Menurut Bapak Tri Atmo, seorang pemerhati sejarah di Purbalingga, dahulu kala Rajawana bersahabat erat dengan Kerajaan Pajajaran. Namun setelah Pakuan Pajajaran berkoalisi dengan Portugis untuk menyerang Sunda Kelapa, hubungan antara Rajawana dan Pajajaran melemah. Setelah itu, Sultan Demak yaitu Sultan Trenggono mengutus Fatahillah untuk merebut kembali Sunda Kelapa. Usaha Fatahillah membuahkan hasil, yakni berhasil merebut kembali Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 yang sampai saat ini masih diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta. Lalu prajurit-prajurit yang masih bersimpati kepada Pajajaran dikirim menuju Rajawana untuk menangkap pimpinan Rajawana, Syekh Machdum Kusen. Syech Machdum Kusen adalah salah satu penyebar agama Islam di Purbalingga. Beliau mempunyai pondok pesantren yang bernama Pondok Pesantren Cahyana. Beliau memerintahkan para santri wanita pondok pesantrennya untuk menabuh terbang/rebana. Bersamaan dengan bunyi rebana, datanglah Tawon Gung yang selanj...
CING PO LING Purworejo, sebuah kota seluas 1.834 km² di provinsi jawa tengah, memiliki banyak kebudayaan daerah sebagai kearifan lokal. Salah satunya adalah Cing Po Ling yang berasal dari desa Kesawen, Kecamatan Pituruh. Kesenian Cing Poo Ling menggambarkan prajurit yang sedang latihan perang. Menurut beberapa sumber, kesenian Cing Po Ling ini diperkirakan mulai dikenal pada abad XVII. Awal mula kesenian Cing Po Ling ini berangkat dari kegiatan pisowanan ke kraton yang dilakukan oleh Ki Demang. Seraya menunggu acara pisowanan dimulai, ki Demang bersama 3 (tiga) prajuritnya yang bernama Krincing, Dipomenggolo dan Keling melakukan gerakan keprajuritan di lapangan Kadipaten. Ternyata kegiatan tersebut diketahui oleh Adipati Karangduwur, dan beliau tidak berkenan kegiatan tersebut dilakukan oleh ki Demang dan Prajuritnya. Kemudian Adipati memperingatkan kepada ki Demang dan prajuritnya agar tidak mengulangi kegiatan serupa. Walaupun telah di...
Kesenian Cing Po Ling merupakan salah satu kesenian tari asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah lebih tepatnya di desa Kesawen, Kecamatan Pituruh. Kesenian ini sudah ada semenjak kurang lebih abad ke XVII masehi (seperti yang dikutip dari https://pdkpurworejo.wordpress.com/2010/05/04/kesenian-cing-poo-ling , http://den-bagoez-sigit-pamuji.blogspot.com/2015/01/kesenian-cing-po-ling-tunggal-wulung-kesawen-pituruh-purworejo.html , dan http://reviens.media/2016/12/30/jejak-cing-po-ling-dari-kesawen ). Kesenian ini merupakan kesenian tradisional sejenis atau reogan yang mengalami perkembangan sebagai tari perang dan bertemakan kepahlawanan. Kesenian ini bercirikan tentang keprajuritan sebagai pengawal. kesenian ini bermula ketika Demang mengikuti Pisowanan (tradisi dalam kerajaan-kerajaan Jawa, di mana bawahan-bawahan raja / sultan datang ke istana untuk melaporkan perkembangan daerah...
Pada zaman dahulu terdapat seorang saudagar kaya berasal dari daratan Cina yang bernama Dampo Awang. Dia merupakan seorang pedagang yang menjual berbagai permata dan barang barang antik serta juga seorang penggiat ajaran Kong Hu Cu. Dia ingin pergi kesuatu tempat untuk mengajarkan ajaran Kong Hu Cu dengan cara mengarungi laut dan samudera menggunakan kapal dagangnya bersama dengan seluruh pasukan yang ia bawa dari daratan Cina. Akhirnya setelah sekian ratus proses perjalanan, tibalah sang saudagar di tanah pulau Jawa bagian Timur. Dampo Awang sangat senang akan daerah itu karena semua masyarakat disitu menerimanya atas keramahan yang ia berikan pada mereka, sehingga dia bermaksud untuk berlabuh disana dan menetap sambil membagikan ajaran yang dibawanya. Ditengah masa masa penyebaran agamanya, terdengar lah nama Sunan Bonang ditelinga Dampo Awang. Dimana ia mendapat kabar bahwa sang Sunan Bonang ini merupakan pemeluk suatu ajaran lain (Islam) yang juga sedang menyebarkan aj...
Semarang, ya tak asing lagi kita dengar sebuah kata itu sebab semarang merupakan salah satu nama kota yang ada di indonesia, semarang terletak di pulau jawa dan hebatnya semarang merupakan ibukota jawa tengah loh!, berdasarkan geografinya kota semarang terbagi menjadi 2 yaitu semarang atas yang meliputi kecamatan Gunung Pati, Tembalang, Banyumanik,dll dan semarang bawah yang dimana isinya terdapat banyak sekali tempat wisata yang tidak hanya menawarkan tempat berekreasi tetapi juga menawarkan wisata budaya serta sejarahnya. Adapun tempat tempat wisata yang di tawarkan di kota semarang yaitu antara lain Kampung pelangi dimana di kampung ini kalian akan disuguhkan pemandangan rumah rumah ber-cat tembok warna warni menghiasi seluruh tembok rumah, atap dan bahkan konblok-konblok tempat kita berpijak kabarnya menurut salah satu pemilik rumah disana, dahulu rumah rumah disini tidak di cat warna-warni seperti sekarang, tetapi pemerintahan kota semarang membiayai penduduknya...
Perayaan syawalan Syawalan, ya sepertinya acara ini yang paling ditunggu-tunggu ketika memasuki lebaran idul fitri di Pekalongan. Seperti yang kita tau kegiatan perayaan syawalan pastinya selalu ada disetiap kota. Tetapi untuk bagaimana pelaksanaan perayaannya pasti berbeda tiap daerah. Begitu pula dengan pekalongan, sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa sih yang dimaksudkan syawalan itu? Syawalan adalah perayaan hari ketujuh setelah lebaran yang sangat sayang bila dilewatan. Di Pekalongan sendiri mulai dari wilayah utara sampai ke selatan mempunyai cara perayaan yang berbeda pastinya, tetapi tetap pada satu tujuan bahwa diadakannya acara syawalan ini tidak lain tidak bukan merupakan ujub syukur terhadap rejeki yang telah diberikan oleh Tuhan YME, dengan cara apa? Berikut merupakan rangkaian acara yang dilakukan saat perayaan syawalan tiba : Balon udara Nah balon udara yang dimaksudkan disini bukan balon udara yang bisa di naiki oleh manusia tetapi b...
Ketan Biru adalah makanan tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Tengah, tepatnya berasal dari Wonosobo. Makanan ini merupakan jajanan pasar sederhana yang tidak hanya dijumpai di Wonosobo, melainkan juga di berbagai daerah di Pulau Jawa. Salah satu bahan dasar Ketan Biru yang utama adalah bunga Telang. Bunga Telang ( Clitoria Ternatea ) atau lebih akrab disebut Kembang Teleng adalah tumbuhan merambat yang dapat dijumpai di daerah tropis di berbagai wilayah Asia Tenggara. Tumbuhan ini memiliki hal yang khas, yaitu bunga yang berwarna biru. Dari Kembang Telang inilah asal warna Ketan Biru. Ketan Biru memiliki rasa yang manis dan gurih. Bagi yang belum pernah mencoba, tenang saja! Berikut adalah resep Ketan Biru yang mudah dan dapat dicoba di rumah. Resep Ketan Biru Wonosobo Bahan : 1 kg beras ketan 1 gelas santan kental yang dicampur sedikit garam. Bunga Telang ( Kembang Teleng ) atau pewarna kue biru....
Siapa sangka minum secangkir wedang jahe ternyata memberi berbagai manfaat bagi tubuh kita. Dari menghangatkan tubuh, melancarkan pencernaan, bahkan dapat meredakan migraine. Wedang jahe ini merupakan minuman khas tradisional Jawa. Kata “wedang” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai arti hangat. Sesuai dengan artinya, wedang jahe mempunyai manfaat untuk menghangatkan tubuh kita. Cocok sekali saat kita meminumnya pada cuaca dingin. Minuman tersebut dapat kita jumpai di kedai atau pun restoran yang menjualnya. Namun jika kita malas untuk keluar rumah, alangkah baiknya jika kita mencoba membuatnya sendiri di rumah. Langkah membuatnya pun mudah. Alat dan Bahan : Jahe Daun Pandan Gula merah Gula putih Air Berikut adalah langkah-langkah membuat wedang jahe: Tuangkan air secukupnya pada panci, lalu didihkan sekitar 3-5 menit. Siapkan 1-2 jahe yang sudah dibilas bersih, lalu dikupa...
pelaku cowongan yang harus terdiri dari wanita yang tengah dalam keadaan suci (tidak sedang haid,nifas ataupun habis bersetubuh). Pelaku upacara akan menyanyikan tembang-tembang tertentu yang sesungguhnya itu adalah do’a-do’a/mantra. Cowongan hanya dilakukan pada musim kemarau yang sangat panjang . biasanya ritual ini dilaksanakan mulai pada akhir massa kapat (hitungan dalam kalender jawa) atau sekitar bulan september. Pelaksanaanya setiap pada malam jum’at dimulai pada malam jum’at kliwon. Dalam tradisi masyarakat banyumas, cowongan dilakukan pada itungan ganjil misalnya, 1 kali,3 kali,5 kali, atau 7 kali. Apabila ketika dilaksanakan cowongan satu kali belum turun hujan maka dilaksanakan kali. Begitu pula jika pada ke 3 kali tak lagi turu hujan maka dilaksanakan 5 kali demikian seterusnya hingga turun hujan. Ritual cowongan dimulai dengan mempersiapkan siwur/irus, kemudian irus yang disiapkan ditancapka...