Suku Boti merupakan keturunan dari suku asli pulau Timor, 'Atoin Meto'. Wilayah Boti terletak sekitar 40 km dari kota kabupaten Timor Tengah Selatan, So’e. Secara administratif kini menjadi desa Boti kecamatan Kie. Karena letaknya yang sulit dicapai di tengah pegunungan, desa Boti seakan tertutup dari peradaban modern dan perkembangan zaman. Suku ini memiliki bahasa Dawan sebagai bahasa daerahnya. Dalam masyarakat Boti bila ada pria dari Boti Luar (masyarakat Boti yang sudah menganut agama Kristen) yang jatuh cinta pada gadis Boti Dalam dan kemudian berencana mengambilnya menjadi istri, maka sang pria harus membuat pernyataan secara adat untuk mengikuti tata cara adat Boti Dalam. Demikian pula sebaliknya, jika ada gadis Boti Dalam yang menjalin asmara dengan pria Boti Luar, maka ia hanya diperkenankan menetap di Kampung Boti Dalam, bila laki-lakinya ikhlas mengikuti adat istiadat yang berlaku di Boti Dalam dan tinggal di lingkungan mereka. Syarat pengecualian ini...
Lagu ini menceritakan tentang mengingatkan kepada putra daerah pulau sabu yang sedang merantau agar selalu mengingat kampung halaman nya, dan kembali ke pulau sabu Lirik: Lagu: Ele Moto Ciptaan: NN Ele moto para liru Na wodi ee ……… Do mi pegile manu tada Na wodi ee Ie ie ie ie Kiri dai ke ali la rai Mangngi neta haro ie Bole balo rai di rai hawu Rai due donahu Terjemahan: ELE MOTO (NUN BINTANG) Ele moto para liru (nun bintang dilangit) Na wodi e e (anak e e) Do mi pegile manu tada (bagaikan putaran tanda kehidupan) Na wodi e e (anak e e) Ie le le le (baik baik baik baik) Kiri dai ke ali la rai (kala engkau tiba tempat/rantau orang) Mannyi nata haro ie (yang penuh kemudahan/kemewahan) Bole balo rai di rai hawu (jangan lupa pulau kita sabu) Rai due donahu (pulau tuak dan gula)
Mungkin kalian berfikir bahwa tato merupakan sebagai seni, riasan, atau tanda di tubuh. Namun tato memiliki sejarah yang dalam bagi wanita-wanita Timor pada zaman dahulu. Bagi wanita-wanita Timor jaman dahulu, tato bukanlah sekadar riasan tubuh belaka. Semenjak masa pendudukan Jepang di Indonesia, para tentara Jepang menculik wanita-wanita pribumi untuk dijadikan wanita budak dan disetubuhi. Budaya tato di Malaka, Pulau Timor bagi para wanita-wanita disana pada jaman dahulu adalah sebagai tanda bahwa wanita tersebut sudah menikah. Oleh karena itu, hal ini dimanfaatkan oleh mereka agar tidak menjadi korban penculikan oleh tentara Jepang. Cara ini terbukti berhasil. Para tentara Jepang tidak menculik wanita bertato karena mereka tahu jika wanita tersebut sudah menikah. Tentu untuk mendapatkan tato ini tidaklah mudah. Karena para mama-mama Timor ini harus di tato tubuhnya dengan jarum dan cairan dari arang, dan tentu prosesnya sangat menyakitkan. Namun, pada jaman sekarang, Indonesia s...
Hai Sobat Budaya, apakah kalian sudah pernah dengar Tari Lego Lego ? Yap, pastinya kalian belum tahu kan. Nah, kali ini saya ingin memperkenalkan Tari Lego Lego kepada kalian. Tarian Lego Lego merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang memiliki keindahan dalam mengungkapkan rasa syukur penduduk Alor. Pada mulanya Tari Lego Lego menjadi suatu kebiasaan masyarakat di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan saat upacara adat ataupun setelah melakukan kegiatan bersama sebagai tanda rasa syukur dan kegembiraan. Seiring berjalannya waktu, tarian ini sudah cukup dikenal dan sering ditampilkan dalam berbagai acara adat maupun pertunjukkan. Hal ini dimaksudkan agar Tari Lego Lego dapat diwariskan dan dilestarikan secara turun menurun bagi anak cucu mereka. Biasanya dalam tarian tersebut terdapat Mesbah yang dianggap sakral bagi penduduk Alor dan diletakkan di tengah formasi tarian. Tarian ini dilakukan dengan saling bergandengan tangan yang secara...
Kabeala merupakan senjata andalan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang biasa dibawa para pria dengan diselipkan pada ikat pinggangnya. Bentuk dari senjata ini menyerupai parang, golok atau pedang dengan ukuran panjangnya sekitar 48 cm sampai 58 cm. Tentu saja senjata tajam ini digunakan untuk kebutuhan bekerja dan juga ada yang dipakai sebagai simbol kejantanan masyarakat NTT. Bentuk Kabeala Senjata ini memiliki banyak bentuk pada gagang serta sarungnya. Hal ini berfungsi untuk membedakan penggunaannya dalam masyarakat. Gagang yang menggunakan bahan baku kayu digunakan untuk pekerjaan bertani dan berburu. Sedangkan gagang yang menggunakan bahan gading atau tanduk digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan diri. Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang banyak menggunakan senjata Kabeala yaitu wilayah pulau Sumba. Pulau Sumba ini terpisah dari ibukota provinsi Kupang dan lebih dekat dengan provinsi NTB. Di wilayah ini masih terdapat banyak hutan rim...
Salah satu situs yang menarik perhatian turis di daerah Sumba Timur adalah Hama Parengu, Desa Kuta Kecamatan Kanatang. Tidak seperti kampung adat lainnya, wilayah Hama Parengu dikelilingi oleh pagar batu sehingga kampung ini juga dikenal dengan benteng Hama Parengu. Di kampung ini para turis dapat menyaksikan situs peninggalan yang berupa kubur batu megalitikum, meriam, dan kuali raksasa. Selain itu, pemandangan matahari terbit dan terbenam di hamparan padang sabana sambal menunggang kuda juga dapat menjadi pengalaman menarik di Hama Parengu. Hama Parengu dihuni oleh 12 marga keluarga yang dipimpin oleh Marga Ana Maeri. Pada tahun tertentu, di kampung ini masih dilaksanakan ritual atau upacara adat (Mangejing). Namun, saat ini penduduk Hama Parengu telah meninggalkan rumah mereka dan berpindah ke desa lain. Hanya benteng dan situs peninggalan yang masih tersisa di Hama Parengu, sehingga turis yang berkunjung umumnya bermalam di Pantai Puru Kambera, lokasi pemukiman terdekat. Ham...
TOWE SONGKE merupakan kain tenun khas daerah manggarai, Kain tenun songke juga biasa di sebut lipa. Towe atau lipa dalam bahasa Manggarai untuk laki-laki disebut dengan "Tengge Towe/Lipa" dan untuk perempuan disebut dengan "deng Towe/Lipa". Towe Songke biasa digunakan baik di rumah maupun saat menghadiri ritual adat, ke gereja, ketika mandi dan tidur, saat kelahiran dan pernikahan, dan untuk membungkus orang yang telah meninggal. Songke juga bisa menjadi pemberian saat acara masuk minta (lipa widang) dari orangtua kepada bakal keluarga baru. Dan dari fungsinya Lipa Songke kerap kali dianggap sebagai "wengko weki," yang melindungi tubuh. Boleh dibilang, Songke itu menjadi jejak budaya Orang Manggarai. Saat ini, di kota-kota pusat administrasi wilayah Manggarai Raya seperti Ruteng, Borong dan Labuan Bajo, para pegawai pemerintah diwajibkan mengenakan Songke dalam bentuk jas atau kemeja sebagai salah satu usaha menghargai dan melestarika...
Gemohing merupakan budaya tradisi yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Lamaholot dan Titen Hena selama ratusan tahun. Gemohing membantu masyarakat mengatasi kesulitan pekerjaan. Mereka bekerja sambil berpantun dan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Di kalangan masyarakat Lamaholot yang meliputi warga Flores Timur daratan, Pulau Adonara, Solor, Lembata, dan Pulau Alor-Pantar, gotong royong tradisional ini dilakukan untuk membersihkan ladang, menanam, memanen, dan membangun rumah. Adapun pembangunan kantor desa, sarana sanitasi, air bersih, jalan, jembatan, dan penguburan warga desa masuk kategori bakti desa. Jumlah peserta gemohing antara 10 dan 50 orang. Satu keluarga bisa mengirim 2-5 orang di mana jenis pekerjaan tergantung dari kebutuhan anggota. Sebagai contoh, membersihkan ladang seluas 1-2 hektar tidak mungkin dilakukan sendirian. Namun dengan jumlah anggota gemohing 50 orang, pekerjaan dapat dilakukan dalam sehari. &nbs...
Seunik namanya, unik pula makanannya. Muku loto berasal dari daerah Nagekeo, yaitu sebuah daerah di Pulau Flores. Makanan ini merupakan salah satu makanan tua yang sudah ada sejak zaman para leluhur. Muku loto adalah salah satu sajian pada saat pesta adat diselenggarakan. Kalau sekarang, muku loto juga bisa ditemukan di acara perkawinan daerah setempat. Muku artinya adalah pisang, sedangkan loto artinya hancur. Jadi, muku adalah pisang yang masih mentah yang dikupas kulit hijaunya dan menyisakan kulit dalam yang melekat pada daging buah yang akan sedikit mengental saat diolah. Warnanya putih keabu-abuan. Biasanya masakan ini diberi campuran daging babi sehingga cita rasanya khas Keo, yang tidak pernah ada di belahan Indonesia manapun. Karena biasa disajikan untuk acara adat, sulit untuk menemukan makanan satu ini di rumah makan yang ada di NTT. Membuat makanan ini pun mudah, dan tidak perlu banyak bahan. Berikut bahan dan cara pembuatannya, Bahan-bahan Pisang muda dikupas kul...