monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
233 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kue Cucur Oesao NTT
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Kue Cucur merupakan makanan kesukaan masyarakat lokal maupun tamu nusantara. Para wisatawan bila berkunjung ke NTT tidak lupa memakan kue Cucur Oesao. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue ini sebenarnya sangat sederhana. Resep dan Cara Membuat Cucur Oesao NTT Bahan yang digunakan untuk membuat kue cucur: 150 gr tepung beras. 15 gr tepung terigu protein sedang atau sekitar 2 sendok makan saja. Garam secukupnya. Minyak goreng secukupnya. 250 ml air. 90 gr gula merah yang diiris-iris halus. 50 gr gula pasir. 1 lembar daun pandan. Cara membuat kue cucur: Langkah pertama dalam membuat kue cucur adalah membuat larutan gulanya terlebih dahulu. Untuk membuat larutan gula, siapkan panci dan masukkan air, gula merah, gula pasir dan juga daun pandan. Masak hingga semua gulanya larut dan mendidih. Larutan gula yang telah mendidih kemudian diangkat dan disaring untuk menghilangkan butiran-butiran gula dan daun pandan tadi. Larutan gula ini dibiarkan terlebih...

avatar
Ines
Gambar Entri
Terbentuknya Danau Kelimutu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Pada dahulu kala di puncak gunung Kelimutu atau yang biasa disebut Bhua Ria (hutan lebat yang selalu berawan), terdapat sebuah desa yang di kepalai oleh Konde Ratu. Dalam daerah tersebut, terdapat dua tokoh yang sangat disegani, yaitu Ata Polo si tukang sihir jahat dan kejam yang suka memangsa manusia, dan Ata Bupu yang dihormati karena sifatnya yang berbelas kasih serta memiliki penangkal sihir Ata Polo. Walaupun memiliki kekuatan gaib yang tinggi dan disegani masyarakat, keduanya berteman baik serta tunduk dan hormat kepada Konde Ratu. Ata Bupu dikenal sebagai petani yang memiliki ladang kecil di pinggir Bhua Ria, sedangkan Ata Polo lebih suka berburu mangsa berupa manusia di seluruh jagat raya. Pada masa itu, kehidupan di Bhua Ria berlangsung tenang dan tenteram, sampai kedatangan sepasang Ana Kalo (anak yatim piatu) yang meminta perlindungan Ata Bupu karena ditinggal kedua orang tuanya ke alam baka. Karena sifatnya yang berbelas kasih, permintaan kedua anak yatim piatu tersebu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Arak Merah Adonara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Arak merah Adonara merupakan minuman alkohol tradisional khas NTT khususnya pada daerah Flores Timur. Sesuai dengna namanya, arak merah Adonara ini memiliki warna merah pekat. Warna ini dihasilkan dari campuran kayu manis, bumbu rempah-rempah dan masih banyak tanaman tradisional. Selanjutnya ambil arak koli (lontar, ed) yang orang sudah suling kemudian dimasak ulang. Biasanya, arak merah Adonara ini disajikan untuk para tamu yang sedang berkunjung, selain itu di NTT meminum arak sudah menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat.

avatar
Widra
Gambar Entri
Bebing, Tarian Perang Kab Sikka
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Bebing merupakan tarian perang yang mengisahkan tentang penyambutan prajurit dari medan perang. Tarian Bebing berasal dari kampung Hokor, Desa Hokor, Kecamatan Bola. Dalam tarian ini terdapat empat babak yaitu: Babak doa: Dalam babak ini, ada tiga unsur yang menjadi permohonan masyarakat. Yang pertama permohonan kepada Allah sebagai penguasa jagat raya, kedua permohonan kepada arwah leluhur untuk meminta dukungan agar dalam pertempuran, para prajurit bisa mendapatkan kemenangan, ketiga adalah permohonan keapda alam. Doa diucapkan agar alam dapat menyatu dengan para prajurit di medan pertempuran. Keseluruhan babak pertama ini diiringi musik gong waning yang disebut ‘plahi’. Babak pemilihan prajurit atau dalam bahasa Sikka disebut “li’i lahi”. Dalam babak ini, hulu balang sebagai pemimpin pasukan akan memilih prajurit-prajurit terbaik untuk turun ke medan pertempuran. Babak ini diiringi dengan gong waning yaitu, “‘le’ wawa”. Babak latihan. Sebelum berangkat ke medan p...

avatar
Widra
Gambar Entri
Cerita Rakyar Gasing Pencari Jejak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Di sebuah dusun hiduplah sebuah keluarga petani kecil, dengan dua orang anak, yaitu seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Anak perempuan bernama Rambu Kahi dan anak laki-laki bernama Umbu Delu. Mata pencaharian mereka hanyalah berkebun. Ketika Umbu Delu berumur 1 tahun, ibu Umbu Delu pergi untuk selamanya mendahului mereka. Tinggalah ayah bersama kedua anaknya Rambu Kahi dan Umbu Delu. Tetapi, tiga bulan kemudian ayah mereka mengikuti jejak almarhumah, meninggalkan mereka. Rambu Kahi berumur tiga tahun dan adiknya Umbu Delu berumur satu tahun. Hari demi hari dilalui tanpa ada orang yang menghiraukannya apalagi menjenguknya. Makanan yang ditinggalkan oleh ayah dan ibu mereka hanyalah sebakul nasi yang ditumbuk oleh Rambu Kahi. Lama kelamaan padi itupun habis, Rambu Kahi bingung untuk minta pertolongan kepada siapa? Setiap malam jika sudah selesai makan malam Rambu Kahi mendengar piring yang dicuci, ia berdiri berdiri tepat di tempat pencucian piring, ia mengangakan mulu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Etu/Tinju
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Ritual Etu atau Tinju Tradisional erupakan upacara ritual pertanian yang diselenggarakan setiap tahun berdasarkan pada peputaran bulan atau dalam perspektif upacara ritual pertanian suatu pesta dengan kultur bulan yang mengikat suatu masyarakat dalam tradisi yang teratur berdasarkan peredaran bulan purnama dalam setahun. Upacara Etu meliputi beberapa tahap upacara dengan kegiatan dan waktu yang ditentukan. Setelah tiba waktu yang ditetapkan, Upacara Etu dilaksanakan tahap demi tahap sampai mencapai puncaknya pada waktu Etu. Maksud dan tujuan dari Upacara Etu ini adalah: Pengucapan Syukur atas hasil panen yang telah diperoleh dan pemohonan kesuburan untuk tanaman pada tahun berikutnya Penggalangan dan peningkatan rasa solidaritas sosial antar warga masyarakat baik dala suatu klen dan warga masyarakat dan kampung tetangga. Pencetus sifat-sifat para leluhur yang telah menciptakan Etu. Sebagai rasa pernyataan, rasa kebanggaan masyarakat Boawae terhadap jasa-jasa para leluhur....

avatar
Widra
Gambar Entri
Peninggalan Megalitik
Ornamen Ornamen
Nusa Tenggara Timur

Di Kabupaten Sumba Barat terdapat sebuah peninggalan megalitikum berupa sebuah batu yang membentuk suatu pola hias dengan pahatan tiga dimensi berbentuk arca dan dua dimensi berbentuk relief. Pola hias ini sangat variatif, juga dipengaruhi zaman hingga menjadi kian kreatif. Ada yang berupa sulur-sulur, huruf “S”, dan lingkaran memusat yang oleh para ahli dikatakan sebagai warisan zaman pra sejarah. Ada pula yang menggambarkan tokoh manusia, binatang serta pola-pola geometris dari era yang lebih muda. Perkembangan bentuk pola hias megalitik Sumba sangat dipengaruhi oleh kepercayaan religius serta status pemiliknya. Sifat kehalusan dan kebijaksanaan seorang bangsawan biasanya dipahat dengan simbol hewan atau benda alam seperti bulan dan bintang. Sementara sifat keagungan dan kebesarannya disimbolkan dengan benda-benda seperti tombak, parang, pedang serta bermacam ragam perhiasan. Hewan piaraan yang mereka miliki juga menjadi sumber inspirasi. Semakin kaya seorang raja, semakin megah...

avatar
Widra
Gambar Entri
Watumanyoba
Ornamen Ornamen
Nusa Tenggara Timur

Bentuknya sederhana, hanya berupa lempengan batu tanpa kaki yang langsung diletakkan di tanah. Ada beragam model Watumanyoba: lempengan segi empat, persegi panjang, bulat telur dan lainnya. Watumanyoba umumnya digunakan sebagai kuburan para hamba, sehingga sering kali ditemukan bersisian dengan kuburan para raja. http://wisata.dapurselekta.online/2020/12/03/peninggalan-megalitik/

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Kematian Sumba
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Masyarakat Sumba percaya adanya kehidupan sesudah mati. Oleh sebab itu ritual-ritual yang berhubungan dengan kematian dan penguburan menjadi sangat penting. Ini adalah momen tatkala jiwa almarhum dilepas menuju Parai Marapu sehingga perlu dilakukan dengan tata cara yang benar. Tatkala orang Sumba meninggal dunia, jasadnya diletakkan di mbale katounga dalam posisi berbaring atau duduk, ditekukkan sedemikian rupa sehingga mirip janin dalam kandungan sebagai perlambang kelahiran kembali ke dunia arwah. Pengaturan posisi ini tidak dilakukan semaunya tapi merujuk pada kabisu asal almarhum. Jasad tersebut diselubungi degan kain tenun terbaik, yang kian lama kian bertumpuk seiring kedatangan para pelayat yang membawanya sebagai simbol duka cita. Seperti upacara adat besar lain yang dilakukan dalam masyarakat komunal, ritual kematian apalagi penguburan, tak pernah menjadi urusan keluarga inti semata. Bahkan sudah kebiasaan orang Sumba membawa pulang mayat ke kampung besar untuk diurusi selu...

avatar
Widra