Tahun Baru
413 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Membuat Onde-Onde Versi Sumatera Utara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Tradisi membuat onde-onde merupakan tradisi suku Tionghoa yang diadakan setiap akhir bulan Desember yaitu sekitar tanggal 21 atau 22. Sebenarnya tradisi ini dilakukan oleh masyarakat asli di China pada festival Dongzhi namun diadaptasi oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia menjadi onde atau ronde. Tapi tau gak sih mengapa bentuknya bulat dan teksturnya lengket serta disajikan bersama air gula ? Nah setelah saya tanyakan kepada para tetua di keluarga saya, ternyata bentuk bulat dari onde atau ronde tersebut ada kaitannya dengan ajaran filsafat kuno yin dan yang serta juga menggambarkan berkumpulnya keluarga yang duduk di meja bundar. Sedangkan air gula menandakan hubungan keluarga yang hangat dan manis serta teksturnya yang lengket menggambarkan kerekatan hubungan dalam keluarga. Mengingat bahwa suku Tionghoa tersebar di beberapa bagian di negara kita ini, masakan onde masyarakat Tionghoa di Sumatera Utara ini memiliki perbedaan dengan masakan onde etnis Tionghoa yang berada di l...

avatar
Daviditb123
Gambar Entri
Manjagit Parompa
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Manjagit Parompa [Manjagit = Menerima, Parompa = Kain ulos berbentuk selendang untuk menggendong] adalah ritual dimana orang tua seorang wanita memberikan kain yang disebut Parompa Sadun saat sang wanita di anugerahi anak pertama. Parompa Sadun ini bertuliskan nama anak tersebut yang lalu diselempangkan di bahu kedua orang tua bayi. Pada waktu upacara ini dihadiri pihak-pihak yang disebut Dalihan Natolu, yaitu pihak dari keluarga suami (Kahanggi), keluarga dari pihak istri (Mora) dan keluarga dari pihak saudara wanita suami (Anak Boru).  Pemberian kain ini disertai nasihat dan doa dari semua pihak yang hadir secara bergantian agar kelak menjadi anak yang berguna yang merupakan perwujudan rasa syukur keluarga besar akan kehadiran anggota keluarga baru. Manjagit Parompa ini hanya dilakukan pada anak pertama. Istilah Manjagit Parompa biasa disebut juga Mangalehen Parompa. Beda Manjagit dan Mangalehen adalah, Manjagit sang wanita dapat mengambil parompa ke orang tuanya, sed...

avatar
Oskm18_16818229_anintan
Gambar Entri
Graha Maria Annai Velangkanni
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Gereja Katolik yang didirikan oleh Pastor James, memiliki desain interior mirip seperti bangunan kuil di India ini terletak di Jalan  Sakura III No.7, Tanjung Selamat, Medan. Lokasi nya yang strategis dan mudah untuk dijangkau dengan transportasi umum maupun pribadi ini membuat banyak orang ingin pergi kesana hanya untuk sekedar mengambil foto/ menikmati keindahan interior dari bangunan ini. Pengunjungnya bermacam-macam mulai dari orang yang beragama katolik maupun yang beragama non-katolik. Selain itu, terkadang kita juga akan menjumpai pengunjung yang berasal dari luar kota Medan maupun dari luar negri.  Suasana di kapel Maria ini sangat damai, sehingga sangat cocok untuk tempat berdoa dan meditasi.  Pada hari besar tertentu, seperti Hari Natal, Hari Paskah, Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung,dan hari besar umat katolik lainnya, maka biasanya akan diadakan misa gereja di lantai 2.  Terdapat cerita yang terkenal dari sejarah didirikannya Graha Maria...

avatar
OSKM18_16518128_Elisabeth Levana Thedjakusuma
Gambar Entri
Legenda Danau Toba
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

                                                                                                                LEGENDA DANAU TOBA       Danau Toba adalah sebuah danau yang terletak provinsi Sumatera Utara. Danau ini adalah sebuah danau vulkanik dimana terdapat sebuah pulau besar tepat berada ditengah-tengahnya yakni Pulau Samosir.       Taat kala ceritanya bermula dari dahulu kala di sebuah desa di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, hiduplah seorang laki-laki bernama Toba yang hidup seorang diri di sebuah gubuk yang kecil. Toba adalah seorang laki-laki yang rajin berkerja setiap hari, kegiatannya adalah menanam sayur di kebunnya sendiri. Hari demi hari dan tahun...

avatar
Oskm18_16818288_crystaline Claudia
Gambar Entri
Mencicipi Legenda Minuman Siantar, Badak Sarsaparila!
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Jika kalian pernah mengunjungi gerai makanan Medan seperti Lapo ni Tondongta atau Lapo Marpadotbe pasti kalian tidak asing dengan minuman ini, Badak Sarsaparila! Jangan khawatir, meski namanya cukup mengintimidasi namun, minuman ini ternyata sangat digemari oleh para pecinta lapo untuk menemani ketika menyantap hidangan. Badak Sarsaparila merupakan minuman legenda yang kerap kali pada masa kejayaannya sekitar tahun 1960-1990 kerap kali disandingkan dengan minuman soda khas barat lainnya, seperti Coca-Cola. Minuman ini sudah berumur lebih dari 100 tahun, loh! dimulai ketika tahun 1916, saat seorang berkebangsaan Swiss bernama Heinrich Subreck, mendirikan sebuah pabrik minuman bersoda bernama NV Ijs Fabriek di Pematang Siantar, Medan. Badak sendiri merupakan brand hasil produksi dari pabrik tersebut, nama 'Badak' didapat dari kecintaan Subreck terhadap alam Indonesia. Kemudian pada akhir 1960, isu nasionalisasi aset negara semakin marak, akibatnya Subreck terpaksa menyerahkan...

avatar
OSKM18_16518294_michael Kresna Putra
Gambar Entri
Budaya Nyirih Masyarakat Tanah Karo
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Sumatera Utara

Nyirih merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di antara masyarakat Karo. Kebanyakan dari mereka menyebutnya "man belo". Frasa tersebut diambil dari bahasa Karo asli yaitu "Man" yang artinya makan dan "belo" yang berarti sirih.  Kebiasaan man belo di Tanah Karo ini sekarang sudah mulai memudar . Hanya sebagian saja yang mengikuti kebiasaan ini, kebanyakan nenek yang berusia lanjut saja yang masih mengikuti kebiasaan ini. Sangat jarang sekali ditemukan anak-anak ataupun bapak-bapak yang melakukan kebiasaan tersebut. Mungkin bisa dibilang tidak ada. Bagi wanita berusia lanjut di daerah Karo, man belo ini merupakan sebuah ketergantungan yang tidak bisa ditinggalkan. Pagi, siang, malam pun pecandu sirih ini tidak pernah lupa memakan sirih nya . Biasanya mereka melakukan kebiasaan itu setelah makan nasi. Bahkan saat bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri, perlengkapan sirihnya selalu dibawa. Mungkin ketergantungan pada sirih ini bis...

avatar
OSKM18_19818010_Mirna Yosefin Barus
Gambar Entri
Pelleng,Makanan Khas Pakpak yang Belum Terjamah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Pelleng, Makanan Khas Pakpak yang Belum Terjamah Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya masih banyak sekali makanan dari berbagai daerah di Indonesia yang mempunyai cita rasa yang tidak kalah nikmatnya dari rendang,sate, dan gudeg. Salah satunya dari daerah Sumatera Utara, Kabupaten Dairi. Disana terdapat makanan khas bernama pelleng . Pelleng merupakan jenis makanan khas kuliner Suku Pakpak salah satu suku penduduk lokal di Dairi. Pelleng ini jenis kuliner khas Pakpak yang mirip bentuknya seperti nasi tumpeng makanan khas Jawa. Tentu saja bila didengar oleh orang awam nama ini terlihat aneh. Namun bagi masyarakat Dairi,makanan ini memiliki keistimewaan sendiri baik dari segi cita rasa dan maknanya dalam nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Pada masa lampau, Pelleng merupakan makanan bagi mereka yang hendak berangkat berperang. Sebelum berangkat ke medan perang, mereka menyantap pelleng sebagai harapan untuk membangkitkan semangat dan keberanian.Saat ini, dalam kehid...

avatar
OSKM2018_19818027_yanuar
Gambar Entri
Dalihan Natolu
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam hukum adat Mandailing dikenal sistem kekerabatan yang disebut dengan Dalihan Na Tolu. Sistem ini secara etimologis berarti ‘tungku yang tiga’, tungku yang disebut Dalihan Na Tolu ini digunakan sebagai analogi kekerabatan dalam hukum adat Mandailing. Tungku tersebut memerlukan tiga kaki yang berukuran sama dan terbuat dari batu sehingga periuk yang digunakan tidak akan jatuh. Dalam hal ini, tungku tersebut menggambarkan bahwa masyarakat Mandailing mempunyai kedudukan yang sama dalam kekeluargaan. Tungku yang digunakan adalah tungku kaki tiga karena jika salah satu kaki tidak berfungsi maka tungku tidak akan dapat berdiri, berbeda dengan tungku kaki empat ataupun lima yang mana apabila satu kaki tidak berfungsi maka tungku masih dapat berdiri karena masih ada tiga atau empat kaki tungku lainnya. Tungku ini juga dapat difilosofikan sebagai konsep gotong royong yang mana ketiga komponen (kaki tungku) harus ikut berperan agar tungku bisa berdiri dengan kuat. Sehingga, D...

avatar
Rizanasalsa
Gambar Entri
Manuk Na Niatur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Manuk Na Niatur  ( Ayam yang Disusun ) - Makanan Khas Orang Batak Makanan dengan nama yang cukup unik ini, merupakan salah satu hidangan yang sering disajikan dalam acara syukuran di adat batak. Satu ekor ayam jantan yang tidak memiliki kecacatan sama sekali adalah bahan utama makanan ini. Pernikahan, pembaptisan, ataupun acara ulang tahun adalah saat-saat hidangan ini dibuat. Orang-orang memberi istilah di-"surduk" yang memiliki arti diberikan. Tujuan dari dihidangkannya makanan ini adalah dengan pengharapan kehidupan orang yang memakannya menjadi lebih baik. Tidak hanya dalam acara syukuran, makanan ini juga dapat dimakan pada saat orang tersebut jatuh sakit , untuk diberikan kesembuhan. Nah, bagaimana caranya memasak hidangan unik ini? Bahan-bahan yang dibutuhkan: 1 ekor ayam kampung 1 buah air jeruk nipis Bumbu halus yang disangrai: 2 buah serai dipotong kecil 5cm lengkuas dipotong kecil 7cm jahe dipotong kecil 5cm...

avatar
OSKM18_16318079_Rebecca Trixiandriana