jawa tengah
3.393 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kubro Siswo - Tarian Khas Borobudur
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Kalian tau Candi Borobudur? Ya, Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Disini, terdapat cukup banyak kebudayaan yang masih dijaga oleh warga sekitar sampai sekarang, sehingga wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik untuk mengunjungi kawasan budaya di daerah Borobudur. Kebudayaan yang sering dijumpai di kawasan Borobudur adalah kesenian ndayakan, kubro siswo, jathilan, dsb. Kubro siswo adalah kesenian tari tradhisional ciptaan seorang warga daerah Mendut (yang mana Candi Mendut berada di kawasan tersebut). Kubro siswo ini biasanya dilakukan oleh 16-20 orang lelaki tergantung ketersediaan tempat. Baju yang digunakan untuk menarikan kubro siswo juga unik, biasanya dibuat kembar antar pemain dengan alas kaki sepatu dan celana ¾ yang menjadi ciri khasnya. Pemain juga biasanya menggunakan properti seperti pedang dan tameng yang terbuat dari bambu atau kayu. Kubro siswo diiringi lagu dengan genre yang semangat dan t...

avatar
OSKM18_16018152_Siti Nur Aini
Gambar Entri
Permainan Lithungan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Lithungan adalah permainan tradisional asal Jawa Tengah, Kebumen. Anak-anak bermain lithungan di saat bulan purnama. Permainan ini pada dasarnya adalah permainan petak umpet. Namun, tidak seperti bermain petak umpet jaman sekarang yang bersembunyi dalam jarak yang dekat, anak-anak bersembunyi di tempat yang sangat jauh. Anak-anak biasanya bersembunyi di tempat-tempat yang 'angker', memanfaatkan kondisi tersebut karena biasanya sang pencari tidak akan berani mencari ke daerah yang menakutkan. Sama seperti permainan petak umpet biasa, anak-anak yang berhasil bersembunyi tanpa ketahuan akan menang. Permainan ini dapat berlangsung hingga tengah malam, tergantung anak-anak ingin bermain sampai beberapa kali. Sumber : Hasil wawancara dengan Ibu saya. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16718305_Adimas Luqman Zuhdi
Gambar Entri
Andong Merah (Obat Tradisional Jawa)
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Andong Merah - Obat tradisional khas Jawa

avatar
Oskm18_16718196_annova
Gambar Entri
Batik Blora
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Kabupaten Blora merupakan suatu kabupaten di bagian timur Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Pati, Rembang, Purwodadi  di Jawa Tengah dan Bojonegoro di Jawa Timur. Kabupaten Blora merupakan kota kecil yang cukup tenang, dimana penduduknya sebagian besar masih tradisional dan bekerja dalam bidang agrikultur. Dibalik kisahnya yang tenang, Kabupaten Blora menyimpan berbagai sumber daya yang melimpah. Tanahnya yang berkapur sangat cocok untuk budidaya tanaman jati yang membuat sebgaian besar wilayah dari Kabupaten Blora masih berupa hutan jati. Selain itu, Kabupaten Blora juga menyimpan berbagai hasil tambang seperti minyak bumi dan gas alam yang terletak di Blok Cepu. Masyarakat blora juga memiliki kultur yang unik dalam hal makanan karena mereka turut serta memakan ulat jati yang hidup di daun daun jati. Ditambah lagi terdapat tradisi unik mengenai barongan. Barongan merupakan makhluk legenda yang berupa harimau berkepala singa yang mempunyai wujud menyeramkan. Baro...

avatar
OSKM18_16618218_amalia putri
Gambar Entri
Tari Topeng Ireng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

          Tari Topeng Ireng berasal dari Dusun Tuk Songo pada tahun 1950-an oleh Bapak Ahmad Sujak. Tari Topeng Ireng dari Dusun Tuk Songo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah telah menyebar ke seluruh Kecamatan Borobudur. Penyebaran tari Topeng Ireng pada tahun 1990-an diikuti dengan perkembangan penyajian tari Topeng Ireng. Pada tahun 2008, tari Topeng Ireng berkembang ke Dusun Besaran, Desa Congkrang, Muntilan. Perkembangan tersebut, memunculkan grup tari Topeng Ireng Mahesa Jenar. Tari Topeng Ireng mengalami perkembangan hingga 4 periode, yaitu periode 1950-an, 1990-an, 2008 dan 2010. Kemunculan tari Topeng Ireng pertama pada periode tahun 1950-an masih dengan gerakan sederhana berupa langkah kaki, kostum yang sederhana berupa daun kelapa, dan musik menggunakan dodog, bende, serta jedhor. Pengembangan tari Topeng Ireng muncul pada periode tahun 1990-an dengan penyempurnaan gerakan, penambahan kostum dari kain...

avatar
OSKM18_16418302_AnthonyLim
Gambar Entri
Sejarah Kesenian Sorengan
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Kesenian Sorengan merupakan sebuah tarian daerah yang berasal dari daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang biasa dimainkan 10-12 orang penari. Kesenian Sorengan ini juga merupakan sebuah cerita rakyat yang mengisahkan Aryo Penangsang dan prajuritnya.  Aryo Penangsang merupakan adipati Pati yang berperang merebut takhta kerajaan Demak, sepeninggal Sultan Tranggono. Aryo Penangsang tidak setuju kalau takhta kerajaan diwariskan ke Mas Karebet atau Joko Tingkir yang merupakan menantu Sultan Tranggono. Mas Karebet mewarisi takhta kerajaan Demak, dan memindahkan ke istana Pajang. Sebagai raja kerajaan Pajang mas Karebet bergelar Sultan Hadiwijaya. Aryo Penangsang memiliki kesaktian yang mandraguna. Tunggangan Aryo Penangsang adalah kuda jantan tegar  yang diberi nama Gagak Rimang.   Pada akhirnya Aryo Penangsang gugur setelah bertarung dengan Danang Sutawijaya yang merupakan putra angkat Sultan Hadiwijaya. Danang Sutawijaya sendiri akhirnya menjadi raja Mat...

avatar
OSKM18_16118088_Joshua
Gambar Entri
Tari Topeng Ireng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

          Tari Topeng Ireng berasal dari Dusun Tuk Songo pada tahun 1950-an oleh Bapak Ahmad Sujak. Tari Topeng Ireng dari Dusun Tuk Songo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah telah menyebar ke seluruh Kecamatan Borobudur. Penyebaran tari Topeng Ireng pada tahun 1990-an diikuti dengan perkembangan penyajian tari Topeng Ireng. Pada tahun 2008, tari Topeng Ireng berkembang ke Dusun Besaran, Desa Congkrang, Muntilan. Perkembangan tersebut, memunculkan grup tari Topeng Ireng Mahesa Jenar. Tari Topeng Ireng mengalami perkembangan hingga 4 periode, yaitu periode 1950-an, 1990-an, 2008 dan 2010. Kemunculan tari Topeng Ireng pertama pada periode tahun 1950-an masih dengan gerakan sederhana berupa langkah kaki, kostum yang sederhana berupa daun kelapa, dan musik menggunakan dodog, bende, serta jedhor. Pengembangan tari Topeng Ireng muncul pada periode tahun 1990-an dengan penyempurnaan gerakan, penambahan kostum dari kain...

avatar
OSKM18_16418302_AnthonyLim
Gambar Entri
Olor :A Javanese Tradition
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Olor adalah makanan tradisional asal Provinsi Jawa Tengah, lebih spesifiknya lagi berasal dari Semarang. Olor merupakan makanan yang terbuat dari sumsum tulang belakang sapi yang dipadukan dengan sensasi telur yang telah dikocok menjadi adonan dadar nikmat. Makanan ini biasa disajikan bersama asam -asam daging dan nasi, dengan nasi saja, maupun sebagai kudapan. Cara membuat Olor adalah sebagai berikut : 1. Siapkan tulang belakang sapi, rebus selama beberapa jam hingga tulang tersebut lunak. 2. Sesudah tulang tersebut lunak, belah tulang tersebut pada bagian tengahnya dan ambil sumsum dari tulang belakang tersebut (sumsum tersebut berwarna putih seperti bertekstur seperti jelly). Jika tulang masih kurang lunak, masukkan tulang tersebut kedalam plastik dan hancurkan tulang tersebut dengan palu hingga sumsum mudah dikeluarkan dari tulang. 3. Bersihkan sumsum, lalu potonglah sumsum dengan ukuran 1cm perpotong. 4. Kocoklah telur hingga tercampur rata dan terdapat gelembun...

avatar
Oskm18_sbm_eileenchan
Gambar Entri
Bungko
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Bungko adalah sejenis kue basah yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Kue ini berukuran sekepalan tangan dan terbungkus dengan daun pisang. Bungko terbuat dari pisang, santan dan gula merah. Cara membuat bungko adalah pertama pisang yang masih segar dipotong potong kecil. Lalu, campurkan dengan tepung beras, gula merah, dan santan. Setelah itu bungkus adonan tersebut dengan daun pisang. Kukus selama 30 menit. Bungko memiliki rasa yang manis dan gurih, yang merupakan perpaduan antara santan dan gula merah. Daun pisang yang membungkusnya membuat aroma kue ini semakin sedap. Bungko banyak dikonsumsi oleh masyarakat Jawa Tengah sejak zaman dahulu kala. Namun, kini keberadaannya sudah sulit ditemukan. #OSKMITB2018

avatar
OSKM2018_16218107_diah