Anak
242 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Keumaweh
Ritual Ritual
Aceh

Memasuki bulan ke 7 atau minggu ke 28 kehamilan, saya dikejutkan oleh telepon dari mertua yang ingin memastikan kapan mereka bisa datang ke Tangse untuk jak mee bu (membawa nasi) atau keumaweuh. Sungguh tidak terasa kalau janin di rahim saya sudah tujuh bulan usianya. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh khususnya keluarga suami untuk mengantarkan nasi dan buah-buahan bagi istri yang sedang hamil anak pertama. Tradisi inilah yang disebut dengan keumaweuh atau tujuh bulanan. Sebenarnya, saya merasa sedikit berat hati menjalani tradisi ini. Bukan karena saya anti dengan adat keumaweuh, bukan sama sekali. Saya malah senang sekali ketika keluarga suami datang ke rumah dan membawa aneka makanan dan buah-buahan. Bisa makan besar tentunya. Namun, yang membuat diri ini sedih adalah suami tercinta belum bisa kembali dari perantauan pada hari yang sakral itu. Ketika mertua perempuan melakukan peusijuk, langsung saja air mata ini keluar. Padahal entah apa yang ditangisi toh sebentar...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Rebutan isi bale
Ritual Ritual
Aceh

Rebutan isi bale (tempat makanan yang disediakan untuk mMulid) seolah menjadi tradisi dan pandangan wajib secara turun temurun di kalangan masyarakat Simeulue. Itu terjadi saat dilaksanakanMaulid Nabi Muhammad SAW oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue  di halaman Mesjid Baiturrahmah Kota Sinabang, Kamis, 14/12/2017. Peringatan Maulid ini juga dihadiri Bupati Simeulue Erli Hasyim, S.H, S.Ag, M.I.Kom serta sejumlah SKPK Simeulue, berlangsung hikmat dan penuh makna. Ustad Hasanuddin Yusuf Adan, yang juga dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menyampaikan tausiyah pada Maulid Akbar tersebut. Ustad Hasanuddin Yusuf Adan menyampaikan, Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi ummat manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan semua sikap dan tingkah laku terpuji, yang diajarkan pada manusia. Begitupun, kondisi ummat hari ini sangat miris. Itu terlihat dari perbuatan tak patut, krisis sopan santun dan tata krama. Ini sangat bertolak belakang dengan y...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Meuleumak
Ritual Ritual
Aceh

Setiap momentum lebaran, ada hal tampil beda di Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Di mana, pemuda di sana setiap lebaran memasak makanan khas atau dikenal dengan  meuleumak untuk santapan bersama semua kalangan masyarakat. "Tanpa terasa kini telah berada di hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh atau dikenal bulan silaturahmi. Di mana kita saling merajut kembali nilai ukhuwah di antara sesama. Setidaknya itulah makna dari kegiatan para pemuda Gampong Lamkawe dalam acara "meuleumak ," ucap Ketua Pemuda Lamkawe, Tgk Edi Kurniawan Abdullah, Selasa (27/6/2017). Menurutnya, pemuda Lamkawe sudah menjadikan acara meuleumak yang diprakarsai para pemuda gampong dan perantau sebagai agenda tetap tahunan. "Minimal setahun sekali, setidaknya rasa ukhuwah dan kebersamaan terajut lewat momentum ini," harap Tgk Edi Kurniawan Abdullah.   Tgk Edi menambahkan, dengan acara ini bukan hanya pemud...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Peutron Anuek dan Peucicap
Ritual Ritual
Aceh

Yusri (34 tahun) tampak sibuk pagi itu. Bersama warga lain, ia menyiapkan masakan gulai kambing untuk aqikah yang digelar bersama khanduri Peutron Anuek di Gampong Meunasah Pupu, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya. Dua ekor kambing disembelih sebagai wujud rasa syukur. Yusri resmi mengeluarkan putra dari dalam rumah melalui sebuah ritual adat turun temurun; Peutron Anuek. Anak keduanya yang lahir dari rahim Salmawati (30 tahun) itu usianya genap 44 hari. Lewat upacara ini diberi nama Naufal Ghiffari. Prosesi mengeluarkan bayi dari rumah dan menginjak kakinya ke tanah berlangsung khidmat. Razali, mertua Yusri, mendatangkan Teungku Muhammad Azzawahiry, seorang ulama setempat, untuk memimpin tradisi peutron cucunya. Mulanya bayi mungil itu dipeusijuek alias ditepung tawari, disertai pembacaan doa untuk keberkahan. Di atas talam (baki) tersedia menu seperti ketan kuning, teumpoe, paha ayam goreng, air zam-zam, sari kurma dan bermacam buah manis. Muhammad memangku si bayi untuk peuci...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Perang Malam Suci
Ritual Ritual
Aceh

Di pinggiran sawah yang gelap, Ayi (15) terus memecahkan bongkahan karbit dengan batu. Serpihan yang jatuh di tanah dipungut rekannya Rajif Fandi (14), kemudian dimasukkan dalam sebuah drum yang bagian ujungnya sudah di lubangi. Dalam drum seukuran satu meter itu juga sudah diisi sedikit air, kemudian dibiarkan sejenak karbit mendidih. "Sudah bisa ini," ujar Fandi, memberi aba-aba. Sejurus kemudian Ayi menyulutkan api dari ujung kayu yang dipegangnya ke lubang kecil di belakang drum. Duaarr... ledakan keras menggelegar hingga ke bukit yang terbentang di ujung hamparan sawah, memecah kesunyian malam. Beberapa saat kemudian dari kejauhan juga terdengar suara dentuman serupa. Itu ledakan karbit yang dibakar anak-anak kampung lain. Ayi dan kawan-kawan menyiapkan lagi serangan balasan berupa suara yang lebih keras lagi agar tak bisa disaingi oleh "pasukan" desa lain. Begitulah suasana perang karbit yang dilakoni sekelompok remaja pada malam lebaran Idul Fitri di Gampo...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Perang Meriam Bambu
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Di era milenia ini, tradisi bermain meriam bambu saat menyambut Idul Fitri hampir lenyap. Tapi di Gampong Cut dan Masjid Reubeue, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh, tradisi itu masih terpelihara hingga kini. Pada malam Idul Fitri 1439-H, masyarakat di dua desa itu, mulai dari anak-anak hingga pria dewasa, merayakan hari kemenangan dengan peperangan meriam bambu dan drum karbet (karbida). Peperangan dengan meriam bambu dan drum karbet biasanya dilakukan antara dua kubu dari dua desa yang hanya dibatasi oleh sungai. Kedua kubu ini nantinya akan saling serang. Hasballah, warga desa yang ikut meramaikan acara itu, kepada KBA.ONE, Jumat, 15 Juni 2018, mengatakan peperangan meriam bambu merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut lebaran. Tradisi ini masih dipertahankan di kalangan masyarakat Pidie secara turun-temurun. Meriam bambu, ungkap dia, menggunakan minyak tanah dan bensin (premium) sebagai bahan peledak. Sebelum melakukan aksi peperangan, bambu diasa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Rameune Meukawen
Ritual Ritual
Aceh

Kabupaten Nagan Raya  adalah sebuah  kabupaten  di Provinsi  Aceh ,  Indonesia . Ibu kotanya  Suka Makmue , yang berjarak sekitar 287 km atau 6 jam perjalanan dari  Banda Aceh . Kabupaten ini berdiri berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2002, tanggal 2 Juli 2002 sebagai hasil pemekaran  Kabupaten Aceh Barat . Kata  Nagan  memiliki kemiripan dengan nama 5 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut, namun secara arti bahasa sampai sejauh ini sama sekali tidak ada dalam kosakata Aceh Pun, belum terketemukan landasan historis, maupun hasil penelitian yang jelas terkait dari mana penyebutan nama tersebut muncul. Sedangkan  Raya  berarti besar, menunjuk semua kecamatan yang ada di Nagan, kendati di dalam nama kecamatan tersebut tidak tercantum kata "Nagan", misalnya: Beutoeng, salah satu kecamatan. Kabupaten Nagan Raya memiliki luas 3.363,72 km2. (Sumber : Wikipedia)  Rameune Nagan yang sudah lahir Ratusan tahun lalu masa Ke...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Nona Koro
Ritual Ritual
Aceh

RAKYAT Gayo Lues Provinsi Aceh dikenal masih memegang erat nilai-nilai budaya warisan nenek moyangnya yang kaya filosofi. Bukan hanya tari Saman tapi juga seni budaya dan tradisi lain dalam kehidupan sehari-sehari. Salahsatu yang masih eksis adalah prosesi adat Tawar Kampung oleh masyarakat Gumpang Kecamatan Putri Betung 5 Agustus 2017 lalu. Prosesi utama tradisi ini adalah menggiring seekor kerbau berkeliling kampung yang dikenal dengan sebutan “Nona Koro”. Kerbau yang digiring tersebut harus jantan albino atau berbulu putih, tradisi ini menurut warga setempat sebagai bentuk syukur dan do’a kepada Allah SWT agar diberi keberkahan dalam usaha tani mereka serta jauh dari serangan hama dan penyakit ataupun segala bentuk bencana lainnya. Keberadaan tradisi Tawar Kampung ini sudah ada sejak nenek moyang dahulunya sehingga sangat melekat dan diteruskan oleh masyarakat setempat untuk menjaga dan memperkuat jalinan tali silaturrahmi serta menguran...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tradisi Perkawinan Adat Gayo Lues
Ritual Ritual
Aceh

Upacara perkawinan adat Gayo Lues baru-baru ini diperlombakan dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) dan mendapat juara kedua dari 23 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh.Samsul Bahri, salah seorang tokoh masyarakat Gayo Lues memaparkan upacara perkawinan adat Gayo Lues tersebut berserta tahapanya, Kamis (30/8). Dipaparkan, tahapan yang dilakukan diawali resek, adalah perbincangan orangtua dari seseorang jejaka antara ayah dan ibu tentang keinginan untuk mencarikan jodoh bagi anaknya atau menantu. Setelah keduanya mendapat kata sepakat, barulah orang tuanya mengira-ngira siapa yang cocok untuk menantu (pemaen) dimaksud, setelah ada yang cocok maka kabar ini disampaikan kepada kail/ibi atau tutur temas lainyya, menghubungi sang jejaka atau bukang, apakah setuju dicarikan jodohnya. Sehingga rangkaian proses ini disebut kusik, sisu, pakok dan peden. Terjemahan kusik adalah agar ayah dan ibu dapat bebas membicarakan tentang perjodohan anaknya, sisu artinya hasil permufakataan ayah dan ibu...

avatar
Deni Andrian