Budaya Indonesia
563 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ulos Sumber Kehangatan Suku Batak
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

           Ulos adalah salah satu pakaian tradisional adat batak. Ulos dibuat menggunakan alat tenun. Ulos memiliki banyak jenis, jenisnya dibedaka berdasarkan bentuk ragam hias kain tersebut. Warna dominan kain ulos adalah merah dan hitam. Awalnya ulos hanya dipakai dalam bentuk selendang yang digunakan dalam acara adat. Tetapi kini ulos sudah banyak dibentuk menjadi sarung bantal, alas meja, gorden, dll. Ulos telah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda nasional sejak tanggal 17 Oktober 2014 dan sedang gencar dijadikan warisan budaya dunia melalui UNESCO, tak banyak yang tahu filosofi sebenarnya dari ulos. Selain nilai estetika, pada sehelai ulos juga terapat nilai seni, sejarah, religi, dan budaya. Tiap motif, pilihan warna, jenis, hingga cara pemakaian dan pemberian ulos, semua punya makna yang berbeda beda. Secara garis besar, ulos memiliki makna kehidupan dan representasi semesta alam. Ulos juga simbol restu, kasih sayang dan...

avatar
OSKM18_16018263_SANDI DAVID TAMBUNAN
Gambar Entri
Sejarah Perkembangan Opera Batak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Utara

Opera Batak adalah sebuah sebutan untuk seni pertunjukan keliling dari Tapanuli, Sumatera Utara. Opera ini memiliki elemen seni diantaranya adalah lakon cerita, musik/lagu, dan tari. Opera Batak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga berperan sebagai kritik sosial atas berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Beberapa contoh cerita yang diangkatnya adalah "Pulo Batu" yang mengisahkan perlawanan Sisingamangaraja XII, "Si Boru Tembaga" yang menceritakan pahitnya nasib kaum perempuan terutama dalam pembagian harta warisan, dan "Perempuan di Pinggir Danau" yang menyoroti keserakahan manusia khususnya orang Batak dalam mengeksploitasi Danau Toba.  Pada awal mula lahirnya Opera Batak, s alah satu pelopor Opera Batak adalah Master Tilhang Oberlin Gultom yang merupakan seorang Batak Toba. Dari salah satu dokumen sponsorship zaman Belanda pada tahun 1927 sebutan Opera Batak itu sudah digunakan. Nama Master Tilhang juga menerima honor dengan mata uang Flor...

avatar
OSKM18_16418057_Harry Marcelino Panjaitan
Gambar Entri
Andung-andung, Seni Ratapan Khas Batak Toba
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Indonesia merupakan negara yang mempunyai suku-suku yang majemuk dan beragam. Banyak tradisi atau kebiasaan, seni, pakaian, makanan, arsitektur, naskah-naskah, cerita rakyat yang berasal dari setiap suku-suku yang pastinya memiliki ciri khas masing-masing. Tradisi seni yang dipunyai setiap suku-suku biasanya dilakukan untuk mengekspresikan ucapan syukur, rasa bahagia maupun kesedihan. Batak toba merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia. Dalam suku batak toba ada salah satu seni yang disebut Andung-andung. Andung-andung adalah ratapan kesedihan yang paling mendalam pada orang yang telah meninggal dunia. Orang yang melakukan andung-andung biasanya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan orang yang meninggal misalnya orang tua atau anak. Pada saat melakukan itu, mereka yang melakukan andung-andung akan berbicara tentang kebaikan-kebaikan orang yang telah meninggal sehingga andung-andung bisa juga disebut tangisan yang berbicara. Orang yang melakukan andung-andung biasanya...

avatar
OSKM18_16818068_Adryan Samuel Hutagalung
Gambar Entri
TRADISI NJUJUNG BERAS PIHER DALAM BUDAYA BATAK KARO
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Tradisi  Njujung Beras Piher  ialah suatu upacara yang dilakukan kepada seseorang sebagai ucapan syukur dan agar selamat, karena sukses dalam menjalankan tugas tertentu. Selain itu, tradisi ini juga digunakan untuk upacara kepercayaan dan penghormatan. Ungkap itu pun lebih banyak ditambah orang itu dengan situasinya, ada yang dibarengi dengan makan bersama dan diberikan bantuan berupa materi, berupa uang, beras, kebutuhan pokok, singkatnya sesuai dengan situasi pelaksana dan suasana hatinya. Tradisi  Njujung Beras Piher  tetap diperhatikan dan diberlakukan kepada : Orang yang sudah lama tak pulang muncul kembali, Orang luput dari marabahaya, Orang yang telah lam menderita sakit dan sembuh kembali, Orang yang dianggap terhormat dan berjasa, Kepada tamu yang diagungkan. PERALATAN DAN MAKNANYA Dalam menjalankan tradisi ini, ada beberapa alat yang dibutuhkan dan semuanya memiliki maknanya tersendiri. Hal- hal itu h...

avatar
Oohxxjin
Gambar Entri
Cara Pengobatan Tradisonal Manimburi
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Sumatera Utara

Manimburi merupakan kata dalam bahasa batak yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dapat berarti menyemburkan. Ya, sesuai dengan namanya, Cara yang digunakan dalam pengobatan ini adalah menyemburkan ramuan tradisional di beberapa bagian tubuh. Metode pengobatan ini sangat dipercaya masyarakat untuk mengobati demam tinggi, penyakit yang menyebabkan pembengkakan di salah satu bagian tubuh, dan kepada orang- orang yang mengalami kerasukan roh jahat. Ramuan yang akan disemburkan harus diolah (dikunyah) di dalam mulut seseorang yang sanggup melakukan metode pengobatan ini. Bahan-bahan yang harus diolah tersebut terdiri dari daun sirih, lada hitam, kemiri, bawang batak, dan kencur, semua bahan ini harus dikunyah secara bersamaan. Selain dipercaya untuk menyembuhan penyakit dan mengusir roh jahat, pengobatan ini juga dapat dilakukan kepada anak-anak yang baru lahir karena dianggap ampuh menghangatkan badan anak-anak tersebut. Wilayah tubuh yang dianggap sebagai pusat penyembu...

avatar
Oskm18_19718144_onasis
Gambar Entri
Mengapa Mempelai Wanita Nias Ditandu dan Diberi Nama Baru?
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pernikahan merupakan sebuah upacara yang masih sangat kental dengan unsur kedaerahan. Upacara pernikahan di seluruh wilayah Indonesia tentu memiliki ciri khas masing-masing yang dituangkan dalam pakaian adat, perhiasan, makanan tradisional, tarian, ataupun tradisi pernikahan lainnya. Sama seperti setiap suku dari berbagai daerah di Indonesia, Suku Nias juga memiliki sebuah keunikan dalam upacara pernikahannya. Selain Lompat Batu (Fahombo) dan Tari Maena, ada hal menarik yang akan kita jumpai saat menghadiri pernikahan adat Nias. Mempelai Wanita yang Ditandu. Suku Nias menganut sistem kekerabatan patrilineal yang melakukan pernikahan hanya sekali seumur hidup. Hal ini disebabkan oleh mayoritas penduduk pulau Nias beragama Nasrani, sehingga perkawinan bagi Suku Nias sangatlah sakral. Kesakralan dari makna pernikahan tersebut tercermin dalam perlakuan khusus kepada mempelai wanita. Pada hari pernikahan, seorang mempelai wanita akan ditandu (digotong) dari rumahnya menuju rumah mem...

avatar
OSKM18_19918136_George Michael
Gambar Entri
Mengenal "uis" Pakaian Khas Karo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Suku Karo adalah nama sebuah suku yang mendiami daerah pegunungan Bukit Barisan Barat Provinsi Sumatera Utara khususnya Kabupaten Karo dan beberapa ekspansi nya seperti Kabupaten Langkat,Deliserdang,Kota Medan,Kota Binjai, Simalungun, dan daerah lainnya dalam jumlah sedikit. Hingga saat ini, kehidupan masyarakat Karo khususnya di daerah pedesaan masih memegang teguh budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka, salah satunya di bidang pakaian atau selanjutnya disebut  uis.  Orang Karo atau kalak Karo memiliki berbagai jenis pakaian adat dengan berbagai keindahan, fungsi, serta makna tersendiri. Secara tradisional semua jenis kain ini ditenun oleh wanita Karo dengan bahan kembayan (kapas) dan diwarnai dengan pewarna tradisional juga seperti kunyit, dsb . Berikut beberapa diantara uis kalak Karo: 1. Beka Buluh Uis beka buluh adalah pakaian yang khusus dipakai oleh pria Karo. Beka buluh sendiri mempunyai arti pecah bagaikan bambu. Hal ini menjadi filosofi...

avatar
Oskm2018_16418280_darmi
Gambar Entri
Holat Mandailing
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Holat adalah nama makanan khas dari Tapanuli. Meskipun makanan ini terdengar asing di kalangan masyarakat Indonesia, penyebaran makanan ini ternyata cukup luas di berbagai daerah di Sumatera Utara. Makanan berbahan dasar ikan mas ini konon merupakan makanan para raja Tapanuli Selatan pada masa pra-masuknya islam di Tapanuli dulu. Sekilas, holat tampak seperti sup biasa yang kita kenal, tapi kuah holat terasa lebih gurih. Dalam bahasa Batak, holat berarti kelat. Bahan yang diperlukan untuk memasak holat mandailing ini antara lain : Batang balakka yang berkulit tebal Ikan mas segar yang sudah dipanggang Jahe secukupnya Garam secukupnya Jeruk nipis secukupnya (pola asam galugur, asam riang - riang muda adong dapot) Beras kampung Bawang merah Cabe rawit sesuai selera Cara membuat : Pisahkan kulit balakka dari batangnya, kemudian serut. Iris bawang dan jahe, lalu campurkan dengan kulit balakka yang sudah diserut ta...

avatar
OSKM18_16018252_Ivana Joice Chandra
Gambar Entri
Permainan Pecah Piring
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Permainan pecah piring merupakan permainan tradisional yang berasal suku batak Pakpak yang berasal dari kabupaten Pakpak Barat dan kabupaten Dairi di provinsi Sumatera Utara. Permainan tradisional ini mampu menambah kelincahan gerak tubuh, daya tahan tubuh, kerjasama team, kontrol emosi, kesehatan tubuh dan memacu daya fikir. Permainan pecah piring salah satu jenis permainan sehari-hari orang batak, permainan ini merupakan permainan yang sangat populer dikalangan orang batak, baik anak-anak, remaja, bahkan sampai orang dewasa. Permainan pecah piring ini biasanya di mainkan oleh kalangan anak-anak sebagai aktivitas mereka setelah pulang dari sekolah yang dimainkan pada waktu sore hari. Dikalangan orang batak permainan pecah piring dijadikan sebagai perlombaan rakyat bagi anak-anak pada festival nasional seperti pada perayaan hari jadi Negara Kesatuan Repoblik Indonesia, ini ditujukan untuk membangun semangat anak-anak dalam menjunjung tinggi persaudaraan diantara perkampungan, un...

avatar
OSKM18_16418188_Naufal Aldiansyah Siregar