Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Desa Adat Nusa Tenggara Timur Flores
Desa Nggela
- 17 November 2018

Desa Nggela, Desa Adat di kaki Gunung Kelibara, Taman Nasional Kelimutu, Flores

IMG_5455.jpg

 


Masih dalam lingkaran perjalanan saya di Taman Nasional Gunung Kelimutu, setelah melihat menariknya Desa Tenda, perjalanan dilanjutkan sedikit turun kearah selatan pesisir melewati jalan kurva berbukit-bukit dengan pemandangan megahnya laut dari ketinggian, tibalah di Desa adat yang tak kalah menarik bernama Desa Nggela. Desa yang masih masuk dalam Kecamatan Wolojita (satu kecamatan dengan Desa Tenda) termasuk salah satu pemukiman adat yang masih bertahan keasliannya sampai sekarang. Disini masih bertahan 17 orang Mosalaki (pemimpin adat) dengan jejeran 15 rumah adat beratap alang-alang kering, sepertinya tampak rapuh, namun dilihat dari umurnya alang-alang terbukti kuat dengan belasan tahun terpapar hujan dan sengatan panas.

 

 

 

 

IMG_5424.jpg

 

IMG_5541.jpg

 

 
 

Setelah asik memperhatikan rumah-rumah adat dari luar saya mencoba masuk ke dalam salah satu rumah, tentu saja adat ketimuran saya harus melepaskan sepatu, tidak cukup sampai disitu ternyata rumah ini tidak bisa sembarang masuk, kita bisa masuk hanya atas undangan wali pemilik rumah. Undangan itu disimbolkan dengan mempilis kening kita dengan beras yang sudah di tumbuk. Konon katanya anda akan menggelepar sampai mati jika sembarangan masuk tanpa izin dari pemilik rumah. Didalam rumah udara terasa sejuk walaupun saat itu panas terik di luar. Isi rumah terlihat seperti artefak suci dari mulai gading gajah di pusat rumah, nampan yang menggantung serta benda-benda tua lainnya. Setelah mata kita menyesuaikan diri dengan kegelapan di dalam Anda akan melihat dua perapian, tempat memasak daging di satu sisi yang disebut sebagai symbol kehidupan pria dan tempat memasak sayuran dan beras di perapian lainnya yang merupakan symbol dari kehidupan wanita. Dua tungku perapian ini disebut sebagai pusat kehidupan sejak jaman dahulu. Rumah ini memiliki dua tempat tidur yang terpisah oleh ruang tengah.

 
IMG_5486.jpg

 

IMG_5529.jpg

 

 

IMG_5491.jpg

 

 

IMG_5493.jpg

 

 

IMG_5506.jpg

 

 

IMG_5512.jpg

 

 
 

Berbagai ritual harus dilaksanakan jika pemilik rumah hendak merenovasi. Sekedar mengganti alang-alang pun ada aturannya. Untuk memasang satu tiang penyangga rumah, pemilik rumah harus memotong hewan sebagai kurban terlebih dahulu. Rumah alang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, karena kegiatan spiritual juga dilakukan didalamnya. Bagian bawah digunakan untuk menampung hewan peliharaan. Lalu lantai atasnya merupakan tempat tinggal utama, dan bagian paling atas dimanfaatkan untuk menyimpan barang-barang berharga. Adayang mengatakan juga bahwa bagian tersebut tempat berdiamnya roh leluhur. Pada perkembangannya, banyak sekali rumah adat di kampung lain yang kini menjadi rumah dinding bata atau mengganti atap daun menjadi seng. Selain rumah adat, keunikan lain di desa Nggela adalah mengubur jenazah keluarga di sebuah kubur batu yang terletak di halaman rumah. Bentuknya pun unik ada yang berbentuk kapal.

 
IMG_5452.jpg

 

IMG_5437.jpg

 

 

IMG_5446.jpg

 

 

Menurut cerita yang hidup di Desa Nggela secara turun temurun, kampung adat ini berasal dari empat orang saudara kandung yang merupakan nenek moyang asli suku Lio atau suku Yunan/Hindia belakang yang hidup nomaden dan suatu hari berlabuh di Wewaria, pantai utara Ende, Flores. Nenek moyang ini terdiri dari tiga orang pemuda bernama Nogo, Tori, Nira, dan seorang perempuan bungsu yang bernama Nggela. Mereka kemudian membangun empat buah rumah pertama di Desa Nggela dan menamainya dengan Sao Rore Api, Sao Labo, Sao Wewa Mesa, Sao Ria, dan Sao Mekko. Masing-masing dari rumah ini memiliki fungsi. Sao Rore Api (rumah kakak tertua Nogo) berfungsi sebagai penyedia api yang digunakan untuk memasak pada seremonial adat misalnya acara Jaka Uwi. Api yang dihasilkan berasal dari dua bilah bambu yang digesek. Konon hanya orang-orang yang merupakan keturunan Nogo saja yang bisa menggesekkan dua bilah bambu tersebut. Rumah kedua Sao Labo adalah rumah milik sang adik Tori, yang merupakan rumah Ata Laki Ine Puu. Rumah ini berfungsi sebagai tempat konsultasi apabila terjadi masalah di seluruh wilayah adat Nggela. Rumah yang berikutnya adalah Sao Wewwa Mesa yang merupakan rumah milik Nira. Rumah ini berfungsi sebagai pelindung kampung kalau-kalau ada musuh yang menyerang Nggela dari wilayah laut. Rumah keempat adalah Sao Ria, inilah rumah milik si bungsu Nggela. Sao Ria adalah rumah pelaksana dan pengurus seremonial adat di Kampung Adat Nggela seperti Tau Nggua, Loka Lolo, dan lainya. Yang terakhir adalah Sao Mekko yang berfungsi sebagai penjaga dan pemelihara kanga. Kanga adalah tempat diadakannya upacara atau seremonial adat.

 
IMG_5459.jpg

 

IMG_5471%2B-%2BCopy.jpg

 

 

IMG_5898.JPG

 

 
sumber: http://gifarigraphy.blogspot.com/2015/09/desa-nggela-desa-adat-di-kaki-gunung.html
#SBJ

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum