Dende' ini permainan tradisional anak Makassar yang cara mainnya sangat gampang, pemain cukup menggambar kotak-kotak seperti gambar diatas sebgai pijakannya saat bermain, lalu melemparkan batu kecil di salah satu kotak tersebut (dilemparkan berurut dimulai dari kotak yang paling dekat dengan garis start), setelah itu pemain akan melompat dengan satu kaki ke kotak-kotak tersebut tanpa menginjak kotak yang ada batunya. Sebelum menyelesaikan satu round jangan lupa untuk mengambil kembali batu yang sudah dilemparkan tadi tanpa menurunkan kaki (masih posisi mengangkat satu kaki). Anak yang kakinya menyentuh ataupun melewati garis kotak akan "dieliminasi". Dende' ini mempunyai nama yang bermacam-macam, salah satunya dende' bulan. Nama-nama dende' ini ditentukan sesuai dengan gambar "lintasan"nya, gambar dibawah namanya dende' bulan karena gambarnya seperti setengah bulan pada salah satu ujungnya.
Indonesia memiliki keberagaman yang beraneka macam, mulai dari pakaian adat, tarian, musik, rumah adat, adat ritual, makanan, dsb. Namun tak sedikit dari hal-hal tersebut kadang tersisihkan dari benak kita karna wilayah Indonesia yang luas beserta kondisi geografisnya yang didominasi oleh lautan. Nah, disini saya akan memperkenalkan kepada teman-teman, khususnya di Pulau Sulawesi di bagian selatan di sebuah kabupaten bernama Maros, menyimpan kekayanaan alam dan sejarah. Ditemukan bahwa Seni lukis pertama di dunia terletak di Leang-leang, bantimurung, kab. Maros. Penemuan yang merupakan hasil kerja sama Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Makassar, Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Makassar, University of Wollongong, dan Universitas Griffith yang dilakukan 2014 lalu. Kata “Leang” sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti gua. Terdapat banyak leang di taman prasejarah ini, salah satunya ialah Leang Petta Kere yang didalamnya terdapat luk...
Sanggara Balanda merupakan salah satu kue tradisional lhas satu-satunya yang hanya ada di Sulawesi Selatam khusus nya di kota Makassar. Sanggara Balanda merupakan kue yang terbuat dari buah pisang khusus nya jenis Pisang Raja yang dibalur dengam kocokan telur lalu digoreng. kemudian diisi dengan isian yang terbuat dari kacang tanah sangrai yang ditumbuk semi kasar dicampur dengan gula pasir dan mentega. pisang yang sudah digoreng kemudian dibelah tengahnya kemudian diisi dengan isian. biasanya sanggara balanda disiram dengan cairan gula agar rasanya lebih manis lagi. sanggara balanda tidak ada di kota lain selain kota Makassar, dan sering dijumpai pada saat acara hajatan perkawinan suku bugis Makassar. pada perayaan adat Sulawesi Sleatan khusus nya suku bugis Makassar, biasanya disajikan kue yang mengembang. salah satu nya Sanggara Balanda. filosofinya agar perkawinan tersebut makmur dan sejahtera perjalanan nya. disebut sanggara balanda karena terbuat dai mentega. menurut i...
Bayao Ni Balu merupakan salah satu kue khas dari Sulawesi Selatan khusus nya di kota Makassar. Dalam bahasa Bugis, Bayao artinya "telur" dan Ni'balu artinya "dibalut". Jadi kue Bayao Ni'balu artinya adalah dibalut telur. Apa yang dibalut telur? jawabannya adalah "durian". Makanan khas Bugis ini biasanya ditemui saat upacara pernikahan adat. Ada bagian dalam ritual di malam sblm pernikahan yg bernama Appakanre Bunting. Dalam ritual ini, orangtua mempelai wanita menyuapi anak mereka dengan beberapa kue tradisional yg sarat dengan simbol dan pemaknaan, salah satunya adalah kue Bayao Ni'balu. Telur merupakan simbol dari keturunan dan rasa manis durian melambangkan kesejahteraan/kebahagiaan. Diharapkan dari pernikahan yang terjadi akan menghasilkan keturunan dan kesejahteraan bagi pasangan pernikahan tersebut. Balutan telur dari kue ini sangat lembut teksturnya, isi duriannya asli dari buah durian matan. Ukuran kueny...
Sop saudara merupakan makanan khas dari Kabupaten Pangkep. Nama sop saudara terinspirasi dari warung Coto Paraikatte , warung coto legendaris di Kota Makassar. Sop saudara merupakan singkatan dari kalimat “Saya Orang Pangkep Saudara”, dengan maksud memperkenalkan dirinya bahwa pembuat sop saudara merupakan orang dari Pangkep, sedangkan kata “saudara” mengandung makna bahwa setiap insan saling bersaudara yang selalu hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Warung sop saudara pertama di Makassar yaitu Warung Sop Saudara 65 di Jalan Andalas yang berdiri sejak 60-an tahun yang lalu. Pendiri Warung Sop Saudara 65 yaitu H. Dollahi yang merupakan penemu dari sop saudara. H. Dollahi sebelum mendirikan warung, beliau pernah menjadi pelayan dari Haji Subair, seorang pemilik tempat makan sop daging yang cukup dikenal di masyarakat Makassar saat itu. Sop saudara hampir mirip dengan coto Makassar, karena menggunakan bahan kacang, daging sapi dan bih...
Es Cendol Malino Es Cendol Malino bisa menjadi salah satu alternatif jika mencari kuliner berbasis minuman yang menyegarkan di Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Makassar – Gowa. Penggunaan istilah cendol ini masih menjadi perdebatan karena kata “Cendol” berasal dari kata Sunda. Kata Cendol ini kemudian diadopsi oleh orang Sulawesi menjadi “Cindolo”. Seiring perkembangan waktu, cendol semakin populer di masyarakat Sulawesi dan membentuk ciri khas sendiri dibandingkan es cendol atau dawet dari Jawa. Es Cendol Malino memiliki kemiripan dengan es dawet dari Jawa. Perbedaannya terletak pada bahan dasar yang digunakan. Es dawet menggunakan tepung kanji, sedangkan es cendol Malino ,menggunakan tepung beras. Kita dapat membedakan dengan jelas teksturnya, yang mana es dawet lebih kenyal sedangkan es cendol lebih kaku, terkesan patah ketika dikunyah. Sejarah Es Cendol Malino pertama kali muncul pada awal tahun 70 an, di sekitar wilayah...
PALLU MARA Sulawesi Selatan sangat terkenal sebagai provinsi yang kaya akan sektor maritimnya termasuk kekayaan kuliner lautnya. Salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang berbahan dasar ikan adalah Pallu Mara. Pallu Mara sendiri berasal dari kata Pallu yang berarti masakan dan Mara yang berarti kuah asam. Maka Pallu Mara dapat diartikan sebagai masakan yang berkuah asam. Kemudian masyarakat menggunakan ikan sebagai bahan dasarnya yang mudah ditemukan disekitar mereka untuk diolah sebagai Pallu Mara. Pallu Mara menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi harian bagi masyarakat dan sangat mudah ditemukan baik di restoran hingga prasmanan. Tahapan pembuatan Pallu Mara ini cukup mudah, ikan yang telah dibersihkan dibaluri kunyit dan garam terlebih dahulu untuk mengurangi bau amis pada ikan tersebut. Asam kemudian diperas dengan air hingga tampak kental. Irisan bawang merah dan bawang putih kemudian ditumis dengan minyak secukupnya, lalu tuangkan air asam beserta ikan yang telah dibalur...
PISANG EPE Pisang Epe merupakan salah satu ikon kuliner khas kota Makassar yang cukup banyak diminati baik bagi warga lokal, wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kuliner Pisang Epe banyak dijajakan di warung-warung dikawasan pantai Losari. Pisang Epe yang berarti pisang yang di pipihkan atau di penyokan ini sangat khas dengan pisang mengkal dan cita rasa gula merah pada sausnya. Pisang mengkal menjadi pilihan utama agar saat dipenyokkan menggunakan kayu, pisang tidak mudah hancur. Rasa pisang mengkal yang tidak begitu manis akan saling melengkapi dengan saus khas gula merahnya. Wawancara dilakukan kepada salah satu penjual Pisang Epe yaitu Ibu Hawiah. Ibu Hawiah (09:2018) saat di temui oleh Sobat Budaya Makassar menuturkan telah merintis usaha Pisang Epe sejak 6 tahun yang lalu bersama sang suami. Saus khas Pisang Epe berbahan dasar gula merah dan santan bahkan dapat divariasikan dengan menambahkan durian, sehingga cita rasa dari saus semakin lezat dan menggugah selera. Tahapan...
Broncong atau ada juga yang menamainya dengan Baroncong merupakan salah satu kue khas Kota Makassar yang bentuknya seperti busur atau setengah lingkaran. Kue ini mirip dengan kue Pukis, namun yang menjadi keunikan dari kue ini yakni dipanggang dengan cetakan yang selalu dipanaskan menggunakan arang, sehingga identik untuk disantap saat sedang panas atau hangat. Wawancara dilakukan kepada salah satu penjual kue Broncong di kawasan pantai Losari yaitu, Pak Suardi. Pak Suardi (09:2018) saat di temui oleh Sobat Budaya Makassar menuturkan telah berjualan kue Broncong sejak tahun 2012. Pak Suardi menjual Broncongnya di pusat-pusat keramaian Kota Makassar, seperti di kawasan pantai Losari dengan menggunakan gerobak khas penjual kue Broncong yang setiap saat mengeluarkan asap hasil dari pemanggangan kue Broncong. Pak Suardi mulai berjualan kue Broncong sekitar pukul 06.30 WITA sampai dengan sore hari sekitar pukul 17.30 WITA, tapi beda halnya pada saat kami temui, pak Suardi (09:2018) menga...