Buku
185 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sayur Tahu Kacang Panjang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Bahan-bahan 2-3 porsi Tahu kuning 3 buah potong segitiga jadinya 6 buah 1 ikat  kacang panjang potong-potong Santan kara Bumbu halus : 2 siung  bawput 3 siung  bamer 2 cm  Kunyit 1 buku jari  kelingking Kencur 3 buah  Cabe keriting 1 butir  Kemiri sedikit  Lengkuas geprek, daun salam, asam jawa Gula garam merica penyedap Langkah   Goreng tahu s...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Pancakaki Masalah Karuhun Kabeh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Berasal dari Ciamis yang ditulis pada abad ke 18 M,  dalam bahasa Jawa dan huruf Arab Pegon. NASKAH KARYA ORANG LUAR, YANG BANYAK MENCERITAKAN TENTANG SEJARAH SUNDA KLASIK Kidung Sunda / Kidung Sundayana Kidung Sunda adalah sebuah tulisan / naskah  dalam bahasa Jawa pertengahan yang berbentuk syair (tembang), yang kemungkinan berasal dari Bali. Dalam kidung ini diceritakan tentang kisah pencarian  seorang permaisuri Hayam Wuruk dari Majapahit, dan tragedi perang bubat yang memilukan. Kidung Sunda adalah sumber tertulis yang paling terinci dan paling penting dalam mengupas tentang peristiwa Bubat yang memilukan dan memalukan. Sebagai naskah kuno yang terdapat di Bali, Kidung Sunda memberikan yang relative adil dalam mengupas tragedy berdarah di bubat, penghianatan Gajah Mada dan kepahlawanan Sunda yang tanpa pantang menyerah. Dari kisahnya, dengan gaya bahasanya yang lugas dan lancar, tidak berbelit-belit seperti karya-karya sastra,...

avatar
Roro
Gambar Entri
Badud
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Awalnya, seni pertunjukan badud menjadi bagian dari ritual saat panen tiba, yaitu pada saat iringan masyarakat membawa hasil panen ke lumbung yang ada di desa. Awal pelaksanaan tersebut pernah tercatat angka tahunnya, yaitu 1928. Namun, menurut penuturan para sesepuh adat yang bersangkutan, yaitu Aki Ardasim dan Aki Ijot, badud diperkirakan sudah ada sejak tahun 1880 di Dusun Margajaya. Seni pertunjukan badud akhirnya berkembang untuk meramaikan ritual panen. Menurut Sukinta, perkembangan badud dimulai sejak tahun 1950, ditandai dengan penampilan materi peran yang ditambah dengan atribut topeng binatang, seperti: lutung, kera, anjing hutan, harimau, dan babi hutan, yang dibuat dengan bahan seadanya. Gerakan peran binatang menirukan gerakan yang disesuaikan dengan binatang aslinya – sesuai dengan atribut topeng yang mereka kenakan. Selain sebagai seni pertunjukan untuk meramaikan ritual panen, dengan cara mengiringi rombongan petani yang berjalan membawa hasil panennya ke l...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Bangreng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Kata bangreng berasal dari dua suku kata “bang“ dan “reng“ yang masing-masing merupakan akronim dari kata terbang dan ronggeng (Ensiklopedi Musik, jilid I , 1992 : 23). Terbang adalah alat bunyi-bunyian yang terbuat dari kayu dengan muka bulat yang berkulit, seperti rebna. Ronggeng adalah juru kawih merangkap penari wanita dalamm ketuk tilu dengan tarian dan nyanyiannya melayani tarian pria yang menghadapinya ( Ensiklopedi Umum, 1977 : 88). Batasan di atas baru mengungkapkan dua sisi dari seni bangreng dan belum menyatakan kesenian bangreng secara utuh. Lebih lengkapnya diungkapakan dalam Ensiklopedi Musik , Jilid I (1992 : 31) yaitu :   Bangreng kependekan dari kata ter-Bang dan rong-Eng, yakni bentuk kesenian rakyat di Jawa Barat yang dimainkan dengan seorang interpreter gerak keindahan. Instrument yang di-gunakan adalah rebab, terbang, saron, kendang, kulanter, kempul , dan goong.  ...

avatar
Aze
Gambar Entri
Ngalaksa #DaftarSB19
Ritual Ritual
Jawa Barat

Menurut pandangan masyarakat setempat, ngalaksa muncul kira-kira pada abad ke8, setelah seorang tokoh masyarakat Rancakalong bernama Eyang Riguna mengadakan perjalanan keliling Negeri Mataram, dengan tujuan mencari benih padi yang disebut Dewi Padi (Nyai Sri). Untuk mengenang peristiwa tersebut dan sebagai perwujudan rasa syukur, masyarakat setempat menggelar upacara adat tradisi ngalaksa. Pengertian "Ngalaksa" menurut salah seorang tokoh masyarakat Rancakalong, kata tersebut berasal dari perkataan ngalaksanakeun atau melaksanakan sesuatu untuk memperoleh tujuan. Sedangkan Nyai Sri yang disimbolkan sebagai Dewi Padi esensinya agar masyarakat selalu menggunakan tata tertib di dalam mengolah dan menyuburkan padi, sebagai makanan pokok dan sumber kehidupan. Pelaksanaan upacara adat tradisi ngalaksa pada umumnya melalui proses diawali dari pengumpulan bahan-bahan yang terdiri dari bermacam-macam biji-bijian. Mengenai waktu pelaksanaan ditentukan atas hasil mufakat tokoh-tokoh masyaraka...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Reong Dongkol
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Kesenian reog dongkol pada awalnya merupakan jenis kesenian leluhur orang Sunda yang dipergelarkan di lingkungan masyarakat Kota Banjar. Saat itu, reog dongkol sebagai alat hiburan setelah pelaksanaan panen. Di mana para petani berkumpul di tempat tertentu sambil bersendagurau.Pada kegiatan itu biasanya diiringi bentuk tetabuhan yang berirama. Sejalan dengan waktu, kegiatan tersebut disempurnakan dengan alat kesenian (waditra) dogdog, angklung, bahkan menggunakan gong. Seiring dengan perkembangan zaman serta kreativitas manusia, kesenian reog tidak hanya menggunakan waditra dogdog melainkan menggunakan lodong dan kohkol. Pengertian dongkol itu sendiri ialah merupakan singkatan dari lodong dan kohkol. Reog dongkol pada awalnya mengadopsi nama kesenian Reog atau Ogel. Reog adalah jenis kesenian tradisional yang memiliki penggemar khusus dan dihargai sebagai seni budaya yang komunikatif; dialog dengan mimik yang tidak dibuat-buat; efektif melalui dinamika seperti tabuh dogdog, seni...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Tari Kedempling
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Tari kedempling mulai tumbuh di Kabupaten Majalengka Utara, seperti daerah Ligung, Jatitujuh, dan Randegan. Kesenian ini diperkirakan mulai tumbuh pada tahun 1938. Kesenian ini bermula dari berkembangnya komuniti ronggeng doger yang biasa dipentaskan dari satu tempat ke tempat lain dengan cara babarang (ngamen). Pada tahun 1940-an, komuniti ronggeng doger mengalami kevakuman. Sejalan dengan waktu, komuniti ini muncul kembali, namun tanpa menggunakan dog-dog, melainkan kecapi, ketuk, goong, dan kendang, sehingga namanya berubah menjadi Ronggeng kacapi. Berkembangnya tari topeng di wilayah Cirebon hingga Majalengka, membuat para penari ronggeng kacapi mulai mempelajari gerak tari topeng khususnya Topeng Tumenggung. Dengan pengaruh kuat dari gerak, busana, dan iringan tari topeng, terbentuklah Ronggeng Kedempling. Gerakan tari kedempling yakni, gerakan gedut, jalak pateuh, koma, oyag bahu, jangkung ilo, ngayun satengah keupat, barongsay, ngincek, pakbang, dan ngongkrak panjang. Ada...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Kerajaan Padjadjaran
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

  PAKUAN PAJAJARAN Pakuan Pajajaran  atau  Pakuan  ( Pakwan ) atau  Pajajaran  adalah ibu kota  Kerajaan Sunda Galuh  yang pernah berdiri pada tahun 1030-1579 M di wilayah barat  pulau Jawa . Lokasinya berada di wilayah  Bogor ,  Jawa Barat  sekarang. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya sehingga Kerajaan Sunda Galuh sering disebut sebagai Kerajaan Pajajaraan. Lokasi Pajajaran pada abad ke-15 dan abad ke-16 dapat dilihat pada peta Portugis yang menunjukkan lokasinya di wilayah Bogor, Jawa Barat. [1]  Sumber utama sejarah yang mengandung informasi mengenai kehidupan sehari-hari di Pajajaran dari abad ke 15 sampai awal abad ke 16 dapat ditemukan dalam naskah kuno  Bujangga Manik . Nama-nama tempat, kebudayaan, dan kebiasaan-kebiasaan masa itu digambarkan terperinci dalam naskah kuno tersebut. Kehancuran Pakuan Pajajaran han...

avatar
Dadan Rizwan
Gambar Entri
Museum Konferensi Asia Afrika
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

sumber : Arsip Museum KAA jika ada orang yang rela kehilangan sedikit kegembiraan, dengan tujuan memperoleh kegembiraan yang lebih besar, orang itu adalah orang yang bijaksana. Biarkanlah ia kehilangan kegembiraan sedikit, karena akan memperoleh kebahagiaan,” kata Iis Tjuhartika Pandi mengutip kata-kata Budha saat mengisi acara puncak rangkaian bedah buku ‘Cerita-cerita dari Asia Masa Kini’ yang digelar komunitas literasi Asian-African Reading Club (AARC) pada Rabu, 19/12/2018 di Ruang Galeri Museum KAA di Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. Teh Iis, begitu ia karib disapa, selain sebagai profesional di bidang psikologi juga aktif sebagai pegiat Klab Edukator di Sahabat Museum KAA (SMKAA). Kutipan itu, seperti yang ia jelaskan, sengaja ia paparkan sebagai ilustrasi isi buku ‘Cerita-cerita dari Asia Masa Kini’. Menurutnya, ceritanya ringan namun penuh bobot nilai-nilai moral, etika, kebersamaan, dan kepedulian. Menurutny...

avatar
Roro