Motif Kain
Motif Kain
tenun Sulawesi Selatan bulukumba,kajang
Kain Tenun Suku Kajang
- 5 Maret 2015

Suku Kajang adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Makassar, Sulawesi Selatan. Secara turun temurun, mereka tinggal di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Bagi mereka, daerah itu dianggap sebagai tanah warisan leluhur dan mereka menyebutnya, Tana Toa.Tanah Toa adalah desa dikecamatan Kajang,Kabupaten Bulukumba,SulawesiSelatan,Indonesia . Desa ini dihuni oleh suku kajang. Secara administratif Desa Tana Toa adalah satu dari sembilan belas desa yang ada dalam lokasi kecamatan Kajang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Desa Tana Toa adalah desa tempat komunitas masyarakat adat Kajang yang masih erat dalam menjaga dan melindungi peradaban mereka sampai yang sampai hari ini masih di pertahankan.Secara keseluruhan Luas lokasi desa Tana Toa ini yaitu 331,17 ha, baik yang terhitung lokasi Kajang dalam ataupun Kajang luar. Serta dari 331,17 ha tersebut, kurang lebih 90 ha dipakai untuk area pertanian. Tanaman yang dibudidayakan diatas area seluas itu cukup bermacam, salah satunya padi, jagung, coklat, kopi, dan sebagainya.

Suku kajang memilik ciri khas dimana mereka dalam kehidupan kesehariannya berpakaian serba hitam dan tidak menggunakan warna lain. Hitam itu merupakan warna adat yang kental dan akan kesakralan dan bila kita mau memasuki kawasan Adat Amma Toa maka kita harus mengikuti ketentuan yang adat dimana kita harus berpakaian serba hitam dan melepas alas kaki. Warna hitam mempunyai makna sebagai bentuk persamaan dalam segala hal,termasuk kesamaan  dalam kesederhanaan. Warna hitam menunjukkan kekuatan,kesamaan derajat bagi setiap orang didepan sang pencipta. Kain-kain yang digunakan adalah hasil tenunan kaum wanita Suku Kajang sendiri, benang di tenun dengan menggunakan alat tenun tradisional bukan dengan mesin . Tidak ada ritual khusus Untuk membuat kain tenun khas suku kajang , Dimana proses pembuatan kain tenun khas suku kajang itu harus dibuat dengan wanita kajang karena adat dari suku kajang itu setiap wanita suku kajang itu harus mengetahui cara bertenun karena salah satu persyaratan dari aturan adat yang dari dulu sampai sekarang dan masih dipertahankan oleh orang suku kajang dimana wanita suku kajang itu harus tahu bagaimana cara menenun kain khas kajang dan wanita kajang itu mulai belajar cara menenun dimulai dari umur 13 tahun. Menurut sumber yang didapat dari wanita suku kajang proses pembuatan kain itu dimulai dari pembelian Benang Putih di pasar tradisional yang biasaa disebut pasar butung(Benang putih itu merupakan hasil dari proses pengolahan kapas dari suku kajang yang diolah oleh pihak luar sehingga menjadi benang). Benang yang digunakan dalam satu kali tenun yaitu lima gulung besar benang. Sebelum menenun benng katun yang berwarna putih terlebih dahulu diberi pewarnaan alami dengan bahan baku sejenis dengan daun kelor namanya tarum/daun nila/indigo yang dicampur dengan air panas, proses perendaman itu dilakukan selama semalam dan keesokan harinya benang itu peras kemudian benang dikeringkan setelah benang kering barulah dipake untuk menenun. Menurut narasumber waktu pengerjaan kain tenun itu tergantung dari kondisi si penenun apabila dia rutin setiap hari menenun maka kain tenunnya biasa selesai dalam waktu satu minggu, dan apablia si penenun melakukannya diselang waktu luangnya maka kain tenun itu biasa selesai dalam jangka waktu yang lama biasa sampai satu bulan lamanya.

Alat tenun suku kajang ( Pattannungang) yang terbuat dari kayu hasil dari hutan kawasan kajang. Alat pembuatan kain tenun itu biasaanya dibuat oleh orang tua(Ayah) wanita kajang atau suaminya., inilah daftar  nama dari bagian bagian alat tenun suku kajang

  1. Tanrang ajeng
  2. Pappakang
  3. Panggepe
  4. Balira/Baliro digunakan untuk menyentak benang
  5. Tumpa
  6. Pappasolongang adalah tempat penyimpangan alat kecil untuk menenun semacam benang dsb
  7. Pakkarakang
  8. Kara
  9. Palili
  10. Taropong merupakan tempat pengulungan benang yang dipake dalam menenun
  11. Bu’rung
  12. Suru
  13. Book-boko
  14. Sisiri
  15. Pari

Kelebihan dari kain tenun suku kajang pada saat pencucian pertama kainnya tidak luntur dan pencucian hanya menggunakan air murni tanpa sabun/detergen. Motif kain suku kajang mengambarkan pelajaran hidup, berdampingan dengan alam dan merupakan wujud dari kesederhanaan bagi suku kajang. Masyarakat kajang masih mempertahankan motif kuno warisan leluhur yakni motif ratu puteh,ratu gahu dan ratu ejah. Motif ini hadir berupa garis geometris halus yang membelah sarung tenung secara vertical. Benang berwarna biru itu menjadi penghias kain tenun yang jarak antara benang biru dan benang hitam mengikuti pola dari nenek moyang terdahulu.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Resep Ayam Goreng Bawang Putih Renyah, Gurih Harum Bikin Nagih
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun ide jualan. Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Konsep Ikan Keramat Sebagai Konservasi Lokal Air Bersih Kawasan Goa Ngerong Tuban
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...

avatar
Muhammad Rofiul Alim
Gambar Entri
Upacara Kelahiran di Nias
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Kelahiran seorang anak yang dinantikan tentu membuat seorang ibu serta keluarga menjadi bahagia karena dapat bertemu dengan buah hatinya, terutama bagi ibu (melahirkan anak pertama). Tetapi tidak sedikit pula ibu yang mengalami stress yang bersamaan dengan rasa bahagia itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang makna dari pra-kelahiran seseorang dalam adat Nias khusunya di Nias Barat, Kecamatan Lahomi Desa Tigaserangkai, dan menjelaskan tentang proses kelahiran anak mulai dari memberikan nama famanoro ono khora sibaya. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi dan metode wawancara dengan pendekatan deskriptif. pendekatan deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan fakta sosial dan memberikan keterangan yang jelas mengenai Pra-Kelahiran dalam adat Nias. Adapun hasil dalam pembahasan ini adalah pra-kelahiran, pada waktu melahirkan anak,Pemberian Nama (Famatorõ Tõi), acara famangõrõ ono khõ zibaya (Mengantar anak ke rumah paman),...

avatar
Admin Budaya