HARI PAHLAWAN
306 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Massuro Baca
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Massuro Baca Massuro baca merupakan salah satu budaya yang berasal dari suku Bugis, Sulawesi Selatan. Budaya ini merupakan ritual turun temurun yang sampai sekarang masih dilestarikan masyarakat, baik itu masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan. Massuro baca lebih dikenal dengan berdoa bersama untuk para leluhur dan juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa. Ritual ini biasanya dilakukan pada saat menjelang bulan Ramadhan dan menjelang hari raya lebaran dengan cara menghidangkan aneka hidangan atau masakan seperti nasi, ayam goreng, sup, ikan bakar serta kemenyan dan dupa yang berasap. Semua ini dihidangkan dalam suatu wadah (baki) yang biasanya memuat 4-5 macam hidangan. Setelah semuanya dipersiapkan, para anggota keluarga dalam rumah tersebut akan duduk bersila mengelilingi hidangan sambil ikut membaca doa syukur dan mendoakan para leluhur. Selain itu, masyarakat percaya bahwa massuro baca ini juga bertujuan untuk mendoakan para anggota keluarga agar s...

avatar
OSKM18_16918132_luthfi Hariyadin
Gambar Entri
Ritual Pemakaman Suku Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Toraja merupakan sebuah daerah yang penuh dengan sejuta keunikan, salah satunya dari upacara pemakamannya yang sering disebut rambu solo’. Upacara Rambu Solo’ adalah upacara adat kematian untuk mengantar kerabat yang meninggal. Walaupun hanya sebuah ritual kematian, tapi penyelenggaraannya diadakan layaknya sebuah pesta besar. Hal ini dilakukan, karena masyarakat Toraja percaya bahwa roh kerabat yang meninggal belum benar-benar meninggal sebelum dilengkapi dengan  U pacara Rambu Solo ’. Prosesi upacara pemakaman ini  terdiri dari beberapa susunan acara. Dimana dalam setiap acara tersebut Anda bisa menyaksikan nilai-nilai kebudayaan yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Toraja. Masyarakat toraja percaya bahwa, arwah yang meninggal akan bertranformasi, menjadi arwah gentayangan (Bombo), arwah setingkat dewa (To Mebali Puang), atau arwah pelindung (Deata Dalam adat istiadat Tana Toraja, masyarakat mempercayai bahwa setela...

avatar
Oskm18_16818028_adelvia
Gambar Entri
Keindahan di Balik Kematian
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Di suatu daratan tinggi sekitar 300 kilometer dari ibukota Sulawesi Selatan, kota Makasar, terdapat sekelompok masyarakat yang memiliki sebuah keunikan. Keunikan tersebut merupakan sebuah pandangan yang mengubah sebuah hal negatif menjadi hal yang positif. Keunikan tersebut adalah pandangan rakyat Tana Toraja terhadap kematian. Saat seseorang yang kita kasihi meninggalkan kita, tentu kita akan merasa sedih. Kita sendiri, bersama orang lain, akan berduka atas meninggalnya orang tersebut. Namun di Tana Toraja, kematian dipandang sebagai sebuah kejadian yang layak diraya dengan jiwa yang positif.    Biasanya jika ada yang meninggal, jenazah dikubur dalam waktu yang singkat, yang didampingi oleh ibadah, dengan hati yang berduka. Tetapi orang Toraja memiliki ritual yang berbeda.  Ada banyak keluarga yang masih menyimpan jenazah anggota keluarga mereka di rumah mereka dalam waktu yang lama setelah meninggalnya orang tersebut. Bahkan penyimpanan mayat ini bisa mencap...

avatar
OSKM18_16918333_Patricia
Gambar Entri
TRADISI MA’NENE, RITUAL GANTI PAKAIAN MAYAT DI TANA TORAJA
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TRADISI MA’NENE, RITUAL GANTI PAKAIAN MAYAT DI TANA TORAJA   Sudah sejak lama, Tana Toraja dikenal oleh masyarakat dengan tradisi dan ritual yang amat unik. Mulai dari makanan, bentuk bangunan, serta tradisi perayaan orang mati yang dikenal menghabiskan uang hingga 1 Milyar Rupiah. Nah, di artikel ini akan dibahas mengenai tradisi Ma’Nene,yaitu tradisi merawat dan mengganti pakaian mayat/jenazah.    Ma’nene bisa mempunyai dua arti. Orang Toraja umumnya memahami nene atau nenek, sebagaimana lazimnya di tempat lain, sebagai orang tua dari orang tua kita atau orang yang sudah sepuh. Namun, di Tonga Riu, nene artinya mayat. Mau sudah berusia senja atau masih belia saat meninggal, panggilannya sama-sama nene. Dengan imbuhan ”ma” di depannya, Ma’nene bisa diartikan sebagai ”merawat mayat”.   Trades Ma’Nene dilakukan masyarakat untuk menunjukan kehormatan dan kasih sayangnya. Tradisi dimul...

avatar
Oskm18_19718248_pasasa
Gambar Entri
Massureq
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sulawesi Selatan

Massureq Tradisi seni dan kebudayaan dari Sulawesi Selatan   Massureq berasal dari suku bugis. Massureq terdiri dari kata Ma dan Sureq . Ma dalam Bahasa Bugis adalah suku kata yang menandakan sebuah kegiatan, sementara Sureq disini adalah kata benda. Maka massureq jika diartikan secara keseluruhan adalah suatu kegiatan membaca sureq atau naskah. Adapun naskah yang biasanya dibacakan adalah semua episode atau tereng dalam epos I La Galigo, Meongpalo Karellae dan beberapa naskah lainnya. Filosofi terciptanya tradisi massureq berawal dari kebutuhan masyarakat bugis akan hiburan, dan pengetahuan terkait naskah-naskah Bugis. Massureq sendiri merupakan pendukung eksistensi atau keberadaan naskah-naskah Bugis. Karena melalui massureq , naskah tersebut dapat  dengan mudah diwariskan dan dipahami isinya dengan cara yang lebih menghibur. Bahasa yang digunakan adalah bahasa suku bugis yaitu aksara lontara. Saat ini, massure q masih ser...

avatar
OSKM_16018357_Yustriani Dianita Wulandari
Gambar Entri
Es Cendol Malino
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

  Es Cendol Malino Es Cendol Malino bisa menjadi salah satu alternatif jika mencari kuliner berbasis minuman yang menyegarkan di Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Makassar – Gowa. Penggunaan istilah cendol ini masih menjadi perdebatan karena kata “Cendol” berasal dari kata Sunda. Kata Cendol ini kemudian diadopsi oleh orang Sulawesi menjadi “Cindolo”. Seiring perkembangan waktu, cendol semakin populer di masyarakat Sulawesi dan membentuk ciri khas sendiri dibandingkan es cendol atau dawet dari Jawa. Es Cendol Malino memiliki kemiripan dengan es dawet dari Jawa. Perbedaannya terletak pada bahan dasar yang digunakan. Es dawet menggunakan tepung kanji, sedangkan es cendol Malino ,menggunakan tepung beras. Kita dapat membedakan dengan jelas teksturnya, yang mana es dawet lebih kenyal sedangkan es cendol lebih kaku, terkesan patah ketika dikunyah. Sejarah Es Cendol Malino pertama kali muncul pada awal tahun 70 an, di sekitar wilayah...

avatar
Didinovich
Gambar Entri
BRONCONG
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Broncong atau ada juga yang menamainya dengan Baroncong merupakan salah satu kue khas Kota Makassar yang bentuknya seperti busur atau setengah lingkaran. Kue ini mirip dengan kue Pukis, namun yang menjadi keunikan dari kue ini yakni dipanggang dengan cetakan yang selalu dipanaskan menggunakan arang, sehingga identik untuk disantap saat sedang panas atau hangat. Wawancara dilakukan kepada salah satu penjual kue Broncong di kawasan pantai Losari yaitu, Pak Suardi. Pak Suardi (09:2018) saat di temui oleh Sobat Budaya Makassar menuturkan telah berjualan kue Broncong sejak tahun 2012. Pak Suardi menjual Broncongnya di pusat-pusat keramaian Kota Makassar, seperti di kawasan pantai Losari dengan menggunakan gerobak khas penjual kue Broncong yang setiap saat mengeluarkan asap hasil dari pemanggangan kue Broncong. Pak Suardi mulai berjualan kue Broncong sekitar pukul 06.30 WITA sampai dengan sore hari sekitar pukul 17.30 WITA, tapi beda halnya pada saat kami temui, pak Suardi (09:2018) menga...

avatar
Diny Sri Marini
Gambar Entri
ES PUTAR KHAS KOTA MAKASSAR
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Berbicara mengenai es putar bukanlah kuliner jajanan baru di Indonesia namun setiap daerah nyatanya memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing, termasuk Es Putar khas kota Makassar. Salah warung es putar yang cukup dikenal dikawasan pantai losari yaitu milik Pak Shandi yang berjualan sejak tahun 2003. Dia melanjudkan usaha es putar ini karena diwarisi oleh sang ayah yang juga seorang penjual es putar. Saat ini pak Shandi menjual es putar di sekitaran wilayah Pantai Losari. Pagi sampai sore hari pak Shandi menjual es putar, kadang sampai malam hari jika pembeli lagi sepi. Melihat peluang bisnis dari es putar ini serta ingin melanjudkan warisan dari sang ayah pak Shandi kemudian mulai menurunkan tips serta triknya kepada anaknya saat ini Pak Shandi (09:2018) juga menuturkan asal mula nama "es putar" karena saat proses pembekuan adonan es tersebut diputar sampai adonan tersebut membeku menjadi es. Hal tersebut menjadi unik karena proses pembekuan es tidak dilakukan pada lemari pe...

avatar
Diny Sri Marini
Gambar Entri
Pertarungan epik di tanah Gowa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Pemimpin Gowa paling dikenal oleh masyarakat Indonesia karena kegigihan Sang Sultan dalam mengobarkan perlawanan rakyat Gowa saat menghadapi VOC Belanda. Sultan Gowa sang pemberani yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur ini juga begitu melegenda dan sangat disegani oleh siapa saja. L ahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 Januari 1631, adalah salah satu sosok Pahlawan Nasional yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sultan Hasanuddin begitu dikenal karena kisah kepahlawanannya yang dengan gagah berani berperang melawan Kompeni Belanda atau VOC dalam usia yang relatif muda.  Karena kekaguman pihak VOC Belanda atas keberanian dan kepemimpinannya mengobarkan perlawanan rakyat Gowa, Sultan Hasanuddin lantas dijuluki sebagai De Haantjes van Het Osten yang berarti Ayam Jantan atau Ayam Jago dari Timur oleh Kompeni Belanda. VOC sendiri adalah singkatan atau kependekan dari Veredeenigde Oostindische Compagnie yang berarti kongsi dagang Hindia Timur. Sultan Ha...

avatar
Rahmatan 99