Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Balogo diambil dari kata “logo”, karena permainan itu menggunakan logo. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. Namun, dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria, dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. Tempat dan Peralatan Permainan Logo terbuat dari tempurung kelapa. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segi tiga, layang-layang, daun dan bundar. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya c...
Apam Batil - Banjarmasin Para wisatawan yang datang ke Banjarmasin untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga harus menjajal kue apam batil, terutama untuk mereka yang sudah mempunyai anak, dijamin anak-anak mereka akan menyukai kue khas Kalimantan Selatan ini. Kue apam batil atau orang Banjar menyebutnya surabi adalah kue yang menjadi warisan nenek moyang suku Banjar. Apam batil biasanya dimakan dengan tangan alias bakucau dalam bahasa Banjar. Kue apam batil yang menurut sebagian penduduk Banjar berasal dari Hulu Sungai Selatan adalah kue yang terbuat dari tepung terigu. Kue apam atau apem batil mungkin tidak sepopuler kue donat atau bolu, tapi untuk rasanya boleh diadu, apalagi jika dimakan bersama kuah gula aren, akan double nikmatnya. Kue yang menjadi kesukaan anak-anak Banjar ini paling sering dimakan pagi hari atau oleh umat Muslim dijadikan menu berbuka puasa. Resep Apam Batil Khas Banjarmasin : Bahan 1 kg tepung beras 1...
Hintalu masak habang atau telur bumbu merah merupakan makanan khas dari Banjar, Kalimantan Selatan. Masakan ini juga biasa disebut dengan bumbu bali banjar. Bumbu utamanya adalah cabai merah besar kering dimana rasanya cenderung tidak pedas, sehingga anak-anak juga bisa memakannya. Perbedaannya dengan bumbu bali adalah bumbu bali menggunakan cabai merah segar sehingga rasanya pedas, sedangkan hintalu masak habang menggunakan cabai kering yang tidak pedas serta dicampur dengan bumbu rempah lainnya. Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat masakan ini beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 6 butir telur rebus (Akan lebih nikmat apabila menggunakan telur bebek) 12 buah cabe merah besar kering. (Buang bijinya kemudian rebus sebentar sampai layu, tiriskan) Air secukupnya Minyak goreng secukupnya Gula pasir, garam dan penyedap rasa secuku...
Teater rakyat Mamanda merupakan kesenian asli Suku Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Teater ini telah dibawa oleh rombongan bangsawan Malaka pada tahun 1897 M. Rombongan ini, di samping bermaksud melakukan kegiatan perdagangan, juga memperkenalkan suatu kesenian baru yang bersumber dari syair Abdoel Moeloek. Kesenian tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Badamuluk . Seiring perkembangan zaman, sebutan untuk kesenian ini berkembang menjadi Bamanda atau Mamanda . Berikut ini akan dikemukakan terlebih dahulu bagaimana sejarah dan perkembangan kesenian Mamanda di Kalimantan Selatan. Sejak masa Kerajaan Negara Dipa, masyarakat Kalimantan Selatan telah mengenal beberapa jenis kesenian tradisional, seperti wayang, topeng, dan joged. Ketika Islam mulai berkembang di Kalimantan Selatan pada tahun 1550 M, terutama setelah berdirinya Kesultanan Banjar yang mendapat bantuan dari Kesultanan Demak, kesenian-kesenian tradisional semakin dikenal rakyat. Pada masa...
Tentang lagu ampar ampar pisang ini pada awalnya dinyanyikan secara iseng saat masyarakat kalimantan selatan membuat sebuah kue/makanan yang terbuat dari pisang. Makanan ini bernama rimpi.Cara membuat makanan ini adalah dengan cara pisang di diampar (disusun) kemudian dibiarkan hingga hampir matang mendekati busuk. setelah itu pisang dijemur diampar(disusun) di bawah sinar matahari sampai kira kira pisang mengeras dan mengeluarkan bau manis yang sangat khas,, Isi dari lagu ampar-ampar pisang menceritakan tentang pisang yang diampar dan dikerubuti binatang kecil kecil bisa terbang yang senang dgn aroma pisang. Binatang ini dikenal masyarakat kalimantan dengan nama bari bari. Pada akhir lagu di ceritakan tentang binatang yang ditakuti anak kecil zaman dulu (lihat kata "dikitip bidawang" yang artinya digigit biawak. Konon, kata dikitip bidawang itu digunakan untuk menakuti anak anak yang suka mencuri pisang/kue rimpi yang masih dalam proses penjemuran,.
Bamadihin adalah salah satu seni bertutur orang Banjar melalui syair atau pantun yang dilantunkan oleh satu sampai empat orang sambil diiringi alat musik rebana atau terbang . Saat ini beberapa kelompok Bamadihin masih bertahan di perdesaan Banjar, meski tidak sebanyak dahulu. 1. Asal-usul Suku Banjar di Kalimantan Selatan adalah salah satu suku Melayu terbesar di Indonesia. Suku ini memiliki kebudayaan yang khas, yaitu kesenian bamadihin atau bamadihinan. Kesenian ini merupakan salah satu identitas budaya orang Banjar yang unik dan penting. Hingga saat ini, bamadihin masih dipentaskan di perdesaan-perdesaan Banjar dalam peristiwa-peristiwa tertentu, misalnya pesta perkawinan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Banjar masih peduli terhadap warisan leluhur mereka. Secara umum, bamadihin berarti seni bertutur menggunakan syair-syair dan pantun nasehat ( madihin ) tentang kehidupan, yang dilantunkan oleh satu hingga empat orang ( pamadihin )....
Tenun tradisional Bugis Pagatan adalah tenun yang berasal dari daerah Pagatan, Kalimantan. Tenun ini merupakan hasil kerajinan orang-orang Bugis yang tinggal di Pagatan. 1. Asal-usul Seni tenun telah dikenal masyarakat sejak Nusantara masih menyatu dalam berbagai bentuk kerajaan. Menenun merupakan kegiatan sehari-hari masyarakat terutama kaum perempuan, baik untuk tujuan kormersil atau sekadar untuk mengisi waktu luang. Di Kalimantan, pekerjaan menenun telah ada sejak zaman kerajaan Negara Dipa di Amuntai. Hal tersebut tertuang dalam naskah Tutur Candi yang berbunyi: Mula-mula kapas digawi urang dan itu tapih pitung warna ada yang menggiling, ada yang mahambat dan ada yang menggantih dan manisi dan yang manyikat dan yang maawiludar dan yang mahani dan mananun, maka tuntung pada sahari itu jua maulah. Artinya: Mulai kapas dikerjakan orang, dan sarung yang tujuh warna itu ada yang menggiling, ada yang memukul-mukul, menggantih , manisi dan yang menenun, maka...
Tari Baksa Dadap merupakan tari klasik Banjar Kalimantan Selatan, tarian ini masih dipertunjukkan di keraton Banjar menurut laporan orang-orang Belanda yang mengunjungi keraton Banjar terakhir. Dalam mempersembahkan tarian ini para penari memegang busur dan anak panah yang dipanggil dadap. Mereka melompat dengan senjata ini, sambil mengankat sebelah kaki, bergerak dengan amat cepat, seolah-olah mereka terpaksa mempertahankan diri dari serangan yang datang dari semua sudut
Alkisah pada zaman dahulu di daerah Kalimantan Selatan pernah berdiri beberapa perkampungan yang saling berdekatan. Para penduduknya sering menebang hutan tanpa menanaminya kembali hingga alam menjadi rusak. Mereka juga sering bertengkar, saling menyakiti, suka merampas hak milik orang lain, dan gemar berfoya-foya. Beberapa tahun kemudian daerah itu ditimpa bencana kekeringan. Sudah enam bulan hujan tidak turun. Di mana-mana debu beterbangan dan tanah mulai pecah-pecah. Hutan yang dulu subur menghijau, kini pepohonan berubah menjadi meranggas. Hewan penghuni hutan banyak yang mati kehausan. Demikian pula ternak penduduk. Mata air yang ada di kaki bukit mulai mengering dan hanya mengeluarkan tetesan air. Padahal mata air itu merupakan satu-satunya sumber air yang mengairi tanah pertanian mereka. Akibatnya, mereka gagal panen. Penduduk yang tinggal di tepi sungai pun mulai gelisah. Air bersih semakin sulit didapatkan. Persediaan makanan pun semakin menipis. Di mana-mana terjad...