Tahukan kamu bahwa di Cimahi terdapat suatu tempat yang menyimpan sejuta sejarah didalamnya? ya, tempat itu adalah Taman Makam Kehormatan Belanda (Ereveld) Leuwigajah yang berlokasi di leuwigajah, Cimahi Selatan, Jawa Barat. Setelah melalui panjangnya perjuangan meraih kemerdekaan, sisa-sisa perjuangan itu dapat dibuktikan dengan adanya taman makam ini, karena hal ini adalah salah satu bukti nyata dimana bangsa Indonesia dengan titik darah dan keringatnya sendiri untuk meraih kemerdekaanya yang hakiki. Di Indonesia terdapat 7 taman makam kehormatan Belanda (Ereveld) yang diantaranya adalah Ereveld Menteng Pulo dan Ereveld Ancol di Jakarta, Ereveld Kalibanteng dan Candi di Semarang, Ereveld Kembang Kuning di Surabaya dan Ereveld Leuwigajah di Cimahi ini. Ketika memasuki area pemakaman, akan terlihat nisan yang disusun rapi dengan dilatar belakangi perbukitan hijau sejauh mata memandang. Meskipun luasnya hanya 3hektare, tapi ereveld ini menyimpan sekitar kurang lebih 5200 jasad ta...
Sejak dahulu, Kabupaten Cianjur sudah terkenal dengan budaya 3M (Maos, Mamaos, Maenpo) yang menjadi ciri Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur saat ini, Bapak Irvan Rivano Muchtar, berinisiatif menambahkan 4 pilar budaya yang menurut beliau relevan dengan keadaan masyarakat Cianjur sehingga "7 pilar budaya" menjadi sebuah tagline yang mewakili masyarakat Cianjur. 7 pilar budaya ini merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Cianjur karena mengandung semua aspek kehidupan, meliputi olah rasa, olah jiwa, juga olahraga. Berikut ialah penjelasan mengenai 7 pilar budaya Cianjur 1. Maos Maos atau mengaji merupakan budaya pertama yang menjadi prinsip masyarakat Cianjur. Agama dipercaya merupakan fondasi yang sangat penting untuk membangun masyarakat Cianjur yang sejak dahulu dikenal sebagai Kota Santri. 2. Mamaos Mamaos atau tembang cianjuran merupakan kesenian menyanyi seperti Sinden di Jawa. Lagu yang dinyanyikan merupakan tembang khas yang hanya ada di Cianjur dan biasa diiri...
Lagu Bubuy Bulan adalah lagu dari provinsi Jawa Barat yang diciptakan oleh Benny Korda. Lagu ini cukup terkenal pada masanya, tetapi ada arti dari lagu ini yang tidak diketahui banyak orang. Berikut adalah lirik dari lagu Bubuy Bulan: Bubuy bulan Bubuy bulan sanggray bentang Panon poe Panon poe disasate Unggal bulan Unggal bulan abdi teang Unggal poe Unggal poe oge hade Situ Ciburuy laukna hese dipancing Nyeredet hate ningali ngeplak caina Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing Nyeredet hate ningali sorot socana Bubuy bulan, atau bulan di bubuy, maksudnya seperti lagu Thola'al Badru Alaina yang berarti telah datang bulan purnama kepada kami. Bulan purnama yang dimaksud disini adalah Rasulullah SAW. Jadi arti bulan dalam lagu Bubuy Bulan adalah ajaran Rasulullah SAW. Bubuy disini adalah perumpamaan dari pembumi hangusan ajaran Rasulullah....
Rasanya belum lengkap jika kita berkunjung ke daerah Kuningan, Jawa Barat jika belum mencicipi dan membeli oleh-oleh makanan khasnya, yaitu Tape Ketan. Tape ketan merupakan makanan hasil fermentasi nasi ketan. Pada mulanya, beras ketan putih akan dikukus sampai matang dengan dicampur sari daun katuk untuk memberikan warna. Alasan penggunaan daun katuk adalah agar tape ketan nantinya akan berwarna hijau alami karena tidak menggunakan pewarna buatan/kimia. Kemudian, nasi yang sudah matang akan didinginkan dan ditaburi ragi. Pengemasan tape ketan ini dilakukan dengan cara membungkusnya kecil-kecil menggunakan daun jambu air. Selain dikenal memiliki daun yang cukup lebar untuk memudahkan pembungkusan, daun jambu air juga dapat menghasilkan aroma khas pada tape. Salah satu keunikan dari tape ketan khas Kuningan ini adalah dijual dalam ember-ember hitam bertutup rapat yang berfungsi juga sebagai tempat untuk memfermentasikan tape agar matang dan menampung air hasil fer...
Kamu orang Cimahi pernah dengar nama Mbah Dalem Tumpang? Atau pernah berkunjung ziarah ke makamnya? Atau jangan-jangan gak pernah tau, apalagi datang ke makamnya?. Padahal sangat mungkin, tempatnya sering kamu lewati. Iya, kamu pasti sering lewat Jalan Gandawijaya kan? Lokasi makam Mbah Tumpang memang nyingcet. Masuk gang sempit di samping kios servis jam, dekat toko olahraga Waluh. Naik tangga batu, lalu suasana bising di jalan pun berganti dengan sunyi, senyap. Ya kalo kamu mau lari dari kenyataan, makam Mbah Tumpang ini cocok kayaknya. ðŸ˜Â Suasana sepi. Angin seolah berhenti bertiup. Sebuah pohon besar nan rindang yang mungkin usianya puluhan tahun membuat suasana sedikit mencekam. Di pelataran bawah pohon terdapat beberapa makam. Sementara makam Mbah Tumpang ada di dalam sebuah bangunan berukuran sekitar 5x6 meter. Ngomong-ngomong siapa sih Mbah Tumpang itu? Kalao ngaku orang Cimahi mah mesti tahu atuh. Mbah Tumpang i...
Bang Kalima Lima Gobang Bang kalima lima gobang.. bang Bangkong ditengah sawah.. wah Wahey tukang bajigur.. gur Guru sakola desa.. sa Saban poe ngajar.. jar Jarum paranti ngaput.. put Putri anu gareulis.. lis Lisung kadua halu.. lu Luhur kapal udara.. ra Ragrag di Jakarta.. ta Taun sabaraha.. ha Haji rek ka Mekah.. kah Kahar tujuh rebu.. bu Buah meunang ngala.. la Lauk meunang nyobek.. bek Beker meunang muter.. ter Terus ka Cikampek... pek Pekna gagang kalam.. lam Lampu eujeung damar.. mar Mari kueh hoho.. ho Otel pamandangan.. ngan Ngantos kangjeng dalem.. lem Lempa lempi lempong Nga...
Gandarucu adalah suatu makanan tradisional dari kawasan Priangan Timur, Jawa Barat. Gandarucu merupakan pisang yang dipotong kotak-kotak menyerupai dadu yang digoreng dengan dimasukkan ke adonan tepung. Gandarucu memiliki rasa manis, gurih dan renyah. Cocok sekali dimakan sebagai cemilan dan sarapan pagi sambil meminum teh/kopi. Makanan ini mudah sekali ditemukan di kota saya, Kota Tasikmalaya. Biasanya, Gandarucu sering dijual di warung nasi dan pedagang gorengan keliling. Gandarucu juga sering ditemukan sebagai jejamu dalam suatu perkumpulan dan ketika bertamu. Berikut cara membuat Gandarucu : Bahan : 1. Tepung Terigu ¼ kg; 2. Pisang kapas 4 buah; 3. Gula Putih 2 sdm; 4. Putih telur; 5. Air secukupnya; 6. Sedikit garam; 7.&nbs...
Jika anda melihat kata Purwakarta, mungkin yang anda ingat adalah sate Maranggi yang memang sudah mendunia. Pergilah ke Purwakarta dan anda akan melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang menggunakan batik dengan motif yang khas. Batik itu adalah Batik Purwakarta. Batik Purwakarta atau disebut juga 'Batik Kahuripan' merupakan batik khas Kab. Purwakarta. Batik ini berasal dari sayembara yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta pada tahun 2009. Batik ini didesain oleh Dinas Peternakan dan Perikanan. Sekarang, batik ini dipakai sebagai seragam resmi bagi para pegawai pemerintahan dan guru di Purwakarta. Motif batik ini memiliki 7 makna, yaitu: Warna dasar hitam dengan motif kuning emas: melambangkan kejayaan Purwakarta. Dua pilar: pilar ini juga disebut sebagai Gerbang Indung Rahayu, melambangkan 2 kalimat syahadat. Atap tinggi: disebut juga Suhunan Julang Ngapak, melambangkan perlindungan kepada seluruh warga Kabupaten Purwakarta. Tiga lekukan di atas pila...
Antias merupakan salah satu jenis makanan khas Kuningan, Jawa Barat. Makanan yang berbentuk seperti keripik yang terbuat dari singkong. Cara membuatnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Pertama, singkong harus diparud hingga halus dan dibumbui dengan ketumbar dan garam. Kemudian, singkong yang sudah dibumbui dibungkus dengan daun seperti lontong dan dikukus. Setelah matang, dinginkan. Setelah dingin, diiris tipis dan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Proses ini yang cukup membutuhkan watu yang lama. Setelah kering antias siap digoreng seperti kerupuk. Antias pun siap disantap sebagai cemilan #OSKMITB2018