Suku bangsa Batak terbagi atas 6 anak suku, yaitu Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Setiap suku memiliki seni arsitektur yang menarik. Rumah Adat Batak Toba yaitu Rumah Bolon (Rumah Gorga atau Jabu Si Baganding Tua). Biasanya Rumah terdiri atas Rumah dan juga sopo (lumbung padi) yang berada di depan rumah. Rumah dan sopo dipisahkan oleh pelataran luas yang berfungsi sebagai ruang bersama warga huta.Rumah adat dengan banyak hiasan (gorga), disebut Rumah Gorga Sarimunggu atau Jabu Batara Guru. Sedangkan rumah adat yang tidak berukir, disebut Jabu Ereng atau Jabu Batara Siang. Rumah berukuran besar, disebut Rumah Bolon. dan rumah yang berukuran kecil, disebut Jabu Parbale-balean. Filosofi Rumah Batak Toba Rumah adat bagi orang Batak didirikan bukan hanya sekedar tempat bemaung dan berteduh dari hujan dan panas terik matahari semata tetapi sebenanya sarat dengan nilai filosofi yang dap...
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia. Di sana ada sukubangsa yang bernama “Minangkabau”1). Masyarakatnya sangat menggemari kesenian, termasuk seni bela diri (pencak silat), sehingga di provinsi tersebut terdapat berbagai aliran pencak silat2), seperti: Silat Starlak, Silat Bayang Buayo, Silat Buayo Lalok, Silat Harimau, dan Silat Kumango3). Tulisan ini hanya membahas satu aliran silat saja, yaitu Silat Kumango. Nama silat ini (Kumango) sangat erat kaitannya dengan tempat di mana silat itu tumbuh dan berkembang. Silat Kumango pada awalnya tumbuh dan berkembang di sebuah kampung yang bernama “Kumango” (di daerah Kabupaten Tanah Datar). Oleh karena itu, silat itu kemudian dikenal atau diberi nama “Silat Kumango”. Pencipta silat ini adalah Syekh Abdul Rahman Al Khalidi yang bernama kecil Alam Basifat. Syekh Abdul Rahman Al Khalidi adalah seorang ulama yang menyebarkan tarekat Samaniyyah dan Naksyabandiyah di...
Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Di sana, khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara, ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru, yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Ciko guru dapat diartikan “menunjuk” karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan “main batu membayar kenari” karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Namun, jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermai...
Batakologi – Ilmu yang Patut Diseriusi Sebagai cabang ilmu yang belum populer, termasuk di kalangan orang Batak sekalipun, Batakologi menyimpan sejumlah pembelajaran berikut dinamika klaim-mengklaim khazanah kultural yang ada di dalamnya. Kendatipun sebagian subetnis Batak enggan menyebut diri sebagai orang Batak karena filologi peyoratif-lah yang dominan tercatat di catatan historis tentang keberadaan orang Batak. Tak mudah pula mencari makna aslinya (sebelum di-peyorasi) karena mesti diakui bahwa dalam proses diskresi antara periode mitologis (mulai dari Raja Ihat Manisia, si Radja Batak, hingga ke orang Batak zaman ini) dengan periode historis yang sebagian besar dikomando sesuai selera literasi penulis Barat yang sarat dengan agenda misi kekristenan, termasuk upaya politisasi dari pihak kolonial pada zamannya – belum ada milestones yang bisa dinapaktilasi secara rapi dan teratur. Tidak heran kini bahkan dari antara kalangan Batak sendiri, yang k...
Tekwan merupakan makanan khas dari palembang yang terkenal layaknya pempek. Bahannya sama juga dari tepung tapi teksturnya lebih kenyal dan hlus karena pembuatannya dengan cara di kukus. Berbeda dengan pempek yang dibuat dengan cara di goreng. Ini adalah racikan resep asli dari orang palembang ala suarni. DI jamin aman karena buat sarapan anakku kesekolah. Sekarang jamannya menjaga anak dari serangan makanan berbahaya yang ada di sekolah karena pengawasan pemerintah dan guru terhadap makanan berbahaya kurang maksimal. Lebih baik untuk berjaga kita sendiri sebagai orang tua harus hati-hati. Resep Tekwan Bahan Tekwan: 1/2 kg ikan giling (saya pakai ikan gabus) 1/2 kg sagu 1 1/2 gelas air es 1 butir putih telur 1 1/2 sdm garam Penyedap scukupnya Bahan Untuk Kuah: 1 ons udang 4 Siung bawag merah 6 siung bawang putih Sejumput merica Penyedap secukupnya soun (seduh dgn air hingga lunak)...
DIKISAHKAN OLEH NEK ESAH ALIAS NEK MANANG WARGA DESA MUARA KAMAN ILIR Kisah ini dimulai dengan lantunan lagu yang disebut neroyong sebagai berikut : Dinegeri kutai dulu hikatnya, Hiduplah kejuntaian di dunia longa, Bukanlah dewa lain manusia, Sebagai pemberi alamat sealam raya. Tujuh saudara hidup rukun dan tentramya, Penjaga alam kutai yang kaya-raya, Sayus kakak yang paling tua, Orangnya pintar pandai bahasa. Songo kakak yang kedua, Orang kuat baik hatinya, Tapi saying bodoh orangnya, Hingga menjadi cerca para saudara. Silu kakak ke tiga cantik molek parasnya, Selalu membawa tuah pada manusia, Negeri kutai ditinggalkannya, Karma takut besahu dengan kakak tertua Sirumbai kaca kakak kempatnya, Sipatnya santun dan bersahaja, Tulus...
Ansambel Musik sebagai produk kebudayaan masyarakat Batak Toba terdiri atas beberapa jenis diantaranya adalah: 1. Ansambel Gondang Bolon / Gondang Sabangunan; dipakai untuk ritual / upacara di luar ruangan dan memakai beberapa instrument yaitu taganing, gordang, ogung (terdiri atas 4 yaitu Oloan, Ihutan, Panggora dan Doal) dan sarune bolon. Pada ansambel ini, taganing berfungsi sebagai pembawa melodi (perkusi bernada) bersama-sama dengan sarune bolon. 2. Ansambel Gondang Hasapi: dipakai untuk ritual / upacara di dalam ruangan dan memakai beberapa instrument yaitu hasapi ende, hasapi doal, sarune etek, garantung dan hesek. 3. Ansambel Uning-uningan: dipakai untuk hiburan (berkembang sejak Opera Batak) dan memadukan beberapa instrument dari kedua ansambel sebelumnya yaitu sulim, hasapi ende, hasapi doal, sarune etek, taganing, hesek, dan garantung. Pada ansambel ini, taganing berfungsi sebagai pembawa ritem (perkusi). 4. Ansambel brass band: digunakan sejak masuknya misionaris (agama Kr...
Ansambel Gondang Hasapi merupakan salah satu ansambel musik yang terdapat pada masyarakat Batak Toba. Ansambel Gondang Hasapi dipakai untuk kebutuhan ritual / upacara yang dilakukan di dalam ruangan. Ansambel Gondang Hasapi adalah gabungan beberapa instrument yaitu: 1. Sarune Etek: termasuk dalam klasifikasi aerofone (media bunyinya melalui udara), single reed woodwind (masuk dalam keluarga instrument yang terbuat dari kayu dan menggunakan reed sebagai penghasil bunyi karena reed yang bergetar lewat udara yang ditiup). 2. Hasapi Ende / Indung: termasuk dalam klasifikasi chordofone (media bunyinya melalui dawai / senar yang bergetar), two strings short neck lute (instrument dengan dua senar dan berleher pendek), plucked freet less (dimainkan dengan cara dipetik dan tidak memiliki freet), berfungsi sebagai pembawa melodi. 3. Hasapi doal: sama seperti instrument hasapi ende, hanya berbeda pada fungsinya yaitu sebagai pembawa ritem menirukan bunyi ogung / gong pada ansambel gondang sabang...
Tampaknya pernyataan itu memang sudah tidak asing lagi di kehidupan kita. Sepertinya para guru di sekolah juga sangat sering mengatakan hal itu, terlebih guru Bahasa Indonesia. Sebagaimana yang kamu pahami, bahwa masa kini sudah tak banyak pemuda yang menerapkan Bahasa Indonesia sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Tetapi terus terang saja, penulis juga masih kurang memakai Bahasa Indonesia sesuai EYD. Untuk bercakap dengan teman, saya lebih sering menggunakan bahasa-bahasa keren. Dan untuk pemuda yang sekarang ini, hal itu sudah jadi bahasa keseharian. Jadi, mengapa kita musti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar kalau rata-rata orang telah menerapkan bahasa keren saat ini? Bisa jadi pertanyaan itu terbersit di fikiran kamu. Beberapa faedah yang dapat kamu terima dalam memakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diantaranya: 1. Mempermudah dalam bercakap antar suku, ras dan budaya. Sebagaimana ki...