Tari yang digelar untuk penjemputan tamu kehormatan dari kerajaan lain. Diperagakan pada awalnya oleh para Bissu kerajaanpada abad XVI masa pemerintahan Raja Bone X We Tenri Tuppu MatinroE Ri Sidenreng, tari ini biasa juga disebut Sere Bissu. Kemudian pada masaberikutnya dipergakan dalam bentuk tari yang disebut Tari Alusu yang diperagakan oleh paradara-dara di lingkungkangan bangsawan.
Karya: Anci Larici Djauzi Saleh Engkana' rimabelae Rilipu' wanua laeng Deceng Muaro Usappa Uwelai wanuakku ... Tanah Ogi Wanuakku Wanua talessurekku Indo' ambo malebbi'ku Uwa'bokori ulao Pura janci rialeku Sikerru'ri atikku Iapa urewe' mattana ogi Uruntu'pi usappae Indo' Ambo Malebbikku Aja' tapettu rennuang Marillau ripuangnge Natepu winasakku
Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang ! Tallu luwara lekona Napak napak lalang bang sikontu bonena lino Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang ! Malam parang laisinu Alla mate te bombang Buhuleng tanna lajjunu Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang ! Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang Baji baji ri matangku
Tarian Pepeka Ri Makka Tarian Pepeka Ri Makka berasal dari dua kata yang itu Pepe’ dan Rimakka dimana Pepe’ berarti api, Rimakka adalah tanah suci Mekkah, tarian ini mengingatkan kita pada Nabi Ibrahim yang dibakar oleh kaum Quraiz. Karena iman dan keyakinannya kepada sang khaliq turunlah Do’a Qulna yaa naaru kuunii bardan wasalaaman alaa ibraahiim laa haula walaa kuwwataa illaa billaah…..kumfayakum. Para penari terinspirasi dan menuang dalam sebuah bentuk tari yakni tari pepe’-pepeka rimakka. Dengan penuh keyakinan dan Do’a para penari membakar sarung, tangan mereka tanpa merasa kepanasan, tarian ini adanya dikampung Paropo kecamatan panakkukang kota Makassar, sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1942. Sekarang ini tari pepeka ri makka sering di bawakan oleh sanggar remaja kampung paropo, appe-pepe ia, yaitu menyalakan api, sifatnya menyalakan api (seperti lempion) pada serambi depan rumah atau di perkarangan. Dari acara tradi...
Monumen Mandala adalah monumen yang berdiri kokoh di pusat kota Makassar. Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 11 Januari 1994 oleh Soesilo Sudarman yang menjabat sebagai Menko Polkam saat itu. Sementara peresmiannya dilakukan langsung oleh Presiden Republik indonesia era Orde Baru, Soeharto pada tanggal 19 Desember 1995. Monumen yang dibangun di atas lahan seluar satu hektar ini juga dikenal sebagai monumen pembebasan Irian Barat. Meskipun kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan sudah diproklamasikan sejak tahun 1945, Irian Barat masih dikuasai oleh Belanda. Irian Barat baru bergabung kembali dalam NKRI setelah hampir 20 tahun kemudian. Tepatnya pada tahun 1962 Irian Barat atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Papua berhasil direbut dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Oleh karena itu, alasan mengapa monumen ini dibuat setinggi 62 meter adalah sebagai simbol bahwa Irian barat kembali menjadi bagian dari Indonesia di tahun 1962. Kota Makassar dipilih s...
Museum Balla Lompoa Museum Balla Lompoa tidak dapat dipisahkan dengan upacara adat Accera Kalompong , upacara untuk membersihkan benda benda ber- sejarah, pusaka kerajaan Goa yang tersimpan dalam museum Balla Lompoa. Di Museum Balla Lompoa ini setiap selesai Shalat Id Adha sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat Goa melakukan pencucian benda-benda pusaka tersebut Museum Balla Lompoa terletak di Jl. Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Museum Balla Lompoa didirikan pada masa pemerintahan Raja Goawa XXXI , Mangngi Mangngi Daeng Mattutu pada tahun 1936 , Museum ini dulunya sebagai tempat raja-raja gowa. Balla Lompoa dalam bahasa makassar berarti rumah besar atau rumah kebesaran . Di dalam Museum Balla Lompoa terdapat berbagai macam peninggalan kerajaan termasuk benda2 pu...
Bola Soba' adalah rumah adat yang terdapat di kecamatan tanete riattang kabupaten bone, provinsi sulawesi selatan. Bola soba sendiri terdiri dari dua suku kata yaitu bola yang berarti rumah, soba berarti persahabatan. Didirikan tahun 1890 oleh raja bone ke XXXI yaitu Lapawawoi petta ponggawae. Nama asli dari bola soba sendiri "Sao raja petta punggawae" yang berarti rumah jabatan raja panglima perang. Bola soba adalah nama yang diberikan belanda sebagai tempat penjamuan kerajaan bone terhadap company belanda beserta tamu-tamu dari kerajaan lain seperti kerajaan Luwu dan Gowa. Pada bola soba terdapat sappan atau dalam bahasa indonesia disebut tangga, dalam bola soba memiliki dua tangga yaitu sappan riolo dan sappan ri munri (tangga depan dan tangga belakang) masing-masing memiliki jumlah anak tangga yang berbeda pada tangga di depan terdapat 11 anak tangga sedangkan di belakang memiliki 12 anak tangga. Setelah tangga ada lego-lego atau dalam bahasa indonesia yaitu teras depan. Teras dep...
Rambang Pulo L : Nalamatepa inakke aringku Lingka mange ri anjayya Ampa mukua 2X Mallang tojengki anngai Terjemahan : Jikala aku mati adikku &nbs...
Akkio Bunting adalah semacam pentun berbalasan yang dipakai oleh sipengantar penganti dengan penjemput pengantin yang ada di sulawesi selatan tepatnya suku makassar. pertunjukan ini semacam hiburan yang digunakan oleh masyarakat takalar untuk memeriahkan pesta yang sedang berlangsung sekaligus mempunyai makna dan nilai filosofis yang terkandung dalam syair akkio bunting tersebut. Berikut syair akkio bunting yang saya dapati, Akkio Bunting Iadende-iadende nia tojengmi deng bunting… Bunting salloa ku tayang Salloa kuminasai Ku kanroa ri nabbia Ku palaka ri bataraya Kuminasaiya bunting Nama bunting tojeng todong Nampako ri ujung borikku deng bunting… Ri cappa pa~rasangangku Na ku tewa-tewako guru Kuminasaiko sunggu ri ka issilangngang Ipantarang emba injako pole deng bunting… Ri boko pangngala~ injako Na kuruppaiko jama~ Ku buntulik...