MIDANG Midang merupakan sebuah adat istiadat dari Kayuagung, OKI dimana putra-putri daerah melakukan arak-arakan menggunakan 14 macam pakaian adat OKI dan berjalan kaki sekitar 5-6 km. Kemudian, barisan pengantin remaja ini menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu ketek. Hal ini memberikan gambaran betapa mulianya ritual perkawinan yang merupakan pertanda berakhirnya masa bujang ( muanai ) dan gadis ( mouli ). Dalam ritual itu digambarkan bagaimana perkawinan itu dimulai dari perkenalan antara bujang dan gadis, lalu ada acara melamar atau bahkan kawin lari dan diakhiri dengan perkawinan yang diwarnai arak-arakan sepasang pengantin keliling kota untuk memberi tahu warga bahwa sepasang remaja itu kini sudah berubah status. Ritual ini juga biasanya diadakan dengan adanya festival bidar (lomba perahu dayung) dan berbagai acara lain yang menarik untuk disaksikan. Secara umum ada dua jenis midang, yakni midang pernikahan dan midang morge siwe. Midang pernika...
Pindang merupakan salah satu masakan berkuah yang berasal dari beberapa daerah di Sumatera Selatan. Sebetulnya, jika merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pindang didefinisikan sebagai ‘ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama’. Namun, pada umumnya pindang yang akan Anda jumpai di Sumatera Selatan merupakan hidangan yang bahan utamanya dapat berupa ikan, udang, daging, atau bahkan ayam. Namun, yang paling sering dijumpai adalah pindang ikan dan pindang tulang yang dibuat dari daging sapi. Hampir setiap daerah di Sumatera Selatan memiliki hidangan pindang khas daerahnya masing-masing yang berbeda. Perbedaannya dapat berupa bahan utama maupun bahan dasar serta rempah tambahan yang digunakan untuk membuat bumbunya. Hal yang menyamakan ialah bahan bumbu dasarnya, yaitu pada umumnya adalah bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, dan cabai. Beberapa jenis pindang di antaranya: pindang pegagan dari Og...
Secara umum tata cara pernikahan di kabupaten Musi banyuasin hampir sama dengan tata cara pernikahan melayu, karena secara turun temurun merupakan peninggalan dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatera Selatan, dari pakaian, bentuk singgah sana maupun tata cara perkawinan. Adapun tata cara perkawinan masyarakat di Bumi Serasan Sekate ini dibagi menjadi enam bagian yaitu : Madik Dalam tradisi madik keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan untuk berkenalan sekaligus melakukan observasi terhadap keadaan calon mempelai wanita dan keluarganya. Penting juga untuk diketahui asal usul serta silsilah keluarga masing-masing dan apakah wanita yang dituju itu belum ada orang lain yang meminangnya. Beberapa “tenong” atau “songket” yang berbentuk bulat terbuat dari anyaman bambu, juga beberapa “tenong” berbentuk songket segi empat dibungkus dengan kain batik bersulam benang emas yang berisi bah...
SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Tradisi unik yang biasa digelar setiap tahunnya oleh masyarakat Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi ciri khas tersendiri dari kecamatan yang ada di Bumi Serasa Sekate. Seperti sedekah Rami Puyang Burung Jauh di Desa Kertayu Kecamatan Sungai Keruh pada Rabu (11/4/18) menarik perhatian wisawatan lokal. Dari pantauan Sripoku.com dilapangan, ratusan masyarakat Kecamatan Sungai Keruh memadati Desa Kertayu. Dimana warga berbondong-bodong menunggu lemang yakni makanan terbuat dari beras dibakar dalam bambu yang dilemparkan kepada masyarakat dari rumah juru kunci Makam Puyang Burung Jauh. Tokoh Masyarakat Desa Kertayu, Syaiful, didampingi Juru Kunci Makam Tarmizi mengatakan, tujuan dilakukannya sedekah rami ini bentuk rasa syukur masyarakat terhadap hasil panen dan dijauhkan dari rasa musibah sepanjang tahun ini. "Prosesi sedekah rami ini dimulai dengan berzia...
Tari Setabik dapat digolongkan kepada tari tradisional, apabila dilihat dari segi karakter (sifat), segi penyajian, tata rias, tata busana dan musik pengiring . Tari Setabik merupakan rangkaian upacara penerimaan tamu agung di Kabupaten Musi Banyuasin. Tari Setabik telah ada di Kabupaten Musi Banyuasin cukup lama, yaitu sejak zaman penjajahan Belanda. Ini dapat dilihat dari nama tari tersebut yaitu Setabik. Setabik berasal dari dari kata tabik (tabe, artinya menghormat, atau penghormatan). Kemudian nama tersebut beradaptasi dengan daerah setempat menjadi setabik. Dari asal kata itulah kemudian terbentuk sebuah tarian daerah yang bersifat penghormatan kepada tamu¬tamu (Pemerintah dan pemuka adat) yang datang ke Musi Banyuasin (MUBA). Salah satu ciri tari Setabik tersebut ada gerakan menghormat (tabik). Dari sisi penyajian, umumnya tari-tari penyambutan yang tersebar di Sumatera Selatan semuanya sama, yaitu dilakukan pada waktu menghormati kedatangan tamu. Penari terdiri d...
SETABIK Birama: 4/4 Lagu/Syair : NN Slow Stabik kurincang Pake runggu runggu kursi Tiangnye gadeng, tiangnye gadeng Rebak remas campuran entan Setabik Pasirah pare ni waten Pare ni waten Ketip mudin lebeh penghulu Sidang kate lengges sederet Lengges sederet Bidadari tetap sekampung Hulu lah balang didanau cala Di Danau cala Sumber : http://kesenianmusibanyuasin.blogspot.com/2011/07/tari-setabiktari-tradisional-kabmuba.html
Siapa yang tidak kenal dengan Palembang? Selain dikenal karena makanan khasnya, kota ini juga dikenal karena menjadi salah satu kota yang telah sukses menjadi tuan rumah beberapa event olahraga tingkat nasional & multinasional di Indonesia. Kini Palembang sedang bersiap & mempercantik diri untuk menghelat event olahraga terbesar di asia, yaitu Asian Games 2018. Namun, dibalik kemasyuran nama Palembang saat ini, masih banyak orang yang belum mengetahui asal usul nama kota tertua di Indonesia ini. Berdasarkan beberapa sumber, terdapat dua istilah yang disebut menjadi asal-usul serapan nama Palembang. Dua istilah tersebut adalah “Pa-Lembang” dan “Po-Lin-Fong”. Istilah “Pa-Lembang” berasal dari orang-orang melayu untuk menyebut nama Palembang pada zaman dahulu. Palembang mendapatkan sebutan ini karena beberapa daerahnya pada zaman dahulu masih berupa rawa. Dalam bahasa melayu kuno, “Pa” memiliki arti tempat sedangkan &ldquo...
Pembicaraan tentang budaya tidak terbatas tentang tari-tarian, lagu, senjata tradisional, ataupun pakaian dan rumah adat, namun juga tentang kepercayaan dan tata cara atau perilaku masyarakat di suatu bangsa. Salah satu provinsi yang menarik perhatian saya ialah Provinsi Sumatera Selatan. Provinsi ini terletak jauh dari ibukota, dengan koordinat 1 o - 4 o Lintang Selatan dan 102 o -106 o Bujur Timur. Provinsi Sumatera selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi di sebelah utara, Provinsi Lampung di Sebelah Selatan, Provinsi Bangka Belitung di sebelah timur, dan Provinsi Bengkulu di sebelah barat. Karakteristik wilayah Provinsi Sumatera Selatan cukup unik. Tanahnya terdiri dari rawa-rawa payau yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Di sana banyak ditumbuhi tumbuhan palmase dan kayu rawa. Bagian baratnya merupakan dataran rendah, sedangkan bagian pedalaman Sumatera Selatan tediri atas gunung-gunung Bukit Barisan, seperti Gunung Seminung, Gunung Dempo, Gunung Patah,...
PEDE Kepayang ( Pangium edule ) adalah tumbuhan liar yang menghasilkan bahan bumbu sejumlah masakan nusantara. Biji kepayang mengandung asam sianida dan bila dimakan dalam jumlah tertentu akan menyebabkan mabuk. Di Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan, kepayang diolah menjadi masakan tradisional yang disebut “ Pede”. Cara membuat masakan “ Pede” : 1. Pilih buah kepayang yang sudah jatuh sendiri dari pohon (umumnya sudah matang , bewarna kehitaman). Keluarkan buah kepayang dari batoknya lalu dicuci bersih dengan air mengalir ± 1 jam sambil dibolak balik ( di desa masyarakat memanfaatkan aliaran air di sungai). Lalu buah kepayang di campur dengan air garam secukupnya. 2. Bahan kepayang ini dapat diolah dengan ditambah ikan (ikan sepat atau ikan seluang). Ikan tersebut juga di campur dengan garam halus secukupnya. Kepayang dan ikan tersebut disimpan dalam wadah tertutup berbahan kaca, te...