari ketela dan beras ketan yang diberi parutan kelapa dan cairan gula jawa yang disebut ‘kinco’. Jemunak dipasarkan dalam bungkus daun pisang atau daun kelapa. Menurut warga setempat, jemunak sudah ada sejak zaman dahulu dan terus diproduksi saat bulan Ramadhan tiba. Nama ‘jemunak’ sendiri berarti ‘bar ngaji nemu barang enak’ atau ‘setelah mengaji memakan hidangan enak’. Pembuatan jemunak cukup sederhana. Ketela pohon diparut, kemudian direbus selama lima belas menit hingga setengah matang, begitu pula dengan beras ketannya. Ketela dan ketan kemudian digabungkan dan dikukus secara bersamaan. Setelah proses pengukusan, bahan jemunak ditumbuk hingga halus. Setelah itu, jemunak siap dihidangkan atau dibungkus dengan tambahan...
Budaya Selikur adalah budaya yang hanya muncul pada bulan Ramadhan. Biasanya, budaya ini berlangsung selama satu minggu; dimulai dari malam puasa ramadhan yang ke-21 hingga malam takbiran. Budaya Selikur, pada awalnya, ditandai oleh lampu sulur, atau lampu minyak tanah tradisional, yang dipasang di halaman depan rumah warga. Biasanya, pada hari pertama, dipasang satu lampu. Kemudian, pada hari kedua, dipasang dua lampu, dan seterusnya hingga malam takbiran. Kebiasaan ini memeriahkan datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan lampu-lampu yang meriah dan indah. Lampu-lampu tradisional tersebut dibuat menggunakan bahan yang bervariasi seperti bambu dan botol bekas. Budaya Selikur ditemani dengan permainan Bedil, yaitu meriam bambu yang dibuat sendiri. Permainan ini dimulai ketika waktu maghrib tiba. Selain itu, mulainya Selikur menandakan permulaan acara jual beli kue tanah. Kue tanah ini merupakan kue mainan yang dibentuk dari tanah liat, kemudian dibakar seperti kue y...
Budaya Selikur adalah budaya yang hanya muncul pada bulan Ramadhan. Biasanya, budaya ini berlangsung selama satu minggu; dimulai dari malam puasa ramadhan yang ke-21 hingga malam takbiran. Budaya Selikur, pada awalnya, ditandai oleh lampu sulur, atau lampu minyak tanah tradisional, yang dipasang di halaman depan rumah warga. Biasanya, pada hari pertama, dipasang satu lampu. Kemudian, pada hari kedua, dipasang dua lampu, dan seterusnya hingga malam takbiran. Kebiasaan ini memeriahkan datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan lampu-lampu yang meriah dan indah. Lampu-lampu tradisional tersebut dibuat menggunakan bahan yang bervariasi seperti bambu dan botol bekas. Budaya Selikur ditemani dengan permainan Bedil, yaitu meriam bambu yang dibuat sendiri. Permainan ini dimulai ketika waktu maghrib tiba. Selain itu, mulainya Selikur menandakan permulaan acara jual beli kue tanah. Kue tanah ini merupakan kue mainan yang dibentuk dari tanah liat, kemudian dibakar seperti kue y...
Masjid Menara Kudus atau Masjid Al Manar (Masjid Menara) dengan nama resmi Masjid Al Aqsa Manarat adalah masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus sejak tahun 1549 Masehi (956 Hijriah) . Lokasi saat ini berada di Desa Kauman , Kecamatan Kota Kudus, Jawa Tengah . Ada keunikan dari masjid ini karena memiliki menara yang serupa bangunan Candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Budha sehingga menunjukkan terjadinya proses Akulturasi dalam pengislaman Jawa. Masjid ini pada zaman dahulu hanyalah sekedar masjid di tengan tanah lapang dan juga dikelilingi oleh para pedagang-pedagang. Namun saat ini, kondisi masjid sudah sangat baik dan juga bersih karena adanya penertiban para pedagang. Bahkan saat ini, area masjid sudah dijadikan area khusu pejalan kaki. Masjid Menara Kudus terdapat beberapa bagian didalamnya, Menara Kudus, Masjid dan areal Makam Sunan Kudus. Pa...
Bubur Pacar Cina merupakan salah satu makanan yang berasal dari daerah Bandung yang berupa hasil olahan pacar cina atau biasa disebut sagu mutiara. Pacar cina atau sagu mutiara sendiri banyak digunakan di berbagai negara, salah satu hasil olahannya adalah bubur pacar cina yang menjadi bagian dari budaya Indonesia. Bubur Pacar Cina merupakan makanan yang rasanya manis dan memiliki tekstur unik. Bubur Pacar Cina biasanya banyak dijual pada saat bulan Ramadhan sebagai makanan untuk berbuka puasa. Pacar cina atau sagu mutiara yang digunakan biasanya berbentuk bulat kecil degan berbagai warna sehingga menarik juga untuk dilihat sehingga banyak anak kecil yang suka bubur pacar cina. Apakah kalian sudah tahu bagaimana cara membuat bubur pacar cina buatan rumah yang tentunya sehat dan enak? Berikut adalah cara mudah untuk membuat Bubur Pacar Cina: Bahan yang diperlukan : Pacar cina/sagu mutiara, santan, daun pandan, gula pasir, tepung tapioka, garam dan air Cara membuat: Reb...
Kue Talam Udang adalah salah satu makanan khas betawi yang kurang terekspos. Kue talam udang ini bukan lah hal yang sama dengan kue talam yang biasanya. Kue talam yang biasa kita lihat adalah kue talam manis yang dibuat dari berbagai jenis tepung. Berbeda halnya dengan kue talam biasa pandan atau pisang yang biasa kita lihat, kue talam udang ini tidak manis. Kue talam biasa mengandung vanilli dan gula, namun kue talam ini hanya mengandung tepung beras, sagu, garam dan santan sehingga menghasilkan rasa yang gurih asin dan kenyal. Pada dasarnya bahan-bahan tersebut dicampur dan dikukus, lalu pada akhirnya di atas kue tersebut ditaburi tumisan udang, cabai dan daun seledri. Kue ini biasa dicetak dengan ukuran seperti mangkuk kecil, namun banyak juga yang mencetaknya di loyang yang besar lalu di potong kecil-kecil. Kue talam udang ini biasa disuguhi di Hari Raya Idul Fitri, pada saat acara-acara keluarga dan pada saat berbuka puasa sebagai takjil. Berikut bentuk dari kue talam...