Reog, tarian yang sudah tidak asing lagi di telinga kita semua sebagai masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat pulau Jawa. Sebuah tarian yang menggunakan topeng singa dengan ekor merak sebagai atributnya. Reog biasanya diadakan saat upacara adat maupun sekedar kesenian budaya. Banyak cerita di balik Reog Ponorogo, tidak banyak juga yang tau sejarah tentang Reog sendiri. Konon, Reog berasal dari Kerajaan Kediri, Jawa Timur. Di kerajaan tersebut ada seorang putri raja bernama Putri Sanggalangit, ia sangat baik hati dan cantik parasnya sehingga banyak pangeran yang datang untuk melamarnya. Namun sayangnya Putri selalu menolak lamaran para pangeran, lantas sang Raja khawatir dan berbicara kepada sang Putri. Raja meminta sang Putri menerima salah satu pangeran dan sang Putri pun tidak dapat menolak permintaan ayahnya. Sang Putri pun memberikan syarat pada pangeran yang ingin melamarnya, syaratnya yaitu mereka harus mengadakan pertunjukan yang belum pernah ada di negri ini. Tidak berhe...
Pada tahun 1964 terjadi peristiwa bersejarah buat masyarakat Bali dan Banyuwangi Yaitu dengan meletusnya Gunung Agung, Dengan meletusnya gunung agung ini memberi dampak negatif juga berdampak positif. Dari segi negatif di mana debu abu vulkanik Gunung Agung yang hampir menyelimuti pulau Bali serta Jawa Timur ( Banyuwangi ) selama berhari bahkan berminggu minggu Dampak akibat letusan Gunung ini perekonomian tidak bisa berjalan dengan baik( orang akan malas untuk keluar rumah untuk beraktifitas tiap harinya. Di desa ( Gintangan) juga kena dampak nya di mana masyarakatnya di setiap rumah juga terganggu aktifitasnya ( malas keluar rumah , ternaknya di taruh di kandang, cari makanan ternak juga susah rumput jadi kotor dan lain lain sebagainya. Hidup di pedesaan memang sangatlah enak ( buat saya lo .karena anak desa) dan di depan rumah pasti ada pohon kelapa,Pohon Kelapa Ini di gunakan untuk hiasan semata,Karena rerumputan susah maka daun kelapa ini ini tiap sore daun nya di ambil untuk b...
Di Jawa, sabung ayam merupakan sejarah dari cerita rakyat Cindelaras. Pada waktu itu, ada raja yang bernama Jeggala berminat untuk mengadukan ayamnya dengan ayam sakti Cindelaras. Bagi yang kalah, akan mendapat hukuman berupa hukum pancung, dan bagi yang menang akan mendapat hadiah berupa setengah harta milik yang kalah. Hasil dari pertandngan tersebut, pemenangnya adalah ayam Cindelaras mampu menghajarhabis ayam milik Raja Jenggala dalam waktu yang cukup singkat. Akhirnya Raja Jenggala memngkui kehebatandai ayam Cidelaras dan mengakui bahwa ia merupakan putra yang terlahir dari permaisuri yang diasingkan karena rasa iri dari selir kerajaan. #OSKMITB2018 Sumber refrensi: http://www.serunik.com/2015/09/inilah-sejarah-asal-usul-tradisi-sabung.html
Salah satu jenis makanan berbahan dasar sayur yang sering kita temui di berbagai tempat adalah Nasi Pecel. Nasi Pecel sendiri terdiri dari berbagai jenis, yakni Pecel Madiun, Pecel Ponorogo, Pecel Tumpang, dan yang paling kita kenal yakni Pecel Lele. Namun, konon, Nasi Pecel Madiun adalah nasi pecel terenak sehingga menjadi ikon di Nasi Pecel Indonesia. Makanan ini berasal dari Madiun, sebuah kota kecil di timur Jawa. Nasi Pecel ini adalah perpaduan dari beragam sayuran yang disiram dengan sambel kacang khas Pecel Madiun. Biasanya, sayur yang digunakan adalah bayam, kenikir, bunga turi, krai, kacang panjang, dan kecambah. Tidak semua sayuran dipakai, biasanya hanya ada 3-4 jenis sayur dalam satu porsi nasi pecel. Sambal Pecel Madiun pun berbeda dari sambal pecel yang lain. Sambal ini terdiri dari bahan sederhana, yakni kacang tanah, cabai, gula merah, dan bahan lain seperti jeruk purut yang ditumbuk hingga halus. Nasi pecel biasa dilengkapi dengan peyek atau kerupuk lempeng (e dibac...
Kacang Shanghai yang oleh orang asli Tulungagung dengan logat jawanya sering disebut “Canggei” ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia berupa makanan khas yang bisa disumbangkan oleh Kabupaten Tulungagung, salah satu dari 29 kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Nama kacang shanghai ini sering dikenal dengan istilah kacang atom. Sebaga nama produk pasarannya. Namun, seperti yang sudah saya jelaskan di awal, masyarakat Tulungagung sering menyebut makanan ini, canggei. Menurut orang Jawa, canggei ini memiliki arti kaCANG sing diGawE karo diinterI atau dalam bahasa Indonesia berarti kacang yang dibuat (mungkin maksudnya dibuat menjadi makanan) dan diinteri berarti dibuat bulatan-bulatan, karena memang canggei ini bentuknya bulat-bulat seperti kelereng. Canggei ini dikatakan sebagai makanan atau tepatnya camilan khas dari Tulungagung karena sejarahnya sebagai berikut : dulunya, canggei ini bukan merupakan camilan khas dari Tulungagung, namun kemudian mulai sekitar t...
Rek Ayo Rek Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan Rek ayo rek rame rame bebarengan Cak ayo cak sopo gelem melu aku Cak ayo cak nggolek kenalan cah ayu reffrain : Ngalor ngidul liwat toko ngumbah moto Masio mung senggal senggol ati lego Sopo ngerti nasib Awak lagi mujur Kenal anake sing dodol rujak cingur Jok dipikir angger podho gak duwe sangu Jok dipikir Angger kon podho gelem mlaku Mangan tahu jok dicampur nganggo timun Malam minggu jok podho digawe nglamun Arti Lirik : Rek ayo rek, jalan jalan ke Tunjungan (pusat perbelanjaan) Rek ayo rek, ramai ramai bersama-sama Cak ayo cak, siapa mau ikut aku? Cak ayo cak, cari kenalan cewek cantik Refrain : (Berjalan-jalan) ke utara, ke selatan, melewati pertokoan (untuk) cuci mata Meski hanya bersenggolan - dengan cewek cantik (tapi membuat) hati lega Siapa tahu nasib badan sedang bagus (Bisa) Berkenalan dengan anak penjual rujak cingur...
Petik laut adalah sebuah ritual atau upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Madura, khususnya yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Tiap tahunnya, ritual ini dilakukan dengan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah, serta merupakan upaya agar dijauhkan dari bala atau malapetaka. Ritual ini dilakukan dengan cara menyiapkan perahu kecil dan mengisinya dengan sesaji-sesaji yang memiliki makna filosofis tersendiri bagi masyarakat setempat, setelah perahu kecil ini siap lalu warga berduyung-duyung menuju ke laut menggunakan perahu. Tidak seperti kegiatan melaut yang hanya dilakukan kaum adam, namun petik laut juga dilakukan bersamaan dengan kaum hawa. Sesampainya di laut dengan arus tenang, perahu sesaji tersebut diletakkan di permukaan air laut, lalu dengan perahu-perahu lainnya warga setempat mengitari perahu sesaji tersebut. Ritual ini sangatlah penting bagi masyarakat Madura, banyak juga nilai-nilai yang dapat kita ambil...
Malang merupakan daerah yang kaya akan seni dan budaya. Mulai dari tari, ludruk dan instrumen musik tradisional. Namun masih terdapat satu kebudayaan yang masih belum diketahui secara umum oleh masyarakat luas yaitu Gending Malangan. Kebanyakan orang lebih mengenal gending berasal dari daerah Jawa Tengah. Padahal di daerah Jawa Timur tepatnya Malang juga terdapat gending yang biasa disebut Gending Malangan. Mungkin untuk orang yang belum pernah mendengarkan dan tidak terlalu tau tentang musik tradisional akan sulit membedakannya. Tapi sebetulnya terdapat beberapa perbedaan yang jelas kalau kita dengarkan. Salah satunya ukutan perangkat Gending Malangan relatif lebih besar sehingga menghasilkan intonasi dan bunyi yang lebih berat jika dibandingkan dengan gending dari Jawa Tengah. Selain itu karakter bunyi dalam masing-masing gending terlihat benar-benar menggambarkan karakter nyata dari orang-orangnya. Karakter suara Gending Malangan terdengar lebih berat yang menggamb...
Budaya Panji yang Mulai Pudar dari Peradaban Cerita Panji merupakan sebuah karya sastra Jawa periode klasik, yang tepatnya dari era Kerajaan Kadiri (1104-1222). Karya sastra ini berisi kumpulan cerita mengenai kepahlawanan dan cinta yang terpusat pada dua orang tokoh utama, yaitu Raden Inu Kertapati (atau Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (atau Galuh Candrakirana). Cerita tersebut memiliki beragam versi dan menyebar tidak hanya lingkup Indonesia khususnya Jawa, tapi Kamboja, Myanmar, dan Filipina. Beberapa versi diantaranya Keong Mas, Ande-Ande Lumut,Panji Kuda Sumirang, Panji Kamboja, Panji Serat Kanda, Angron Akung, Jayakusuma, Panji Angreni Palembang, Panji Kuda-Nurawangsa, Ketek Ogleng , Ragil Kuning dan Golek Kencana. Karena terdapat banyak cerita berbeda tetapi saling berhubungan, maka cerita-cerita tersebut dimasukkan dalam satu kategori yang disebut “Lingkup Panji”. Cerita-cerita dalam Lingkup Panji banyak digunakan dalam b...