Tari Penthul Tembem adalah tari khas Kota Madiun yang kurang terekspos keberadaannya dan masih belum diakui secara hukum oleh pemerintah Kota Madiun.Tari ini menceritakan tentang sejarah perjalanan Raden Ngabehi Ronggowarsito atau disebut Bagus Burhan. Tari ini memakai topeng sebagai ciri khasnya, topeng berwarna putih sering disebut Penthul sedangkan topeng berwarna hitam sering disebut Tembem. Tari ini merupakan tari berpasangan karena ditilik dari sejarahnya dahulu tari ini dimainkan oleh dua orang bernama Kromoleya dan Onggoleya, tarian ini awalnya digunakan sebagai komunikasi untuk menyampaikan berita rahasia dari Kyai Ageng Kasan Besari yang berisi untuk memanggil kembali Bagus Burhan ke Desa Tegalsari karena banyak terjadi wabah penyakit sepeninggal Bagus Burhan di desa itu. Kramoleya adalah utusan dari Kyai Ageng Kasan Besari, ia mencoba bertahan hidup dengan ngamen untuk memenuhi kebutuhan hidup selama mencari Bagus Burhan. Pada saat ia ngamen di Alun-alun Kota Madiun, secara...
Malam Midodareni adalah salah satu ritual dalam proses pernikahan adat Jawa yang terjadi semalam sebelum pernikahan, dimana mempelai pria tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan mempelai wanita. Dalam istilah modern, Midodareni juga bisa dikenal dengan nama pingitan. Malam Midodareni berasal dari legenda antara Jaka Tarub dan istrinya Dewi Nawangwulan. Konon, Dewi Nawangwulan kembali ke bumi untuk mengunjungi anaknya, Dewi Nawaningsih, pada malam sebelum pernikahannya. Dari cerita inilah, muncul Midodareni yang berasal dari istilah "widodari" atau "bidadari". Artinya, masyarakat percaya bahwa bidadari dari kayangan akan menyambangi rumah mempelai wanita untuk membuatnya menjadi cantik seperti bidadari pada hari pernikahannya esok. Midodareni sendiri biasanya dilaksanakan pada malam hari setelah proses siraman. Ritual ini dilaksanakan dengan melakukan doa bersama antara keluarga dan kerabat yang bersangkutan, dimana mempelai wanita akan tetap berada di dalam kamar dan memper...
Candi Kalicilik memang bukan satu-satunya candi bata di Blitar. Selain Kalicilik masih ada Candi Bacem , Candi Tapan , Situs Besole , dan Candi Sumbernanas yang sama sama tersusun dari bata. Namun Kalicilik berbeda, candi ini tergolong masih utuh. Candi ini masih memiliki kaki candi, tubuh candi, dan sebagian atap candi. Bukan berarti candi-candi bata lainnya tidak menarik, karena setiap candi memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing. Hanya saja jika arkeotraveler sekalian ingin menyaksikan candi bata yang relatif masih untuh, silahkan kunjungi Candi Kalicilik.Candi Kalicilik secara administratif terletak di Dusun Kalicilik, Desa Candirejo, Ponggok, Kab. Blitar. Rute menuju Candi Kalicilik adalah sebagai berikut: Blitar – Kalipucung – lanjutkan ke arah Srengat – perempatan Poluhan ke kanan mengikuti jalan raya Blitar Pare – SPBU Bacem masih lurus hingga menjumpai papan petunjuk arah ke Candi Kalicilik – Ikuti arah yan...
Hai, para pembaca yang budiman! #ea.. Di post berkategori makanan ini, mimin, si arek suroboyo asli, mau mengenalkan pembaca sekalian pada salah satu bahan makanan yang populer di Surabaya dan sekitarnya. Mari kita sambut, Kerang Batik. yaaay.. * tepuk tangan sendiri*. Iya, kerang batik namanya, emang manusia doang yang batikan ? Kerang juga ada yang pake batik kali, secara kerang ini kerang yang Indonesia banget. Jadi, yang masi malu-malu atau ogah pakai batik, malu sama kerang oi ! Nah, kerang ini juga memiliki nama Latin, yaitu Paratapes undulatus atau Paphia undulata . Selain di daerah pesisir negara Thailand dan Vietnam, kerang batik juga hidup di pesisir pantai-pantai Surabaya dan Sidoarjo, serta Gresik. Kalau dari pengalaman mimin berburu makanan di Pulau Jawa dan melalui informan-informan mimin di daerah Indonesia lainnya, kerang batik memang sulit ditemukan di luar Jawa Timur. Kerang...
Sejak zaman dahulu, leluhur kita yang berasal dari Jawa sering menggunakan petung hari pasaran. Petung sendiri memiliki arti perhitungan, sehingga petung hari pasaran dapat diartikan sebagai "perhitungan mencari hari yang baik". Petung ini sudah lama digunakan oleh para pembesar kerajaan zaman dahulu, biasanya dipakai untuk mencari hari membangun bangunan, melakukan perang, ataupun menikah. Walaupun biasanya digunakan oleh pembesar kerajaan, tapi sekarang sudah boleh digunakan oleh semua orang untuk menentukan hari baik dan hari larangan. Perhitungan hari baik ini terdapat dalam mitologi sebagai berikut : 1. Batara Surya (Dewa Matahari) yang turun ke bumi menjelma menjadi Brahmana Raddhi di gunung. Ia menggubah hitungan yang disebut Pancawara (lima bilangan) yang sekarang disebut Pasaran, yakni Legi, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon dengan nama kunonya Manis, Pethak, Abrit, Jene, Cemen...
Seperti diketahui banyak orang, jaranan merupakan salah satu tarian tradisional khas Kediri. Selain sebagai hiburan, seni jaranan juga dikenal sebagai alat pemersatu masyarakat di Kediri. Meski berupa tarian, jaranan memiliki ciri tersendiri, baik dari tarian, pakaian yang dikenakan, serta irama yang mengiringinya. Kesenian jaranan asli Kediri, biasa diiringi dengan berbagai alat musik, seperti gamelan, gong, kendang, kenong. Sedangkan, dilihat dari tariannya, ada 2 macam tarian yang digunakan, yaitu tarian pegon atau jawa, dan tarian senterewe yakni gabungan antara tarian jawa dengan tarian kreasi baru. Jaranan, sebenarnya menggambarkan cerita masa lalu, ketika Raja Bantar Angin, seorang raja dari Ponorogo bermaksud melamar Dewi Songgolangit, putri cantik dari kerajaan Kediri, atau yang biasa disebut juga dengan Dewi Sekartaji atau Galuh Candra Kirana. Konon, karena wajahnya jelek, Raja Bantar Angin akhirnya menyuruh Patihnya, yang bernama Pujangga Anom, seorang pat...
Kain tenun ikat adalah salah satu kriya tenun Indonesia. Perbedaan kain tenun ikat dengan tenun biasa adalah prosesnya. Untuk kain tenun ikat sendiri mengaruskan pembuat untuk membungkus (mengikat) helai-helai benang dengan tali plastik sesuai dengan motif sebelum ditenun. Ketika dicelup, bagian benang yang diikat dengan tali plastik tidak akan terwarna dan menimbulkan corak tertentu. Berlokasi di Jalan Kyai Haji Agus Salim, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur; terdapat beberapa pengrajin kain tenun ikat. Bahkan disebabkan oleh banyaknya pengrajin tenun ikat yang bernaung di beberapa unit usaha kecil menengah (UKM), wilayah ini dijuluki dengan kampung industri tenun ikat bandar kidul. Untuk kain tenun ikat produksi wilayah tersebut dinamain dengan tenun ikat bandar (sesuai dengan nama kelurahan tersebut). Kain tenun Bandar tidak mudah ditemukan di semua wilayah, karena memiliki keunggulan-keunggulan yang membuat bany...
Boyo-boyoan merupakan permainan tradisional yang sekarang sulit ditemui diperkampungan ataupun diperkotaan. Permainan ini sulit ditemukan disebakan karena kurangnya anak-anak bermain di luar rumah , dan juga permainan ponsel ataupun PC yang mudah diakses dan dimainkan tanpa berkeringat. Permainan Boyo-boyoan ini sering dimainkan di lapangan yang luas. Untuk jumlah pemain boyo-boyoan biasanya terdiri dari 1 boyo 5-7 mangsa bahkan bisa lebih. Permainan ini boyo merupakan pemain yang mengejar pemain lainnya yaitu mangsanya. Permainan ini dimulai dengan hompimpa selanjutnya, jika salah satu pemain kalah hompimpa dia akan menjadi boyo, dan lainnya akan menjadi mangsa. Boyo akan mengejar mangsa hingga tertangkap. Boyo tidak bisa menangkap mangsa jika mangsa naik di pohon, batu atau tempatnya yang lebih tinggi karena disni boyo adalah bahasa jawa yang artinya buaya. Buaya tidak bisa naik di tempat yang tinggi. Mangsa hanya dapat naik di tempat tinggi dengan waktu 5 detik dan selanjutnya haru...
Jika Kita Mendengar Kabupaten Jombang, Apa yang mungkin kita ingat dari daerah terebut ? Apakah kota santri ? Atau bahkan ada yang tidak tahu dimana atau apakah ada daerah bernama Jombang tersebut ? Ya Jombang adalah salah satu Kabupaten yang berada di daerah Jawa Timur yang berada 76 Km dari Kota Surabaya. Kota ini sering disebut kota santri dikarenakan banyaknya pesantren yang di dirikan di daerah tersebut. Namun tanpa banyak orang sadari sebenarnya kota ini memiliki jajanan yang sangat enak dan patut untuk dicicipi oleh semua orang. Jajanan itu adalah Jenang Kelapa Muda Jombang. Jika Garut dan daerah Jawa Barat lainnya memiliki dodol, nah di Jawa Timur ini ada yang namanya jenang. Namun berbeda dengan jenang Kudus, jenang asal Jombang ini sangat kaya akan rasa kelapa mudanya. Bahan dasar dari jenang ini sendiri adalah kelapa muda dan buah labu atau disebut waluh dalam bahasa Jawa. Proses pembuatnya tidak dapat dibilang mudah. Setelah kelapa di bersihkan lalu diparut. Maka...