Meriah seperti itu suasana di sekitar Sungai Meuredu, Pidie Jaya. Pasalnya, di sungai ini berlangsung lomba tangkap Itik yang menjadi lomba tradisional yang selalu diadakan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI. Aksi puluhan peserta lomba tangkap Itik di sungai berkedalaman sekitar tiga meter ini mengundang keriuhan ribuan warga yang menonton aksi seru ini dari pinggir sungai. Bukan hanya orang dewasa, lomba tangkap Itik ini juga diikuti sejumlah anak-anak yang cukup lihai berenang.Tidak ada hadiah khusus disiapkan panitia namun peserta berhak membawa pulang berapapun Itik yang berhasil ditangkapnya.Teknis perlombaan adalah, panitia melepasakan bebek dikolam sumber ponjong, dan setelah diberikan aba-aba, peserta berlain menceburkan diri ke kolam untuk menangkap itiknya. Yang  menarik dari perlombaan ini, ternyata menangkap itik dikolam bukan hal yang mudah karena itik juga bisa berenang dan apabila akan ditangkap, biasanya akan menyelam.
Aceh begitu terkenal dengan penduduknya yang religious . Bahkan provinsi terujung Indonesia bagian barat ini pun memiliki julukan “Serambi Mekkah.” Jika ditelisik, ritual prosesi pernikahan Adat Aceh memang sarat akan makna budaya dan agama. Meskipun demikian, beberapa prosesi pernikahan ditinggalkan oleh penduduk setempat lantaran tidak sesuai dengan syariat Islam. Namun itu semua dikembalikan lagi kepada sang pemangku hajat untuk mengikuti atau tidak. Bagi Anda yang hendak menggelar pernikahan Adat Aceh berikut adalah urutan prosesi pernikahan yang bisa dijadikan sebagai panduan. Melamar (Ba Ranub) Selayaknya upacara pernikahan di daerah lainnya, prosesi pernikahan diawali dengan lamaran atau ba ranub dalam istilah Aceh. Pada zaman dahulu, prosesi ini diserahkan oleh theulangke (orang yang dirasa bijak) untuk mencari tahu seputar gadis yang hendak dipinang. Apabila sudah dirasa cocok, maka pihak pria akan datang melamar gad...
Hikayat prang sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Teungku Chik Pante Kulu, beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Pidie tepatnya dari Pante Kulu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hikayat prang sabi ada baiknya jika kita mengetahui sekilas tentang hikayat itu sendiri. Hikayat Aceh itu berbeda dengan hikayat dari daerah lainnya perbedaannya terletak pada cara melantunkannya dan penyusunan baitnya atau dengan kata lain hikayat lain memiliki bait yang mudah untuk langsung dipahami akan tetapi hikayat aceh membutuhkan sedikit usaha yang lebih untuk dipahami. Hikayat prang sabi ini sendiri memiliki dua genre pada umumnya yaitu genre yang berupa ajakan untuk berjihad dan satu lagi adalah rekaman keadaan perang yang dituang kedalam bentuk hikayat....
Hikayat prang sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Teungku Chik Pante Kulu, beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Pidie tepatnya dari Pante Kulu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hikayat prang sabi ada baiknya jika kita mengetahui sekilas tentang hikayat itu sendiri. Hikayat Aceh itu berbeda dengan hikayat dari daerah lainnya perbedaannya terletak pada cara melantunkannya dan penyusunan baitnya atau dengan kata lain hikayat lain memiliki bait yang mudah untuk langsung dipahami akan tetapi hikayat aceh membutuhkan sedikit usaha yang lebih untuk dipahami. Hikayat prang sabi ini sendiri memiliki dua genre pada umumnya yaitu genre yang berupa ajakan untuk berjihad dan satu lagi adalah rekaman keadaan perang yang dituang kedalam bentuk hikayat....
Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda bersama dengan suaminya, Teuku Umar, pada masa Perang Aceh. Cut Nyak Dhien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Kerajaan Aceh, dan meninggal pada 6 November 1908 di Sumedang, Jawa Barat. Keberanian dan kegagahan Cut Nyak Dhien begitu menginspirasi para wanita untuk terus memperjuangkan kebenaran. Salah satu bentuk kekaguman terhadap Cut Nyak Dhien dituangkan melalui sebuah lagu yang diciptakan oleh T. Djohan dan Anzib. Cut Nyak Dhien Cipt: T. Djohan dan Anzib Masa prang Aceh, Meugah Cut Nyak Dhien Teubiet ue mideuen, Neuprang Beulanda Sunggoh that putroe, nanggroe neupeu theuen Bek jiet keurajeuen, uleh Beulanda. Di Aceh Meugah putroe pahlawan Masa neu meuprang deungon Beulanda Putroe jroh peu e hate neu pih trang Putroe nyang sayang nanggroe ngon bangsa Hana neu gundah keu darah ile Putro...
KOPI ACEH Seiring perkembangan dunia kuliner dari semua negara, tidak ada salahnya untuk lebih mencintai dan mengapresiasi ke-unikan dan keragaman makanan dan minuman yang negara kita, Indonesia punya. Malahan, dengan adanya keragaman makanan, minuman dan juga rempah-rempah yang kita punya, banyak orang dari luar negri maupun dalam negri yang ingin merasakan dan mencicipi rasa dari hidangan-hidangan kita punya. Untuk contohnya, bagi pecinta kopi, Kopi Aceh bukanlah sesuatu yang jarang didengar oleh masyarakat, apalagi Kopi jenis Arabica seperti aceh gayo dan juga Kopi jenis Robusta, kedua macam kopi ini yang paling sering dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Selain itu, masih banyak jenis kopi-kopi aceh yang dapat ditemukan, seperti; Kopi tubruk khas Aceh, Kopi Ulee Kareng (kopi robusta), Kopi Luwak, dll. Keunikan dari jenis kopi yang terlihat sebagai yang paling terkenal, yaitu Kopi Gayo Khas Aceh, cara pengolahan jenis kopi...
Aceh merupakan provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Sumatera, Indonesia. Letaknya yang di ujung Nusantara membuat Aceh mudah mengalami akulturasi. Dalam masakan misalnya, ada puluhan bahkan ratusan masakan, seperti mie aceh, mie caluk, dan sebagainya. Belum lagi makanan ringannya . Hal tersebut juga tak lepas dari kebiasaan orang Aceh yang senang duduk bercengkrama sambil minum kopi atau setelah melakukan sebuah aktivitas. Salah satu makanan pendampingnya adalah Jelepak. Jelepak merupakan kue khas tradisional Aceh. Awal mula kue ini ada karena ibu-ibu Aceh pada zaman itu membuat tepung beras dengan cara menumbuk beras tersebut pada jeungki. Jeungki sendiri merupakan alat tradisional penumbuk beras. Setelah beras menjadi tepung. tepung tersebut lalu diayak agar benar benar mendapatkan tepung halus yang bisa digunakan dalam membuat segala macam kue dari tepung beras. Sisa ayakan tepung beras yang kasar dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan Jelepak agar tidak ada bahan...
Pasti kita semua sudah tidak asing lagi dengan hidangan yang disebut "bubur," kita makan bubur saat sarapan, saat sedang sakit, dan banyak kesempatan lainnya yang pastinya membuat kuping dan lidah kita ini tidak asing dengan hidangan yang satu ini, Namun, perlu diketahui darimana asal usul bubur di nusantara ini, seorang Guru besar sejarah Universitas Gadjah Mada berkata bahwa sebenarnya bubur ini tumbuh dari kelas ekonomi kalangan bawah yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangannya, Sampai sekarang sudah menjadi perjalanan panjang dan ternyata bubur ini diterima diseluruh kalangan di indonesia hingga akhirnya tumbuh berbagai hidangan bubur khas dari daerah di seluruh penjuru nusantara. Dan di kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana untuk membuat bubur khas provinsi paling barat di indonesia. Bubur Kanji adalah bubur khas Nanggroe Aceh Darussalam, Mirip Dengan Bubur Ayam namun, bubur kanji memiliki citarasa unik khas Nanggroe Aceh Darussalam yang membuat siapapun yang...
Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Ciri khas tersebut bisa dilihat dari tradisi yang dimilikinya, tariannya, gaya bangunannya, dan yang selalu menarik untuk dicoba, makanannya. Begitu pula dengan Suku Alas. Suku yang terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini memiliki berbagai macam kuliner yang patut untuk dicicip, salah satunya adalah Lepat Bekhas. Lepat Bekhas merupakan hidangan kecil khas Suku Alas yang keberadaannya wajib saat Hari Raya Lebaran tiba. Hidangan ini cocok untuk disajikan baik sebagai pelengkap saat sahur maupun sebagai makanan pembuka puasa. Kudapan yang mirip dengan wajik ini terbuat dari tepung beras ketan putih dan beberapa bumbu lainnya seperti gula, garam, dan santan. Rasa beras ketan yang ada makin legit dan enak dengan adanya penambahan daging buah durian sebelum adonan dicetak dan dibungkus dengan daun pisang. Bagi para pecinta durian, kudapan ini layak untuk dicoba. Berikut resep untuk Lepat Bekhas ...