Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cerita Hana Lele
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Pada jaman dahulu kala, di Sabu hiduplah 3 (tiga) orang bersaudara. Yang sulung adalah seorang wanita bernama Hana lele, Dua orang lainnya adalah laki-laki, masing-masing bernama Hipa Lele dan Hungu Lele. Hidp mereka sangat miskin karena orang tua mereka meinggal sejak mereka masih kecil. Pekerjaan mereka sehari-hari ialah meramu ke laut, untuk mencari hasil laut berupa ikan, keang-kerangan, dan sayur-sayur laut. Mereka pergi ke laut pada saat air laut surut aik pada siang maupun pada malam hari. Jika mereka ke laut pada malam hari maka mereka  harus membawa suluh. Usaha mereka kadang-kadang memberikan hasil baik, kadang-kadang tidak. Pada suatu hari Hana Lele dan kedua saudaranya pergi ke laut. Mereka membawa serta kenaha ( alat penangkap ikan). Hana Lele ditugaskan memasang dan mengangkat kenaha, sedangkan Hipa Lele dan Hungu Lele bertugas mengangkat batu-batu yang diduga menjadi tempat persembunyian ikan. Berjam-jam lamanya pekerjaan itu dilakukan namun sia-sialah ha...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Mane Tuna Lulik
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Pada suatu hari berangkatlah 7 (tujuh) orang wanita bersaudara ke laut untuk mencari ikan. Tiap-tiap orang membawa nere yaitu alat untuk menangkap ikan. Setibanya di laut Feto Ulun (anak perempuan sulung) dapat menangkap seekor belut besar dengan nere tetapi kemudian dilepaskannya kembali. Namun belut itu kemudian tertangkap kembali oleh Feto Ikun (anak perempuang yang bungsu) dan dimasukkan ke dalam keranjang kecil yang digantung di punggungnya. Keenam saudaranya sangat marah, karena Feto Ikun mengambil belut tersebut. Akan  tetapi Feto Ikun tidak menghiraukannya. Belut itu dibawa ke rumah, dan diletakkan di dalam sebuah piring lalu ditutup. Piring itu disimpan di atas loteng rumah bagian depan. Keesokan harinya mereka pergi ke pesta yang diadakan oleh Liurai ( raja) di Taberek, kecuali Feto Ikun. Disana mereka menari tarian Likuran ( tarian rakyat Belu) sampai petang baru mereka berenam kembali  ke istananya. Terlintas dalam pikiran Feto Ikun bahwa sekali kelak belut...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Tasik Manifo Dan Nama Kerbau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Pada jaman dahulu kala ada seorang wanita bernama Meni. Ia berasal dari keturunan atau marga Lasa. Ia tingal bersama-sama dengan ayahnya serta saudara-saudaranya. Meskipun ia sudah dewasa tetpi belum juga ada seorang pemuda yang meminangnya. Pada suatu hari ia pergi ke tepi laut. Di dalam hatinya ia bermaksud untuk mandi karena di sana terdapat pula sebuah mata air yang bening dan jernih. Bagi Meni kesempatan tersebut adalah kesempatan yang baik untuk berjalan-jalan karena sudah tidak betah lagi tinggal di rumahnya. Begitulah perasaannya sehingga ketika Meni sampai di sumber air tersebut ia belum langsung mandi tetapi duduk sambil merenungkan nasibnya. Sementara ia merenung tiba-tiba dari jurusan selatan mencullah seorang pemuda. Pandangan Meni terarah kepada pemuda itu. Pemuda itu makin lama makin dekat ke tempat di mana ia berdiri. Pemuda itu adalah seorang yang tampan dan gagah perkasa sehingga ia berpikir bahwa pemuda itu adalah putra dari seorang raja. Ia mengenakan pakaian...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Bulu Manda Bulu Bulu Ole Lolon
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Di sebuah negeri ada seorang raja dengan seorang anak. Tujuh wanita dan seorang pria, dikenal sebagai raja Todo Boli. Kegemaran raja Todo Boli ialah bermain kote (gasing). Kotenya terbuatdari bala (gading) sedang talinya terbuat dari lodang (loyang). Bala dan lodang menurut pandanagn masyarakat setempat sangat tinggi harganya. Gading bisa dipakai sebagai mas kawin, sedangkan lodang biasanya disimpan sebagai barang pusaka. Daya tahan gading tidak seberapa kalau dibandingkan dengan kayu. Oleh karena itu, gasing Raja Todo Boli selalu pecah. Setiap kali pecah maka harus diganti dengan gasing yang terbuat dari bahan yang sama. Ayah Raja Todo Boli memandang Raja Todo Boli terlalu boros karena kegemarannya itu. Oleh karena itu, ayahnya menasihati dia sebagai berikut, "Apabila engkau menghendaki agar gasingmu bersama talinya tetap terbuat dari bahan yang sama maka hendaknya engkau beristerikan  Bulu Manda Bulu-bulu Ole Lolon, karena dia adalah seorang wanita yang rajin bekerja teru...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Tradisi Ngapem
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tradisi ngapem adalah salah satu tradisi turun temurun Keraton Yogyakakarta yang ada sejak zaman Islam Jawa Kuno. Tradisi ngapem ini secara khusus diadakan untuk memperingati hari raya kenaikan tahta Sri Sultan Hamengkubuwono X ( dalam bahasa Jawa : Tingalan Jumenengan Dalem ) yang memasuki tahun ke-23. Biasanya tradisi ini diadakan di bulan Ruwah, salah satu bulan di penanggalan Jawa dan diadakan setahun sekali. Kue apem ini hanya dibuat oleh wanita, baik istri Raja, anak dan keturunan raja, serta kerabat Keraton dengan alasan wanita adalah pelayanan dari pria. Nantinya, kue ini hanya dibagikan kepada abdi dalem Keraton yang sejak dahulu melayani Raja Yogyakarta dan keturunannya yang jumlahnya mencapai 2.500 orang. Namun kue apem yang dibuat pada acara Tradisi Ngapem ini berbeda dengan kue apem pada umumnya. Pada acara ini, ada dua jenis kue apem yang dibagikan yaitu apem mustaka (diameter kurang lebih 20 cm) untuk abdi dalem yang memiliki posisi tinggi, dan a...

avatar
Aze
Gambar Entri
Yasa Peksi Burak
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj yang jatuh pada tanggal 27 Rejeb tahun Jawa, Keraton Yogyakarta mengadakan Hajad Dalem Yasa Peksi Burak . Yasa berarti membuat atau mengadakan. Peksi adalah burung. Burak adalah Buraq, makhluk yang diyakini menjadi kendaraan nabi saat melakukan Isra' Mi'raj . Hajad Dalem ini diawali dengan membuat Peksi Burak , pohon buah dan empat pohon bunga.     Peksi Burak dibuat menggunakan buah dan kulit jeruk bali. Kulit tersebut dibentuk dan diukir menyerupai badan, leher, kepala, dan sayap burung. Burung jantan diberi jengger (pial) untuk membedakannya dari burung betina. Masing-masing Peksi Burak akan diletakkan di atas sebuah susuh , atau sarang, yang dirangkai dari daun kemuning sebagai tempat bertengger. Peksi Burak dan susuh ini diletakkan di bagian paling atas dari pohon buah, dengan disangga oleh ruas-ruas bambu. Pohon buah dibuat dari tujuh macam buah lokal yang...

avatar
Aze
Gambar Entri
Tari Golek Menak
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Beksan (tari) Golek Menak adalah sebuah genre drama tari ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1940-1988). Gagasan penciptaan tari ini dicetuskan Sultan setelah menyaksikan pertunjukan Wayang Golek Menak yang dipentaskan oleh seorang dalang dari Kedu pada tahun 1941. Apabila dramatari Wayang Wong menceritakan kisah Ramayana dan Mahabharata, dramatari Golek Menak menceritakan kisah-kisah yang diambil dari Serat Menak . Serat Menak bersumber dari Hikayat Amir Hamzah yang dibawa oleh pedagang Melayu dan disebarluaskan di wilayah Nusantara. Nama-nama tokoh yang berasal dari belahan dunia lain tersebut kemudian di adaptasi ke dalam bahasa Jawa, seperti nama Amir Hamzah berubah menjadi Amir Ambyah. Secara garis besar Serat Menak memuat kisah munculnya agama Islam melalui tokoh Amir Ambyah atau Wong Agung Jayengrana, seorang putra Adipati asal Mekkah. Mewujudkan Gerakan Wayang Golek Kayu ke Dalam Gerak Tari Untuk mewujudkan gagasannya, Sri Sultan Hamengku Buwono I...

avatar
Aze
Gambar Entri
Gunungan Estri / Wadon
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Gunungan Estri memiliki bentuk seperti bokor . Bagian dasar gunungan lebih kecil daripada bagian tengah gunungan dan kembali mengecil pada bagian atas. Rangkanya dibuat dari bambu. Pada bagian atas gunungan , yang disebut sebagai mustaka , terdapat sebuah kue dari ketan berwarna hitam yang bentuknya menyerupai gunungan wayang kulit. Ilat-ilatan berwarna hitam dipasang mengelilingi mustaka . Ilat-ilatan merupakan kue ketan yang pipih panjang seperti lidah. Di bawah ilat-ilatan , dipasang sabunan . Sabunan , gulungan daun pisang ( klaras ) yang bagian atasnya diberi kucu dan upil-upil , ditata melingkar. Kucu berbentuk bulatan kecil berwarna putih sedangkan upil-upil berbentuk persegi panjang dan dibuat dalam lima warna, putih, merah, kuning, hijau, dan hitam. Keduanya dibuat dari beras ketan. Sedikit lebih rendah dan di luar lingkaran sabunan , rengginang ditata melingkar. Rengginang adalah kue ketan berwarna putih dan berbentuk bundar. Pada setia...

avatar
Aze
Gambar Entri
Ngebluk
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ngebluk merupakan kegiatan membuat adonan apem. Ngebluk dilakukan 2 hari menjelang upacara Hajad Dalem Labuhan . Bertempat di Bangsal Sekar Kedhaton , sebuah tempat yang berada di lingkup Kaputren atau kediaman para Putri Raja. Ngebluk hanya boleh dilakukan oleh para wanita yang dipimpin Permaisuri dan Putri Raja tertua. Selain para Putri Raja, orang-orang yang terlibat pada prosesi ngebluk adalah para kerabat Keraton beserta Abdi Dalem Keparak . Proses pertama, para Putri dibantu oleh Abdi Dalem mencampurkan bahan yang diperlukan guna dijadikan jladren atau adonan. Adonan terus diaduk hingga tercampur. Proses pengadukan adonan menimbulkan suara “ bluk ”, sehingga prosesi ini disebut Ngebluk . Setelah menjadi jladren , adonan kemudian dipindahkan kedalam enceh (gentong berukuran besar), kemudian didiamkan selama satu malam agar adonan mengembang.     Pada waktu bersamaan beberapa Abdi Dalem Keparak memiliki tugas lain untuk me...

avatar
Aze