Monumen perjuangan ini berada di Dukuh Posongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Monumen ini adalah saksi bisu dari sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, tepatnya ketika Belanda melaksanakan Agresi Militer Belanda Ke-2 pada tahun 1947. Saat itu terjadi pertempuran antara pejuang Indonesia melawan pasukan Belanda (KNIL). Dalam pertempuran tersebut sebanyak 215 pejuang gugur, dua diantaranya adalah prajurit dari Pangkalan C.A.IV Tegal yaitu Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar. Kasmuri(53 th) menuturkan bahwa gugurnya kedua prajurit tersebut bermula pada saat keduanya sedang menaiki kereta api menuju Tegal setelah melaksanakan dinas di Surabaya. Kereta yang dinaiki oleh Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar dihadang oleh pasukan KNIL di sekitar Dukuh Posongan, penghentian tersebut terjadi karena disana sedang terjadi peperangan antara pejuangan dengan pasukan KNIL. Ketika itu mereka langsung turun dan ikut bergabung dengan pejuang untu...
Balakan terletak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Daerah itu disebut Balakan karena di tempat tersebut terdapat makam Ki Ageng Balak yang dijadikan tempat ritual sejak dahulu kala. Komplek pemakaman ini selalu ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah di setiap harinya yang bertujuan mencari penyelesaian atas masalah dalam kehidupan mereka. Konon katanya, banyak pengunjung yang berhasil dan sukses setelah menjalani ritual di tempat ini. Asal muasal tempat ini yaitu pada siang hari di musim paceklik, warga desa mendengar suara entah dari mana, yang berbunyi: “Yah mene kok golek uwi, kae lho openono panggonanku ono ngisor uwit serut, openono bleduge, panganen kanggo wong sak eyupen blarak. Aku putro wayah ratu ping rolas isih turun Majapahit” Yang kira- kira memiliki arti: “ Zaman sekarang kok cari susah, rawat saja tempatku di bawah pohon serut, bersihkan debunya, maka kamu tidak akan...
Wangsalan adalah budaya Jawa dalam bertutur kata sehari-hari di kalangan orang-orang Jawa. Wangsalan yaitu perkataan yang berupa teka-teki ( cangkriman ) yang akar jawabannya tidak diutarakan secara jelas, namun sudah terdapat pada kata kunci yang disampaikan sebelumnya. Wangsalan sering digunakan sebagai jembatan bermain kosa kata untuk menguji seberapa jauh pemahaman orang terhadap kosa kata dalam bahasa Jawa. Wangsalan memiliki berbagai macam jenis berdasarkan bentuk penuturannya. Yang pertama adalah wangsalan lamba , yaitu wangsalan yang akar jawabannya hanya satu saja. Kalimat teka-tekinya berupa satu kalimat yang terdiri dari frasa dan klausa. Frasa yang berada di awal merupakan kata kuncinya, sedangkan klausanya merupakan akar jawaban (teka-teki). Contohnya adalah “ Balung klapa, ethok-ethok ora ngert”i. Jawaban dari wangsalan tersebut adalah bathok. Bathok adalah kata lain dari balung klapa , sedangkan e thok -e thok menjadi akar dari...
Getuk adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini terbuat dari bahan dasar yang cukup mudah didapatkan, yaitu singkong.Makanan ini biasa dijadikan kudapan khususnya pada acara-acara santai seperti arisan, kumpul keluarga, atau bisa juga pada acara penting seperti syukuran.Banyak yang menyukai makanan ini karena cita rasanya yang sederhana, rasanya yang manis namun tidak terlalu menusuk lidah. Hal ini menjadikannya makanan yang tepat untuk dikonsumsi kapan pun kita mau. Maka dari itu, pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat kudapan sederhana ini. Simak penjelasan di bawah ini : A. Bahan 1. Singkong (1kg) 2. Gula Merah (250g) 3. Garam (secukupnya) 4. Kelapa parut (1/2 butir) B. Alat 1. Penumbuk  ...
Rurabasa adalah istilah dalam bahasa jawa, Rura artinya rusak dan Jawa artinya Jawa. Sehingga arti dari Rurabasa adalah bahasa yang rusak. Rurabasa adalah kata kiasan dalam bahasa jawa yang penggunaannya salah kaprah atau tidak sesuai konteks yang semestinya. Rurabasa disebut bahasa yang rusak karena memang tidak bernalar, tetapi karena sifat bahasa terutama bahasa jawa yang fleksibel maka hal seperti ini sangatlah dimaklumi oleh masyarakat umum. Rurabasa dibagi menjadi 2 macam yaitu : Rurabasa yang paten, yaitu kata salah kaprah yang tidak bisa dirubah ataupun dibenarkan. Contoh : Adang sega, adang artinya memasak dan sega artinya nasi. Nasi itu sudah matang atau masak tapi mengapa masih dimasak lagi?. Sehingga Adang beras yaitu memasak beras. Menek klapa, menek artinya memanjat dan klapa artinya kelapa. Seharusnya yang dipanjat adalah pohon kelapa bukan kelapanya. Sehingga Menek wit klapa artinya memanjat pohon kelapa. Nguleg sambel, nguleg artinya me...
Indonesia berjuta bahasa. Daerah beribu aksaranya. Lalu, kota? Pasti ratusan logatnya. Pemalang, salah satu kota yang unik di Jawa Tengah. Letaknya yaitu diantara Kota Tegal dan Pekalongan. Jarang yang mengetahui letaknya, padahal dekat dari Ibukota Provinsi Jawa Tengah yaitu Semarang, sekitar dua jam jika menaiki kereta api. Hari jadi kota ini yaitu tanggal 24 Januari 1575, umurnya sekitar 443 tahun. Terbayang bagaimana kayanya kota ini penuh dengan budayanya. Budaya di kota ini sangatlah banyak dari tarian, makanan khas, busana, asal-usul desa, dan lain sebagaimana. Kali ini ulasan adalah bahasa yang merupakan warisan dari kota ini yang masih terkenal sakralnya...
Tradisi Nyadran Suran Dusun Giyanti merupakan kegiatan rutinitas masyarakat Dusun Giyanti Desa Kadipaten Kabupaten Wonosobo setiap tanggal 1 Suro. Tradisi ini dilambangkan sebagai rasa syukur atas nikmat dan keberkahan yang telah Tuhan berikan kepada masyarakat Dusun Giyanti dan permohonan keselamatan. Dalam bahasa jawa, Nyadran berasal dari bahasa sansekerta, sradda yang berisi keyakinan. Dalam masayrakat Jawa pada umumnya, nyadran suran umumnya dilakukan sebagai rangkaian kegiatan untuk membersihkan diri dari dosa dalam rangka menyambut tahun baru islam. Tradisi Nyadran Suran di Dusun GIyanti telah lama dilaksanakan hampir sejak Kab Wonosobo berdiri, dan melibatkan semua komponen masyarakat. Acara ini sering digunakan sebagai alat pemersatu warga dan seagai ajang silaturahmi bagi warga Dusun Giyanti. Sebelum acara inti dimulai, masyarakat biasanya membuka rumah mereka untuk acar silaturahmi dengan tujuan mempererat hubung...
Tari Denok Widuri Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Karesidenan Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Pemalang terletak di jalur pantai utara Jawa Tengah. Seperti daerah lainya Pemalang juga memiliki beberapa seni pertunjukan tarian, salah satunya yaitu yaitu Tari Denok Widuri. Tari Denok widuri diciptakan oleh Sanggar Srimpi, Pimpinan Nuroji dari Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Pemalang. Kata Denok Widuri berasal dari bahasa jawa yaitu kata 'denok' yang memiliki arti anak perempuan, sedangkan 'widuri' merupakan salah satu daerah di Pemalang yang memiliki pantai. Jadi secara garis besar tarian ini memiliki makna kehidupan para gadis pesisir di Pantai Widuri Pemalang. Gerakan tarian ini begitu dinamis dan energik. Serta penjiwaan para penari yang ekspresif dan bersifat ceria. Selain itu tari ini memiliki tempo yang beragam yaitu cepat diawal, lalu melambat ditengah dan cepa...
Kebudayaan Indonesia Ngomong- ngomong tentang budaya Indonesia. Indonesia sangatlah banyak mempunyai aneka ragam budaya mulai dari alat musik, tari -tarian, permainan, dan banyak lagi. Kali ini saya akan membahas budaya yang ada di daerahku nih teman-teman, Cilacap. Budaya yang di Cilacap juga cukup banyak nih seperti tradisi sungkeman, tradisi 3 hari 7 hari 10 hari, taraian lengger, ebeg, barongan, dan makanan tradisional. Nah yang akan saya paparkan disini yaitu makanan tradisional. Apasih makanan tradisional itu? Makanan tradisional apa saja sih yang ada di Cilacap? Mengapa harus makanan tradisional? . Akan saya jelaskan yaa teman-teman. Makanan tradisional adalah suatu makanan khas daerah tertentu yang sudah ada sejak jaman dulu. Nah makanan tradisonal di Cilacap cukuplah banyak seperti gatot, krawu, oyek, getuk, dan masih banyak lainnya. Ngomong-ngomong makakan di era globalisasi ini banyak warga Indonesia sudah tidak banyak mengenal makanan tradisional. Hampir semua warga Indone...