Loveaceh.com – Kuah Sie Kameng (kuah daging kambing) atau di Nusantara lebih terkenal dengan sebutan kari kambing atau gulai kambing adalah makanan khas Aceh yang berasa sedap dan kental karinya. Dagingnya yang empuk dan di pandu dengan bumbu rempah yang begitu kaya dan kuat menjadikan Kuah Sie Kameng ini begitu digemari. Bila Anda berkunjung ke Serambi Mekkah, jangan lupa bertandang ke rumah makan yang ada di Aceh. Sebagian besar menawarkan menu Bu Sie Kameng yang enak di santap dengan nasi putih hangat. Tidak sulit menemukan rumah makan di Aceh yang menyediakan Bu Sie Kameng ini. Anda bisa melihat kuali besar yang ada di depan warung makan, dan sudah di pastikan disitu menyajikan Sie Kameng. Bila Anda dekati kuali besar tadi, aneka bumbu seperti serai, bungong lawang keling, daun pandan, daun salam, bawang putih keprek, bawang merah iris, dan daun temurui (bay leaf) akan membuat hidung Anda tak sabar ingin mencicipinya. Setiap tetes kuahnya...
Loveaceh.com – Aceh, provinsi yang berada paling barat Pulau Sumatra ini selalu dikenal dengan makanannya yang khas, dan berbeda dengan daerah lain, salah satunya adalah kuah beulangong . “Beulangong” artinya kuali besar atau belanga yang digunakan untuk memasak. Ukurannya dipilih yang besar, berdiameter sekitar satu meter. Kuah beulangong adalah makanan khas Aceh yang bahan utamanya bisa: daging sapi, daging kambing, atau daging kerbau yang dicampur dengan buah nangka, atau pisang kapok. Berbeda dengan sie reuboh , yang bahan dan bumbunya sangat sedikit. Memasak kuah beulangong membutuhkan bumbu yang cukup banyak, dan hampir sama dengan bahan dan bumbu untuk memasak kuah sie kameng , seperti kelapa gongseng, kelapa giling, cabai merah, cabai kering, cabe rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar gongseng,...
Kuwah Pliek U adalah salah satu masakan yang berasal dari Aceh. Masakan ini memiliki bahan dasar ampas dari sisa minyak kelapa tua yang telah melalui proses pemerasan minyaknya. Pada umumnya, masakan ini dilengkapkan dengan daun dan buah melinjo, kacang panjang, kacang tanah, daun pepaya, daun singkong, rebung kecombrang, atau kadang kala disajikan dengan chu (sejenis siput yang hidup di sungai). Dalam praktiknya, masyarakat Aceh juga menambahkan sayuran lain untuk masakan ini seperti kacang panjang, pepaya muda dan nangka muda. Selain itu untuk menguatkan rasa, asam sunti (belimbing wuluh yang dikeringkan setelah dikukus bersama garam) ditambahkan pula sebagai bumbu khasnya. Masakan ini biasanya disajikan dalam beberapa acara dalam lingkungan masyarakat Aceh, seperti hajatan. Ingin mencoba masakan ini? Simak resep di bawah ini Bahan sayuran: 10 buah terong hijau 4 ikat daun melinjo 1 ons buah melinjo muda 1 ikat kangkung 1 buah kelapa kukur ¾ gelas pliek U Â&fr...
Kue adee lebih dikenal dengan nama kue bingkang, kue ini tepatnya berasal dari kabupaten pidie, kecamatan meureudu. Bahan-bahan : 5 butir telur bebek 250 gram gula pasir 500 ml santan kental 3 sendok makan margarin ( cairkan ) 1/2 sendok teh vanili 1/2 sendok teh garam Cara Membuat : Telur bebek dan gula pasir dikocok menggunakan mixer sampai mengembang sempurna. Tuangkan santan kental sembari diaduk-aduk terus tanpa menggunakan mixer. Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan-lahan, kemdian tambahkan margarin yang sudah dicairkan, aduk-aduk lagi hingga rata. Siapkan loyang yang sudah diolesi margarin,lalu tuangkan adonan kedalam loyang Masukkan ke dalam oven , panggang adonan...
Masam keu-eung merupakan salah satu makanan khas Aceh yang tampilan dan rasanya mirip dengan gulai asam padeh dari Padang. Apabila asam padeh komposisi cabe merah cukup banyak sehingga tampian kuah menjadi tampak merah membara, sementara masam keu-ung meskipun memiliki cita rasa yang pedas dan asam, namun karena komposisi penggunaan kunyit yang cukup banyak menjadikan kuah masam keu-ung memiliki warna yang lebih kekuningan. Masam keu-ung berarti asam pedas memiliki rasa asam, asin, dan pedas menjadi satu dalam kuah yang kekuningan. Tidak hanya ikan, bahan baku lain seperti udang dapat diolah dengan resep yang sama. Umumnya masyarakat Aceh menggunakan periuk tanah liat untuk memasaknya. Resep Kuah Masam Keu-ung Ikan tongkol 4 keping (bahan ini bisa diganti dengan ikan bandeng, kakap, dan teri) Belimbing wuluh (asam sunti) 8-10 atau tomat hijau 2 buah Jeruk nipis 2 buah Daun jeruk 2 lembar Bumbu Tumis: Bawang me...
Asam keueng merupakan salah satu masakan khas Aceh, tampilan dan rasanya sebenarnya mirip-mirip dengan gulai asam padeh di Padang. Bedanya pada asam padeh, komposisi cabai merahnya cukup beragam sehingga tampilan kuahnya tampak merah membara. Untuk asam keueng walau bercita rasa pedas dan asam juga namun menggunakan porsi kunyit sehingga warnanya terlihat kekuningan. Perbedaan lainnya pada jenis asam digunakan, umumnya asam padeh menggunakan asam kandis terbuat di buah tanaman Garcinia xanthochymus dikeringkan, asam sunti terbuat di buah tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Dari segi rasa maka asam sunti memberikan rasa asam lebih lembut, unik dan belum setajam asam pada asam kandis. Asam keueng berarti asam pedas rasa nano-nano, asam asin pedas menjadi satu dalam kuahnya kekuningan. Tidak hanya terpaku pada ikan bisa anda sebaiknya, udang pun lezat bila diolah dengan cara ini. Umumny...
Kuah Pliek U adalah makanan tradisional sejenis masakan bersantan yang khas dari daerah Aceh . Makanan satu ini sekilas hampir mirip dengan Gulai hanya saja isinya berupa sayuran dan kuahnya terbuat dari bahan khusus. Kuah Pliek U merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di daerah Aceh, khususnya di daerah pesisir timur Aceh. Selain dikonsumsi sehari-hari, Kuah Pliek U juga sering disajikan pada acara-acara tertentu dan menjadi salah satu menu special yang digemari oleh warga di sana. Asal Usul Kuah Pliek U Konon Kuah Pliek U sudah menjadi makanan favorit masyarakat Aceh sejak jaman dahulu. Nama Kuah Pliek U diambil dari salah satu bumbu dasar dalam membuat makanan ini yaitu “ Pliek U ” atau yang lebih dikenal dengan Patarana . Pliek u sendiri merupakan sisa kelapa yang minyaknya sudah diperas. Di masyarakat pedesaan Aceh, minyak kelapa ini biasanya dijadikan minyak goreng yang disebut dengan “ Minyeu...
Keumamah merupakan masakan yang tak asing lagi di kehidupan masyarakat Aceh. Ya, Keumamah makanan khas Aceh, lahir karena perang, populer hingga saat ini, memang makanan satu ini unik dan penuh heroik. Keumamah atau sering juga disebut dengan “Ungkoet Kayee” atau terjemahannya dalam Bahasa Indonesia adalah “Ikan Kayu” . Bukan berarti berasal dari kayu atau semacamnya, tetapi karena bentuk dan wujudnya yang keras serta menyerupai kayu, namun pada hakekatnya Keumamah ini berasal dari Ikan jenis Tongkol. Di dalam sejarah Aceh. keumamah menjadi lauk utama yang berjasa menjadi bekal yang selalu dibawa para pejuang Aceh saat bergerilya di hutan atau ketika bersembunyi di kurok-kurok (tempat persembunyian di dalam tanah) saat perang melawan penjajah yang dimulai pada tanggal 26 maret 1873. Karena keawetannya dan tahan lamanya lah kenapa kuliner yang satu ini me...
Sate Matang adalah salah satu makanan tradisional jenis sate yang berasal dari daerah Aceh . Sate satu ini memang sekilas hampir mirip dengan sate di Indonesia pada umumnya, namun dalam segi penyajian dan rasanya sangat berbeda dan sangat khas. Sate Matang ini merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di Aceh. Selain menjadi makanan favorit warga sekitar, makanan ini juga sering menjadi menu yang banyak dicari oleh para wisatawan yang datang ke sana. Asal Usul Sate Matang Bagi orang yang belum tahu Sate Matang ini, pasti dikaitkan dengan kata “ matang ” yang berarti “ sudah masak ”. Namun sebenarnya nama Sate Matang ini diambil dari nama suatu tempat di Aceh, yaitu Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen . Konon di tempat inilah Sate Matang pertama kali diperkenalkan oleh penjualnya. Sate Matang kemudian mulai populer dan dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 90an. Hingga kini Sate Matang mulai men...