tahun baru islam
426 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nisan Khas Aceh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

Di daerah  Aceh banyak sekali di dapatkan nisan kuno dimana-mana, terutama di daerah Banda Aceh yang menjadi pusat pemerinatahan kerajaan Aceh pada masa lalu. Salah satu teori yang menjelaskan bahwa Islam masuk ke Aceh berasal dari Gujarat India adalah berdasarkan  bukti sejarah berupa batu nisan yang coraknya sangat khas dengan corak batu nisan yang terdapat di India  Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk di Indonesia bukan berasal dari Arab atau Mesir-Afri­ka tetapi berasal dari Gu­jarat, India sekitar abad ke-13 M, dibawa oleh orang-arang yang menjalin kontak dagang antara kedua belah negeri. Boleh jadi melalui orang-orang Gu­jarat yang membawa barang-barang dagan­gan ke anak-anak Nusantara, tetapi boleh jadi anak-anak Nusantara yang membawa hasil-hasil pertanian dan rempah-rempah ke sana ikut serta mendalami ajaran Islam, lalu membawa pulang ke negerinya, atau kedua belah pihak sama-sama aktif mengembang­kan ajaran agama baru ini di In...

avatar
OSKM18_16418097_Ahyar
Gambar Entri
Taman Putroe Phang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Aceh

Taman Putroe Phang Taman Putroe Phang adalah salah satu objek wisata di daerah Banda Aceh, taman ini terletak di seberang kuburan belanda yang legendaris yaitu Kerkhof. Taman ini menjadi salah satu peninggalan dari Sultan Iskandar Muda yang memerintah dari tahun 1607-1636, merupakan salah satu raja terhebat dalam sejarah Aceh. Sultan Iskandar Muda membangun taman ini untuk permaisuri nya yaitu Putroe Phang (Putri Pahang) yang berasal dari Kerajaan Pahang, Malaysia. Nama asli dari putri ini adalah Putri Kamaliah, namun rakyat Aceh sering menyebut nya Putroe Phang, putroe berarti "Putri", phang adalah Pahang, yang bermaksud Putri dari Pahang. Putri ini adalah anak dari Raja Pahang yang telah di taklukkan oleh Kerajaan Aceh  Menurut sejarah, Putri Pahang sering sekali merindukan kampung halaman nya di tanah Malaysia, maka dari itu sang sultan membangun taman sari ini untuk sang permaisuri agar ia bisa merasakan berada di kampung halaman nya dan tidak kesepian apabila...

avatar
OSKM18_SAPPK_TEUKU MUHAMMAD ZHAFRAN
Gambar Entri
Kupiah Riman (Peci Riman)
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Aceh, Provinsi yang dikenal dengan agama islam yang masih kental di Indonesia. Banyak kebudayaan di Aceh yang bernuansa islam seperti tari saman,  seudati,  dan juga  kupiah  riman (peci riman). Kupiah riman adalah sebuah jenis peci khas Aceh yang diwarisi dari Sulthan Iskandar Muda. dulunya, peci ini hanya dingunakan oleh anggota kerajaan saja dan peci ini baru di produksi lagi pada tahun 1985. Kupiah riman diproduksi di  kampoeng  (desa) Adan, kecamatan Mutiara Timur, Pidie. Selain bertani, masyarakat desa Adan juga mempunyai kemampuan membuat penutup kepala tradisional Aceh.  Kupiah riman yang merupakan warisan Sulthan Iskandar muda dibuat dari bahan baku pohon aren. Kemudian, pohon aren dirajam sehingga berbentuk serat. setelah itu, serat pohon aren dipilih yang memiliki kualitas yang bagus. kemudian serat yang telah dipilih direndamkan dalam larutan lumpur serta diberikan pewarna dari daun atau bahan lainnya. serat kemudian dicuci dan set...

avatar
Muzakki
Gambar Entri
Pacuan Kude
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Beragam budaya dan adat istiadat dimiliki oleh Aceh di dataran tinggi Gayo. Salah satu budaya yang disukai warga Takengon adalah lomba pacu kuda atau disebut juga dengan 'Pacu Kude'. Pacuan kuda ala Gayo ini mempunyai keunikan tersendiri, mulai dari nama kuda hingga penunggangnya pun anak kecil di bawah umur 13 tahun. Bukan hanya itu,  penungang atau joki cilik ini pun tidak mengenakan plena, melainkan hanya memegang sebuah rotan di tangan. Tradisi ini diselenggarakan di saat hari-hari besar saja, seperti memperingati hari 17 Agustus dan memperingati hari jadi kota Takengon. Konon pada zaman dahulu, pacuan kuda ini adalah sebuah pesta rakyat Gayo semasa dijajah oleh Belanda dan sempat diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun Putri belanda yang bernama Putri Wilhelmina pada masa itu. Sekarang balap kuda itu pun dijadikan momentum untuk  bersilaturahmi antarpecinta kuda masyarakat di tiga Kabupaten Kota yakni, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gay...

avatar
OSKM18_16718250_MUHAMMAD HARYANDA ALFARISI
Gambar Entri
Batu Belah Batu Bertangkup
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Dewasa ini, cerita rakyat menjadi salah satu ‘artifak’ kebudayaan yang banyak ditinggalkan oleh generasi muda. Era globalisasi telah mencetak diri kita sedemikian rupa sehingga kita lupa akan identitas kita yang sebenarnya – Indonesia adalah SATU! Padahal melalui cerita rakyat, banyak pesan moral yang bisa kita ambil dan tentu dapat menyandang signifkansi yang tajam di zaman ini. Berikut ini saya lampirkan cerita rakyat berjudul “Batu Belah Batu Tertangkup”; dari Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.   Batu Belah Batu Tertangkup Pada jaman dahulu di tanah Gayo, Aceh – hiduplah sebuah keluarga petani yang sangat miskin. Ladang yang mereka punyai pun hanya sepetak kecil saja sehingga hasil ladang mereka tidak mampu untuk menyambung hidup selama semusim, sedangkan ternak mereka pun hanya dua ekor kambing yang kurus dan sakit-sakitan. Oleh karena itu, untuk menyambung hidup keluarganya, petani itu menjala ikan di sungai Kru...

avatar
OSKM18_16618041_David Alexander
Gambar Entri
Tari Saman
Tarian Tarian
Aceh

Sejarah Serta Asal Usul Tari Saman Tari Saman merupakan salah satu tari asal Suku Gayo, Aceh, Indonesia yang biasanya diperankan oleh laki-laki. Di mana tari ini mulai dikembangkan sejak abad ke-14 oleh seorang ulama besar Aceh yang bernama Syekh Saman. Pada awalnya, tari Saman hanyalah semua permainan rakyat yang disebut dengan Pok Ane . Akan tetapi setelah kebudayaan Islam masuk ke daerah Aceh, khususnya Suku Gayo, permainan rakyat ini kemudian berakulturasi . Sehingga nyanyian pengiring permainan rakyat Pok Ane yang mulanya bersifat pelengkap, berubah menjadi sebuah nyanyian penuh makna serta pujian kepada Allah. Tak hanya itu, kebudayaan Islam juga mampu mengubah beberapa gerakan dasar pada tarian ini, mulai dari tepukan tangan hingga perubahan pada tempat duduk para penarinya.   Penggunaan Tari Saman dan Pengakuan dari Dunia Di masa kesultanan Aceh, tarian ini hanya ditampilkan saat acara atau perayaan Maulid Nabi Muhammad. P...

avatar
Oskm18_16718244_johannes_samuel
Gambar Entri
Ritual Peusijuek (Tepung Tawar)
Ritual Ritual
Aceh

                Tradisi Peusijue k, atau di daerah Melayu disebut Tepung Tawar, adalah sebuah ritual atau prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh yang dilakukan pada hampir untuk semua kegiatan di dalam kehidupan. Secara etimologi, ritual Peusijuek diartikan sebagai ritual untuk mendoakan agar diberi ketentraman dan diberi keberkahan oleh Tuhan dalam hidup ( Peusijuek = Membuat sesuatu menjadi dingin). Tradisi Peusijuek ini masih dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat Aceh. Ritual ini dilakukan ketika ada kegiatan penyambutan rumah baru, memulai sebuah usaha, terlepas atau selesai dari bencana, terlepas atau selesai dari sengketa, merayakan kelulusan, memberangkatkan orang pergi haji atau penyambutan sepulang dari haji, sunatan, kembalinya keluarga dari perantauan, dan masih banyak lagi.                  Pada masyarakat perdesaan, ritual ini sudah biasa dilakukan bahkan dilakukan un...

avatar
OSKM18_16418285_FASHHAN Hanif Al Mutahajjid
Gambar Entri
Sate Matang Khas Bireuen, Aceh
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Sate Matang umumnya cukup mudah ditemui di tengah-tengah komunitas warga Aceh di berbagai kota di Tanah Air. Dimanapun ada komunitas warga Aceh yang menetap, sangat besar kemungkinan kita akan mudah menemui hidangan ini disajikan. Ciri khasnya, gerobak bertuliskan 'Sate Matang' yang menjajakan sate yang disajikan ditemani dengan semangkuk kuah soto. Mencicipi kuah soto yang segar dan harumnya sate yang baru dibakar tentu bisa menggugah selera makan kita. Mungkin ketika pertama kali mendengar namanya kita akan salah mengira kata 'Matang' dalam 'Sate Matang' berarti 'telah masak', kebalikan dari mentah. Tapi ternyata, dugaan itu salah. Matang merupakan nama daerah asal dari masakan ini, yang secara lengkap bernama Matang Geulumpang Dua di perbatasan antara Bireun dan Aceh Utara. Bisa dikatakan memang hampir semua penjual Sate Matang berasal dari daerah ini. Lalu apa sebenarnya yang membuat sate yang satu ini berbeda dari sate lainnya? per...

avatar
OSKM18_16718428_MUHARAM Muharam Alfaridzi
Gambar Entri
Asam Sunti
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Asam sunti merupakan bumbu dapur khas aceh yang sejatinya adalah belimbing wuluh yang dikeringkan. Asam sunti ditambah dalam masakan karena rasa asamnya yang khas, dan memberikan wana kecoklatan serta sebagai pengental. Tidak heran apabila asam sunti sering digunakan dalam bebagai masakan khas aceh, seperti Keumamah, asam keueng, dll. Membuat asam sunti sebenarnya tidaklah susah, berikut langkah langkah pembuatan asam sunti:   1. Sediakan buah belimbing wuluh yang masih hijau dalam jumlah banyak, karena akan menghasilkan asam sunti yg jauh lebih sedikit 2. Cuci belimbing wuluh hingga bersih lalu biarkan terendam semalam 3. Tiriskan, dan tata belimbing diatas loyang 4. Tambahkan garam secukupnya. Garam ini bertujuan untuk mempermudah proses penguapan air yang terkandung dalam belimbing wuluh. 5. Tutupi dengan plastik agar debu tidak dapat masuk dan jemurlah dibawah sinar matahari yang panas. 6. Lama-lama air dari belimbing akan keluar. Namun a...

avatar
OSKM18_19818093_Adila Adila Zahira Hasan