Kota Bandung merupakan sebuah bagian dari Negara Kesatuan Repubik Indonesia sekaligus mempunyai jabatan sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Selain menjadi ibu kota di Provinsi yang menurut sensus penduduk terakhir memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Saat ini, Kota Bandung dikenal juga sebagai kota yang memiliki banyak gedung-gedung tinggi, juga sebagai salahsatu tempat belanja kelas atas bagi sebagian masyarakat Indonesia, tak terkecuali turis asing. Dalam peribahasa Indonesia dijelaskan bahwa “tamu adalah raja”. Maka sebagai kelanjutannya, di sini penulis akan membahas sisi baik, ramah-tamah dalam bahasa Sunda disebut soméah yang Kota Bandung tawarkan terhadap para tamunya, tanpa pandang bulu. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Citra diri yang melekat pada masyarakat Sunda adalah sosok orang-orang Sunda yang ramah, rengkuh, mudah menerima kehadiran orang lain. Inilah gambaran dari sebuah masyarakat yang memiliki konsep budaya “somea...
Tahu Sumedang memiliki suatu karakteristik yang membedakannya dengan tahu lain, yaitu isinya yang setengah kosong atau bahkan benar-benar kosong. Tahu gurih yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat ini merupakan gagasan Ong Kino pada tahun 1917. Untuk membuat tahu ini, diperlukan bahan-bahan berupa kedelai, air, dan cuka encer. Alat yang digunakan yaitu mesin penggiling kedelai. Berikut adalah langkah-langkah membuat Tahu Sumedang: Bersihkan kedelai, lalu rendam dalam air secukupnya. Lama waktu merendam bervariasi tergantung jenis kedelai. Kedelai impor hanya membutuhkan waktu 4—5 jam, sementara kedelai lokal membutuhkan waktu sepuluh jam. Setelah itu, cuci dengan air bersih sebanyak dua hingga tiga kali dan tiriskan. Kedelai diolah hingga menjadi bubur dengan mesin penggiling, lalu digodog di atas tungku sampai mendidih. Dengan kain kasa, saring bubur dan bilas ampasnya dengan air. Ampas ini lalu diperas hingga didapatkan sari kedelai. Pada sari tersebut...
Sebagian besar orang pasti menyukai teh. Beberapa orang meminum teh di pagi hari sebagai kebiasaan. Ada pula yang meminum teh karena kebutuhan khasiat yang terkandung di dalam teh. Tak sedikit juga yang meminum teh karena sekedar menyukai cita rasanya. Di beberapa daerah di Indonesia, teh digunakan sebagai pengganti air putih. Penyajiannya pun bermacam-macam. Panas, dingin, manis, dan tawar. Di Jawa Barat sendiri, teh biasa disajikan hangat tanpa gula. Jika berkunjung ke rumah makan di Jawa Barat, maka kita akan disajikan teh tawar hangat secara gratis. Meminum teh tawar sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Sunda. Teh tawar biasa disajikan baik dalam acara formal maupun santai. Masyarakat Sunda dalam menjamu tamu memercayai bahwa teh tawar yang disajikan merupakan wujud rasa menghargai tamu tersebut. Hal tersebut dikarenakan setiap orang memiliki kadar manis yang disukai yang berbeda-beda. Bahkan, mereka akan merasa malu ketika terpaksa harus menyajikan air putih. Adapun di K...
JENISA (Jeruk Nipis Asli) didirikan sejak 2004. Pemiliknya bernama Benhardi. Awal mulanya, JENISA (Jeruk Nipis Asli) memiliki jumlah karyawan hanya 2 orang saja, karena awalnya merupakan usaha kecil. Dan produksinya pun hanya 50-70 botol per hari, kini produksinya pun meningkat dengan 3500 botol per harinya. Dan akhirnya berkembang menjadi usaha yang besar. Ada dua ukuran JENISA (Jeruk Nipis Asli) yang perusahaan ini jual, yaitu dalam dentuk botol 140 ml dan 630 ml. Letak usaha JENISA (Jeruk Nipis Asli) berada di Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan-Jawa Barat. Bahan baku JENISA (Jeruk Nipis Asli) ini didatangkan langsung dari daerah Lampung dan sekitarnya. Pemasaran produk ini dipasarkan di daerah Surabaya, Jabodetabek, Indramayu, dan Kuningan. Pembuatannya pun ada empat tahap, yaitu penyiapan bahan baku jeruk yang siap di proses, proses blancing jeruk nipis, proses capping botol, dan proses labeling Jenisa. #OSKMITB2018...
Masres , teater rakyat yang sarat pesan moral. Amad , pendiri masres mengadopsi babad Cirebon sejak Sunan Gunungjati membumikan agama Islam di Cirebon hingga melebar ke bagian lain di Jawa Barat. Cerita turun temurun warisan leluhur mengenai sejarah persemaian agama ini diangkat ke dalam teater rakyat. Judul-judul favorit Masres biasanya adalah: Babad Alas Muara Tua atau pembukaan hutan Muara Tua (kabarnya Muara Tua adalah nama sebelum Cirebon), Bumi Celancang/ Hikayat Syekh Windujati , dan yang paling populer Ngalangi Grebeg Muludan . Tiga lakon di atas sangat sinkron dengan kisah penyebaran agama islam. Umumnya manggung pada pasca panen, bulan Syawal, setelah upacara nadran, dan acara pernikahan. Dengan aktor/ aktris dan nayaga sebanyak 50 orang. Kesenian rakyat ini menggunakan setting panggung keraton Cirebon, dan berawak pemain muda (21 - 45 tahun). Diselingi lagu-lagu tarling (sesekali lagu dangdut, mungkin supaya tidak kalah dengan org...
Penganten tebu merupakan suatu kebiasaan masyarakat desa babakan ketika pabrik gula akan beroperasi. Kebiasaan ini telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat desa babakan, penganten tebu ini bisa dikatakan sebagai permohonan keselamatan kerja bagi karyawannya dan diberi hasil panen tebu yang banyak kepada yang maha kuasa atau dalam bahasa jawa disebut selametan. Penganten tebu sendiri itu adalah sebuah dua pohon tebu yang dipilih dari kebun tebu yang siap panen dan diambil dari kebun tebu yang berbeda lokasinya, dan kemudian dua batang pohon tebu tersebut diarak seperti halnya seorang pengantin lengkap dengan orang-orang yang memakai baju tradisional seperti pengaman kerajaan disekitar area lingkungan pabrik gula. Pada prosesi pengarakan pengantin tebu biasanya acara ini ramai dengan masyarakat yang berantusias demi sekedar melihat dan berbelanja. Sebelum acara pengantin tebu ini mulai biasanya terdapat pasar tumpah seperti penjual makanan, pakaian, mainan anak-anak ataupun...
EMPAL GENTONG MAKANAN KHAS DAERAH CIREBON Empal Gentong adalah suatu makanan khas daerah dari sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Cirebon. Terbuat dari daging yang dicincang atau dipotong kecil-kecil lalu diberi kuah santan. Daging yang biasa digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong memiliki rasa yang sangat enak,segar dan gurih karena kuah santan dan perasan jeruk nipisnya. Biasanya empal gentong dimakan bersamaan dengan nasi ataupun lontong. Empal gentong pun biasa disajikan dengan kucai, cabai kering yang sudah dihaluskan dan kerupuk. Diberi nama empal karena bahan utama dari empal gentog ini adalah daging sapi yang sedikit berlemak. Lalu disebut gentong karena pada jaman dahulu, masyarakat belum mengenal panci sehingga memasak menggunakan gentong. Selain unik pada tempat memasaknya, empal gentong pun unik pada cara memasaknya karena daging-daging ini dimasak dengan menggunakan kayu dari pohon asam. Hingga ki...
Si Legit Multitalent : Kue Bugis Nikahan? khitanan? lebaran? hingga pengajian atau arisan, tentunya kalian gak asing lagi dengan kue bugis. Kue legit, yang berbahankan beras ketan dengan isian kelapa parut dicampur gula merah ini menjadi kue multitalent , yakni dia itu bisa jadi cemilan di tiap acara. Namun, selain di Bandung, ternyata kue ini pun terkenal se-penjuru Indonesia. Lain di Jawa lain juga di Sumatra (Padang) kue ini disebut juga 'lapek Bugis' atau lepat bugis. Terbuat dari tepung ketan hitam dengan isian enten. Tapi enten ini dimasak dengan gula putih, berbeda dengan kue mendut yang entennya di masak dengan gula merah. Ternyata tidak hanya berbeda nama, cara membungkusnya pun juga berbeda. Kalau di Jawa dibungkus dengan daun pisang muda dan dilipat segiempat seperti membungkus kue pisang, sedangkan di Sumatra di taruh kedalam daun pisang yang telah dipincuk kemudian dilipat menyerupai piramida. Keduanya diberikan...
KAKAWIHAN BARUDAK: Gobang Kalima Gobang Gobang Kalima Gobang merupakan kakawihan (bhs sunda, lelaguan) yang sering di nyanyikan oleh anak – anak ketika bermain. Lagu ini terdiri dari 24 baris, dan poin utamanya adalah rima akhir dari setiap baris dapat disambung dengan baris selanjutnya. Berikut liriknya: (Lirik Asli/Basa Sunda) Bang kalima lima gobang, bang Bangkong ditengah sawah, wah Wahai tukang bajigur, gur Guru sakola desa, sa Saban poe diajar, jar Jarum paranti ngaput, put Putri nu gareulis, lis Lisung kadua halu, lu Luhur kapal udara, ra Ragrag di Jakarta, ta Taun tujuh hiji, ji Haji rek ka Mekah, kah Kahar tujuh rebu, bu Buah meunang ngala, la Lauk meunang nyobek, bek Beker meunang muter, ter Terus ka Ci Kampek, pek Pek na gagang kalam, lam Lampu eujeung damar, mar Mari kueh hoho, ho Hotel pamandangan, ngan Ngantos kanjeng dalem, lem Lempa lempi lempong Ngadu...