Kemerdekaan Indonesia
333 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Malam Mappacci
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Adat pra-pernikahan maupun disaat pernikahan di Makassar, Sulawesi Selatan sangatlah berbagai macam bentuknya. Selain itu, adat Makassar pun sering juga mirip dengan adat Bugis yang mana berletakan sama di Sulawesi Selatan. Pada kali ini saya akan menjelaskan acara bernama " Malam Mappacci ". Malam Mappacci ialah Adat pra-pernikahan dari Makassar dan Bugis. Biasanya Malam Mappacci dilakukan minimal 3 hari sebelum Hari Pernikahan sampai 1 hari sebelum pernikahan. Adat ini bisa dikatakan Wajib untuk calon mempelai Wanita maupun Pria yang berasal dari Suku Makassar maupun Bugis. Namun perbedaan antara pelaksanaannya terhadap Wanita maupun Pria sangatlah berbeda. Acara Mappacci ini dulu biasa dilakukan oleh Bangsawan, namun sekarang dilakukan oleh semua yang bersuku Makassar maupun Bugis. Untuk Calon Mempelai Perempuan, ia didandani seperti dandanan disaat mau Akad Nikah dan dipakaikan baju bodo. Ia didandani secantik mungkin seperti layaknya ingin menikah. Selain itu, dised...

avatar
OSKM18_16518073_Achmad Fawaz Ferdiansyah
Gambar Entri
Rambu Solo
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Adat Pemakaman Toraja ‘Rambu Solo’ Ahmad Risyad Granada Tiammar 16918138   1.1.   Kebudayaan Rambu solo Rambu solo yang merupakan sebuah adat pemakaman asli yang dilakukan oleh etnis toraja telah menjadi daya Tarik khas dari tempat itu. Wisatawan dari dalam negara maupun mancanegara berbondong-bondong untuk menyaksikan upacara pemakaman ini. Gambar 1.1  Kuburan Batu Londa Rambu Solo’ merupakan acara tradisi yang sangat meriah di Tana Toraja, karena memakan waktu berhari-hari untuk merayakannya. Upacara ini biasanya dilaksanakan pada siang hari, saat matahari mulai condong ke barat dan biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari. Bahkan bisa sampai dua minggu untuk kalangan bangsawan. Kuburannya sendiri dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Karena menurut kepercayaan Aluk To Dolo (kepercayaan masyarakat Tana Toraja dulu, sebelum masuknya agama Nasrani dan Isl...

avatar
OSKM18_16918138_Ahmad Risyad Granada Tiammar
Gambar Entri
Budaya Tau Tau
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Budaya tau-tau ditemukan dan dibuka untuk dunia dari isolasi yang panjang sejak awal abad yang lalu. Sampai saat ini, kelompok etnis Toraja yang tinggal di pegunungan utara Sulawesi Selatan masih mematuhi kepercayaan, ritual dan tradisi kuno mereka. Uniknya, bagi orang Toraja, kematian selalu menjadi tema utama, di mana selain upacara pemakaman yang terkenal, orang Toraja juga menghormati almarhum dengan mengukir kemiripan orang mati, yang dikenal sebagai budaya tau-tau. Kata Tau-tau berasal dari istilah “Tau” yang berarti manusia, dan pengulangan kata dalam bahasa lokal maupun Bahasa Indonesia yang berarti  “sesuatu yang menyerupai”. Karena itu, tau-tau bisa diartikan sebagai sesuatu yang menyerupai manusia. Dalam budaya Toraja, Tau-tau adalah patung yang mewakili orang yang telah meninggal dunia. Patung ini biasanya terbuat dari kayu atau bambu dan diyakini berasal dari abad ke-19. Patung Tau-tau biasanya ditemukan di dekat tempat mayat almarhu...

avatar
OSKM_19718099_Zxavian Zebadia Simorangkir
Gambar Entri
Sikaporo khas bugis
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Kue sikaporo bugis merupakan kue khas dari Indonesia dengan cirri khasnya terdiri dari dua lapisan warna. Kue sikaporo bugis menjadi salah satu varian jenis kue yang berasal dari bugis. Kue sikaporo bugis memiliki rasa yang nikmat dan enak. Proses pembuatan kue sikaporo bugis ini pun sangat mudah karena bahan yang diperlukan dapat diperoleh dengan sangat mudah. Kue sikaporo ini terbuat dari bahan seperti tepung beras, santan, agar – agar, telur, dan sebagainya yang dicampurkan menjadi satu dan kemudian dimasak dengan cara dikukus. Menu kue ini biasanya disajikan untuk camilan atau suguhan bagi para tamu. Kue sikaporo bugis ini pun dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjalankan usaha karena menu kue sikaporo bugis begitu lezat dan disukai. Sikaporo adalah doa dan simbolisasi kelembutan juga kesederhanaan yang yang terbina dalam hubungan rumah tangga. Sebab, sikap lembut dan kasih sayang adalah pilar utama keberlangsungan sebuah keluarga dalam keyakinan orang Makassar K...

avatar
OSKM18_16418019_Sutriadi
Gambar Entri
Asal Usul Sop Saudara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Kalau kalian berkunjung ke daerah Makassar atau sekitarnya, pasti kalian tidak asing dengan nama 'Sop Saudara'. Ya, betul, kuliner asli Sulawesi Selatan yang disajikan dengan bahan dasar daging sapi ini yang juga dilengkapi dengan bihun, perkedel kentang, telur rebus, dan lain-lain yang tentunya sangat lezat untuk disantap. Tetapi sudah dulu tentang bahan-bahannya, artikel ini akan memfokuskan tentang asal usul Sop Saudara itu sendiri. Mungkin kalian mengira sop ini ada hubungannya dengan persaudaraan karena namanya yaitu Sop 'Saudara'. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak sejarah Sop Saudara berikut ini! Sejarah Sop Saudara erat hubungannya dengan sesosok laki-laki yang dipanggil Haji Dollahi, yang kala itu, pada tahun 1950-an menjadi pelayan dari Haji Subair, seorang pemilik tempat makan sop daging yang cukup dikenal di masyarakat Makassar saat itu. Haji Subair dan Haji Dollahi merupakan dua orang yang berasal dari Pangkep yang mengadu nasib di Makass...

avatar
OSKM18_16518133_Fajri Anugerah Pramadhana Kornel
Gambar Entri
Ma'nene, Tradisi Unik Tana Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tana Toraja dikenal sebagai suku budaya Indonesia yang memiliki berbagai macam keunikan khas. Salah satu keunikannya adalah Ma'nene. Ma'nene adalah upacara adat mengganti pakaian mayat para leluhur. Ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Upacara ini dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya pada bulan Agustus setelah panen. Masyarakat adat Toraja percaya bahwa jika ritual tersebut tidak dilakukan, maka sawah-sawah dan ladang mereka akan rusak oleh hama dan ulat yang datang tiba-tiba.   Ritual Ma'nene dilaksanakan lewat hasil musyawarah desa dan diputuskan oleh keluarga dan tetua adat. Setelah keputusan bulat, prosesi Ma'nene diawali dengan berkunjung ke lokasi leluhur mereka yang dinamakan Patane. Peti-Peti mati para leluhur akan dikeluarkan dari makam-makam liang batu dan diletakkan di arena upacara dengan membaca doa bahasa Toraja oleh tetua adat. Doa untuk memohon izin kepada leluhur agar masy...

avatar
OSKM18_16518222_Syukri Galih Gunarji
Gambar Entri
Perawatan Tradisional Menggunakan Minyak Gosok Cap Tawon
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Sulawesi Selatan

Minyak Gosok Cap Tawon adalah minyak tradisional yang penggunaannya ditijukan dalam bidang pengobatan maupun untuk menjaga kondisi kesehatan, orang di Makassar biasa menyebutnya minyak gosok tetapi orang di luar Makassar biasa mengenal minyak ini dengan sebutan minyak tawon. Minyak tawon ini berasal dari kota Makassar, propinsi Sulawesi Selatan, didirikan oleh Lia A Liet pada tahun 1912.Pada masa sekarang ini, Minyak tawon diprosuksi oleh PT. Tawon Jaya Makassar. Minyak tawon sebenarnya tidaklah dibuat dengan bahan tawon (hewan, serangga) tetapi di buat dari rempah-rempah tradisional yang khas seperti minyak kayu putih, kunyit, bawang merah, dan minyak serai. Pada tahun 1900-an, banyak orang yang menggunakan minyak tawon ini baik dalam bidang pengobatan maupun pencegahan sakit. Karena khasiatnya yang terbukti ampuh dalam penggunaannya, minyak tawon mulai menuai kepopuleran, usaha minyak tawon ini kemudian berkembang semakin besar hingga ke seluruh Sulawesi bahkan hingga ke Jawa....

avatar
Oskm18_16018251_frederick Frederick Liwang
Gambar Entri
Ma'Nene (Manene)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Indonesia mempunyai banyak sekali ritual-ritual unik yang sangat khas. Nah, ritual yang satu ini nggak kalah unik lo sama ritual-ritual lain. Ma'Nene, ritual mengganti baju dan merias mayat leluhur setiap tiga tahun sekali yang dilakukan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Tradisi Ma'Nene bukanlah ritual asal-asalan, orang Toraja percaya bahwa memanusiakan orang yang sudah meninggal dunia adalah perbuatan yang sangat mulia. Umur jenazah yang akan didandani bermacam-macam, ada yang puluhan bahkan sampai ratusan tahun. Mayat para leluhur memang tidak ada yang utuh lagi, tetapi orang Toraja sudah menerapkan teknik pengawetan mayat yang sudah diajarkan secara turun-temurun. Ritual ini dilakukan setelah masa panen selesai karena hasil panen tersebut digunakan pada saat prosesi dan juga berdoa agar diberi kelancaran dan berkah dalam masa tanam berikutnya. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918011_Stephanus Misasnan Dewangga
Gambar Entri
Adat Mappatabe' : Terlihat Sepele, tetapi Sarat Akan Makna
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

"Tabe', Puang. Loka labe' ri olota". "Iye, Ndi. Labe'ni".            K ata Tabe', yang berarti permisi,  tentunya tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Suku Bugis. Yah, kata Tabe' merupakan implementasi dari sikap hormat kita terhadap sesama masyarakat.  Mengucapkan kata Tabe' ketika ingin lewat dihadapan orang yang lebih tua sambil membungkukkan badan dan diikuti gerakan tangan kanan yang mengarah ke tanah, sudah menjadi suatu adat atau kebiasaan yang terus dilestarikan oleh masyarakat Suku Bugis sampai sekarang ini, yang kenal dengan istilah adat Mappatabe'/Attabe'.                  Adat Mappatabe'/attabe' merupakan suatu adat yang dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Suku Bugis. Adat ini merupakan suatu perilaku yang menunjukkan sikap penghormatan kita kepada orang yang lebih tua. Jika dilihat d...

avatar
OSKM18_16018363_Rifkah Rahayu