Mie kocok adalah hidangan mi bercitarasa kaldu sapi khas kota Bandung, Jawa Barat. Hidangan ini terdiri atas mi kuning yang disajikan dalam kuah kaldu sapi kental, irisan kikil (tendon kaki sapi), taoge, bakso, jeruk nipis, dan ditaburi irisan seledri, daung bawang, dan bawang goreng. Beberapa resep mungkin menambahkan babat sapi. Istilah kocok dalam nama hidangan ini merujuk kepada proses memasaknya, yaitu mengocok-ngocok mi dalam wadah logam bolong-bolong bergagang, seraya mencelupkannya ke dalam air panas.Jenis mi yang digunakan adalah mi kuning gepeng yang bertekstur lebih lembut. Resep dasar mie kocok adalah mi, kuah kaldu sapi dan kikil sapi. Akan tetapi terdapat beberapa variasi penyajiannya dengan tambahan bahan makanan tertentu. Misalnya ditambahkan daging sapi, bakso, bahkan babat sapi. #OSKMITB2018
Soto Bandung, soto yang berasal dari Bandung, Jawa Barat ini berbeda dengan soto yang lainnya karena tidak memakai santan sehingga kuahnya tampak bening. Ciri yang khas dari Soto Bandung yaitu adanya lobak dan kacang kedelai goreng sebagai pelengkap Soto Tersebut. Cara pembuatan soto Bandung Bahan: - 500 gram daging sapi - 2 buah lobak, kupas, iris tipis, lalu rebus - Emping goreng secukupnya - 50 gram kacang kedelai, rendam dalam air panas hingga mengembang, lalu goreng - 1 batang daun bawang, iris halus - 2 litet air Bumbu yang dihaluskan: 8 siung bawang merah 5 siung bawang putih 1 sdt merica 1 1/2 sdm garam 1 sdt kaldu instan (jika suka) Bumbu lainnya: 1 batang serai, memarkan 3 cm jahe, memarkan 2 lembar daun salam Cara membuat soto Bandung 1. Rebus daging sapi bersama bumbu lainnya hingga daging empuk. Angkat dagingnya, potong dadu. Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum. Masukan ke dalam air kaldu (air bekas rebusan daging). Masukan kembali da...
Ronggeng Gunung Ronggeng Gunung, Tarian ini berasal dari ciamis, Jawa Barat, dan tersebar hampir di seluruh Tanah Pasundan, termasuk di Pangandaran, dalam sejarahnya, tari Ronggeng Gunung dikisahkan sebagai bentuk penyamaran Dewi Siti Semboja dari Kraton Galuh Pakuan Padjajaran . Seni tari Ronggeng Gunung mirip tari Jaipong, yang juga berasal dari Jawa Barat. Namun, tari ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu, seni tari ini dipentaskan oleh lima orang wanita berpenampilan cantik dan luwes dengan satu penari utama mengenakan selendang dan diiringi oleh pengibing, yaitu sekelompok laki-laki yang mengenakan sarung, sinden, dan penabuh gamelan. Irama musik yang berasal dari irama tabuhan kendang, boning, dan gong menghasilkan irama sederhana, tetapi auranya mampu menggetarkan hati penonton. Kesenian ini memiliki satu aturan yang tidak boleh dilanggar, yaitu antar...
Sumedang merupakan sebuah kabupaten yang masuk dalam wilayah administratif provinsi Jawa Barat. Kabupaten Sumedang merupakan kawasan daerah yang terdiri dari 26 kecamatan dan terbagi dalam beberapa kelurahan dan desa. Kuliner makanan khas dari Sumedang mempunyai cita rasa yang sudah tidak diragukan lagi. Banyak sekali pilihan alternatif menu makanan yang bisa anda coba ketika berkunjung atau sekedar mampir ke kota tahu tersebut. Bagi anda yang sudah pernah ke Sumedang, pasti akan familiar dengan beberapa nama makanan dibawah ini. Sedangkan bagi anda yang belum pernah ke Sumedang, tidak ada salahnya jika anda menyempatkan mencicipi semua jenis makanan khas Sumedang dibawah ini. Jika anda merencanakan untuk berlibur ke kota tahu Sumedang, maka anda tidak boleh melewatkan ragam sajian kuliner khas Sumedang yang dijadim bisa menggugah selera anda. 1. Tahu Sumedang Makanan khas Tahu Sumedang diolah sebagaimana membuat tahu pada umumnya. Tahu Sumedang ini berbahan dasar kacang ked...
Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1510 Saka oleh Sultan Kanoman I yang merupakan keturunan ke-7 dari Sunan Gunung Jati atau Syarief Hidayatullah. Tahun berdirinya tertulis dalam bentuk prasasti yang terdapat pada pintu Pandopa Jinem. Di sana terpahat gambar Surya Sangkala dan Chandra Sangkala yang jika diartikan menjadi matahari (angka 1), wayang darma kusumah (angka 5), bumi (angka 1), dan bintang kemangmang (angkal 0). Kesultanan Kanoman lahir dari keinginan Sultan Banten Ki Ageung Tirtayasa yang menobatkan dua orang pangeran dari Putra Panembahan Adining Kusuma (Kerajaan Mataram) untuk memerintah di dua kesultanan. Pangeran Badriddin Kartawijaya memerintah di Kesultanan Kanoman dan diberi gelar Sultan Anom. Sementara itu, Pangeran Syamsuddin Martawijaya memerintah di Kesultanan Kasepuhan dengan gelar Sultan Sepuh. Di antara keraton-keraton yang lain, Keraton Kanoman bisa dikatakan sebagai pusat peradaban Kesultanan Cirebon. Di keraton ini, tersimpan penin...
Wayang Khas Cimahi yang Tidak Diketahui Khalayak Luas, Wayang Cepak Cimindi. Sebagaimana wayang Golek, wayang Cepak diyakini menjadi media penyebaran agama Islam. Seiring perkembangan jaman wayang cepak kini sudah jarang sekali ditemui dalam sebuah pertunjukkan, baik itu pada acara ruatan, sunatan, apalagi kawinan, padahal dahulu pada masa dekade 70-an masih sering dijumpai pergelaran wayang Cepak di sekitar Cimahi. Keadaan ini mengkhawatirkan sekali bagi perkembangan seni budaya Sunda yang seharusnya kita gali, kembangkan, dan kita lestarikan, sehingga bagi generasi muda masih bisa mengenalinya, jangan sampai generasi muda tidak tahu wayang cepak, atau mungkin asing dengan kesenian khas Jawa Barat sejenis wayang golek ini. Pada masa lalu, ketika wayang cepak ini berkembang di Cirebon dan sekitarnya, masyarakat pada masa itu menggelar pertunjukan wayang Cepak untuk menyambut para mualaf, sebagai sarana Cepak selaindakwah agama Islam. Pada masa mo...
Calung Cimahi Apa Kabar ? Pada awalnya calung sebagai alat musik tradisional dahulu dimainkan dalam berbagai ritual yang berhubungan dengan kehidupan agraris masyarakat Sunda, seperti Seren Taun dan Mapag Sri. Kini calung tidak hanya menjadi alat musik pengiring ritual, namun sudah menjadi seni pertunjukkan yang bersifat profan dalam berbagai kesempatan seperti : dalam penyambutan tamu, pernikahan adat, khitanan, dan juga perhelatan budaya. Calung merupakan alat musik tradisional yang lahir dari budaya agraris masyarakat Sunda. Alat musik yang bertangga nada pentatonis ini terbuat dari bambu hitam yang bisa mengeluarkan bunyi yang lebih nyaring. Berdasarkan perkembangannya bentuk awal alat calung ini hanya berupa calung renteng atau calung rantay, yaitu berjajar mirip posisinya seperti alat gambang, yang direntangkan makanya disebut calung renteng atau calung rantay. Bentuk lainnya seperti calung yang berkembang belakangan disebut calung jingjing karena cara bawa alat musik...
Perkenalkan saya Rifky Ramadan berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Di daerah saya terdapat satu objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri, yaitu Cibulan. Objek wisata ini memiliki cerita yang mencengangkan ketika seorang baru pertama kali mendengarnya. Jadi di Cibulan in terdapat 1 kolam renang besar berisi ikan dan 7 sumur suci. Ujar cerita rakyat setempat, tempat ini merupakan tempat bertapa Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi merupakan Pangeran dan Panglima Perang dari tanah Pasundan ini (tanah sunda). Disini biasanya sang Prabu berdiam diri selama berhari hari ketika beliau membutuhkan petunjuk dan pertolongan jika terdapat suatu permasalahan pelik di kerajaannya. beliau biasanya mencampurkan ketujuh mata air dari sumur suci dengan ditambang 7 macam bunga lalu mandi dengan air dan bunga tersebut, supaya diberi petunjuk, Dan di tempat ini terdapat ikan yang menmpati kolam berenang tersebut, rakyat sekitar biasanya menyebutnya lauk kancra bodas (ikan emas putih). Ikan in...
‘Punteun’ yang berarti ‘maaf’ atau ‘permisi’ dalam bahasa Sunda mempunyai makna tersendiri. Tak hanya tersurat, tetapi juga makna yang tersirat ketika terucapkan. Biasanya ucapan itu di ucapkan oleh siapa saja oleh seseorang ketika ia lewat di hadapan orang lain, ketika menyuruh seseorang untuk mengambilkan sesuatu, atau ketika ia mengunjungi kediaman seseorang. PUNTEN-MANGGA, dalam Sunda sudah merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dipisahkan. PUNTEN itu merupakan sebuah kosakata yang memiliki arti luas dalam Bahasa Sunda. Bisa berarti meminta izin, menolak sebuah ajakan, pengantar untuk menanyakan sesuatu, dan melambangkan orang yang sopan. Mengucapkan kata punteun saat melewati kerumunan orang, memberikan kesan hormat dan santun. Juga sikap menyapa saudara maupun tetangga di sekitar, meski tak mengenalnya. Mungkin bagi orang pendatang atau orang baru yang berada di wilayah Sunda merupakan hal aneh, teta...