Gunungkidul merupakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ternyata daerah Gunungkidul adalah sebuah kawasan yang pernah dijadikan rumah oleh beberapa komunitas manusia purba. Terbukti dari ditemukannya situs sejarah di daerah Gunungkidul berupa beberapa situs sejarah berupa artefak kuno yang dipercaya berasal dari zaman megalitikum atau zaman batu tua. Situs sejarah di kawasan Gunungkidul berada di kawasan Sokoliman.
Kawasan Sokoliman sendiri merupakan sebuah dusun di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Konon nama Sokoliman berasal dari temuan beberapa batuan besar yang berada di salah satu lahan pertanian di kawasan dusun ini. Kata ‘liman’ berasal dari angka lima berdasar temuan 5 buah soko berbentuk batu besar yang menjadi salah satu temuan terbesar di komplek situs ini di masa pemerintahan Belanda oleh seorang pakar arkeologi bernama JL Moens pada tahun 1934.
Situs ini memuat budaya-budaya megalitikum seperti menhir, sarkofagus, dan punden berundak. Sebelumnya batu-batu ini berserakan di pekarangan warga dan hanya dianggap batu biasa. Kemudian para arkeolog mulai meneliti dan mengumpulkan batu-batu tersebut di situs Sokoliman ini untuk menghindari perusakan.Beberapa temuan situs artefak di dusun Sokoliman ini diantaranya adalah bentukan beberapa kubur batu yang ditandai dengan batu-batuan lonjong dan lempeng batu menyerupai nisan. Di lokasi yang tidak jauh dari kubur batu, ditemukan batuan yang disusun menyerupai jajaran batu yang keap kali dianggap sebagai jalan menuju altar. Jajaran batu ini berserakan ketika ditemukan dalam menyerupai bata besar yang masih kasar bentuknya. Selain itu, ditemukan pula beberapa batuan yang menyerupai menhir atau meja besar yang dianggap sebagai altar. Menhir ini berjumlah lima sehingga disebut sokoliman. Selain temuan berupa peninggalan batuan yang tersusun, di kawasan Sokoliman juga ditemukan sebuah goa purbakala. Goa ini memiliki bentuk unik seperti beberapa batuan raksasa yang disusun sehingga menjadi rumah prasejarah. Di dekat situs goa purbakala juga terdapat sumur. Sumur tersebut yang menandakan adanya aktivitas hidup manusia pada masa itu. Sumur merupakan symbol kebutuhan dasar manusia seperti untuk minum dan bercocok tanam.
Situs Sokoliman selalu menjadi kunjungan pakar arkeologi dunia untuk pusat riset. Banyak lagi di daerah Sokoliman juga ditemukan peninggalan megalitikum lainnya, seperti situs gondang dan situs gunung bang. Di daerah lain di Gunungkidul terdapat juga situs megalitikum lain yaitu situs Bleberan di Playen, Gunungkidul. Dengan ditemukannya kedua situs ini menjelaskan bahwa kawasan Gunungkidul dulunya pernah dihuni manusia yang menganut budaya megalitikum. Banyak sekali daerah Gunungkidul yang menjadi penemuan situs sejarah purbakala.
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...