HARI PAHLAWAN
384 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asam Padeh Dagiang Khas Koto Tuo, Bukittinggi, Sumatra Barat
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

ASAM PADEH DAGIANG KHAS BUKITTINGGI SUMATERA BARAT Asam Padeh Dagiang merupakan makanan khas Sumatera Barat. Asam Padeh Dagiang merupakan gulai daging yang dimasak dengan bumbu dan rempah rempah, yang menyebabkan rasanya sedikit asam dan pedas sesuai dengan nama makanan ini. Di setiap kotanya memiliki rasa dan bumbu yang berbeda beda. Keunikan dari makanan ini adalah setelah Asam Padeh Dagiang matang, maka dihari hari berikutnya rasa Asam Padeh Dagiang tersebut semakin nikmat karena kuahnya semakin kental. BAHAN :  500 gram daging sapi 100 gram cabe merah giling 5 siung bawang merah 5 siung bawang putih 1 biji kemiri 1 ruas jari laos 1 ruas jari jahe 2 lembar daun salam 3 lembar daun jeruk 1 lembar daun kunyit 1 lembar daun sirih garam secukupnya CARA MEMBUAT : Haluskan jahe, kemiri dan laos, lalu iris bawang merah dan bawang putih. Bersihkan daging sapi dan p...

avatar
OSKM18_16618082_FARHAN AL IMRAN
Gambar Entri
Berkaul Adat
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Berkaul Adat Di Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat dimana kelurahan atau desanya disebut dengan Nagari. Di setiap nagari tersebut terdapat sebuah tradisi unik yang bernama Berkaul Adat. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap setahun sekali untuk menyambut kedatangan masa bercocok tanam. Berkaul Adat bertujuan untuk berdoa kepada Allah supaya tanaman yang ditanam khususnya padi dapat panen dengan baik dan semestinya. Berkaul Adat adalah tradisi yang telah turun temurun dari nenek moyang suku Minangkabau. Dimana pada tradisi ini juga disertai dengan penyembelihan kerbau yang nantinya dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat yang telah membayar dau sebelumnya oleh petinggi-petinggi suku atau niniak mamak ( tergantung sukunya) umtuk dimasak dan dibuatkan gulai kabau yang nantinya juga akan disajikan kepada para niniak mamak, pemuda, dan anak-anak laki-laki yang ingin menikmatinya. Di kampung saya, yaitu sebuah nagari yang bernama Taratak Baru dan Taratak Baru Utara...

avatar
Oskm18_16318228_riski
Gambar Entri
Kerupuk Lasa
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Kerupuk Lasa atau orang padang menyebutnya Karupuak Lasa atau Karupuak Siram, Dikenal sebagai kerupuk yang dibalur dengan kuah sate padang ini terkenal sangat lezat  dan nikmat, kerupuk ini berasal dari Sumatra Barat tak jarang juga ditemukan di Kepulauan Riau. Hanya dengan 3000-5000 rupiah saja kamu bisa mendapatkan satu buah kerupuk singkong dengan kuah sate, bihun goreng, dan bawang goreng diatasnya. Cocok dimakan untuk cemilan dirumah. Hanya saja, jika dicari diluar pulau Sumatra jajanan yang legendaris ini sulit ditemukan, dan belum tentu rumah makan padang menjualnya tetapi kita bisa coba buat sendiri dirumah. Ini Resepnya : Bahan yang dibutuhkan : Kerupuk singkong yang siap digoreng Tepung beras 2-3 sendok makan, dicampur dengan air untuk kuahnya. Bumbu yang dibutuhkan untuk membuat kuah nya sederhana : cabe, garam, jahe, bawang merah dan kembarannya: bawang putih. Ditakar secukupnya saja. Bihun Proses pembuatan kuahnya sebagai beri...

avatar
Oskm18_19718164_raesya
Gambar Entri
Tradisi Adat Gatik Tulak Bala
Ritual Ritual
Sumatera Barat

 “Gatik” (Gatib : Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti doa atau puji-pujian kepada Tuhan, red). Gatik ini dimaksudkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari bala bencana (tulak bala). Dalam tradisi Gatik Tulak Bala ini, seluruh warga masyarakat berjalan berkeliling kampung sambil mengumandangkan kalimat tauhid, takbir dan tahlil sambil membawa obor minyak tanah dari bambu. Gatik Tulak Bala ini digelar masyarakat Piaman. Gatik ini adalah tradisi tahunan warga disini dengan tujuan untuk bersyukur dan meminta kepada Allah agar dihindarkan dari bala bencana dan marabahaya. Tradisi ini merupakan Tradisi Adat Masyarakat Minangkabau yang acara tersebut dilakukan pada saat setelah musim tanam padi. Tradisi ini biasanya berada di daerah Pantai Barat Sumatera Barat terkhususnya didaerah Piaman atau Kabupaten Padang Pariaman. Dilakukan pada saat umur padi diantara 25-60 Hari. Sebelum dipanen yang dilakukan setelah 100 hari masa tanam padi. Tradisi ini...

avatar
OSKM_16618201_SYIDIQ MULYA
Gambar Entri
Festival 1001 Gulai Itik Hijau
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Dalam rangka 100 tahun hari kebangkitan nasional, warga asal Koto Gadang mengadakan Festival 1001 Gulai Itik Hijau di Koto Gadang. Festival ini merupakan salah satu festival terbesar yang pernah diadakan di kota tersebut. Banyak orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, diantaranya adalah warga setempat yang memasak kurang lebih 2000 itik untuk dimakan oleh tamu yang diundang dari berbagai daerah baik dari Sumatera Barat maupun dari luar Sumatera Barat. Acara dimulai saat para petani itik membiakkan itik-itik yang akan dimasak. Dilanjutkan dengan proses pemasakan itik sehingga menjadi makanan favorit Koto Gadang yang sudah lama terkenalnya. Warga setempat mulai memasak dari pagi hingga sore hari sehingga gulai itik yang akan disajikan tetap segar dan tidak basi. Festival “Rang Minang Baralek Gadang” dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2009, dimana acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi negara. Salah satunya adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla bers...

avatar
OSKM18_16918283_ANDAFFATAMA Pridhanie Salim
Gambar Entri
Upacara Batagak Penghulu
Ritual Ritual
Sumatera Barat

  Gambar upacara batagak pangulu Nagari Balimbing (sumber:  https://balimbing.files.wordpress.com/2014/02/dsc_0075.jpg)   Penghulu atau Pangulu (berasal dari kata Pangka dan Hulu) adalah kepala kaum/suku dalam adat Minangkabau,salah satu suku di Indonesia yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Sebelumnya, manusia memilih kepala kaum atau pemimpin berdasarkan kekuatan fisik atau umurnya dalam memimpin masyarakat. Mereka dianggap bisa melindungi, menyejahterakan, dan membawa kaum menuju kehidupan yang baik. Namun setelah berkembangnya cara berpikir manusia, mulailah digunakan sistem memilih seorang pemimpin berdasarkan wawasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Tidak terpengaruh oleh umur dan kehebatan fisik, seseorang yang masih muda pun dapat memimpin suatu kaum. Seorang pemimpin kemudian disebut sebagai "yang dipertuakan" karena dianggap lebih tua dari setiap orang, definisi sederhana dari penghulu. " Tampek baiyo dan bamolah" (tempat bermusya...

avatar
OSKM_16718059_Habibil Ghifary El Imam
Gambar Entri
Pasambahan (Pidato Adat)
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Sebelum melakukan pasambahan ka makan ini, biasanya dalam baralek pernikahan, menjelang pengantin laki-laki datang, juga diadakan serangkaian iring-iringan menggunakan alat musik rebana. Pasambahan ka makan ini juga disebut Panitahan.  Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasa...

avatar
Oskm_16718141_farhan
Gambar Entri
Bendi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Bendi menjadi alat transportasi sejak awal pembentukan kota Bukittinggi. Sejak dulu, bendi memang menjadi alat transportasi di Bukittinggi, mengantar penumpang sampai ke tempat tujuan. Tempat duduk penumpang dan kusir (pengendara bendi) terbuat dari kayu, sempit, cukup muat untuk 6 orang dewasa. Satu orang penumpang bisa duduk di sebelah kusir, dan sisanya di kursi belakang. Roda bendi dari kayu yang dilapisi karet. Untuk menaiki bendi ada satu tatakan kaki dari besi. Penumpang bisa menginjak besi pipih itu sebagai pijakan untuk naik ke dalam bendi. Bendi terdapat di depan jam gadang, dan di depan pasar banto, pasar bawah. Bendi tidak akan berkeliling kota mencari penumpang. Bendi hanya berdiri menunggu penumpang dan mengantar penumpang ke tempat tujuannya atau membawa penumpang keliling kota. Setelah mengantar penumpang ke tempat tujuan, bendi akan kembali ke tempatnya, di depan jam gadang atau di depan pasar banto. Bendi biasanya digunakan untuk transportasi dari pasar ke...

avatar
OSKM18_19718175_Brillian
Gambar Entri
Kaba Anggun Nan Tongga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

KABA ANGGUN NAN TONGGA Tak banyak yang tahu sejarah pantai Gandoriah. Kisah yang dituturkan lewat cerita kaba ini memang sudah jarang didengar dan diceritakan. Sehingga wajar saja banyak yang tidak tahu kisah cinta tragis antar  Puti Gandoriah dan Anggun nan Tongga. Kaba (kisah) ini biasanya dimainkan/dilakonkan dalam permainan randai di minangkabau. Dan juga, kaba anggun nan tongga ini mungkin aka nada beberapa versi yang sedikit berbeda-beda Meskipun pada awalnya dikisahkan secara lisan beberapa versi kaba ini sudah dicatat dan dibukukan. Salah satunya yang digubah Ambas Mahkota, diterbitkan pertama kali tahun 1960 di  Bukittinggi .   SINOPSIS KABA ANGGUN NAN TONGGA Di sebuah lorong pendalaman kampung, Pariaman, hiduplah seorang pemuda yang bernama Anggun Nan Tongga, yang di juga diberi gelar Magek Jabang. Bundanya, Ganto Sani wafat tak lama sesudah melahirkan Nan Tongga, sedangkan ayahnya pergi bertarak ke Gunung Ledang. Ia diasuh saudara perem...

avatar
OSKM18_16218040_Reza Alifa Zikra