1 euro fc points Besuche die Website Buyfc26coins.com. Schnell und sicher, top!.QeGC
315 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumah Adat Koke Bale
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Setahun sekali masyarakat adat Demon Pagong mendatangi Koke Bale, rumah adat Lewo atau Kampung di Desa Lewokluok. Rumah adat dibersihkan karena digelar berbagai ritual adat di tempat yang dianggap sakral ini.  Sepintas bangunan ini nampak biasa saja, tak ada yang istimewa bagi orang kebanyakan yang pertama melihatanya. Namun jika ditelesuri lebih jauh, bangunan panggung beratap empat air ini memiliki makna penting dan dianggap sebagai identitas suku Demon Pagong. Areal Korke atau Koke Bale terdiri atas beberapa bagian dimulai dari bagian terluar yang terdiri dari susunan batu–batu pipih sebagai pembatas. Untuk sampai ke pelatataran, harus melewati beberapa buah tangga. Yoseph Ike Kabelen, mantan Ketua Lembaga Pemangku Adat Desa Lewok Luok saat disambagi Cendana News, Sabtu (18/6/2016) menerangkan,di bagian tengah terdapat sebuah pelataran yang ukurannya lebih besar dari pelataran pertama yang dianamakan Namang .  Tempat ini dipakai sebagai...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Desa Adat Gurusina
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Kampung Gurusina berada di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di lereng Gunung Inerie.   "Desa ini berada di kaki gunung Inerie yang sangat indah. Alam pegunungan ini sangat memukau," papar Marius Ardu Jelamu, Kepala Dinas Pariwisata NTT, saat dihubungi kumparanTRAVEL , Selasa (14/8). Sedikit menengok kebelakang, dahulu tahun 1934 desa megalitikum ini berada di puncak sebuah gunung. Kala itu, kampung ini ditemukan oleh seorang misionari Belanda.   "Baru tahun 1942 pindah ke tempatnya yang sekarang," jelasnya.   Kampung ini dihuni oleh tiga marga yang berbeda, yaitu Ago ka'e, Ago gasi, dan Kabi. Semuanya masih berhubungan darah dan keluarga.   Yang jadi daya tarik dari kampung ini karena rumah adatnya yang unik. 33 rumah adat itu semuanya terbuat dari bambu dan beratap alang-alang....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Desa Tololela
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Waktu yang tepat untuk ke Desa Tololela adalah ketika sore hari. Pemandangannya akan semakin indah, kamu bisa melihat langit yang memerah dan pepohonan memesona. Jangan khawatir kemalaman, karena di sini ada fasilitas tempat menginap dan makanan. Kamu bisa berkenalan dengan warga setempat dan ikut memasak bersama mereka. Setelah itu makan bersama dan menikmati cita rasa khas Flores yang mantap di lidah. Objek wisata budaya ini bisa ditempuh dengan trekking selama 1 jam dari Desa Bena. sumber: https://travelingyuk.com/desa-adat-flores/94386/ #SBJ

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Leda Bhaku
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Jika di Tana Toraja memiliki tebing-tebing yang diukir untuk menyimpan jenazah, Kampung Tradisional Wolojita juga memiliki sedikit kesamaan. Hanya saja, di kampung ini, jenazah disimpan di atas pohon sebagai bentuk penghormatannya. Kampung ini berada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Di sana, kita dapat menjumpai deretan rumah adat yang dalam bahasa setempat disebut Sa'o Ria. Di bagian tengahnya terdapat sebuah Kanga, Kuwu, dan Bhaku sebagai tempat persemayaman para leluhur kampung. Mungkin memang tak akan terbayangkan oleh Anda, namun itulah kebiasaan masyarakat Wolojita. Anggota masyarakat yang sudah meninggal, terutama kepala adat, tidak akan dikubur, tetapi disimpan di atas pohon beringin. Pohon-pohon tersebut berada di belakang kampung. Hal tersebut merupakan bagian dari penghormatan kepada leluhur. Jika sewaktu-waktu Anda mengunjungi Kampung Wolojita, sebaiknya Anda lakukan pada bulan Oktober. Karena pada bulan kesepuluh itu, masyarakat kam...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Desa Nggela
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Desa Nggela, Desa Adat di kaki Gunung Kelibara, Taman Nasional Kelimutu, Flores   Masih dalam lingkaran perjalanan saya di Taman Nasional  Gunung Kelimutu , setelah melihat menariknya Desa Tenda , perjalanan dilanjutkan sedikit turun kearah selatan pesisir melewati jalan kurva berbukit-bukit dengan pemandangan megahnya laut dari ketinggian, tibalah di Desa adat yang tak kalah menarik bernama Desa Nggela. Desa yang masih masuk dalam Kecamatan Wolojita (satu kecamatan dengan Desa Tenda) termasuk salah satu pemukiman adat yang masih bertahan keasliannya sampai sekarang. Disini masih bertahan 17 orang Mosalaki (pemimpin adat) dengan jejeran 15 rumah adat beratap alang-alang kering, sepertinya tampak rapuh, namun dilihat dari umurnya alang-alang terbukti kuat dengan belasan tahun terpapar hujan dan sengatan panas.                 Setelah asik memperhatikan rumah-rum...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Desa Tenda
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Desa Tenda merupakan salah satu desa di Kabupaten Ende, Yang masih bertahan hingga sekarang ini. Desa ini terletak 50 km dari kota Ende yaitu di kecamatan wolojita, desa ini memiliki banyak keunikan serta nuansa budayanya masih sangat tradisional dan terdapat beberapa peninggalan sejarah seperti  Kuburan Kuno,megalik, Rumah adat tradisional, Gading Gajah dan lain sebagainya. Pada umumnya Masyarakat desa ini berprofesi sebagai petani karena Desa ini terletak di bawah kaki gunung Kelibara yang membuat daerah ini sangat subur. Desa Tenda terletak di kaki gunung Kelimutu di ketinggian 500 – 1500 mdpl bagian barat dari pusat kecamatan Wolojita, dengan kondisi alam yang terdiri dari perbukitan dan lembah dengan curah hujan tinggi 4 – 5 bulan dan suhu sekita 25 – 30 derajat celcius. Secara geografis wilayah Desa Tenda berbatasan langsung dengan dengan Gunung Kelibara (Taman Nasional Gunung Kelimutu). Jumlah Penduduk Desa Tenda adalah 814 jiwa (laki-laki 375, pere...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tari antama
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Tarian antama merupakan tradisi turun-temurun yang sudah dilakukan masyarakat di daerah itu. Tarian ini mengisahkan tentang perburuan hewan yang sudah jadi budaya masyarakat Rai Belu. Tarian Antama (berburu) yang dibawakan 1.500 penari memukau para wisatawan dan tamu yang hadir dalam Festival Fulan Fehan. Tarian berdurasi satu jam tersebut mempertontonkan salah satu kekhasan masyarakat tradisional Belu berburu di hutan. Kebiasaan itu membudaya hingga diabadikan dalam tarian Antama. Ragam tarian menggambarkan orang berburu mulai dari bergegas menuju hutan hingga menikmati hasil buruan. Drama tarian Antama cukup memukau, sehingga menarik dan menyedot perhatian hadirin Festival Fulan Fehan. “Ini acara yang sangat menakjubkan. Betapa tidak, di batas negara ternyata ada tarian yang sangat menarik seperti ini. Ini sebuah pertunjukkan tarian kolosal yang secara nasional maupun internasional bisa ditampilkan,” kata Dubes RI untuk Timor Leste, Sahat Sitorus di Ful...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Badu
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

HARI, Rabu, 6 Januari 2016, tepat pukul 07.30 Wita, hand phone digenggamanku berdering. Ketika saya buka, ada satu pesan watshap yang masuk melalui grup MAMPU-Migrant CARE yang dikirim Wahyu Susilo, kolega yang saat ini bekerja sebagai analis kebijakan di Migrant CARE Jakarta. Pada pesan watshap itu, Wahyu menginformasikan soal lomba penulisan pariwisata yang dihelat Kementrian Pariwisata (Kemnpar). Meski tidak ditujukan khusus kepada saya, namun ketika membaca pesan itu, saya tertarik untuk melihatnya lebih jauh di alamat situs www.beritamonoter.com yang dikirimnya. Naluri jurnalistikku mulai bangkit. Ku telusuri informasi melalui situs web yang ada. Kubaca satu demi satu berita tentang lomba penulisan pariwisata . Usai membaca, saya kemudian memutuskan untuk ikut terlibat dalam lomba ini. Setidaknya ada dua alasan memutuskan mengikuti lomba. Pertama, saya memiliki bakat menulis dan pernah bekerja di beberapa media penerbitan sebelum akhirnya memutuskan untuk banting setir dan...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Aka Bilan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Sagu menjadi varian pangan utama dan favorit masyarakat Indonesia timur. Teksturnya yang cenderung lebih lembut ketimbang tapioka membuatnya jadi pilihan bahan kuliner unik seperti papeda. Kreativitas olah sagu ternyata tak sebatas papeda. Di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aka Bilan terbilang populer sebagai kudapan pagi ataupun sore hari. Nama lain panganan ini ialah sagu bakar yang dibentuk berupa lempengan tipis karena merujuk ke cara pembuatannya. Terbuat dari campuran sagu, kelapa parut, kacang hijau yang diberi sejumput garam lahirlah perpaduan unik antara kerenyahan, rasa manis, dan gurih di lidah. “Aka Bilan termasuk makanan pokok di sini selain umbi-umbian dan jagung yang bergizi tinggi,” urai Bupati Belu Willybrodus Lay beberapa waktu lalu. Pernyataan Willy bukan promosi belaka. Dari panduan gizi Bidang Kesmas Dinkes Belu, dalam 100 gram sagu kering terkandung karbohidrat sebesar 94 gram, protein 0,2 gram, serat makanan 0,5 gram, zat besi 1,2 mg,...

avatar
Deni Andrian