Masjid Agung Sang Cipta Rasa, atau yang sering dikenal dengan Masjid Agung Cirebon, adalah sebuah masjid yang terleatak di dalam lingkungan Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1480 M oleh Sunan Gunung Jati yang diperkirakan pada waktu itu merupakan waktu penyebaran Agama Islam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Perancangan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini dilakukan oleh Sunan Kalijaga, dengan bantuan Raden Sepat, yaitu sebuha arsitek dari Kerajaan Majapahit. Di dalam pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa sendiri, banyak kekhasan arsitektur yang dimiliki masjid ini. Salah satu contoh yaitu seperti pintu yang digunakan untuk memasuki ruang utama. Pintu yang diguanakn untuk memasuki ruang utama tersebut memiliki ciri-ciri yaitu ukurannya yang pendek dan jumlahnya pintu tersebut yaitu 9. Alasan menagapa pintu dibaut pendek yaitu agar pengunjung diharapkan menunjukkan rasa hormat ketika memasuki ruangan utama yaitu dengan menunduk....
Sekilas alat musik Sunda ini sama dengan angklung. Ya, calung memang bisa dibilang merupakan saudara kembar dari angklung. Sama-sama terbuat dari bambu dan membunyikan suara-suara yang merdu. Apa Itu Calung? Calung dapat diartikan sebagai sebuah alat musik yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul sambil dijinjing. Pengertian lain dari calung adalah sebuah seni pertunjukan. Meski merupakan saudara kembar dari angklung, keduanya terbilang unik dalam hal cara memainkannya. Seperti diketahui, angklung dibunyikan dengan cara digoyang sedangkan calung dibunyikan dengan cara dipukul. Tangga nada yang ada pada calung ini adalah da-mi-na-ti-la. Jenis-Jenis Calung Calung Sunda ini terdiri atas dua jenis, yaitu; 1. Calung Jinjing Calung jinjing terdiri dari 4 hingga 5 buah bambu. Dimainkan dengan cara dijinjing lalu dipukul. Caranya adalah menjinjingnya dengan tangan kanan dan memukulnya dengan tangan kiri. Cara memukulnya pun tida...
Kampung Naga Kampung Naga merupakan kampung adat yang terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Salawu, merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, yaitu adat Sunda. Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Mereka menolak campur tangan dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Untuk bisa ke Kampung Naga, orang harus melewati sekitar 439 anak tangga. Terbuat dari batu yang dilapis semen, ini setelah direnopasi pada tahun 2009 oleh bapak Anton yang sekarang menjadi kapolda jabar. Sebelum direnopasi, anak tangganya berjumalh 360 yang terbuat dari kayu atau bambu. tangga itu menuruni bukit yang terjal ,dari muara tangga terbentang jalan batu di antara sawa...
Cireng (singkatan dari aci goreng) merupakan makanan ringan yang berasal dari daerah sunda, tepatnya Bandung. Banyak dari masyarakat yang menyukai jajanan ringan ini karena rasanya yang enak dan ramah di kantong. Biasanya cireng dijual di pinggir jalan oleh pedagang kaki lima, namun seiring berkembangnya zaman, cireng juga disediakan instan dalam bentuk kemasan. Seperti cilok (aci dicolok) dan cimol, cireng juga terbuat dari tepung aci atau tepung kanji, bedanya cireng ini dibuat dengan cara digoreng dan bentuknya tidak berupa lingkaran, melainkan datar dengan variasi bentuk. Bukan hanya bentuknya yang bervariasi, rasanya pun ada banyak varian, dapat berupa ayam, keju, sosis, daging, bahkan tanpa isi. Cireng juga dapat disajikan dengan saus kacang, saus sambal, saus tomat, dll. sesuai selera masing-masing orang. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam , bawang putih, kedelai, daun bawang, minyak goreng, dan isian cireng...
Singkong Sebagai Makanan Pokok Masyarakat Kampung Cireundeu oleh : Danti Ashilla Kampung Adat Cireundeu terletak di Leuwigajah, Cimahi Selatan. Kampung adat ini dinamakan ‘Kampung Adat Cireundeu’ dikarenakan kampungnya yang penuh dengan pepohonan ‘reundeu’ yang biasa digunakan sebagai bahan obat herbal. Masyarakat kampung cireundeu sendiri masing cenderung memegang teduh adat dan kepercayaan nenek moyang. Dibuktikan dengan kepercayaan yang mereka pegang mayoritas sunda wiwitan. Mereka sendiri menganggap bahwa adat nenek moyang merupakan sesuatu yang harus dipertahankan. Kampung cireundeu ini sendiri memiliki beberapa keunikan, diantaranya adalah mereka menggunakan singkong sebagai makanan pokok yang dimana biasanya masyarakat indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Singkong ini sendiri memiliki nama unik yaitu rasi yang merupakan singkatan dari beras singkong, bahkan ca...
Sawér pangantén merupakan salah satu rangkaian acara dari upacara adat pernikahan dalam budaya Sunda atau yang disebut dengan mapag pangantén . Sawér secara entimologi berasal dari bahasa Sunda asli. Secara harfiah berasal dari kata awér yang berarti berhamburan, karena sawér sendiri merupakan kegiatan melempar barang-barang seperti beras, kunyit, bunga roma, permen dan uang. Sawér pangantén dilaksanakan di tempat yang disebut panyawéran yang berarti tempat turunnya air hujan. Makna dari sawér yaitu harus sailing berbagi dengan sesama ketika memiliki rezeki yang lebih. Kegiatan sawér dimulai dengan memayungi pengantin dengan payung agung yang memiliki makna bahwa hidup ini berada di bawah naungan yang Maha Agung, yaitu Allah SWT. Lalu setelah itu, juru sawér (pemimpin sawér) melagukan syair yang disebut dengan rumpaka sawér . Rumpaka sawér ini sendiri be...
Opak adalah salah satu cemilan khas yang berasal dari tanah Sunda. Sering ditemukan di daerah Ciamis, Sumedang, Garut, Tasik dan sekitarnya. Cemilan ini sering ditemukan di toko oleh oleh khas Sunda dengan harga yang lumayan terjangkau. Bahan dasar opak adalah ketan putih yang dihaluskan dan diolah sedemikian rupa dengan metode tradisional. Untuk di kampung Cugantang, Ciamis sendiri pembuatan opak dilakukan dengan alat dan bahan yang masih sangat sederhana. Mereka menggunakan jubleg dan halu untuk menghaluskan ketan yang sudah di kukus. Kemudian dicetak memakai ayakan tradisional agar berbentuk bulat. Yang unik dari opak khas Ciamis adalah diameternya yang terbilang lumayan besar. Setelah dicetak kemudian dijemur selama satu hari dibawah matahari sampai kering sehingga bisa digoreng. Untuk penggorengannya pun masih menggunakan suluh (kayu bakar) agar tetap terjaga khas nya. Berbeda dengan opak asin, untuk yang manis ketika dihaluskan memakai halu ditambah gula putih secukupnya. Untu...
Indonesia merupakan negara dengan beragam etnik dan suku bangsa. Salah satunya adalah suku Sunda yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Migrasi penduduk pun membuat Suku Bangsa tercampur atau lebih sering di sebut akulturasi. Saat mendengar kata '7 bulanan' di kawasan Sunda, pasti yang terpikir di benak adalah pembagian bubur merah dan bubur putih. Namun kenyataannya, bubur merah dan bubur putih bukanlah budaya 7 bulanan asli suku sunda. Itu merupakan budaya yang di bawa oleh Suku Jawa. "Bubur merah bubur putih mah lain adat urang Sunda. Etamah adat urang Jawa," kata seorang Ibu yang lahir dan tua dengan adat Sunda. Menurut narasumber, langkah pertama dari prosesi adat Tujuh Bulanan asli Sunda adalah dimandikannya calon ibu beserta suami dan mertuanya dengan 7 macam kembang. Air kembang itu saat diguyurkan, di saring menggunakan nyiru. "Inget keneh pas dibanjurkeunna, karasa pisan tirisna. Merinding pisan lah pokokna mah. Padahal pas keur eta teh beurang mencrang." Diten...
Pencok Leunca Indonesia terkenal memiliki beragam macam makanan dimana masing-masing daerahnya memilik ciri yang khas. Salah satu makanan khas nusantara adalah Pencok Leunca, yaitu makanan khas dari provinsi Jawa Barat. Sedikit pahit, pedas, manis dan gurih adalah kata yang cocok untuk mendeskripsikan rasa makanan ini. Tampilannya pun cukup unik dengan disajikan diatas cobek atau piring kecil yang terbuat dari tanah liat sehingga suasana nusantara semakin terasa. Maka dari itu makanan ini digemari oleh masyarakat sekitar terutama orang dewasa hingga usia lanjut. Pencok Leunca adalah makanan yang berbahan dasar leunca atau dalam bahasa indonesia disebut dengan ranti ini, termasuk kedalam kelompok terung-terungan. Bahan-bahan tambahan yang digunakan untuk membuat Pencok Leunca diantaranya cabe merah, cabe rawit, kencur, bawang putih, daun kemangi, gula merah, gula pasir, garam dan terasi. Cukup mudah untuk mencari semua bahan yang digunakan untuk membuat makanan...