Asal-usul Calung Dalengket yang ada di Kecamatan Lemah Abang Kabupaten Bekasi berasal dari sejenis permainan anak-anak gembala. Permainan ini di mainkan setiap habis panen dengan mengambil tempat di sawah atau di tegalan (ladang). Permainan ini biasanya di ikuti oleh tua dan muda, laki-laki dan perempuan serta bersifat lomba dengan ketentuan yang paling banyak penontonnya itulah sebagai pemenang. Lamanya pertandingan tidak ada ketentuan yang, bergantung banyaknya penonton. Karena permainan ini tidak mempergunakan wasit, sehingga sering kali menimbulkan keributan di antara pesertanya. Yang di anggap sebagai tokoh penggarap dalam permainan ini adalah Bapak Amat dan Bapak Endang. Bentuk pertunjukkan di dukung oleh beberapa pemain di antaranya: - 1 orang pemain sebagai juru Suling Toleat - 1 orang pemain sebagai juru Komlat (Saron) - 1 orang pemain sebagai juru Kedemung - 1 orang pemain sebaga...
Ada seorang laki-laki yang bernama Haman Semper. Ia adalah seorang anak yang sangat jahat. Ia sering melawan ibunya dan seringkali memukul ibunya dengan mempergunakan tongkat. Namun ibunya tetap menyayanginya dan selalu menasihati Haman agar ia berbuat baik, tetapi nasihat ibunya tidak pernah ia dengar, malahan ia balik menyerang ibunya dengan pisau. Hati seorang ibu tidak tega melihat anaknya jatuh ke dalam dosa. Pada saat mereka makan, kembali ibunya berusaha untuk tetap menasihatinya. Namun Haman tetap menjadi seorang anak yang jahat dan tidak mendengar nasihat orang tua. Dari hari ke hari perlakuan Haman makin menjadi-jadi. Ibunya tidak dapat lagi menasihatinya. Karena perbuatannya sudah tidak dapat diampuni lagi, maka ibunya marah dan mengutuknya. Ibunya sudah tidak lagi memperdulikan apa yang ia buat. Beberapa waktu kemudian, Haman meninggal dunia, namun karena dosanya terlalu banyak, maka bumi tidak mau menerima jasadnya. Kuburan yang digali selalu terdapat air, bahkan s...
Asal Usul Berasal dari kata Bale (Ikan), Bolu (Ikan Bandeng) & Nasu (Masak) dalam bahasa bugis Sinjai, begitulah Suku Bugis di pedalamanku menyebutnya. Di Makassar, dengan makanan serupa orang menyebutnya Pallu (Masakan) Mara (Ini aku kurang tahu artinya). Berawal dari kebiasaan turun temurun keluargaku yang mengajarkan anak cucunya memasak dari semenjak kecil, Aku belajar dari Ibu memasak berbagai masakan Bugis, salah satunya meracik bumbu khas bugis. Seorang perempuan di zamanku dan dikeluargaku tidak diperbolehkan keluar dari rumah tanpa bekal dari Dapur, setidaknya bisa menanak nasi, sayur dan memasak ikan. Kenapa harus Ikan? Karena orang bugis identik dengan lauk ikan, berbeda dengan suku Jawa yang cukup dengan, tempe tahu dan Ayam. Orang Bugis kadang belum merasa sah jika lauknya cuma ayam atau tempe tahu, sebaliknya tidak perlu Ayam jika sudah ada ikan. Resep Bahan : Ikan Bandeng Segar...
Bahan-bahan ( 5 porsi) 1/4 kg tepung terigu 2 butir telur untuk campuran kulit dan perekat tepung panir 2 sdm tempung kanji 2 potong ayam 1 batang daun bawang sedikit bumbu penyedap (kaldu bubuk dan garam) secukupnya tepung panir (optional) Langkah ( 45 menit) Rebus ayam, kemudian suwir-suwir Tumis ayam bersama daun bawang beri garam, merica dan sedikit gula Untuk kulitnyaa 1. tepung terigu dan telur dicampur tambahkan air hingga agak encer 2. Panaskan wajan olesi minyak sedikit kemudian masukan sesendok adonan wajan diputar seperti membuat dadar telur angkan kemudian tirinkan dan ulangi Isi kulit dengan ayam kemudian digulung Celupkan pada telur dan gulingkan ke tepung panir Goreng hingga keemasan RM/Toko yang Menyediakan : RM Timlo Solo Restoran Indonesia Tempat makan sederhana yang menyajikan makanan tradisional khas Solo, sup timlo, serta menyediakan...
Bahan-bahan ( 5 porsi) 2 kuntum brokoli rebus 2 kuntum kembang kol rebus 1 buah wortel rebus 1 bonggol jagung pipil rebus 1/4 dada ayam rebus potong dadu 1 kentang gorenng 5 bawang merah 3 bawang putih lada bubuk pala bubuk 200 ml kaldu tulang ayam 150 ml air mineral secukupnya garam. gula Langkah Rebus sayuran dan dada ayam sisihkan pada piring saji Haluskan bawang merah. Bawang putih. Tumis bawang merah dan bawang putih tadi tambahkan 50ml air Lalu masukan tumisan bumbu ke rebusan kaldu tulang + air mineral. Didihkan masukan lada bubuk + pala bubuk +garam +gula +kaldu bubuk secukupnya Koreksi rasa Siap di sajikan Tata di piring sayuran + daging siram dengan kuah sup Nasi ub itu nasi putih + unsalted butter. Lemak tambahan untuk anak saya RM/Toko yang Menyediakan : Warung Sop Manten Mbah Atmo Restoran Sup Alam...
Usai kita memahami bahwa kata-kata mempunyai kekuatan yang luar biasa' kemudian kita berkeinginan memfungsikan kekuatan ini sebaik mungkin agar memberikan kebaikan bagi kita. Terdapat tiga kaidah yang seharusnya kita ingat-ingat dalam mengendalikan kekuatan kata-kata agar membawa dampak yang positif bagi kita. Berucap Positif Ilustrasi berikut dapat menerangkan bagaimana kata-kata baik yang disampaikan seseorang bisa menghindarkannya dari persoalan. Pada suatu malam, seorang raja bermimpi aneh. Dalam mimpi tersebut gigi sang raja terlepas semuanya. Paginya dirinya mengundang ahli ilmu yang dapat menafsirkan mimpi tersebut. Orang pintar pertama yang diseru berkata kepada raja, "Paduka Raja, mimpi Paduka maknanya bahwa semua keluarga dan kerabat dekat Paduka akan wafat." Mendengar berita yang jelek ini, kemarahan sang raja membludak. Sang raja menginstruksikan pada prajuritnya untuk memenjarakan orang pandai pertama tersebut. Berikutnya Raja mengundang orang kedua un...
Boy-boyan merupakan permainan tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Barat khususnya di daerah Sunda. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Tentu saja bukan dikhususkan untuk anak laki-laki, anak perempuan juga bisa bermain boy-boyan. Sebenarnya, permainan ini memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Misalnya, di daerah Pati, Jawa Tengah, permainan ini dikenal dengan nama Gaprek Kempung. Di daerah Sunda, ada yang menyebutnya boy-boyan, ada juga yang menyebutnya Bebencaran. Dan di beberapa daerah lainnya permainan ini disebut Gebokan, karena katanya suara yang biasa ditimbulkan apabila bola karet yangdigunakan dalam permainan mengenai anggota badan dari pemain akan menimbulkansuara “Gebok”. Walaupun memiliki sebutan yang berbeda-beda, pada intinya permainan boy- boyan ini adalah sama. Permainan tradisional dari Jawa Barat ini memadukan kerja motorik anak dan juga mengasah kemampuan membuat strategi. Boy-boyan sendiri b...
Nenek Pakande adalah seorang nenek siluman yang sering menjadi momok bagi masyarakat Bugis di daerah Soppeng, Sulawesi Selatan. Nenek siluman itu adalah manusia kanibal yang sakti mandraguna. Ia sangat suka makan daging manusia, terutama daging anak-anak. Itulah sebabnya, masyarakat setempat memanggilnya Nenek Pakande. Dalam bahasa Bugis, kata pakande berasal dari kata pakkanre-kanre tau yang berarti suka makan daging manusia. Suatu ketika, seorang pemuda yang cerdik bernama La Beddu berupaya untuk mengusir Nenek Pakande karena kelakuannya telah meresahkan seluruh warga. Mampukah La Beddu mengusir Nenek Pakande dari negeri itu? Ikuti kisahnya dalam cerita Nenek Pakande berikut ini! * * * Alkisah, di daerah Sulawesi Selatan ada sebuah negeri yang bernama Soppeng. Penduduk negeri itu senantiasa hidup tenteram, damai, dan sejahtera. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani. Setiap hari mereka bekerja di sawah dengan hati tenang dan damai. Pada suatu ketika, suasan...
Dahulu penduduk Lisawa, Halmahera Utara dihebohkan dengan munculnya air yang memancar di sela-sela bebatuan. Semakin lama air itu semakin membesar dan membentuk telaga. Kabar terbentuknya telaga pun tersebar ke mana-mana. Telah banyak warga bertanya-tanya mengenai asal-usul air itu. Ada sebagian dari mereka yang menganggap itu adalah sumber air dari dalam tanah yang terjadi karena aktifitas gunung berapi. Ada juga masyarakat yang menghubungkan kemunculan air itu dengan kekuatan gaib penjaga desa. Sungguh aneh, di daerah yang kesulitan air tiba-tiba muncul telaga. Upaya mengungkap misteri itu dilakukan dengan menggelar upacara adat. Akhirnya, diperoleh jawaban adanya telaga berwarna biru itu disebabkan akibat seorang gadis yang patah hati lantas menangis. Ia meneteskan air mata dan mengalir rnenjadi sumber mata air. Kepedihan hatinya yang terlalu mendalam telah menyebabkan ia berduka sepanjang hari. Ia menangis seraya meratapi kekasihnya yang telah pergi. Penduduk Dusun L...