we buy fc coins Visit Buyfc26coins.com Ismert és megbízható cég a piacon..aVuy
660 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
KISAH KI AGENG MANGIR WANABAYA KSATRIA MAJAPAHIT
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

KI AGENG MANGIR WANABAYA masih keturunan dari raja-raja Majapahit. KI AGENG MANGIR WANABAYA adalah cucu dari Prabu Brawijaya V. KI AGENG MANGIR WANABAYA adalah penguasa daerah Mangir (kini di Kabupaten Bantul, Yogyakarta). Menurut cerita, pangeran yang bernama asli RADEN WANABAYA ini tewas di tangan mertuanya sendiri. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Keraton Kotagede, Yogyakarta. Yang aneh, setengah jasadnya dimakamkan di dalam keraton dan setengah yang lainnya di luar keraton.     Setelah era Kerajaan Majapahit kemudian Kesultanan Demak dan Kesultanan Pajang berakhir, muncullah Kerajaan Islam Mataram di tanah Jawa yang menjadi penerus garis keturunan dari Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini dipimpin oleh  Panembahan Senopati alias DANANG SUTAWIJAYA , putra Ki Ageng Pemanahan. Panembahan Senopati memiliki seorang putri yang cantik bernama  SEKAR PEMBAYUN . Pemerintahan Panembahan Senopati dibantu oleh patihnya,  K...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
CERITA LEGENDA ASAL USUL UPACARA BEKAKAK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ritual Selametan Upacara Bekakak atau sering juga disebut Saparan merupakan upacara adat masyarakat yang hingga kini masih diperingati oleh masyarakat di Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Bekakak berarti korban penyembelihan hewan atau manusia. Hanya saja, manusia yang dimaksud di dalam upacara ini yaitu tiruan manusia yang berwujud sepasang boneka pengantin dalam posisi duduk bersila, terbuat dari tepung ketan yang berisi cairan gula merah. Disebut Saparan karena upacara ini dilaksanakan pada bulan Sapar (Syafar), bulan kedua dalam kalender Hijriah (Islam). Menurut cerita, selametan upacara Bekakak bermula dari sebuah musibah yang menimpa dua orang abdi dalem (pegawai keraton) Sultan Hamengkubuwono I. ∞∞∞       Pada 1755, Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai raja pertama Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I.   Sebagai raja baru, ia berm...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Situs Sokoliman #DaftarSB19
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Gunungkidul merupakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ternyata daerah Gunungkidul adalah sebuah kawasan yang pernah dijadikan rumah oleh beberapa komunitas manusia purba. Terbukti dari ditemukannya situs sejarah di daerah Gunungkidul berupa beberapa situs sejarah berupa artefak kuno yang dipercaya berasal dari zaman megalitikum atau zaman batu tua. Situs sejarah di kawasan Gunungkidul berada di kawasan Sokoliman. Kawasan Sokoliman sendiri merupakan sebuah dusun di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Konon nama Sokoliman berasal dari temuan beberapa batuan besar yang berada di salah satu lahan pertanian di kawasan dusun ini. Kata ‘liman’ berasal dari angka lima berdasar temuan 5 buah soko berbentuk batu besar yang menjadi salah satu temuan terbesar di komplek situs ini di masa pemerintahan Belanda oleh seorang pakar arkeologi bernama JL Moens pada tahun 1934. Situs ini memuat budaya-budaya megalitikum seperti menhir, sarkofagus, dan punden berundak....

avatar
Oskm18_fsrd_dwiky
Gambar Entri
Makam Imogiri
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Makam Imogiri yang terletak di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu obyek wisata yang dikenal sebagai pemakaman para raja Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta yang dahulu merupakan Kerajaan Mataram. Kita dapat menuju ke obyek wisata tersebut menggunakan mobil maupun motor, namun disarankan kepada lansia untuk tidak mengunjungi makam ini karena Makam Imogiri terdiri dari banyak anak tangga dan jalan akses menuju ke sana dapat dibilang kurang mulus serta berkerikil. Pelancong yang memasuki area pemakaman diwajibkan untuk memakai kain dan kemben bagi wanita serta kain, baju dan blangkon bagi pria. Perhiasaan pun tidak diperbolehkan dan harus dilepas jika ingin masuk ke area pemakaman. Di dalamnya, makam-makam tersebut dibagi sesuai dengan pangkat dan jabatan para leluhur yang dimakamkan disana. Salah satu hal menarik yang terdapat di Makam Imogiri adalah lantai yang sangat harum, yang konon berasal dari Mekah dan dibawa oleh seorang raja yaitu Sult...

avatar
OSKM18_16618035_Kenlia
Gambar Entri
Gurah - Metode Pengobatan Sinusitis Tradisional Indonesia
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Indonesia adalah sebuah negara dengan berbagai kebudayaan yang berbeda – beda. Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau yang dihuni oleh 255 juta penduduk dengan berbagai keanekaragaman budaya, etnis, agama, ras, dll.  Budaya di Indonesia sangat berbeda dengan budaya Barat yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengalaman, keyakinan, agama, pengertian, dan masih banyak lagi. Namun, karena hebatnya globalisasi di Indonesia, budaya barat mulai masuk dan menutupi budaya – budaya asli Indonesia sendiri. Padahal, kita sebagai Warga Negara Indonesia harus terus melestarikan budaya – budaya tersebut dan mempertahankan keestetikaannya. Indonesia memiliki berbagai macam metode pengobatan tradisional yang manjur, seperti : jamu, pijat, kerokan, dan masih banyak lagi.  Di kota Yogyakarta, terdapat sekelompok warga yang disebut warga Imogiri (daerah Bantul), mereka mempunya metode pengobatan tradisional yang disebut dengan gurah . Apa itu Gurah ?...

avatar
Oskm18_19718234_jeremy
Gambar Entri
Tradisi Apeman
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

    Tradisi Apeman Tradisi Apeman ini adalah gabungan dari unsur keagamaan dan adat kesenian budaya orang jawa. Acara ini diadakan setiap menjelang datangnya bulan suci ramadhan, tradisi ini memiliki makna sebagai permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha ESA, saling meminta maaf lahir batin antar umat muslim sebelum datangnya bulan suci ramadhan, sebagai   bentuk dari rasa syukur atas rizki bagi  umat muslim di yogyakarta dan unrtuk mendoakan para leluhur terdahulu. Pertama-tama tradisi ini dilakukan untuk ruwatan yaitu mendoakan para   tokoh-tokoh agama islam   terdahulu, seperti para kiyai-kiyai besar, para leluhur desa, dengan mengadakan   pengajian bersama, lalu masyarakat membersihkan makam para kiyai   dan anak cucu keturunannya  serta para leluhur desa dengan   pandu oleh juru kunci makam tersebut untuk   memperingati hari meninggalnya. Setelah membersihkan makam, dilanjutkan denga...

avatar
OSKM18_16818107_kimberlita qatrunnada
Gambar Entri
Blangkon (Ikat Kepala Khas Indonesia)
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Blangkon adalah nama khas ikat sekaligus penutup kepala yang terbuat dari kain batik dari daerah Jawa Tengah (khususnya DI Jogjakarta). Di daerah lain, nama ikat kepala ini mempunyai sebutan masing-masing, contohnya di daerah Jawa Barat (suku Sunda) atau di daerah Banten, ikat kepala seperti ini banyak disebut sebagai "Udeg". Nama Blangkon sendiri lebih dikhususkan kepada bentuk ikat kepala yang menutupi semua bagian atas kepala, sedangkan yang berbentuk hanya sperti kain yang diikat di kepala (seperti bandana), biasa disebut dengan sebutan ikat kepala. Dahulu, Blangkon ada sebagai aksesoris kepala untuk merapihkan rambut para pemudanya. Pasalnya, para pemuda dulu lebih umum memiliki rambut yang panjang, yang umumnya kurang tertata dengan rapih. Oleh karena itu, dengan bantuan ikat kepala ini, rambut para pemuda saat itu bisa terlihat lebih rapih. Blangkon juga dijadikan sebagai salah satu alat pembeda antara suatu suku dengan suku lainnya, pasalnya setiap suku memiliki ciri k...

avatar
OSKM18_19818171_Rizky Pradyantama
Gambar Entri
Cara Memasak Sate Kere Khas Jogjakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Sate Kere Khas Jogjakarta   Sate kere merupakan salah satu makanan tradisional khas Jogjakarta. Disebut sate kere karena dalam bahasa Indonesia kere berarti miskin, karena sate ini tidak terbuat dari daging, melainkan terbuat dari tempe gembus atau gajih sapi yang memang harganya sangat murah jika dibandingkan dengan sate berbahan daging atau ayam. Walaupun berbahan dasar tempe atau gajih yang murah meriah, namun untuk urusan rasa sate kere tak kalah dengan sate daging. Mau tahu resep membuat sate kere khas Solo yang sangat terkenal ini ? Langsung saja kita simak resepnya. Bahan-bahan : 1. 300 gr tempe gembus/gajih sapi, potong dadu atau sesuai selera 2. 250 ml air kelapa 3. 2 lembar daun salam 4. 2 cm lengkuas, memarkan 5. 1 buah asam jawa 6. 100 gr gula merah, sisir 7. Minyak goreng secukupnya 8. Tusukan sate secukupnya Bumbu yang dihaluskan : 1. 5 butir bawang mer...

avatar
Oskm18_19718389_raffi alfarizi
Gambar Entri
Seni Mural Yogyakarta
Ornamen Ornamen
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota budaya, kota pelajar, kota seni, kota gudeg, kota bakpia, itulah beberapa julukan bagi kota Yogyakarta. Julukan ini pun diberikan karena ciri khas yang melekat di kota yang memiliki slogan “Berhati Nyaman”.  Yogyakarta atau sering disingkat Jogja, memiliki kekhasan akan keunikan budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun yang masih terjaga hingga saat ini. Kota ini juga dikenal sebagai tempat lahir dan berkembangnya budaya-budaya baru. Salah satu budaya yang sangat berkembang di Jogja adalah “Seni Mural” atau ekspresi seni menggambar di atas media dinding. Seni Mural di Jogja mulai marak sejak diselenggarakannya Proyek Mural Kota pada tahun 2002 yang digagas oleh komunitas Apotik Komik (sekelompok seniman yang memfokuskan kegiatannya pada seni publik dan membangun dialog dengan masyarakat). Proyek mural kota ini berjudul “Sama-Sama” yang kemudian menginspirasi masyakarat untuk juga membuat mural sehingga melahi...

avatar
adhaagary