Anak
467 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Slametan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Acara Slametan   Acara selametan adalah upacara sebagai tanda rasa syukur manusia kepada Allah atas segala kebaikan yang Allah berikan kepada manusia. Acara ini sering dilaksanakan di tanah jawa khususnya bagi mereka yang diberi kabaikan ataupun rezeki yang melimpah sehingga mereka ingin mengungkapkan rasa syukur mereka dengan mengadakan acara slametan ini. Acara ini maliputi kajian tentang agama yang dipaparkan oleh seorang kyai atau orang yang dianggap ahli dalam bidang agama kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan sederhana. Acara slametan kebanyakan diadakan setelah seseorang naik pangkat jabatan, dikaruniai seorang anak, lulus sekolah dengan nilai baik, dll. Penyelenggara acara slametan ini, sekitar dua atau 3 hari sebelum pelaksanaan mereka sudah mulai menyebarkan undangan kepada siapapapun yang mereka undang. Biasanya acara slametan ini dihadiri oleh pihak keluarga penyelenggara, tetangga, dan orang-orang yang tinggal disekitar pihak penyelenggara acara...

avatar
OSKM_16218038_nafiyatul umaya
Gambar Entri
Manggleng Singkong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Manggleng merupakan makanan yang terbuat dari singkong atau dalam bahasa banyumas disebut "budin". Singkong akan di iris tidak terlalu tipis kemudian dijemur lalu dimasak dan diberi bumbu pedas manis sehingga manggleng bertekstur tebal, agak keras dan basah. Berikut adalah cara pembuatan manggleng singkong. Bahan : 1. Singkong 2. Air 3. Gula merah 4. Cabai Cara membuat : 1. Singkong dikupas dan dicuci. Gunakan singkong yang empuk/mempur supaya hasilnya renyah dan gurih. 2. Potong singkong sepanjang 3-4cm kemudian rebus hingga matang. 3. Setelah matang,dinginkan lalu iris singkong tetapi jangan terlalu tipis. 4. Jemur hingga kering. 5. Goreng singkong yang sudah dikeringkan. 6. Cairkan gula merah dengan air panas lalu tambahkan cabai yang sudah dihaluskan sesuai selera. 7. Masukkan singkong yang sudah digoreng ke dalam wajan yang berisi gula merah yang dipanaskan dan cabai halus. Aduk sampai merata. 8. Angkat lalu dinginkan. Man...

avatar
OSKM_16118048_Rahmi ITB_2018
Gambar Entri
Ki Ageng Selo si penangkap petir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kisah tentang Ki Ageng Selo merupakan kisah yang cukup melegenda di kalangan masyarakat jawa tengah. Ki Ageng Selo atau Syekh Abdurrahman diyakini merupakan keturunan langsung dari raja terakhir dari kerjaan Mataram yaitu Raja Brawijaya v dan memiki nama asli yaitu Bogus Sogom. Dikalangan masyarakat jawa tengah dikisahkan bahwasanya Ki Ageng Selo pernah menangkap petir ketika beliau sedang mencangkul di sawah. Dikisahkan suatu hari langit terlihat mendung dan banyak halilintar menyambar. semua warga yang sedang mencangkul di sawah langsung lari menyelamatkan diri, tetapi Ki Ageng Selo tetap mencangkul di sawah tanpa memedulikan halilintar yang menyambar silih berganti. Tiba-tiba petir muncul dari langit dan langsung menyambar Ki Agen Selo, namun hebatnya Ki ageng selo mampu menangkap petir tersebut, dan dikisahkan bahwasannya petir tersebut berubah wujud menjadi seorang kakek tua. Setelah menangkapnya ki ageng selo memerintahkan petir agar tidak mengganggu penduduk sekitar sini...

avatar
OSKM18_16318058_muhammad hafizh
Gambar Entri
Telusur Budaya Jawa: Bubur Merah Putih
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Indonesia memang satu. Namun bukan berarti hanya ada satu budaya. Unik dan menarik mendedinisikan budaya di Indonesia. Ritual syukuran penyambutan manusia baru atau kelahiran di Indonesia memang banyak cara. Orang-orang di Jawa menyebutnya dengan "bancaan weton" yang telah ada sejak zaman nenek moyang kita. Syukuran ini dinamakan Bubur Merah Putih. Dalam ritual ini disisipkan doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan meminta keselamatan dan keberkahan untuk sang bayi. Setelah didoakan, bubur merah putih dibagikan kepada tetangga dan kerabat. Tak lupa disisipkan juga nama sang bayi. Bubur merah putih memeliki 2 arti yang berhubungan. Bubur merah melambangkan "bibur merah" sang ibu dan bubur putih melambnagkan "darah putih" atau sperma ayah. Keduanya disatukan dalam wadah dalam terciptanya manusia baru. Cara membuatnya tidaknya sulit. Bahan-bahan yang digunakan juga sederhana, meliputi beras merah, beras putih, santan, gula merah, garam, pandan, dan air. Dimasak sampai menjad...

avatar
OSKM18_19718231_Gabriel Audelia Martiawan
Gambar Entri
Purworejo: PROSESI PETIK TIRTA (DESA JENAR LOR, KEC. PURWODADI)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

"Pethik Tirta" merupakan upacara selamatan desa (merti desa) yang dijadikan tradisi di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Istilah "Pethik Tirta" berasal dari kata "Pethik" yang berarti "mengambil" dan "Tirta" yang berarti "air". Secara etimologis, Pethik Tirta berarti upacara mengambil air (yang dilakukan di Sumur Talang, suatu sumur beji / tua yang terletak di Dusun Talang Bagus Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi) yang dipercaya membawa berkah. Asal-usul upacara ini berkaitan erat dengan keberadaan Bulak (kawasan pertanian yang sangat luas) yang meliputi wilayah Desa Jenar Lor, Jenar Kidul, Walikoro, Sruwoh, Singkil, Wingko, Pundensari, Jenar Wetan. Saat ini Bulak tersebut dikenal dengan sebutan Bulak Kethip. Upacara bersih desa sendiri diduga telah dilaksanakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan sejak zaman pra-Islam di Jawa. Penyelenggaraan upacara itu terkait dengan asumsi bahwa pada hakekatnya manusia memiliki sistem kepercayaan, yang merupakan sal...

avatar
OSKM18_16518166_Ahadi Ihsan
Gambar Entri
Merti Desa Kelurahan Mojosongo
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Merti Desa Kelurahan Mojosongo adalah upacara yang bertajuk pesta rakyat di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Merti Desa diadakan sebagai bentuk perwujudan Kota Solo sebagai Kota Budaya. Acara ini diadakan untuk melestarikan kearifan lokal di Kelurahan Mojosongo. Acara yang diadakan setahun sekali ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua. Berbagai lapisan masyarakat yang terlibat saling bergotong-royong, nguri-uri budaya serta kekayaan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Merti Desa diadakan selama kurang lebih 5-7 hari. Sebagian besar acara dimulai di Lapangan Kelurahan Mojosongo. Ada berbagai macam kegiatan yang memeriahkan upacara adat bertajuk pesta rakyat ini. Berbagai penampilan kebudayaan yang dipertunjukkan berupa Seni Karawitan, Wayang Kulit, Seni Tari Tradisional, dan masih banyak lagi. Penampilan kebudayaan ini ditampilkan oleh wakil dari masing-masing RT atau RW di Kelurahan Mojos...

avatar
OSKM_16718327_Siti Khairunnisa Rahmah
Gambar Entri
Mengapa Upacara Ruwatan Dilakukan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

MENGAPA ORANG MENGADAKAN RUWATAN Menurut keyakinan orang Jawa banyak peristiwa yang dapat mendatangkan malapetaka. Maka supaya terhindar dari bencana, diperlukan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Syarat itu ialah kewajiban orang untuk mengadakan upacara ruwat. Hal-hal yang dianggap memerlukan upacara itu digolongkan dalam tiga jenis, yaitu : Upacara ruwat bagi orang atau anak yang dianggap mempunyai nasib buruk, karena disebabkan kelahirannya. Upacara ruwat bagi anak yang benasib buruk. Dasar dari adanya upacara ini ialah, karena adanya suatu keyakinan bahwa seorang anak atau beberapa orang dari satu keluarga itu dapat dipastikan bernasib buruk, karena sifat kelahirannya. Anak-anak semacam itu di dalam bahasa Jawa disebut bocah sukerta. Kata sukerta berasal dari kata suker yang artinya kotor, dalam keadaan tidak bersih atau berdosa. Mereka juga dikatakan lahir salah, dalam bahasa Jawa dikatakan salah kedaden. Mereka itulah yang memperoleh hukuman terkena ku...

avatar
OSKM18_19718068_GLENITO
Gambar Entri
Mitoni, Sebuah Upacara Keselamatan Jabang Bayi #DaftraSB19
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pulau Jawa terkenal dengan jumlah penduduk yang paling banyak di Negara Indonesia. Dengan penduduk yang sangat banyak, nilai-nilai budaya pun juga pastinya akan menjadi sangat kaya, beragam dan unik. Salah satu budaya unik dari Jawa adalah tradisi Mitoni atau yang juga dipanggil Upacara Tingkeban. Upacara ini bertujuan untuk merayakan wanita yang sudah mencapai masa tujuh bulan dalam kehamilannya. Nama mitoni itu bisa diturunkan dari kata “pitu” yang artinya adalah tujuh. Banyak juga yang berpendapat bahwa mitoni juga diartikan sebagai kata pitulungan yang artinya adalah pertolongan. Pertolongan disini bermakna bantuan yang diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa kepada calon ibunda dalam persalinan. Selain mohon doa akan kelancaran dalam bersalin, acara mitoni ini juga disertai doa agar kelak si anak menjadi pribadi yang baik dan berbakti. Dalam rangkaian acara Mitoni terdapat beberapa tahap-tahap, diantaranya adalah sebagai beriku t:    ...

avatar
OSKM18_19918222_Muhammad Hanif Satria
Gambar Entri
Peribahasa Jawa, Wujud Kreativitas Nenek Moyang
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Peribahasa Jawa, Wujud Kreativitas Nenek Moyang   Tiap bahasa memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu keunikan itu terwujud dalam ragam lisan yang bermacam-macam, salah satunya dalam bentuk peribahasa, yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang dan nilai yang dianut oleh masyarakat penutur bahasa tersebut. Masyarakat Jawa ternyata memiliki kekhasan tersendiri dalam hal ini. Dalam bahasa Jawa, peribahasa dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Paribasan Perkataan yang menggunakan  tembung entar  (kata kiasan, kata yang tidak bermakna sebenarnya) dan tidak mengandung perbandingan atau pertentangan Contoh: durung pecus keselak besus = durung sembada nanging pengene ora-ora (belum mapan atau mampu, tapi sudah menginginkan atau memimpikan hal yang tidak-tidak/terlalu jauh.) [durung:belum, keselak:terburu, besus:terampil] welas tanpa alis = mesakke tok ora isa ngopo-ngopo (hanya bisa mengasihani, tapi tidak mampu berbuat apa...

avatar
OSKM_16318165_Lukman